Lokomotif B17

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Lokomotif B17
Data teknis
Sumber tenagaUap
ProdusenHohenzollern, Jerman
Nomor seriB17
Tanggal dibuat1897 - 1900
Jumlah dibuat10 unit
Spesifikasi roda
Notasi Whyte0-4-0
Susunan roda AARB
Klasifikasi UICB
Dimensi
Lebar sepur1.067 mm
Diameter roda850 mm
Berat
Berat kosong20 ton
Bahan bakar
Jenis bahan bakarKayu jati / Batubara
Sistem mesin
Ukuran silinder270 mm x 400 mm
Kinerja
Kecepatan maksimum30 km/h
Daya mesin200 hp
Lain-lain


Pemerintah Hindia Belanda benar-benar serius dalam merencanakan tata kota Malang dan sarana transportasinya. Ini dapat dilihat keberadaan perusahaan kereta api swasta Malang Stoomtram maatschappij (MSM) yang sudah ada terlebih dahulu dari Gemeente (Kota) Malang yang baru diresmikan pada tahun 1914. MSM berhasil membangun jalan rel di sekitar kota Malang dan Singosari tahun 1897 - 1908, dengan panjang total 85 km. Untuk melayani rute tersebut, MSM mendatangkan 10 unit lokomotif uap B 17 dari pabrik Hohenzollern (Jerman) pada tahun 1897 - 1900. Tram dengan lokomotif uap ini memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Fungsi daerah seperti Dampit adalah daerah penyangga bagi kota Malang yang berperan sebagai pemasok hasil bumi bagi kepentingan Gemeente (kota) Malang. Jadi, seperti halnya daerah-daerah lain Tram ini digunakan untuk angkutan penumpang dan barang/hasil bumi. Hasil bumi yang diangkut selain tembakau dan cengkeh adalah singkong, jagung, padi/beras, buah-buahan dan sayuran. Bahkan mungkin juga karet karena dulu di sekitar Gondanglegi dan Kepanjen, terdapat sejumlah perkebunan karet.

Tram uap ini memiliki susunan roda 0-4-0 memiliki dua silinder berdimensi 270 mm × 400 mm pada sisi dalam dengan roda berdiameter 850 mm. Berat keseluruhan 20 ton. Lokomotif ini dapat melaju hingga kecepatan maksimum 30 km/jam dan memiliki daya 200 hp (horse power). Lokomotif B 17 menggunakan bahan bakar kayu jati atau batubara.

Di akhir masa dinasnya, pada tahun 1979, lokomotif B 17 digunakan pada rute Jalur kereta api Kediri-Jombang. Selain menarik kereta penumpang lokal, B 17 juga bertugas menarik gerbong barang dan tugas langsir gerbong ketel Pertamina di Kediri. Dari 10 lokomotif B 17, saat ini masih tersisa 1 buah lokomotif B 17, yaitu B 17 06 (mulai operasional tahun 1897). B 17 06 dipajang di Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]