Stasiun Surabaya Gubeng

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Stasiun Gubeng)
Stasiun Surabaya Gubeng
J S K T B PD Kereta Api Indonesia

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun SGU.png
Stasiun Surabaya Gubeng Baru 2018.jpg
Tampak depan bangunan Stasiun Surabaya Gubeng baru pada tahun 2018
Lokasi
Koordinat07°15′55″S 112°45′08″E / 7.26528°S 112.75222°E / -7.26528; 112.75222Koordinat: 07°15′55″S 112°45′08″E / 7.26528°S 112.75222°E / -7.26528; 112.75222
Ketinggian+5 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi VIII Surabaya
KAI Commuter
Letak dari pangkal
Jumlah peron7 (dua peron sisi yang tinggi, tiga peron pulau yang cukup tinggi, dan dua peron pulau yang agak tinggi)
Jumlah jalur6:
  • jalur 1: sepur lurus arah hilir (dari Surabaya Kota/Semut)
  • jalur 2: sepur lurus arah hulu (ke Surabaya Kota/Semut)
  • jalur 5: sepur lurus dari dan ke arah Sidotopo-Benteng
Konstruksi
Gaya arsitekturChalet (bangunan lama)
Modern 1990 (bangunan baru)
Informasi lain
Kode stasiun
  • SGU
  • 4520
[2]
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka1878
Dibangun kembali1905, 1928, 1996
Nama sebelumnyaStation Goebeng Soerabaja
Perusahaan awalStaatsspoorwegen Oosterlijnen
Operasi layanan
Arjuno Ekspres, Argo Wilis, Bima, Turangga, Jayabaya, Ranggajati, Logawa, Wijayakusuma, Mutiara Selatan, Mutiara Timur, Sancaka, Gaya Baru Malam Selatan, Jayakarta, Pasundan, Probowangi, Sri Tanjung, Dhoho, Penataran, Tumapel, Lokal Pasuruan, Ekonomi Lokal, dan Komuter
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Surabaya Kota
Terminus
Komuter
Surabaya Kota–Sidoarjo, p.p.
Wonokromo
ke arah Sidoarjo
Surabaya Pasarturi
Terminus
Komuter
Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Surabaya Kota
Terminus
Komuter
Surabaya Kota–Bangil, p.p.
Wonokromo
ke arah Bangil
Surabaya Pasarturi
ke arah Indro
Komuter
Indro–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Wonokromo
ke arah Sidoarjo
Surabaya Kota
Terminus
Lokal Pasuruan
Surabaya Kota–Pasuruan, p.p.
Wonokromo
ke arah Pasuruan
Jenggala
Surabaya Kota–Mojokerto, p.p.
Wonokromo
ke arah Mojokerto
Dhoho
Surabaya Kota–Kertosono–Blitar, p.p.
Wonokromo
ke arah Blitar
Ekonomi Lokal
Surabaya Kota–Kertosono, p.p.
Wonokromo
ke arah Kertosono
Penataran
Surabaya Kota–Malang–Blitar, p.p.
Wonokromo
ke arah Blitar
Tumapel
Surabaya Kota–Malang, p.p.
Wonokromo
ke arah Malang
Surabaya Pasarturi
ke arah Bojonegoro
Ekonomi Lokal
Bojonegoro–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Wonokromo
ke arah Sidoarjo
Surabaya Kota
Terminus
Ekonomi Lokal
Surabaya Kota–Sidoarjo, p.p.
Layanan penghubung
Halte sebelumnya Teman Bus Trans Semanggi Suroboyo Halte berikutnya
Grand City
Perjalanan satu arah
Koridor 2
Raya Lidah Wetan–ITS
transfer di Moestopo
Lapangan Hoki
Pemuda Koridor 2
Raya Lidah Wetan–ITS
transfer di SMAN 4
Lapangan Hoki
Perjalanan satu arah
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Parkir sepeda Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Mesin tiket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Jalur difabel Tempat naik/turun Pos kesehatan Tempat bermain anak Galeri ATM Restoran Pertokoan/area komersial Ruang menyusui Ruang kerja bersama Barang hilang Isi baterai Area merokok Troli 
Tipe persinyalanElektrik tipe Siemens NX MIS801[3]
Lokasi pada peta

Stasiun Surabaya Gubeng (SGU), juga dikenal sebagai Stasiun Gubeng, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, Jawa Timur. Stasiun ini merupakan stasiun utama wilayah Gerbangkertosusila di provinsi Jawa Timur dan berada dalam pengelolaan Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VIII Surabaya dan KAI Commuter (KCI).

Stasiun ini merupakan stasiun terminus untuk kereta api antarkota di Kota Surabaya, terutama di jalur lintas selatan dan timur Pulau Jawa, serta merupakan stasiun pemberhentian bagi sebagian kereta api antarkota di jalur lintas tengah dan selatan Jawa, kereta api lokal dan komuter, sedangkan keberangkatan dan kedatangan jalur kereta api lintas utara Jawa dilayani di Stasiun Surabaya Pasarturi.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Tampak depan perspektif (fotografer menghadap ke arah timur laut) dari Stasiun Gubeng dengan kereta kuda di depan

Stasiun Surabaya Gubeng merupakan salah satu stasiun kereta api milik Staatsspoorwegen yang diresmikan pada 16 Mei 1878 sebagai bagian dari proyek pembangunan jalur kereta api Surabaya–Pasuruan.[4] Stasiun ini pertama kali dibangun di sisi barat rel kereta api.

Pada awalnya, stasiun ini menggunakan sistem persinyalan mekanik, lalu mengalami perubahan sistem persinyalan menjadi elektrik pada dasawarsa 1970–1980-an. Pada 7 Juni 1996, bangunan baru stasiun seluas 13.671 meter persegi telah selesai dibangun di sisi timur rel kereta api dengan arsitektur yang lebih modern dan lebih luas—pembangunannya ditaksir menelan biaya sebesar Rp1,5 miliar.[5]

Bangunan lama stasiun juga telah dilakukan renovasi beberapa kali, antara lain renovasi kanopi peron pada tahun 1905 dan lobi bangunan utama pada tahun 1928. Ciri gaya bangunan stasiun ini adalah khas dari SS, yaitu bergaya Chalet, sebuah gaya arsitektur yang memiliki ciri khas tembok tinggi kukuh yang pada gunungan atapnya diberi ornamen sulur-suluran dari besi tempa, serta jendela besar dengan jalusi besi.[6] Bangunan stasiun lama telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya.[7]

Stasiun Gubeng pernah menjadi stasiun tempat kerja Presiden pertama Indonesia, Soekarno saat mengenyam pendidikan di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB). Saat itu, H.O.S. Cokroaminoto yang sudah menjadi mertua Soekarno dijebloskan ke penjara oleh Pemerintah Kolonial saat belum 3 bulan Soekarno berada di Kota Bandung. Soekarno menggunakan gelar Raden Soekarno, B.K.L., der Eerste Klasse Categorie (pangkat pertama golongan pertama). Ia bekerja sebagai juru tulis di bagian administrasi stasiun. Soekarno digaji Rp165 per bulan dan sebesar Rp125 diberikan kepada keluarga Cokroaminoto. Begitu H.O.S. Cokroaminoto dibebaskan pada April 1922, tiga bulan berikutnya Soekarno kembali mengenyam pendidikan di THB.[8]

Pascakemerdekaan[sunting | sunting sumber]

Pada masa perang kemerdekaan, daerah sekitar stasiun ini menjadi markas bagi puluhan anggota Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) yang dipersenjatai. Kekuatan mereka sekitar 30 orang yang dipimpin oleh Moh. Ali dan di antara mereka dipersenjatai mitralyur.[9]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Bangunan pertama Stasiun Surabaya Gubeng yang bergaya Neoklasik
Bangunan lama Stasiun Surabaya Gubeng peninggalan Staatsspoorwegen dan diperuntukkan bagi kereta api lokal dan komuter.
Bangunan kedua Stasiun Surabaya Gubeng bergaya Modern 1990
Tampak bangunan baru Stasiun Surabaya Gubeng yang mulai digunakan sejak 1996, beserta huruf timbul di bagian depan hanya untuk keberangkatan dan kedatangan kereta api antarkota (2021)

Pada tahun 1990-an, Stasiun Surabaya Gubeng memiliki banyak jalur kereta api; namun, sejak bangunan stasiun yang baru tersebut resmi digunakan, jumlah jalurnya berkurang menjadi enam. Jalur 1 (paling barat) merupakan sepur lurus arah hilir yang biasanya digunakan untuk keberangkatan kereta api lokal dan komuter ke arah selatan; jalur 2 merupakan sepur lurus arah hulu untuk kedatangan kereta api lokal dan komuter dari arah selatan; jalur 3 dan 4 biasanya untuk tempat singgah kereta api ekonomi selama proses langsiran lokomotif, parkir lokomotif ataupun kereta/gerbong, dan sebagai jalur berjalan langsung untuk kereta api barang; jalur 5 merupakan sepur lurus dari dan ke Sidotopo-Benteng untuk kedatangan dan keberangkatan kereta api apabila di jalur 6 ada kereta api yang berhenti dan juga sebagai jalur berjalan langsung untuk kereta api barang; serta jalur 6 (paling timur) untuk pemberangkatan dan kedatangan kereta api antarkota baik dari terminus maupun berhenti di Kota Surabaya dari berbagai lintas kereta api di Pulau Jawa. Di sebelah utara jalur 6 ada jalur yang bercabang menuju Balai Yasa (BY)/bengkel kereta api Surabaya Gubeng.

Stasiun ini telah dilengkapi papan penunjuk arah untuk menuju ruang/nomor jalur/fasilitas tertentu, penunjuk arah jalur disertai jarak tempuhnya, dan layar monitor informasi keberangkatan maupun kedatangan kereta api secara waktu nyata yang wujudnya terlihat seperti di bandara. Per tahun 2020, desain papan penunjuk arah jalur telah disesuaikan dengan standar ISO 7001:2007 sehubungan dengan angkutan Natal dan Tahun Baru 2021.[10]

Ciri khas[sunting | sunting sumber]

Per akhir Mei 2021, Stasiun Surabaya Gubeng memiliki melodi penyambutan kereta api berirama keroncong berjudul "Soerabaja" yang dinyanyikan oleh Sundari Soekotjo, salah satu penyanyi keroncong terkenal dan sekarang lagu tersebut menjadi bel penyambutan seluruh stasiun terminus kereta api antarkota di Kota Surabaya. Lagu ini diperkenalkan pertama kali oleh grup musik bergenre rock and roll, Dara Puspita, dan juga dijadikan melodi kedatangan kereta api di Stasiun Surabaya Pasarturi mulai tahun 2020. Pada awalnya, melodi yang digunakan berupa bel bersuara lagu instrumental berjudul "Rek Ayo Rek".

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Fasilitas cetak tiket mandiri di Stasiun Surabaya Gubeng
Sebuah papan yang terletak di depan bangunan stasiun sisi barat berisikan tentang sejarah pembukaan Stasiun Surabaya Gubeng hingga penetapan cagar budaya

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Jalur lintas tengah Jawa[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Arjuno Ekspres, dari dan tujuan Malang (dihentikan sementara)

Kelas campuran eksekutif-ekonomi[sunting | sunting sumber]

Jayabaya, tujuan Jakarta Pasar Senen dan Malang via Surabaya Pasarturi

Jalur lintas selatan Jawa[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]
Kelas campuran[sunting | sunting sumber]
Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Jalur lintas timur Jawa[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Probowangi, dari dan tujuan Ketapang

Lokal[sunting | sunting sumber]

Antarmoda pendukung[11][sunting | sunting sumber]

Stasiun kereta api di Kota Surabaya
Pelabuhan Tanjung Perak
Depo minyak Pertamina Bandaran
Kalimas/
Depo Jln. Jakarta/Jln. Teluk Kumai
Benteng
Stasiun Sidotopo
Depo lokomotif Sidotopo
Mesigit
Surabaya Kota B T S K J PD R2 (Suroboyo Bus).svg
Jembatan KA Kali Mas
viaduk dekat SB & shortcut SGU-SBI
L B S C Surabaya Pasarturi
Tugu Pahlawan
Jalan Tol Surabaya–Gempol
Tandes
Jln. Prof. Dr. Mustopo
Kandangan
Surabaya Gubeng T K2L (Trans Semanggi Suroboyo).svg
ke Indro
Viaduk Kertajaya
Benowo
Ngagel
ke Semarang
Kali Jagir Wonokromo
Wonokromo B K J PD S T R1 (Suroboyo Bus).svg R2 (Suroboyo Bus).svg R7 (Suroboyo Bus).svg R8 (Suroboyo Bus).svg Terminal Joyoboyo
Jln. Jend. A. Yani
ke Yogyakarta
 
Margorejo
Jemursari
Kertomenanggal
Jalan Tol Waru-Juanda
ke Bangil/Malang/Jember
Jenis angkutan umum Trayek (lyn) Tujuan
Sisi barat
Bus kota A2 Terminal PurabayaStasiun Surabaya Kota
Bemo F Terminal Intermoda JoyoboyoPegirian
N Jembatan Merah Plaza–Terminal Bratang
W Pasar Dukuh Kupang–Pasar Rakyat Karang Menjangan
Sisi timur
Bemo C Pegirian–Pasar Rakyat Karang Menjangan
T2 Terminal Intermoda Joyoboyo–Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (via Mulyosari maupun kampus C Unair)
Terminal Intermoda Joyoboyo–Taman Kenjeran
W Pasar Rakyat Karang Menjangan–Pasar Dukuh Kupang
WB Pasar Bulak Banteng–Terminal Bratang
Trans Semanggi Suroboyo K2L (Trans Semanggi Suroboyo).svg Raya Lidah WetanITS (transfer di Halte Moestopo dan SMAN 4)

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2020-02-27. Diakses tanggal 2020-05-09. 
  4. ^ Staatsspoorwegen (1932). Staatsspoorwegen in Nederlandsch-Indië: Jaarstatistieken over de jaren 1931 en 1932. Burgerlijke Openbare Werken. 
  5. ^ Direktorat Publikasi, Deppen RI (1996). "Stasiun KA Gubeng, Terbesar Kedua di Indonesia". Warta Laporan Daerah: Berkala Bulanan. Jakarta: Departemen Penerangan Republik Indonesia. 
  6. ^ "Stasiun Kereta Api Gubeng Surabaya". Informasi Situs Budaya Indonesia. 2017-10-27. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-02-24. Diakses tanggal 2018-02-23. 
  7. ^ SK Wali Kota No188.45/251/402.1.04/1996
  8. ^ Osdar, J. (2020). Melintasi Seribu Stasiun. Jakarta: Kompas. hlm. 98-99. ISBN 9786232413863. 
  9. ^ Sejarah Brigade Ronggolawe., Panitia Penyusunan; IKAPI, Anggota (1985). Pengabdian Selama Perang Kemerdekaan Bersama Brigade Ronggolawe (edisi ke-Cet. 1). Aries Lima. hlm. 179. 
  10. ^ "Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, KAI Ubah Signager dan Hadirkan Ornamen Tambahan". beritatrans.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-12-11. Diakses tanggal 2020-12-11. 
  11. ^ "Transportasi". www.surabaya.go.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-06-26. Diakses tanggal 2018-06-26. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Surabaya Pasarturi
lewat viaduk
Terminus
Lintas Surabaya
Shortcut SBI–SGU
Terminus
Ngagel
ke arah Wonokromo
Lintas Surabaya
Wonokromo–Surabaya Kota
Surabaya Kota
Terminus
Terminus Lintas Surabaya
Surabaya Gubeng–Benteng
Sidotopo
ke arah Benteng