Kereta api Sri Tanjung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api Sri Tanjung
PapanKeretaApi 2020.svg
KA SRI TANJUNG
Ketapang - Lempuyangan (PP)
SriTanjungbyRstazz.jpg
Kereta api Sritanjung saat melintas di petak Gawok - Purwosari 2020
Informasi umum
Jenis layananKereta Api Antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi IX Jember
PendahuluKA Argopuro (Banyuwangi - Lempuyangan Yogyakarta)
Mulai beroperasi1986
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalKetapang
Stasiun akhirLempuyangan
Jarak tempuh613 km
Waktu tempuh rerata13 jam 02 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEkonomi
Pengaturan tempat duduk106 tempat duduk disusun 3-2
kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Pengaturan tempat tidurTidak ada
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dupleks, lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanTidak ada
Fasilitas lainToilet, pemadam api, penyejuk udara, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC201, CC203, CC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional88-90 km/jam
Pemilik jalurDirektorat Jenderal Perkeretaapian
Nomor pada jadwal287–288

Kereta api Sri Tanjung (atau disebut juga Sritanjung) merupakan layanan kereta api penumpang kelas ekonomi milik PT Kereta Api Indonesia untuk melayani lintas LempuyanganKetapang dan sebaliknya. Nama kereta api ini diambil dari Sri Tanjung, istri dari Raden Sidopekso yang menjadi bagian dari cerita rakyat tentang Kabupaten Banyuwangi. Kereta api ini beroperasi dengan membawa 7 kereta penumpang kelas ekonomi, 1 kereta makan pembangkit kelas ekonomi dan 1 kereta bagasi Cargo.

Tarif kereta api ini berkisar antara Rp88.000,00-Rp94.000,00 tergantung pada jarak yang ditempuh penumpang.

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 26 Oktober 2012, KA Sri Tanjung menabrak mobil Suzuki Carry yang menyeberangi perlintasan sebidang 200 meter di sebelah timur Stasiun Mangli hingga terseret sampai ke stasiun. Akibatnya, bodi mobil remuk dan sopirnya terluka parah serta menderita patah tulang rusuk.[1][2]

Pada 24 Juni 2013 pukul 07.00, kereta api Sri Tanjung bertabrakan dengan truk yang mengakibatkan kereta api tersebut anjlok dan truk mengalami kerusakan parah.[3]

Pada 17 Agustus 2020 sekitar pukul 13.05 kereta api Sri Tanjung menabrak mobil Kijang LGX bernopol L 1197 KA di perlintasan Gilang, Taman, Sidoarjo. Mobil tersebut terseret sejauh 27 meter. Kejadian ini mengakibatkan 3 orang tewas dan dua orang luka-luka.[4]

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Lintas pelayanan KetapangLempuyangan pp.
Susunan rangkaian kereta
Kereta nomor Lokomotif CC201 CC203 CC206 1 2 3 4 Kereta makan-pembangkit (KMP3/KP3) 5 6 7 Kereta bagasi (B)
Keterangan Kereta penumpang kelas ekonomi (K3) Kereta penumpang kelas ekonomi (K3)
Depo Jember (JR)
Sidotopo (SDT)
Yogyakarta (YK)
Ketapang (KTG) Ketapang (KTG)
Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.Terkadang KA Sritanjung ini memakai rangkaian Kereta Makan (M1) dan Pembangkit (P0), milik Kereta Api Mutiara Timur (KTG)

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "JPNN". www.jpnn.com. 2012-10-27. Diakses tanggal 2021-04-05. 
  2. ^ "KA Sritanjung Tabrak Mobil di Jember". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2021-04-05. 
  3. ^ "SindoNews: Tabrak Truk, KA Sritanjung anjlok". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-14. Diakses tanggal 2014-05-14. 
  4. ^ Suparno. "Sebuah Mobil Tertabrak Kereta Api di Sidoarjo, Ayah Ibu Anak Tewas". detiknews. Diakses tanggal 2021-02-08. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]