Kereta api Bangunkarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Bangunkarta
New Papan Nama KA Bangunkarta khas Daop 8.png
Kereta api Bangunkarta.jpg
Kereta api Bangunkarta saat melintas di Cipinang.
Informasi umum
Jenis layananKereta api jarak jauh
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VIII Surabaya
PendahuluTebuireng
Mulai beroperasi10 Januari 1985
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang1.600 penumpang per hari (rata-rata)
Rute
Stasiun awalSurabaya Gubeng
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah
Stasiun akhirGambir
Jarak tempuh738 km
Waktu tempuh reratasekitar 12 jam 30 menit
Frekuensi perjalananSekali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif
Pengaturan tempat duduk50 tempat duduk disusun 2-2 (eksekutif)
kursi dapat direbahkan dan diputar
Fasilitas kateringAda, penumpang dapat memesan sendiri.
Fasilitas observasiKaca dupleks dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas lainAC, tabung pemadam, toilet
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional90 s.d. 105 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal79-80
Peta rute
Kereta api Bangunkarta
Ke Surabaya Kota
Ke SBI
Surabaya Gubeng
Ke Malang
Ke Sidoarjo
Jembatan Kali Porong
Mojokerto
Jombang
Jembatan Kali Brantas
Ke Malang
Kertosono
Nganjuk
Caruban
Madiun
Paron
Jawa Timur
Jawa Tengah
Jembatan Bengawan Solo
Solo Jebres
Ke Yogyakarta
Ke Gambringan
Ke Surabaya
Semarang Tawang
Pekalongan
Pemalang
Tegal
Ke Prupuk
Jawa Tengah
Jawa Barat
Ke Prupuk
Cirebon
Ke Bandung
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk5.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
Ke Pasar Senen
Ke Bogor dan Sukabumi
Manggarai KRL Icon Red.svg KRL Icon Yellow.svg KRL Icon Blue.svg Roundeltjk4.png
Ke Tanah Abang dan Merak
Jakarta Gambir Roundeltjk2.png
Ke Jakarta Kota

Kereta api Bangunkarta merupakan kereta api kelas eksekutif yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya untuk melayani lintas Surabaya Gubeng-Gambir lewat Madiun-Solo-Semarang dan sebaliknya.

Kereta api ini merupakan kereta api eksekutif pertama yang melalui jalur Brumbung-Gundih-Solo Jebres dan sekaligus satu-satunya kereta api yang menghubungkan Semarang Tawang dengan Surabaya Gubeng.

Penamaan

Dahulu sebelum berganti nama menjadi "Bangunkarta", nama "Tebuireng"—sebagaimana yang disandang kereta ini saat peluncurannya tahun 1985—diambil karena kebanyakan penumpang kereta api tersebut adalah para santri dari Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang hendak melakukan perjalanan menuju Jakarta maupun tujuan lain.

Sedangkan nama "Bangunkarta" berasal dari singkatan nama daerah asal dan daerah yang dilalui kereta api ini, "Jombang, Madiun, dan Jakarta", kereta api kereta api ini hanya melayani lintas Jombang–Jakarta pada awal pengoperasiannya sebelum lintasannya diperpanjang hingga Surabaya Gubeng.

Sejarah dan perkembangan

Kereta api Bangunkarta dioperasikan pertama kali pada bulan Januari 1985 melayani kelas ekonomi dari Jombang ke Jakarta dengan nama "Tebuireng". Pada tanggal 24 Desember 1994, layanan kereta api tersebut ditingkatkan dengan menambah rangkaian kereta kelas bisnis hingga semua layanan dirubah menjadi kereta api bisnis pada tanggal 1 Agustus 1996. Penambahan layanan kelas eksekutif dilakukan mulai tanggal 1 Februari 1999 sehingga melayani perjalanan dengan layanan kelas eksekutif dan bisnis.

Pada awal pengoperasiannya, kereta api ini melewati jalur selatan (Yogyakarta dan Purwokerto), kemudian dilakukan perubahan trayek dengan melewati Solo Jebres lalu berbelok ke utara melewati jalur Brumbung-Solo Jebres karena jalur tersebut sepi akan kereta api penumpang.

Mulai tanggal 5 Desember 2009, layanan kereta api Bangunkarta diubah seluruhnya kereta api kelas eksekutif dengan menggunakan bekas rangkaian kereta Gajayana sebelum mendapatkan rangkaian kereta baru pada tahun yang sama.

Mulai 19 Desember 2013, lintasan kereta api Bangunkarta diperpanjang hingga Stasiun Surabaya Gubeng untuk memenuhi dan menampung masyarakat Surabaya dan sekitarnya yang ingin bepergian dengan tujuan Jakarta sehingga rangkaian kereta Bangunkarta dimutasi ke Dipo Kereta Sidotopo (SDT).

Mulai 1 Agustus 2016, kereta api Bangunkarta mendapatkan bekas rangkaian kereta eksekutif dari Bima keluaran tahun 1995—juga merupakan bekas rangkaian Argo Bromo JS-950—yang kemudian rangkaian tersebut dimutasi dari Dipo Kereta Jakarta Kota (JAKK) ke Dipo Kereta Sidotopo (SDT).

Data teknis

Jurusan Surabaya GubengGambir pp.
Lokomotif CC206
Rangkaian 1 kereta bagasi (B) + 4 kereta eksekutif (K1 SDT) + 1 kereta makan (M1 SDT) + 4 kereta eksekutif (K1 SDT) + 1 kereta pembangkit (P SDT)

Catatan : Pada hari-hari tertentu ditambahkan kereta priority

Tempat duduk 400 tempat duduk
Waktu tempuh rata-rata 12,5 jam

Tarif

Tarif kereta api ini adalah antara Rp285.000,00 - Rp535.000,00, bergantung pada jarak tempuh, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan mulai dua jam sebelum keberangkatan kereta api ini pada stasiun yang berada dalam lintas berikut.

Jadwal perjalanan

Berikut ini adalah jadwal perjalanan kereta api Bangunkarta per 1 Desember 2019 (berdasarkan Gapeka 2019).

KA 79 Bangunkarta
(Surabaya Gubeng - Gambir)
Stasiun Tiba Berangkat
Surabaya Gubeng - 16.00
Mojokerto 16.36 16.39
Jombang 17.01 17.04
Kertosono 17.20 17.23
Nganjuk 17.42 17.44
Caruban 18.10 18.12
Madiun 18.26 18.33
Ngawi 18.56 18.58
Solo Jebres 19.50 19.54
Semarang Tawang 22.09 22.24
Pekalongan 23.41 23.46
Pemalang 00.12 00.16
Tegal 00.40 00.47
Cirebon 01.46 01.55
Jatinegara 04.35 04.37
Gambir 04.53 -
KA 80 Bangunkarta
(Gambir-Surabaya Gubeng)
Stasiun Tiba Berangkat
Gambir - 15.20
Cirebon 18.11 18.18
Tegal 19.14 19.19
Pemalang 19.41 19.43
Pekalongan 20.08 20.12
Semarang Tawang 21.26 21.43
Solo Jebres 23.57 00.03
Ngawi 00.55 00.57
Madiun 01.19 01.26
Caruban 01.41 01.43
Nganjuk 02.11 02.13
Kertosono 02.33 02.36
Jombang 02.52 02.55
Mojokerto 03.17 03.21
Surabaya Gubeng 03.57 -

Antarmoda pendukung

Menuju Banyuwangi

Kereta api Bangunkarta bisa dimanfaatkan sebagai moda transportasi penghubung dari Jakarta ke berbagai tempat wisata yang ada di Banyuwangi dan Pulau Bali. Setiba di Surabaya, penumpang dapat singgah di ruang VIP Stasiun Surabaya Gubeng untuk meneruskan perjalalan menuju Banyuwangi dengan kereta api Mutiara Timur jadwal pagi dan sampai di Banyuwangi pada sore hari dan sebaliknya.

Insiden

Kejadian saat kereta api Bangunkarta mengalami kecelakaan di Stasiun Waruduwur, Astanajapura, Cirebon.
  • Pada tanggal 2 Mei 2010, kereta api Bangunkarta menabrak bus Langsung Jaya yang diduga disebabkan karena kelalaian penjaga perlintasan. Kejadian ini menyebabkan lima pegawai PT KAI diperiksa oleh polisi atas kasus tersebut.[1]
  • Pada hari Rabu, 17 Juli 2013 pukul 04.04, kereta api Bangunkarta menabak truk bermuatan kertas gulung di km 234+540 petak Stasiun Masaran-Stasiun Sragen mengakibatkan truk terseret kurang lebih 100 meter dan muatan tercecer di depan lokomotif sehingga masinis beserta asistennya mengalami luka. Kejadian ini mengakibatkan tiga kereta api terlambat dan kabin lokomotif CC203 95 12 mengalami rusak berat sehingga harus diperbaiki di Balai Yasa Yogyakarta.[2]
  • Pada tanggal 23 Mei 2015 pukul 18.50 WIB, kereta api Bangunkarta bersinggungan dengan KA 2502 pengangkut pipa besar di Stasiun Waruduwur sehingga satu gerbong pembangkit, dua gerbong penumpang eksekutif, dan lokomotif dengan nomor CC206 13 23 PWT mengalami anjlok. Anjlokan terjadi di wesel kemudian lokomotif menyilang sehingga mengenai kereta api barang KA 2502 Pipa Gas yang sedang berhenti di jalur 4 karena gerbong belum melewati batas ruas bebas. Pada saat yang sama, kereta api semen sedang singgah di jalur 1. Kejadian ini mengakibatkan seorang pengawal kereta api KA 2502 mengalami luka parah pada kakinya.[3]
  • Pada tanggal 20 Agustus 2018 pukul 15.30, kereta api Bangunkarta menabrak mobil saat melintas di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat yang mengakibatkan mobil mengalami kerusakan parah sehingga pengemudi mobil tewas dilokasi kejadian. Menurut saksi mata, kecelakaan ini disebabkan karena mesin mobil mati mendadak di perlintasan[4]

Galeri

Referensi

Lihat pula

Pranala luar