Kereta api ketel

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api ketel Pertamina
KA KETEL.JPG
Kereta api Ketel Pertamina bersama CC 206
Ikhtisar
JenisTidak ada
SistemKereta api barang;
kereta api barang cair;
kereta api ketel
StatusBeroperasi
LokasiDaerah Operasi IV Semarang
Daerah Operasi V Purwokerto
Daerah Operasi VI Yogyakarta
Daerah Operasi VII Madiun
Daerah Operasi VIII Surabaya
Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh
Divisi Regional III Palembang
Divisi Regional IV Tanjungkarang
TerminusMaos, Cilacap, Rewulu, Benteng, Labuan, & Kertapati
Tegal, Rewulu, Madiun, Malang Kotalama, Kisaran, Siantar, Lubuk Linggau, Lahat, & Tigagajah
Layanan10
Operasi
PemilikPT Kereta Api Indonesia
PT Pertamina (Persero)
OperatorPT Kereta Api Indonesia
RangkaianCC206, CC204, CC201, BB302, BB303, dan BB306
Data teknis
Panjang lintas134 km (Maos-Tegal)
163 km (Cilacap-Rewulu & Rewulu-Madiun)
100 km (Benteng-Malang Kotalama)
159 km (Benteng-Madiun)
149 km (Labuan-Kisaran)
174 km (Labuan-Siantar)
305 km (Kertapati-Lubuk Linggau)
190 km (Kertapati-Lahat)
171 km (Kertapati-Tigagajah)
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi50 s.d. 100 km/jam
Kereta api Ketel langsir menuju DEPO PERTAMINA Madiun, dengan lokomotif BB301 25.

Kereta api ketel adalah kereta api angkutan barang yang mengangkut bahan-bahan cair seperti bahan bakar minyak (BBM) dan BBK (bahan bakar khusus). Salah satu kerja sama PT Kereta Api Indonesia dalam angkutan BBM dan BBK dengan PT Pertamina. Dengan kereta api maka pengangkutan BBM dan BBK akan lebih cepat.[1]

Armada

Gerbong

CC 201-45 menarik gerbong tangki melewati Stasiun Tugu. Juli 2005

Kereta api ketel ini pada umumnya menggunakan gerbong ketel dengan dua dan empat gandar. Akan tetapi, gerbong ketel gandar dua sudah tidak diizinkan lagi beroperasi karena tidak sesuai dengan kondisi jalan rel dan pengangkutan BBM yang harus cepat. Saat ini hanya beroperasi gerbong ketel dengan empat gandar.

Menurut buku Album Gerbong PT Kereta Api Indonesia[1][2] gerbong ketel gandar empat dikelompokkan menjadi tiga macam berdasarkan berat muat maksimumnya. Gerbong ketel yang diproduksi tahun 2009 oleh PT Inka dirancang memiliki berat muat maksimum 40 ton, sedangkan yang dibuat oleh Korea dan Prancis hanya bisa memuat 30 ton. Untuk yang buatan Rumania dan Jepang khusus untuk angkut high-speed diesel (HSD) hanya seberat 31,5 ton.

Gerbong ketel untuk mengangkut BBM berwarna silver dengan dua logo perusahaan: Pertamina di sebelah kiri dan PT KAI di sebelah kanan serta tulisan kapital "PERTAMINA" di bagian tengah. Rangkaian gerbong ketel ini dapat digerakkan dengan kecepatan hingga 70 km/jam.

Dahulu sistem penomoran yang digunakan adalah KKW/KKR (gerbong gandar empat) dan KR/KW (gerbong gandar dua). Akan tetapi, dengan berlakunya Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 45 tahun 2010, semua gerbong ketel menggunakan format penomoran GK. Kemudian diikuti dengan dua digit menandakan muatan maksimum dalam ton, dua digit menandakan tahun, dan dua atau tiga digit menandakan nomor urut administrasi gerbong. Contoh: GK 30 65 01 artinya gerbong ketel (GK), berat muatan maksimum 30 ton, mulai operasi tahun 1965, dan memiliki nomor urut 01.

Sejak tak diizinkan lagi beroperasi karena usia gerbong dan aspek keselamatan operasional KA, semua gerbong ketel gandar dua sudah tidak ada lagi yang untuk mengangkut barang. Semua gerbong ketel ini sudah "pensiun." Gerbong ini diproduksi di Rumania dan di PT Pertamina. Kapasitas muatnya hanya 18.890 liter. Dengan berat yang ringan dan non-bogie, sangat riskan untuk dioperasikan dengan kecepatan yang diatur dalam grafik perjalanan kereta api (gapeka). Umumnya dioperasikan untuk mengangkut avtur dari Cilacap menuju Rewulu, atau di beberapa stasiun/dipo lokomotif yang digunakan untuk mengangkut HSD. Sempat pada tahun 2010 di Divre I Sumatra Utara gerbong ketel gandar dua dioperasikan namun sekarang sudah afkir semua.

Variasi lokomotif

Dari masa ke masa, beragam lokomotif yang digunakan. CC201, CC203, atau CC204 adalah lokomotif yang sering digunakan untuk lokomotif angkutan ketel pada dasawarsa 2000-an hingga tahun 2013. Untuk KA ketel jarak pendek menggunakan berbagai lokomotif diesel hidrolik: BB302, BB303, atau BB306. Di sepanjang rel antara Depo Pertamina Madiun dengan stasiun Madiun ada fakta unik, yaitu BB301 25 dioperasikan untuk langsir kereta ketel untuk lintas Rewulu-Madiun dan Madiun-Benteng pp. Pada tahun 2013, CC206 dioperasikan untuk menggantikan semua jenis lokomotif di atas.

Daftar kereta api

Pengangkutan BBM dan BBK: di Jawa meliputi 5 relasi, Sumatra Utara 2 relasi, dan Sumatra Selatan 3 relasi. Berikut merupakan relasi KA Ketel Pertamina.

KA BBM Maos-Tegal

Angkutan KA BBM dari Maos ke Tegal sejauh 134 km. Stamformasi masing-masing KA terdiri dari 15 gerbong ketel (GK) dengan lokomotif penarik seri CC206. Muatan BBM yang dibawa berisi premium, solar dan kerosin. Bila dulu untuk perjalanan dari Purwokerto-Bumiayu harus menggunakan double traksi lokomotif CC201, kini dengan alokasi lokomotif baru seri CC206, KA BBM relasi Maos-Tegal cukup ditarik satu lokomotif. Sedangkan untuk nomor perjalanan KA BBM relasi Maos-Tegal adalah sebagai berikut : 1). 2612F/2609F 2). 2610F/2611F 3). 2616F/2613F 4). 2614F/2615F 5). 2608/2605 6). 2606/2607 7). 2604/2601 8). 2602/2603

KA BBM Cilacap-Rewulu

Angkutan KA BBM dari Cilacap-Rewulu sejauh 163 km. Muatan BBM yang diangkut berupa avtur (bahan bakar pesawat terbang). Setiap harinya dijalankan satu KA dengan membawa 12 gerbong ketel (GK). Dari Rewulu, selanjutnya pasokan avtur dikirim dengan truk tangki untuk kepentingan operasional pesawat terbang di Bandara Adi Sumarmo Solo dan Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

KA BBM Rewulu-Madiun

Angkutan KA BBM di wilayah PT KAI Daop VI Yogyakarta saat ini hanya satu KA yang melayani distribusi BBM dari Rewulu ke Madiun. Stamformasinya terdiri dari 18-22 gerbong ketel KKW dengan muatan BBM jenis premium, solar, dan residu. Sebelumnya, pasokan BBM dari Depo Pertamina Rewulu dikirim dengan kereta api ke dua tempat. Satu KA untuk melayani relasi Rewulu-Madiun (163 km) dan satu KA untuk relasi Rewulu-Cepu (199 km). Namun untuk relasi Rewulu-Cepu tak lagi dilayani dengan KA.

KA BBM Benteng-Malang Kotalama

Angkutan KA BBM dari Benteng menuju Malang Kotalama (100 km). Operasional KA BBM di lintas Benteng-Malang juga serupa dengan operasional KA BBM di Maos-Tegal yaitu terdapat tanjakan cukup tajam di lintas Bangil-Malang Kotalama. Kondisi tersebut membuat rangkaian KA BBM harus ditarik dua kali. Dari stamformasi 20 gerbong ketel, sesampai Bangil stamformasi dibuat 10 gerbong, atau dua kali penarikan.

KA BBM Benteng-Madiun

Setiap harinya, ada satu KA BBM yang beroperasi di lintas Benteng-Madiun (sejauh 159 km). Stamformasinya terdiri dari 20 gerbong ketel bermuatan premium, solar, dan kerosin.

KA BBM Sumatra Utara

Angkutan BBM di PT KAI Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh melayani distribusi BBM dari Depo Pertamina Labuan menuju dua tempat dengan dua relasi, yaitu Labuan-Kisaran (149 km) dan Labuan-Siantar (174 km).

KA BBM Sumatra Selatan

Di Divisi Regional PT KAI Divisi Regional III Sumatra Selatan dan Lampung, angkutan KA BBM melayani pengiriman/distribusi BBM jenis premium, solar, dan kerosin (minyak tanah). Ada tiga KA yang dioperasikan melayani distribusi BBM dari Depo Pertamina Kertapati ke tiga tempat berbeda: Kertapati-Lubuklinggau sejauh 305 km, Kertapati-Lahat sejauh 190 km, dan Kertapati-Tigagajah sejauh 171 km.

Jadwal Kereta BBM

Nomor KA Relasi Berangkat Datang
2601 KYA-TG 09:27 12:27
2602 TG-KYA 15:05 18:36
2603 KYA-MA 18:56 19:14
2604 MA-KYA 08:45 09:03
2605 KYA-TG 00:07 03:29
2606 TG-KYA 04:30 07:28
2607 KYA-MA 07:48 08:06
2608 MA-KYA 23:22 23:40
2609F KYA-TG 04:33 07:33
2610F TG-KYA 09:30 13:49
2611F KYA-MA 14:10 14:28
2612F MA-KYA 03:10 03:53
2613F KYA-TG 15:55 20:10
2616F MA-KYA 15:10 15:28
2614F TG-KYA 21:00 01:02
2615F KYA-MA 02:17 02:48
2617 MN-RWL 22:45 03:55
2618 RWL-MN 11:10 16:24
2619 BET-MN 00:00 06:25
2620 MN-BET 19:40 00:48
2621 BET-MLK 12:45 16:18
2622 MLK-BET 03:15 06:31
2623 BET-MLK 16:30 20:26
2624 MLK-BET 10:10 13:08
2625 BG-MLK 21:40 23:14
2626 MLK-BG 19:00 20:39
2627 BG-MLK 00:40 02:02
2628 MLK-BG 21:30 23:10
2629F BG-MLK 03:00 04:27
2630F MLK-BG 00:15 02:10
2631 RWL-CP 16:00 22:50
2632 CP-RWL 04:45 09:03

Referensi

  1. ^ a b Majalah KA edisi ke-98, September 2014
  2. ^ PT Kereta Api Indonesia: Album Gerbong

Pranala luar