Kereta api Bangunkarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Plat nama KA Bangunkarta.png
Kereta api Bangunkarta
Bangunkarta express train.JPG
Kereta api Bangunkarta melintas Stasiun Babadan.
Info
Kelas Eksekutif Satwa
Sistem Kereta api ekspres
Status Beroperasi
Lokal Daop 8 Surabaya
Stasiun terminus Surabaya Gubeng
Gambir
Jumlah stasiun 12
Rute pelayanan 1
Nomor KA 55-56
Operasional
Dibuka 10 Januari 1985
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Operator Daerah Operasi VIII Surabaya
Dipo Sidotopo (SDT) dan Jatinegara (JNG)
Lokomotif CC206
Lebar sepur 1067 mm
Elektrifikasi -
Kecepatan operasi 50 s.d. 100 km/jam
Peta Rute

Peta rute KA Bangunkarta

Ke Surabaya Kota
Continuation backward
Stasiun Surabaya Gubeng
Station on track
Halte Ngagel
Stop on track
Stasiun Wonokromo
Station on track
Ke Bangil, Malang, Banyuwangi Baru
Junction to left Continuation to right
Stasiun Sepanjang
Stop on track
Halte Kumendung
Unknown route-map component "eHST"
Stasiun Boharan
Stop on track
Stasiun Krian
Stop on track
Stasiun Kedinding
Stop on track
Ke Tulangan, Sidoarjo
Junction from left Continuation to right
Stasiun Tarik
Stop on track
Jembatan Kali Porong
Transverse water Bridge over water Transverse water
Stasiun Damarsi
Unknown route-map component "eHST"
Stasiun Mojokerto
Station on track
Batas Daop VIII SB - Daop VII MN
Unknown route-map component "KMW"
Stasiun Curahmalang
Stop on track
Stasiun Sumobito
Stop on track
Stasiun Peterongan
Stop on track
Stasiun Jombang
Station on track
Stasiun Sembung
Unknown route-map component "pHST"
Jembatan Kali Brantas
Transverse water Bridge over water Transverse water
Ke Malang
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Stasiun Kertosono
Station on track
Stasiun Baron
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Sukomoro
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Nganjuk
Station on track
Stasiun Bagor
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Wilangan
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Saradan
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Caruban
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Babadan
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Madiun
Station on track
Stasiun Barat
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Geneng
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Paron
Stop on track
Stasiun Kedunggalar
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Walikukun
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Kedungbanteng
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Kebonromo
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Sragen
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Masaran
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Kemiri
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Palur
Unknown route-map component "pHST"
Jembatan Bengawan Solo
Transverse water Bridge over water Transverse water
Stasiun Solojebres
Unknown route-map component "pHST"
Ke Solo Balapan
Junction both to and from left Continuation to right
Stasiun Kalioso
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Sumberlawang
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Goprak
Unknown route-map component "pHST"
Ke Gambringan
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Stasiun Gundih
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Karangsono
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Telawa
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Padas
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Kedungjati
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Tanggung
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Brumbung
Unknown route-map component "pHST"
Ke Cepu
Junction to left Continuation to right
Stasiun Semarang Tawang
Station on track
Stasiun Semarang Poncol
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Alastuwa
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Jerakah
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Mangkang
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Kaliwungu
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Kalibodri
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Weleri
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Krengseng
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Plabuan
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Kuripan
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Ujungnegoro
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Batang
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Pekalongan
Station on track
Stasiun Sragi
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Comal
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Ujunggede
Unknown route-map component "eHST"
Stasiun Petarukan
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Pemalang
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Babadan
Unknown route-map component "eHST"
Stasiun Suradadi
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Maribaya
Unknown route-map component "eHST"
Stasiun Larangan
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Tegal
Station on track
Ke Prupuk
Junction to left Continuation to right
Stasiun Brebes
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Bulakamba
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Tanjung
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Losari
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Pabedilan
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Babakan
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Waruduwur
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Cirebon Prujakan
Unknown route-map component "pHST"
Ke Purwokerto
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Stasiun Cirebon
Station on track
Stasiun Cangkring
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Bangoduwa
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Arjawinangun
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Kaliwedi
Unknown route-map component "eHST"
Stasiun Kertasemaya
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Jatibarang
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Telagasari
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Terisi
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Kadokangabus
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Cilegeh
Unknown route-map component "pHST"
Halte Cipedang
Unknown route-map component "eHST"
Stasiun Haurgeulis
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Cipunegara
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Pegadenbaru
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Cikaum
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Pasirbungur
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Pringkasap
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Pabuaran
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Tanjungrasa
Unknown route-map component "pHST"
Ke Purwakarta, Bandung
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Stasiun Cikampek
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Dawuan
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Kosambi
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Klari
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Karawang
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Kedunggedeh
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Lemahabang
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Cikarang
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Tambun
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Bekasi
Station on track
Stasiun Kranji
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Rawabebek
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Cakung
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Klender Baru
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Klender
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Cipinang
Unknown route-map component "pHST"
Stasiun Jatinegara
Station on track
Ke Pasar Senen
Continuation to left Junction to right
Ke Bogor
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Stasiun Manggarai
Station on track
Ke Tanah Abang
Junction to left Continuation to right
Unknown route-map component "BRÜCKEa"
Stasiun Cikini
Unknown route-map component "hHST"
Stasiun Gondangdia
Unknown route-map component "hHST"
Stasiun Gambir
Unknown route-map component "hBHF"
Ke Jakarta Kota
Unknown route-map component "hCONTf"

Kereta api Bangunkarta atau Bangun Karta adalah kereta api kelas eksekutif satwa yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Pulau Jawa dengan jurusan Surabaya Gubeng (SGU) - Jakarta Gambir (GMR) Via Jombang (JG) Dan Sebaliknya.

Sejarah dan perkembangan[sunting | sunting sumber]

Kereta api Bangunkarta dioperasikan pertama kali pada bulan Januari 1985 melayani perjalanan kelas Ekonomi dari Jombang ke Jakarta, dengan nama kereta api Tebuireng. Pada tanggal 24 Desember 1994 layanan KA Tebuireng ditingkatkan dengan menambah rangkaian kereta kelas Bisnis, dan sejak tanggal 1 Agustus 1996 semua rangkaian berubah layanannya menjadi kelas Bisnis.

Penambahan layanan kelas Eksekutif dilakukan sejak tanggal 1 Februari 1999 dan pada tanggal 1 Juli 2001 kereta yang melayani rute dari Jombang menuju Jakarta tersebut melayani perjalanan dengan kelas Eksekutif dan Bisnis, dengan rangkaian yang terdiri dari 2 kereta kelas Eksekutif (K1) dan 8 kereta kelas Bisnis (K2). Sejak itu pula kereta ini diberi nama KA Bangunkarta.

Pada mulanya kereta api ini melewati jalur selatan (Yogyakarta dan Purwokerto), kemudian diubah sehingga melewati jalur utara (Semarang). Perjalanan sejauh 738 km ditempuh dalam waktu kurang lebih 13 jam dan hanya berhenti di Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Madiun, Nganjuk dan Kertosono.

Sejak 5 Desember 2009, Bangunkarta diubah seluruhnya menjadi kelas Eksekutif dengan menggunakan rangkaian kereta yang dahulu digunakan untuk Gajayana, sebelum KA Gajayana mendapatkan rangkaian kereta baru buatan PT Inka Madiun tahun itu juga.

Mulai 19 Desember 2013, kereta api ini diperpanjang hingga Stasiun Surabaya Gubeng untuk memenuhi dan mengakomodir masyarakat Surabaya dan sekitarnya yang ingin bepergian dengan tujuan Jakarta.

Penamaan[sunting | sunting sumber]

Nama Tebuireng, sebagaimana yang disandang kereta ini saat peluncurannya tahun 1985, diperoleh karena mayoritas penumpang kereta tersebut adalah para santri dari Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang hendak melakukan perjalanan menuju ibukota maupun tujuan-tujuan lainnya.

Nama Bangunkarta atau Bangun Karta diambil dari singkatan nama kota asal dan tujuan kereta api yaitu Jombang, Madiun, dan Jakarta.

Data teknis[sunting | sunting sumber]

  • Jurusan: Surabaya Gubeng-Jakarta Gambir pp
  • Kelas lokomotif: CC206, Jarang Pakai Lokomotif CC201 dan CC203
  • Stamformasi: 1 pembangkit (P), 7 gerbong eksekutif (K1), 1 gerbong makan (KM1/M1), 1 gerbong Barang (B)
  • Tempat duduk: Eksekutif 400 tempat duduk
  • Waktu tempuh: 12 Jam 46 Menit
  • Harga Tiket Kereta api Bangunkarta Berkisar Rp 375.000 Sampai Rp 470.000

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Jadwal Perjalanan KA Bangunkarta Mulai 1 April 2015

KA 55 Bangunkarta (Surabaya Gubeng-Gambir)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Surabaya Gubeng - 16.00
Mojokerto 16.36 16.38
Jombang 17.01 17.04
Nganjuk 17.43 17.45
Madiun 18.39 18.45
Paron 19.07 19.09
Semarang Tawang 22.11 22.30
Pekalongan 23.45 23.50
Pemalang 00.16 00.20
Tegal 00.42 00.50
Cirebon 01.46 01.57
Jatinegara 04.33 03.35
Gambir 04.46 -
KA 56 Bangunkarta (Gambir-Surabaya Gubeng)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Gambir - 15.00
Cirebon 17.43 17.52
Tegal 18.50 19.00
Pemalang 19.22 19.27
Pekalongan 19.53 20.03
Semarang Tawang 21.21 21.27
Paron 00.50 00.52
Madiun 01.13 01.20
Nganjuk 02.01 02.03
Jombang 02.42 02.45
Mojokerto 03.07 03.10
Surabaya Gubeng 03.46 -
Interior KA Bangunkarta

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 2 Mei 2010, kereta api Bangun Karta menabrak bus Langsung Jaya nopol AD 1528 AF. Diperkirakan disebabkan karena kelalaian penjaga perlintasan. Akibatnya, 5 pegawai PT KAI diperiksa oleh polisi atas kasus tersebut.[1]
  • Pada hari Rabu, 17 Juli 2013 jam 04.04 di km 234+540 antara Stasiun Masaran-Stasiun Sragen, KA Bangun Karta Gambir-Jombang (KA 44) menabak truk bermuatan kertas gulungan, truk terseret kurang lebih 100 meter dan muatan tercecer di depan CC203 95 12. Masinis dan asisten masinis dilarikan ke Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen, kemudian dirujuk ke RS Grobogan. Akibat insiden ini 3 KA terlambat dan kabin lokomotif CC203 95 12 rusak berat, sehingga harus diperbaiki di Balai Yasa Yogyakarta.[2]
  • Pada tanggal 23 Mei 2015, pukul 18.10 WIB, kereta api Bangun Karta tujuan Stasiun Surabaya Gubeng menyenggol KA 2502 pengangkut pipa besar di Stasiun Waruduwur, Daerah Operasi III Cirebon, hingga anjlok satu gerbong pembangkit, dua gerbong penumpang eksekutif, dan lokomotif dengan nomor CC206 13 23 milik Dipo Lokomotif PWT (Purwokerto). Anjlokan terjadi di wesel, kemudian lokomotifnya memalang sehingga mengenai kereta api barang KA 2502 Pipa Gas yang sedang berhenti di jalur 4 lantaran gerbong paling belakang belum melewati batas ruas bebas. Pada saat yang sama, kereta api semen sedang singgah di jalur 1. Salah seorang petugas pengawal kereta api barang KA 2502 yang membawa pipa mengalami luka yang serius pada kakinya yang patah sehingga dirawat di Rumah Sakit Ciremai, Cirebon. Semenatara itu, satu lagi sudah pulang.[3]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]