Kereta api Putri Deli
KA Putri Deli tiba di Stasiun Medan | |
| Informasi umum | |
|---|---|
| Jenis layanan | Kereta api antarkota |
| Status | Beroperasi |
| Daerah operasi | Divisi Regional I Sumatera Utara dan Aceh |
| Pendahulu | Putri Hijau, Putri Ungu, Lancang Kuning |
| Mulai beroperasi | Januari 5, 2008 |
| Operator saat ini | PT Kereta Api Indonesia |
| Lintas pelayanan | |
| Stasiun awal | Medan |
| Jumlah pemberhentian | Lihatlah di bawah |
| Stasiun akhir | Tanjungbalai |
| Jarak tempuh | 175 km (109 mi) |
| Waktu tempuh rerata | 4 jam 45 menit |
| Frekuensi perjalanan | Tiga kali pulang pergi dalam sehari |
| Jenis rel | Rel berat |
| Pelayanan penumpang | |
| Kelas | Ekonomi |
| Pengaturan tempat duduk | Kursi saling berhadapan di setiap kereta |
| Fasilitas restorasi | Ada |
| Fasilitas observasi | Kaca dupleks dengan lapisan laminasi isolator panas. |
| Fasilitas bagasi | Ada Hanya pada perjalanan tertentu |
| Fasilitas lain | Tabung pemadam, penyejuk udara, toilet, televisi, lampu baca, rem darurat, palu pemecah kaca dan lain lain |
| Teknis sarana dan prasarana | |
| Lebar sepur | 1.067 mm (3 ft 6 in) |
| Kecepatan operasional | 70–90 km/h (19–25 m/s) |
| Pemilik jalur | Ditjen KA, Kemenhub RI |
| Nomor pada jadwal | U95-U100 |
| Perawatan rangkaian | Medan |
Kereta api Putri Deli merupakan layanan kereta api penumpang kelas ekonomi yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia untuk melayani lintas Medan—Tanjungbalai dan sebaliknya. Kereta api ini beroperasi sebanyak tiga kali perjalanan untuk menempuh jarak 175 km yang ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam 45 menit.
Kereta api Putri Deli diluncurkan pada tanggal 5 Januari 2008 untuk menggantikan kereta api Putri Ungu, Putri Hijau, dan Lancang Kuning. Peluncuran kereta api ini dihadiri Gubernur Sumatera Utara kala itu, Rudolf Pardede, dan Direktur Jenderal Perkeretaapian kala itu, Wendy Aritenang Yazid. Di awal peluncuran, kereta api ini menggunakan 7 kereta dengan 6 kereta penumpang ekonomi dan 1 kereta pembangkit.[1]
Data Teknis
[sunting | sunting sumber]| Nomor urut | Lokomotif CC201 | 1 | 2 | Kereta Makan Pembangkit (KMP3) | 3 | 4 | 5 | 6 | ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Keterangan | Kereta penumpang kelas ekonomi (K3) | Kereta penumpang kelas ekonomi (K3) | ||||||||||||||||
| Depo Kereta | Medan (MDN) | |||||||||||||||||
| Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu. | ||||||||||||||||||
Galeri
[sunting | sunting sumber]- CC 201 83 32 (CC 201 70) Depo Induk Medan (MDN) ex Depo Induk Jatinegara (JNG) menarik kereta api Putri Deli.
Insiden
[sunting | sunting sumber]Pada 19 Maret 2024 pukul 20.30 WIB, kereta api Putri Deli dengan nomor KA U76A menabrak truk bermuatan pupuk di Pasar Bengkel, Perbaungan, yakni di perlintasan sebidang di sebelah timur Stasiun Lidah Tanah. Truk yang menerobos palang kemudian mogok di tengah rel hingga ditabrak oleh kereta. Akibatnya lokomotif mengalami kerusakan pada sisi kabin. Tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut, sementara masinis mengalami luka ringan akibat terjepit kabin.[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "KA Putri Deli Ramaikan Jalur KA Medan". detiknews. Diakses tanggal 2024-09-23.
- ↑ Puspapertiwi, Erwina Rachmi (2024-03-19). Nugroho, Rizal Setyo (ed.). "Kronologi KA Putri Deli Tabrak Truk di Sumut, Petugas KAI Jadi Korban". KOMPAS. Diakses tanggal 2024-03-20.
Lihat Pula
[sunting | sunting sumber]- Kereta api Siantar Ekspres - layanan kereta api penumpang kelas ekonomi lintas Medan—Pematang Siantar
- Kereta api Sribilah - layanan kereta api penumpang kelas Eksekutif dan bisnis lintas Medan—Rantau Prapat
- Kereta api Tanjung Balai Ekspres - layanan kereta api penumpang kelas ekonomi yang direncanakan beroperasi dengan lintas yang sama