Lin Kualanamu (KAI Bandara)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lin Kualanamu
A
Logo KAI Bandara.svg
Kereta api ARS livery putih.jpg
Kereta api bandara ARS Kualanamu dengan livery terbaru tiba di Stasiun Bandar Khalipah
Ikhtisar
JenisEksekutif
SistemKereta api bandara (airport rail link)
StatusBeroperasi
LokasiDivisi Regional I Medan
TerminusMedan
Kualanamu
Stasiun3
Layanan25
Operasi
Dibuka
  • 25 Juli 2013; 9 tahun lalu (2013-07-25) (Rute Medan-Kualanamu)
PemilikPT. Kereta Api Indonesia (Persero)
PT Angkasa Pura II (Persero)
OperatorKAI Bandara
DepoMedan (MDN)
Data teknis
Panjang lintas-± 40 km (25 mi)
Panjang rel± 27 km (17 mi)
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Elektrifikasi-
Kecepatan operasi80 km/h (22 m/s)
Jumlah ruteU1-U50
Peta rute

KNM
Bandara Kualanamu Bandar Udara Internasional Kualanamu
ke Tebing Tinggi
ARB
Araskabu
BTK
Batang Kuis
BAP
ke Medan via jalur bawah
MDN
Medan
Kereta Api Indonesia  K2M   K4M 
ke Belawan

Lin Kualanamu adalah jalur kereta api bandara yang dioperasikan oleh KAI Bandara dengan rute Medan-Bandar Khalipah-Bandara Kualanamu di Sumatra Utara, Indonesia.

Lin Kualanamu mulai beroperasi pada tanggal 25 Juli 2013 bersamaan dengan beroperasinya Bandar Udara Internasional Kualanamu. KAI Bandara merupakan perusahaan patungan antara Kereta Api Indonesia dan Angkasa Pura II. ARS Kualanamu saat ini memiliki frekuensi 25 kali PP perjalanan dari Stasiun Medan ke Stasiun Bandara Kualanamu, berkapasitas 308 tempat duduk, dengan lama perjalanan 28-33 menit saat menuju bandara, dan 28-35 menit saat menuju Medan (kereta menuju bandara lebih cepat karena diprioritaskan dalam penggunaan rel tunggal dalam rute Medan-Bandar Khalipah khusus perjalanan yang melewati jalur bawah). Kereta api berangkat dan tiba di peron khusus kereta bandara di jalur layang Stasiun Medan, kecuali tiga perjalanan pertama menuju Kualanamu dan tiga perjalanan terakhir menuju Medan.

Lin ini dilayani menggunakan 4 set rangkaian kereta rel diesel elektrik (KRDE) yang dibuat di pabrikan Korea Selatan, Woojin. Pada mulanya layanan ARS ini menggunakan rangkaian KRD eks-KRD Kaligangsa dari Pulau Jawa, namun setelah kedatangan kereta dari Korea Selatan, maka seluruh KRD dari Pulau Jawa tersebut dikembalikan dan saat ini digunakan sebagai KA Prambanan Ekspres.

Fasilitas yang disediakan dalam kereta api ini adalah fasilitas kenyamanan kereta api eksekutif berupa kereta ber-AC, reclining seat, Wi-Fi, serta layar audio visual.

Proyek kereta api bandara ini merupakan proyek percontohan dan telah dikembangkan di beberapa bandara internasional di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Padang, dan Solo.


Jumlah penumpang per tahun[1][sunting | sunting sumber]

Tahun Jumlah penumpang
2013 273.562[2]
2014 822.819[3]
2015 691.820[4]
2016 731.024[5]
2017 861.650[6]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ KA Soekarno-Hatta Bakal Pacu Kinerja Railink, Bisnis Indonesia, 8 November 2017, hal. 29
  2. ^ Laporan Tahunan KAI 2013 Diarsipkan 2017-11-09 di Wayback Machine., hal. 170, diakses 9 Nov 2017
  3. ^ Laporan Tahunan KAI 2014 Diarsipkan 2017-05-14 di Wayback Machine., hal. 174, diakses 9 Nov 2017
  4. ^ Laporan Tahunan KAI 2016 Diarsipkan 2017-11-09 di Wayback Machine., hal. 94, diakses 9 Nov 2017
  5. ^ Laporan Tahunan KAI 2016 Diarsipkan 2017-11-09 di Wayback Machine., hal. 94, diakses 9 Nov 2017
  6. ^ Laporan Tahunan KAI 2017, hal. 89, diakses 27 Nov 2018

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs web resmi PT Railink Diarsipkan 2021-04-23 di Wayback Machine.