Stasiun Jember

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Stasiun Jember
  • Singkatan: JR
  • Nomor: 5420
StasiunJR 2017.jpg
Stasiun Jember pasca renovasi, 2017
Lokasi
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Jember
Kecamatan Patrang
Kelurahan Jemberlor
Alamat Jalan Wijaya Kusuma No. 5
Kode pos 68118
Koordinat 8°09′53″S 113°42′13″E / 8.164772°S 113.703601°E / -8.164772; 113.703601Koordinat: 8°09′53″S 113°42′13″E / 8.164772°S 113.703601°E / -8.164772; 113.703601
Sejarah
Dibuka 1 Juni 1897[1]
Operator pertama Staatsspoorwegen Oosterlijnen
Tahun direnovasi 2007-2008 dan 2015-2016
Informasi lain
Operator Daerah Operasi IX Jember
Kelas stasiun[2] Besar
Ketinggian +89 m
Letak[3] km 197+285 lintas Surabaya Kota-Probolinggo-Kalisat-Panarukan
Layanan Mutiara Timur, Ranggajati, Wijayakusuma, Logawa, Sri Tanjung, Tawang Alun, Probowangi, Pandanwangi, dan KA Semen Tiga Roda
Pemesanan tiket

Sistem tiket online; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket.

Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
Operasi
Stasiun sebelumnya   Layanan lokal/komuter   Stasiun berikutnya
Terminus Pandanwangi
Jember–Banyuwangi, p.p.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur 8 (jalur 2: sepur lurus)
Jumlah peron 3 (satu peron sisi yang agak tinggi dan dua peron pulau yang cukup tinggi)
Gaya arsitektur Indische Empire
Tipe persinyalan Mekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya Area merokok: Ya
Fasilitas difabel: ? Toilet: Ya
Area komersial: Ya Boarding pass: Ya, kecuali KA lokal menggunakan tiket thermal
Layanan pelanggan: Ya Galeri ATM: Ya
Parkir sepeda: ? Tempat ibadah: Ya
Fasilitas kesehatan: Ya



Lokasi pada peta
Stasiun Jember is located in Jawa
Stasiun Jember
Stasiun Jember (Jawa)
Peron stasiun arah Surabaya
Peron stasiun arah Banyuwangi

Stasiun Jember (JR) adalah stasiun kereta api kelas besar yang terletak di Jemberlor, Patrang, Jember. Stasiun yang terletak pada ketinggian +89 meter ini merupakan stasiun terbesar yang berada dalam pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi IX Jember. Stasiun ini berlokasi tidak jauh dari alun-alun kota Jember.

Stasiun yang masih menggunakan sistem persinyalan mekanik ini memiliki delapan jalur ditambah satu jalur yang terhubung dengan Dipo Lokomotif Jember yang terletak di sebelah barat laut stasiun. Jalur 2 (utama/sepur lurus) dan 3 digunakan untuk keberangkatan dan kedatangan kereta api; jalur 1 digunakan juga sebagai keberangkatan dan kedatangan hanya jika jalur 2 dan/atau 3 ada kereta api; jalur 3-6 untuk parkir, langsir, maupun pencucian dan pengisian air rangkaian kereta api serta parkir dan langsir lokomotif dari dan ke dipo lokomotif tersebut; serta jalur 7 dan 8 yang saat ini jarang sekali digunakan. Jalur 1, 3, dan 4 terhubung langsung dengan jalur utama. Semua KA yang melintasi jalur Bangil-Kalisat-Banyuwangi pasti berhenti di stasiun ini.

Sampai dengan sekitar pertengahan tahun 2015, stasiun ini memiliki ciri khas penyambutan kedatangan kereta yang sama sekali tidak dimiliki oleh stasiun-stasiun lain. Ciri khas tersebut berupa bel kedatangan yang berbunyi dua nada seperti yang digunakan pada kereta mainan anak-anak dan lampu sirene kecil berwarna kuning yang terdapat pada kanopi peron jalur 1 dan 2. Namun, saat ini ciri khas tersebut sudah tidak digunakan lagi. Lampu sirene telah dicopot dan bunyi bel kedatangan telah diganti dengan bunyi bel keberangkatan seperti yang digunakan pada umumnya di stasiun-stasiun KA lainnya (bernada Westminster Chime). Stasiun ini kini juga telah dilengkapi papan penunjuk arah untuk menuju ruang/nomor jalur/fasilitas tertentu, penunjuk arah jalur disertai jarak tempuhnya, peron pulau beraspal, dan layar monitor informasi keberangkatan maupun kedatangan kereta api secara realtime yang wujudnya terlihat seperti di bandara.

Ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Mangli, terdapat Stasiun Kaliwates yang kini sudah tidak aktif karena lokasinya yang kurang strategis dan jaraknya tidak terlalu jauh dengan Stasiun Jember. Bangunan Stasiun Kaliwates tersebut kini sudah hampir tidak ada bekasnya lagi.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun Jember tempo doeloe

Jalur kereta api di Jember dan sekitarnya itu sendiri dibuka oleh perusahaan kereta api Staatsspoorwegen (SS) pada tahun 1897; dulunya digunakan terutama untuk kebutuhan pengangkutan komoditas hasil perkebunan, khususnya gula, tembakau. dan karet di sekitar Jember ke Pelabuhan Panarukan yang akan diteruskan ke Rotterdam, Belanda. Stasiun ini resmi melayani perjalanan kereta api pada tanggal 1 Juni 1897 bersamaan dengan pembukaan segmen Klakah–Jember.[1]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Bangunan stasiun yang berdiri saat ini merupakan bangunan yang relatif baru sebagai hasil perbaikan atau renovasi yang dilakukan oleh PT KAI sekitar tahun 2007-2008 dan 2015-2016. Meskipun demikian, bentuknya tidak jauh berbeda dengan bentuk aslinya yang dibangun pada awal abad ke-20, yaitu terdiri dari sebuah masa bangunan tunggal sederhana yang memanjang dengan peletakan ruang-ruang secara linier yang sejajar dengan rel sehingga disebut sebagai stasiun satu sisi.

Emplasemen utama stasiun ini terdiri dari dua peron dan dua jalur KA, di mana antara jalur 1 dan 2 dipisahkan oleh peron tambahan yang berkanopi. Terdapat perbedaan karakter peron yang cukup menonjol pada stasiun ini, di mana peron pertama yang menjadi bagian dari bangunan utama atapnya berbentuk pelana menggunakan struktur pendukung berupa kolom kayu dengan bentuk konstruksi konsol seperti payung, sedangkan peron kedua yang terpisah berupa kanopi memanjang dengan atap berbentuk huruf V yang disangga struktur kantilever kolom tunggal dari baja. Model bangunan peron kedua tersebut juga digunakan pada peron Stasiun Jakarta Kota.

Bahan bangunan diekspos dalam bentuk modern, memperlihatkan kekuatan baja praktis untuk menopang atap yang lebar sesuai kebutuhan ruang terutama dalam hal mengantisipasi iklim. Perbedaan itu diperkuat dengan penggunaan warna yang berbeda, yaitu putih dan abu-abu pada emplasemen bangunan utama, sedangkan peron tambahan menggunakan warna asli dan kolom yang dicat dengan warna yang saat ini juga sama dengan bangunan utama serta lantai peron yang lebih tinggi daripada lantai peron bangunan utama. Kini antara bangunan utama dan peron tambahan tersebut telah diberi kanopi baru yang tembus cahaya.

Rencana pengembangan stasiun[sunting | sunting sumber]

Saat ini KAI sedang mengembangkan lahan area sekitar stasiun ini. Beberapa pengembangan yang akan dilakukan antara lain perluasan lahan parkir, penambahan area komersial, dan masjid. Selain itu, jalan-jalan di sekitar area stasiun akan ditata ulang sehingga memudahkan akses transportasi umum dan juga kendaraan pribadi dari dan menuju stasiun. Pengembangan tersebut dilakukan seiring dengan semakin meningkatnya jumlah penumpang di stasiun ini dari tahun ke tahun.[4]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Lokal ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Pandanwangi, dari dan tujuan Banyuwangi

Barang[sunting | sunting sumber]

KA Semen Tiga Roda, tujuan Nambo via Surabaya-Semarang-Cirebon dan tujuan Banyuwangi

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Peron Stasiun Jember, 2017
Penanda lokasi stasiun di dekat jalur menuju dipo lokomotif

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Jember per 1 September 2018 (revisi Gapeka 2017).

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
90 Mutiara Timur Malam Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif, Bisnis(, & Ekonomi AC) 00.24 00.32
89 Banyuwangi Baru (BW) 01.42 01.50
11894/11833 Wijayakusuma Eksekutif & Ekonomi AC Premium 04.10 04.20
104/101 Ranggajati Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif, Bisnis(, & Ekonomi AC Plus) - 05.00
451 Pandanwangi Banyuwangi Baru (BW) Lokal Ekonomi AC - 05.15
190/187 Logawa Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Purwokerto (PWT) Ekonomi AC - 06.00
206/207 Tawang Alun Bangil (BG) bersambung Malang Kotalama (MLK) 07.32 07.40
213 Probowangi Banyuwangi Baru (BW) 08.35 08.43
196/193 Sri Tanjung Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Yogyakarta Lempuyangan (LPN) 09.05 09.13
88 Mutiara Timur Siang Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif, Bisnis(, & Ekonomi AC) 11.22 11.30
87 Banyuwangi Baru (BW) 12.49 12.57
452 Pandanwangi Jember (JR) Lokal Ekonomi AC 12.55 -
11896/11835 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Cilacap (CP) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 13.40 13.50
453 Pandanwangi Banyuwangi Baru (BW) Lokal Ekonomi AC - 15.30
214 Probowangi Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi AC 16.29 16.37
194/195 Sri Tanjung Banyuwangi Baru (BW) 18.02 18.10
188/189 Logawa Jember (JR) 19.35 -
102/103 Ranggajati Eksekutif, Bisnis(, & Ekonomi AC Plus) 20.10 -
208/205 Tawang Alun Banyuwangi Baru (BW) Ekonomi AC 20.52 21.00
454 Pandanwangi Jember (JR) Lokal Ekonomi AC 23.20 -

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  4. ^ Situs web resmi heritage KAI, Desain Rencana Perencanaan Park & Ride Kawasan Stasiun Jember

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
menuju Bangil
Bangil–Kalisat
menuju Kalisat