Kereta api Tawang Jaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta Api Tawang Jaya
PapanKeretaApi 2020.svg
KA TAWANG JAYA
Semarang Poncol - Pasarsenen (PP)
PapanKeretaApi 2020.svg
KA TAWANG JAYA PREMIUM
Semarang Tawang - Pasarsenen (PP)
Kereta api Tawang Jaya TB.jpg
Tawang Jaya TB.jpg
Kereta api Tawang Jaya saat melintas di Walet, Tambun (atas) Kereta api Tawang Jaya Premium saat melintas di Tiber Kali Srengseng Tambun, Bekasi, April 2022 (bawah)
Informasi umum
Jenis layananKereta api Antarkota
StatusFakultatif (dioperasikan sewaktu-waktu atau pada hari tertentu)
Daerah operasiDaerah Operasi IV Semarang
Mulai beroperasi14 Mei 1984 (Tawang Jaya Ekonomi)
6 April 2018 (Tawang Jaya Premium)
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang3.000 penumpang per hari (rata-rata sementara)
Lintas pelayanan
Stasiun awalSemarang Poncol (Tawang Jaya Ekonomi)
Semarang Tawang (Tawang Jaya Premium)
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirJakarta Pasarsenen
Jarak tempuh436 km (Tawang Jaya)
438 km (Tawang Jaya Premium)
Frekuensi perjalananSekali pulang-pergi sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
Kelas
  • Ekonomi (Tawang Jaya Ekonomi)
  • Ekonomi New Image (Tawang Jaya Premium)
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    bisa direbahkan
  • 80 tempat duduk disusun 2-2. Sebanyak 40 kursi berhadap ke kanan dan 40 kursi berhadap ke kiri
    kursi dapat direbahkan (kelas ekonomi premium) & kursi tidak dapat direbahkan (ekonomi plus)
  • 106 tempat duduk disusun 3-2 (kelas ekonomi)
    kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dengan tirai tarik, lapisan isolator panas (kaca panoramik pada rangkaian kereta kelas ekonomi premium/new image)
Fasilitas hiburanYa
Hanya tersedia untuk layanan kelas ekonomi premium
Fasilitas bagasiAda (Bukan Kereta Bagasi)
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara, musholla.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Elektrifikasi-
Kecepatan operasional70 s.d 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal161C-162B (Tawang Jaya Premium)
309A-310A (Tawang Jaya)

Kereta api Tawang Jaya merupakan dua layanan kereta api penumpang yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia untuk melayani lintas SemarangJakarta dan sebaliknya. Kereta api ini memiliki dua layanan kereta api yang dioperasikan, yaitu Tawang Jaya (kelas ekonomi lintas Semarang PoncolJakarta Pasarsenen) dan Tawang Jaya Premium (kelas ekonomi new image lintas Semarang TawangJakarta Pasarsenen).

Pengoperasian kereta api[sunting | sunting sumber]

Kereta api Tawang Jaya[sunting | sunting sumber]

Kereta api Tawang Jaya ini pertama kali dioperasikan pada 14 Mei 1984 di Stasiun Semarang Poncol yang menawarkan perjalanan dengan jadwal pemberangkatan malam/pagi hari. Awalnya, seluruh pemberangkatan perjalanan baik dari Semarang Poncol maupun Pasar Senen pada malam hari. Namun, sejak 1 Februari 2014, pemberangkatan dari Pasar Senen diubah menjadi pagi hari. Namun, sejak 1 April 2015, pemberangkatan dari Semarang Poncol diubah menjadi siang hari sedangkan dari Pasar Senen diubah menjadi malam hari.[butuh rujukan]

Mulai 4 April 2016, kereta api Tawang Jaya beroperasi dengan rangkaian kereta panjang—terdiri dari 14 kereta kelas ekonomi, 1 unit kereta makan pembangkit, 1 kereta pembangkit, serta lokomotif CC206 sebagai bakal pelanting. Dengan perubahan susunan rangkaian tersebut, kereta api ini menjadi salah satu dari empat kereta penumpang dengan rangkaian panjang—bersama dengan kereta api Kertajaya, Gumarang, dan Jayakarta.[1]

Mulai 25 April 2022 pelayanan Kereta api Tawang Jaya sudah tidak menggunakan Rangkaian Panjang lagi karena Rangkaian Tawang Jaya aslinya telah dimutasi ke Depo Surabaya Pasarturi (SBI) untuk pengoperasian Kereta api Airlangga Sejak Tanggal 1 Oktober 2021. Demikian Rangkaian Tawang Jaya ini akan dipinjam dari Depo lain ataupun sisaan dari rangkaian konservasi.

Kereta api Tawang Jaya Premium[sunting | sunting sumber]

Kereta api Tawang Jaya Premium merupakan kereta api kelas ekonomi premium yang dioperasikan pada 6 April 2018. Sebelumya, kereta api ini merupakan kereta api tambahan yang dioperasikan pada 20 Juni 2017 sebagai angkutan lebaran, serta 16 Februari 2018 sebagai angkutan tahun baru Imlek. Kereta api ini sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta kelas ekonomi premium berbahan baja nirkarat keluaran 2018, sebelum diganti dengan rangkaian kereta kelas ekonomi premium keluaran 2017. Semenjak rangkaian Kereta api Tawang Jaya Premium dimutasi ke Depo Kereta Jakarta Kota (JAKK) untuk memenuhi kebutuhan Kereta api Jayakarta supaya Rangkaian Panjang, maka pada 10 Februari 2021 pelayanan Kereta api Tawang Jaya Premium yang sebelumnya hanya melayani kelas Ekonomi Premium kini ditambah kelas Eksekutif. Hal ini disebabkan penomoran KA nya adalah 161F-162F. Pada Tanggal 6 Maret 2022 pelayanan Kereta api Tawang Jaya Premium kembali menggunakan kereta api kelas ekonomi premium sehingga rangkaian bekas milik Kereta api Kertajaya ini menghibahkan ke Semarang Poncol (SMC) untuk didinaskan. Kereta ini Juga dipinjamkan untuk operasional Kereta api Kamandaka jurusan Semarang Tawang - Cilacap, Namun Berjalan Hari Jumat hingga Minggu Saja. Pada Tanggal 21 April 2022 pelayanan Kereta api Tawang Jaya Premium kembali menggunakan kereta api kelas eksekutif untuk mengangkut penumpang Arus Mudik dan Arus balik Lebaran 2022.

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini berkisar antara Rp105.000,00–Rp140.000,00 untuk kelas ekonomi dan Rp190.000,00–Rp 300.000,00 untuk kelas ekonomi premium, bergantung pada jarak tempuh, subkelas/posisi tempat duduk di dalam kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Berlaku tarif khusus yang hanya dapat dipesan mulai dua jam sebelum keberangkatan kereta api ini pada stasiun yang berada dalam lintas berikut :

Catatan : **) Hanya berlaku untuk layanan kereta api Tawang Jaya Premium

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 7 April 2007 pukul 03.05, kereta api Tawang Jaya tujuan Stasiun Semarang Poncol anjlok di jalur 3 Stasiun Surodadi, Tegal. Seorang balita berusia 8 bulan tewas, sedangkan 7 orang lain mengalami luka-luka.

Pada 15 Mei 2014 pukul 13.09, kereta api Tawang Jaya tujuan Stasiun Semarang Poncol bertabrakan dengan sebuah gerbong semen di jalur 4 Stasiun Cirebon Prujakan. Tidak ada korban tewas di insiden ini, tetapi enam orang mengalami luka-luka.

Pada 21 Januari 2020, kereta api Tawang Jaya mengalami anjlok pada letak km 9+9 di petak Stasiun Jatinegara-Stasiun Pasar Senen yang mengakibatkan perjalanan kereta api terhambat.[2]

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]