Lokomotif D14

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Lokomotif D14
Lokomotif D14
D14 / SS1400
Data teknis
Sumber tenagauap
ProdusenHanomag, Hannover Jerman dan Werkspoor, Amsterdam, Belanda
Nomor seriD14 / SS1400
ModelMikado
Tanggal dibuat1921-1922
Jumlah dibuat24 unit
Spesifikasi roda
Notasi Whyte2-8-2T
Susunan roda AAR1-D-1
Klasifikasi UIC1D1
Dimensi
Lebar sepur1.067 mm
Diameter roda1.106 mm
Panjang12.650 mm
Lebar3.000 mm
Tinggi maksimum3.780 mm
Berat
Berat kosong71 ton
Bahan bakar
Jenis bahan bakarKayu, Batubara
Kapasitas bahan bakarBatubara 3 m³
Kayu 1,9 m³
Sistem mesin
Tekanan ketel uap1.2 MPa
Ukuran silinder485 mm x 600 mm
Kinerja
Kecepatan maksimum70 km/h
Daya mesin200 KW
Jari-jari lengkung terkecil120 m
Lain-lain


Sebelum lokomotif listrik (WH 3200) dan KRL merajai jalur Jabotabek, lokomotif D14 sempat menjadi primadona jalur tersebut. Dengan dibangunnya jalur elektrifikasi Jabotabek pada tahun 1925-1930, peran lokomotif uap D 14 pun secara perlahan mulai tergantikan.

Lokomotif yang didatangkan oleh Staatsspoorwegen (SS) ini berasal dari dua pabrikan yang berbeda. Lokomotif D14 bernomor 01 sampai 12 buatan, Hanomag, Hannover, Jerman, sedangkan yang bernomor 13-24 buatan Werkspoor, Belanda. Tahunnya pun berbeda, yaitu buatan tahun 1921 untuk D14 bernomor 01-12, dan tahun 1922 untuk yang bernomor 13-24. Perbedaaan lainnya ada pada nomor asli pabrikan. Yaitu nomor 9644-9655 untuk D 14 01-12, dan nomor 499-510 untuk D 14 13-14.

Desain lokomotif D14 yang ringkas ini cocok dioperasikan di lintas lokal dan jalur pegunungan. Jalur Bogor-Sukabumi-Cianjur hingga Bandung kini tinggal kenangan. Terlebih dengan ditutupnya jalur Bogor-Sukabumi pada tahun 2006. Jalur kenangan itulah yang merupakan lintasan utama lokomotif berbahan baker batubara ini. AE Durrant dalam bukunya "Indonesian Steam Lokomotives In Action", menampilkan foto kenangan D 14 13 ketika keluar dari mulut Terowongan Lampegan dari Jakarta menuju Cianjur dan Bandung.

D 14 adalah tipe lokomotif bersistem superheated terkenal di jalur pegunungan untuk kereta api penumpang kelas campuran. Sesekali, lokomotif bertipe gander 2-8-2T ini juga melayani kereta langsir. Total ada 23 unit lokomotif D 14 yang ada di Indonesia dan tersebar di dipo lokomotif:

Namun dari 24 unit lokomotif D14, pada tahun 1970, berdasarkan data PNKA Power Parade, AE Durrant menyebutkan, Perusahaan Nasional Kereta Api tersebut tinggal memiliki 23 unit D14. Jumlah itu kian menyusut, terlebih dengan kedatangan satu persatu KRL di lintasan Jabotabek.

Saat ini lokomotif D1410 berada di Balai Yasa Yogyakarta untuk menjalani proses restorasi sehingga dapat digunakan kembali.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]