Stasiun Kertapati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Kertapati
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun KPT.png
  • Singkatan: KPT
  • Nomor: 6410
Kertapati Railway Station Building.jpg
Gedung Stasiun Kertapati (2019)
AlamatJalan Ki Merogan
Kemas Rindo, Kertapati, Palembang
Sumatra Selatan 30258
Koordinat3°01′21″S 104°44′50″E / 3.0224767°S 104.747316°E / -3.0224767; 104.747316Koordinat: 3°01′21″S 104°44′50″E / 3.0224767°S 104.747316°E / -3.0224767; 104.747316
Ketinggian+2 m
Letakkm 400+102 lintas PanjangTanjungkarang
PrabumulihKertapati[1]
OperatorDivisi Regional III Palembang
Konstruksi
Jumlah jalur14
  • jalur 1-6: terminus untuk KA batu bara
  • jalur 7-11: terminus untuk KA penumpang (terkadang jalur 7 diisi gerbong batu bara kosong)
  • jalur 12-14: sepur simpan untuk rangkaian KA penumpang dan barang
Jumlah peronTiga peron teluk dengan satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama cukup tinggi
Fasilitas
  • Parkir
  • Akses difabel
  • Area komersial
  • Layanan pelanggan
  • Sepeda
  • Area merokok
  • Toilet
  • Boarding pass
  • Musala
  • Ruang ibu menyusui
Informasi lain
Kelas stasiunBesar tipe A[2]
Tipe persinyalanElektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung kereta api jarak jauh dan lokal serta pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Sejarah
Dibuka1 November 1915
Layanan
Sriwijaya, Sindang Marga, Prabu Jaya, Serelo, Rajabasa, Kertalaya, angkutan batu bara Kertapati, Sukacinta, angkutan ketel/BBM, dan angkutan klinker
Operasi
Stasiun sebelumnya   Layanan lokal/komuter   Stasiun berikutnya
Terminus Kertalaya
Kertapati–Indralaya, p.p.
Terminus
Lokasi pada peta
Kertapati berlokasi di Sumatra Selatan
Kertapati
Kertapati
Kertapati (Sumatra Selatan)
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.
Pintu masuk Stasiun Kertapati.

Stasiun Kertapati (KPT) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Kemas Rindo, Kertapati, Palembang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +2 m ini adalah stasiun kereta api terbesar yang berada dalam pengelolaan PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang serta merupakan stasiun terbesar utama Sumatra Selatan. Stasiun ini berada di atas pertemuan Sungai Ogan dan Musi, dan merupakan salah satu dari dua stasiun kereta api yang bertipe terminus (ujung) di Sumatra Selatan. Jalur kereta api dari stasiun ini seluruhnya merupakan rel berukuran 1.067 mm yang termasuk sempit.

Stasiun ini merupakan tempat pemberhentian utama bagi semua kereta api penumpang yang berjalan ke arah Bandar Lampung (Tanjungkarang) maupun ke arah Lubuklinggau. Stasiun ini bertipe terminus, menjadikannya sebagai tujuan akhir bagi semua perjalanan kereta api yang mengarah ke Palembang. Selain itu, stasiun ini merupakan tujuan akhir dari kereta api batu bara Kertapati yang akan membongkar muat batu bara lewat kapal tongkang.

Letak stasiun ini cukup strategis, tetapi terpisah dengan jalur Lintas Rel Terpadu Palembang. Agar pengguna jasa dapat beralih ke LRT Palembang, pengguna jasa harus menggunakan moda transportasi massal lainnya menuju stasiun LRT terdekat yaitu Stasiun Polresta. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api rel berat yang letaknya paling timur laut di Sumatra Selatan dan paling utara di Kota Palembang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Residen Palembang, J.L.M. Swaab, tiba di Stasiun Kertapati

Jalur kereta api Prabumulih–Kertapati beserta stasiun-stasiunnya diresmikan pada tanggal 1 November 1915 oleh Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen (ZSS), divisi dari Staatsspoorwegen (SS). Pembangunan diarahkan ke Kota Palembang, dengan dibagi menjadi dua wilayah kerja yaitu Lampung dan Palembang. Pada tanggal 22 Februari 1927 Palembang dan Bandar Lampung akhirnya bisa terhubung, dengan ditandainya peresmian segmen ke arah Blambangan Umpu oleh Kepala Jawatan SS.[3]

Dengan menggunakan lebar sepur 1.067 mm, ZSS berhasil membangun jalur kereta api di rute Palembang–Bandar Lampung sejauh 529 kilometer. Kesuksesan yang diraih SS menginspirasi perusahaan ini untuk menyusun masterplan agar seluruh wilayah Sumatra terhubung dengan rel kereta api, tetapi Depresi Besar (zaman malaise) yang terjadi di akhir dekade 1920-an menyebabkan rencana ini gagal.[4]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini memiliki total empat belas jalur kereta api tanpa memiliki sepur lurus. Jalur 1–3 beserta sepur badug yang menyambung di jalur 1 merupakan sepur terminus yang digunakan untuk parkir satu hingga lima unit gerbong batu bara. Jalur tersebut sudah dibongkar karena dijadikan area stockpile KA batu bara swasta (angkutan batu bara Kertapati/barapati dan Sukacinta/baracinta). Sebagai akibatnya, pemberhentian dan parkir KA batu bara hanya dilayani di jalur 4–7 saja.

Jalur 8–11 digunakan untuk kereta api penumpang. Uniknya, jalur 9 digunakan untuk kedatangan dan keberangkatan kereta api tujuan Lubuklinggau (Sindang Marga dan Serelo), sedangkan jalur 10 digunakan untuk kedatangan dan keberangkatan kereta api tujuan Tanjungkarang (Sriwijaya dan Rajabasa). Jalur 8 atau 11 biasanya diisi oleh bus rel Kertalaya. Untuk kereta api Prabu Jaya, perjalanannya dapat masuk jalur 9 atau 10.

Fasilitas yang menjadi keunikan dari stasiun ini adalah restoran di tepi sungai.[5]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Komuter ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kertalaya, dari dan tujuan Indralaya

Barang[sunting | sunting sumber]

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Kertapati per 1 Desember 2019 (sesuai Gapeka 2019).

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
S4 Sindang Marga Palembang Kertapati (KPT) Eksekutif & Bisnis 02.35 -
S2 Sriwijaya Eksekutif & Ekonomi Premium 05.55 -
S5 Prabu Jaya Prabumulih (PBM) Eksekutif & Bisnis - 06.20
S15 Kertalaya Indralaya (IDR) Komuter Ekonomi - 07.30
S13 Rajabasa Lampung Tanjungkarang (TNK) Ekonomi - 08.30
S11 Serelo Lubuklinggau (LLG) - 09.30
S6 Prabu Jaya Palembang Kertapati (KPT) Eksekutif & Bisnis 10.25 -
S16 Kertalaya Komuter Ekonomi 14.55 -
S12 Serelo Ekonomi 16.15 -
S14 Rajabasa 17.50 -
S3 Sindang Marga Lubuklinggau (LLG) Eksekutif & Bisnis - 20.00
S1 Sriwijaya Lampung Tanjungkarang (TNK) Eksekutif & Ekonomi Premium - 21.00

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997-). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  4. ^ Media, Kompas Cyber. "Sejarah Jalur KA Lampung-Palembang - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-02-26. 
  5. ^ "Mural Tambah Keindahan Stasiun Kertapati". Wartamelayu.com (dalam bahasa Inggris). 2019-03-30. Diakses tanggal 2019-06-27. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kramasan
ke arah Prabumulih
Prabumulih–Kertapati Terminus