Kereta api Bangunkarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kereta api Bangunkarta
Papan nama KA Bangunkarta.svg
Bangunkarta express train.JPG
Kereta api Bangunkarta melintas Stasiun Babadan.
Informasi umum
Jenis kereta api Kereta api ekspres
Status Beroperasi
Lokal Daerah Operasi VIII Surabaya
Pendahulu Tebuireng Ekonomi (1985-1994) ditambah layanan menjadi kelas bisnis (1994-1999) dan layanan diubah menjadi eksekutif (1999-2001)
Bangunkarta layanan sebelumnya eksekutif dan bisnis (2001-2009) dan diubah layanan menjadi kelas full eksekutif (2009-sekarang)
Mulai beroperasi 10 Januari 1985
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Penumpang harian 700 penumpang per hari (rata-rata)
Perjalanan
Relasi perjalanan Surabaya GubengGambir, p.p.
Jumlah perhentian 12-14
Jarak tempuh 738 km
Waktu tempuh rata-rata 12 jam 30 menit (rata-rata)
Frekuensi perjalanan harian Sekali pergi pulang sehari
Nomor kereta api 55L-56L
Jenis rel Rel berat
Pelayanan
Kelas Eksekutif
Susunan tempat duduk 50 tempat duduk disusun 2-2, reclining and revolving seat
Fasilitas kereta makan Ada, penumpang dapat memesan sendiri.
Jenis kaca jendela Kaca dupleks dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburan Ada
Bagasi Ada
Lain-lain AC, tabung pemadam, toilet
Teknis sarana dan prasarana
Lokomotif CC201,CC203,CC204,CC206
Lebar sepur 1.067 mm
Kecepatan operasional 90 s.d. 120 km/jam
Pemilik prasarana Ditjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal 55L-56L
Peta rute
Kereta api Bangunkarta
Ke Surabaya Kota
Ke SBI
Surabaya Gubeng
Ke Malang
Ke Sidoarjo
Jembatan Kali Porong
Mojokerto
Jombang
Jembatan Kali Brantas
Ke Malang
Kertosono
Nganjuk
Caruban
Madiun
Paron
Jembatan Bengawan Solo
Solo Jebres
Ke Yogyakarta
Ke Gambringan
Ke Surabaya
Semarang Tawang
Pekalongan
Pemalang
Tegal
Ke Prupuk
Ke Prupuk
Cirebon
Ke Bandung
Jatinegara
Ke Pasar Senen
Ke Bogor dan Sukabumi
Manggarai
Ke Tanah Abang dan Merak
Jakarta Gambir
Ke Jakarta Kota

Kereta api Bangunkarta atau Bangun Karta adalah kereta api kelas eksekutif satwa yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Pulau Jawa dengan jurusan Surabaya Gubeng - Jakarta Gambir via Madiun - Semarang Tawang dan sebaliknya. Kereta ini adalah satu-satunya kereta api eksekutif yang melalui jalur pintas Brumbung-Gundih-Solo Jebres dan sekaligus satu-satunya kereta api yang menghubungkan Semarang Tawang dengan Surabaya Gubeng.

Sejarah dan perkembangan

Kereta api Bangunkarta dioperasikan pertama kali pada bulan Januari 1985 melayani perjalanan kelas Ekonomi dari Jombang ke Jakarta, dengan nama kereta api Tebuireng. Pada tanggal 24 Desember 1994 layanan KA Tebuireng ditingkatkan dengan menambah rangkaian kereta kelas Bisnis, dan sejak tanggal 1 Agustus 1996 semua rangkaian berubah layanannya menjadi kelas Bisnis.

Penambahan layanan kelas Eksekutif dilakukan sejak tanggal 1 Februari 1999 dan pada tanggal 1 Juli 2001 kereta yang melayani rute dari Jombang menuju Jakarta tersebut melayani perjalanan dengan kelas Eksekutif dan Bisnis, dengan rangkaian yang terdiri dari 2 kereta kelas Eksekutif (K1) dan 8 kereta kelas Bisnis (K2). Sejak itu pula kereta ini diberi nama KA Bangunkarta.

Pada mulanya kereta api ini melewati jalur selatan (Yogyakarta dan Purwokerto), kemudian demi mengisi petak Semarang-Brumbung-Gundih-Solo Jebres yang masih sepi kereta api, maka rute kereta ini diubah sehingga kereta ini melalui jalur utara hingga Semarang, lalu berbelok ke selatan melewati jalur Brumbung-Solo Jebres menuju jalur selatan. Perjalanan sejauh 738 km ditempuh dalam waktu kurang lebih 12,5 jam dan hanya berhenti di Cirebon, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang Tawang, Solo Jebres, Paron, Madiun, Caruban (hanya KA 55 ke arah barat), Nganjuk, Kertosono, Jombang, dan Mojokerto.

Sejak 5 Desember 2009, KA Bangunkarta diubah seluruhnya menjadi kelas Eksekutif dengan menggunakan rangkaian kereta yang dahulu digunakan untuk Gajayana, sebelum KA Gajayana mendapatkan rangkaian kereta baru buatan PT Inka Madiun tahun itu juga.

Mulai 19 Desember 2013, KA Bangunkarta diperpanjang rutenya hingga Stasiun Surabaya Gubeng untuk memenuhi dan mengakomodasi masyarakat Surabaya dan sekitarnya yang ingin bepergian dengan tujuan Jakarta.

Mulai 1 Agustus 2016, KA Bangunkarta sudah mendapatkan rangkaian kereta eksekutif dari Bima buatan tahun 1995. Mulai Pertengahan Agustus 2016, semua rangkaian kereta KA Bangunkarta buatan tahun 1995 yang sebelumnya berkode JAKK (Jakarta Kota) sekarang berkode SDT (Sidotopo).

Mulai 1 Oktober 2016, KA Bangunkarta berhenti di Stasiun Solo Jebres.

Mulai 2 Juni 2018, Dinasan Lokomotif Ka Bangunkarta berubah menjadi CC201,CC203,CC204 bertukar dengan dinasan lokomotif Ka Gumarang.

Penamaan

Nama Tebuireng, sebagaimana yang disandang kereta ini saat peluncurannya tahun 1985, diperoleh karena mayoritas penumpang kereta tersebut adalah para santri dari Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang hendak melakukan perjalanan menuju ibukota maupun tujuan-tujuan lainnya. Sedangkan nama Bangunkarta atau Bangun Karta diambil dari singkatan nama kota asal dan tujuan kereta api yaitu Surabaya, Jombang, Madiun, dan Jakarta.

Data teknis

Interior KA Bangunkarta
Jurusan Surabaya Gubeng-Jakarta Gambir pp
Lokomotif BB301,BB304,CC201,CC203,CC204 (sejak 1985-2013) CC206 (sejak 2014-2018) CC201,CC203,CC204 (sejak 2018)
Rangkaian 1 pembangkit (P), 7 gerbong eksekutif (K1), 1 gerbong makan (KM1/M1), 1 gerbong Barang (B)
Tempat duduk 400 tempat duduk eksekutif
Waktu tempuh rata-rata 12,5 jam

Tarif

Tarif kereta api ini adalah antara Rp 285.000,00 - Rp 535.000,00, bergantung pada jarak tempuh, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan di loket stasiun mulai dua jam sebelum keberangkatan kereta api ini pada stasiun yang berada dalam rute berikut.

Jadwal perjalanan

Jadwal Perjalanan KA Bangunkarta Mulai 1 April 2017

KA 55 Bangunkarta (Surabaya Gubeng-Gambir)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Surabaya Gubeng - 16.00
Mojokerto 16.36 16.39
Jombang 17.01 17.04
Kertosono 17.19 17.22
Nganjuk 17.43 17.45
Caruban 18.13 18.25
Madiun 18.39 18.44
Paron 19.06 19.08
Solo Jebres 20.00 20.05
Semarang Tawang 22.28 22.39
Pekalongan 23.53 23.57
Pemalang 00.23 00.26
Tegal 00.49 00.55
Cirebon 01.52 01.59
Jatinegara 04.33 04.35
Gambir 04.51 -
KA 56 Bangunkarta (Gambir-Surabaya Gubeng)
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
Gambir - 15.00
Cirebon 17.47 17.54
Tegal 18.52 18.57
Pemalang 19.18 19.20
Pekalongan 19.45 19.51
Semarang Tawang 21.05 21.19
Solo Jebres 23.32 23.37
Paron 00.30 00.32
Madiun 00.54 01.04
Caruban Ls 01.18
Nganjuk 01.45 01.47
Kertosono 02.07 02.10
Jombang 02.25 02.28
Mojokerto 02.50 02.54
Surabaya Gubeng 03.30 -

Antarmoda pendukung

Menuju Bali

KA Bangunkarta juga dipakai sebagai moda transportasi penghubung dari Jakarta ke berbagai tempat wisata yang ada di Pulau Bali dan sebaliknya. Setiba di Surabaya, penumpang transit di ruang VIP Stasiun Surabaya Gubeng untuk kemudian meneruskan perjalalan ke Banyuwangi dengan Mutiara Timur pagi dan sampai di Banyuwangi pada sore hari. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan bus kerja sama PT Kereta Api Indonesia dengan Damri menuju Denpasar, Bali. Demikian juga sebaliknya, berangkat dari Banyuwangi dengan menggunakan KA Mutiara Timur pagi untuk sampai di Surabaya Gubeng Sore hari, kemudian transit di ruang VIP Stasiun Surabaya Gubeng dan meneruskan perjalanan menuju Mojokerto, Jombang, Kertosono, Madiun, Semarang Tawang, Tegal, Cirebon, Jatinegara, maupun Gambir dengan menggunakan KA Bangunkarta.

Insiden

  • Pada tanggal 2 Mei 2010, kereta api Bangun Karta menabrak bus Langsung Jaya nopol AD 1528 AF. Diperkirakan disebabkan karena kelalaian penjaga perlintasan. Akibatnya, 5 pegawai PT KAI diperiksa oleh polisi atas kasus tersebut.[1]
  • Pada hari Rabu, 17 Juli 2013 jam 04.04 di km 234+540 antara Stasiun Masaran-Stasiun Sragen, KA Bangun Karta Gambir-Jombang (KA 44) menabak truk bermuatan kertas gulungan, truk terseret kurang lebih 100 meter dan muatan tercecer di depan CC203 95 12. Masinis dan asisten masinis dilarikan ke Rumah Sakit Islam Amal Sehat Sragen, kemudian dirujuk ke RS Grobogan. Akibat insiden ini 3 KA terlambat dan kabin lokomotif CC203 95 12 rusak berat, sehingga harus diperbaiki di Balai Yasa Yogyakarta.[2]
Kejadian saat KA Bangunkarta anjlok di Waruduwur.
  • Pada tanggal 23 Mei 2015, pukul 18.50 WIB, kereta api Bangun Karta tujuan Stasiun Surabaya Gubeng menyenggol KA 2502 pengangkut pipa besar di Stasiun Waruduwur, Daerah Operasi III Cirebon, hingga anjlok satu gerbong pembangkit, dua gerbong penumpang eksekutif, dan lokomotif dengan nomor CC206 13 23 milik Dipo Lokomotif PWT (Purwokerto). Anjlokan terjadi di wesel, kemudian lokomotifnya memalang sehingga mengenai kereta api barang KA 2502 Pipa Gas yang sedang berhenti di jalur 4 lantaran gerbong paling belakang belum melewati batas ruas bebas. Pada saat yang sama, kereta api semen sedang singgah di jalur 1. Salah seorang petugas pengawal kereta api barang KA 2502 yang membawa pipa mengalami luka yang serius pada kakinya yang patah sehingga dirawat di Rumah Sakit Ciremai, Cirebon. Semenatara itu, satu lagi sudah pulang.[3]
kereta api Bangun Karta menabrak mobil Toyota Avanza rwarna hitam B 1103 FRU terseret kereta api saat melintas di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Senin,20 Agustus 2018
  • Pada Senin, 20 Agustus 2018, pukul 15:30 WIB, kereta api Bangun Karta menabrak mobil Toyota Avanza rwarna hitam B 1103 FRU terseret kereta api saat melintas di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Akibatnya mobil ringksek parah karena terseret sejauh satu kilometer oleh KA Bangun Karta (Jakarta-Surabaya) pukul 15:00 WIB. Pengemudi mobil tewas dilokasi kejadian. Korban tewas bernama Endang Rahmat (45), warga Taman Juanda, RT 09 RW 04, Kelurahan Duren Jaya, Kota Bekasi. Budi, satu saksi mata, mengatakan, mobil tersebut dari arah Aren Jaya Perumnas 3 akan menuju Jalan Ir H Juanda, namun saat melintas di perlintasan mesin mobil tersebut tiba-tiba mati. [4]

Galeri

Referensi

Lihat pula

Pranala luar