Kereta api peti kemas di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kereta api Peti Kemas
310px
Kereta api Peti Kemas sedang berhenti Stasiun Tambun tunggu disusul KAJJ
Info
Sistem Kereta api barang
Status Beroperasi
Lokal Daerah Operasi I Jakarta
Daerah Operasi VIII Surabaya
Divisi Regional I Medan
Stasiun terminus Tanjung Priok (Stasiun Awal)
Belawan
Stasiun Kalimas
Jumlah stasiun -
Rute pelayanan 3
Operasional
Dibuka 1985
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
PT KALOG Indonesia
Operator Seluruh Daop & Drive
Depot Sidotopo (SDT), Untuk Rangkaian Kereta dan Lokomotif
Jakarta Gudang (JAKG), Untuk Rangkaian Kereta
Jatinegara (JNG), Untuk Lokomotif.
Sarana yang dijalankan CC206 (TPK-KLM)
CC201 (LMB-KRN) &
Lebar sepur 1067 mm
Kecepatan operasi 50 s.d. 100 km/jam


Di Indonesia, kereta api peti kemas dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia bersama anak perusahaannya PT Kalog untuk memperlancar distribusi barang melalui jalur darat serta untuk mengurangi beban jalan raya akibat banyaknya truk angkutan peti kemas di sepanjang ruas jalan raya nasional Jawa dan Sumatera. Kereta api peti kemas merupakan kereta api dengan rangkaian terpanjang di Indonesia setelah kereta api batu bara rangkaian panjang.

Dengan tuntutan kebutuhan hidup masyarakat Indonesia khususnya Jawa dan Sumatera yang semakin membesar setiap tahunnya, keberadaan kereta api peti kemas sangatlah penting. Peti kemas mudah dipindahkan ke berbagai jenis kendaraan, mulai dari kapal laut, truk trailer, serta kereta api, serta didesain lebih ergonomis sehingga mampu memperlancar mobilitas angkutan barang.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api peti kemas pertama di Indonesia muncul pada sekitar tahun 1985. Awalnya set kereta api peti kemas itu dirangkaikan dengan kereta api reguler. Baru pada sekitar 1987 Sistem Kereta Api Blok (SKAB) Peti Kemas relasi Tanjung Priok-Gedebage, pp dan Jakarta Gudang-Pasar Turi, pp. Kereta api relasi Jakarta-Surabaya inilah yang kemudian dikenal dengan nama Antaboga.[2]

Pada dekade 2000-an, relasi Tonjong Baru-Kalimas mulai dibuka. Namun karena pelabuhan Banten masih sepi, maka diperpendek sampai Tanjung Priok saja. Agar peti kemas bisa turun, kereta api tersebut mengakhiri perjalanannya di stasiun Pasoso. Di samping itu, tersedia rute perjalanan relasi Kalimas-Rambipuji dan Solo Jebres-Semarang Gudang.[2]

Mengingat angkutan peti kemas Indonesia merupakan suatu tulang punggung distribusi logistik yang penting, rute-rute baru pun dibuka. Saat ini seluruh wilayah operasional KAI, kecuali Divre II Sumatera Barat, terlayani dengan kereta api peti kemas.

Teknis[sunting | sunting sumber]

Operasional[sunting | sunting sumber]

Setelah dibentuknya PT Kalog pada tahun 2009, manajemen angkutan barang dengan kereta api semakin tertata dengan baik. Pada saat ini, Kalog dan KAI telah mengoptimalkan perjalanan kereta api peti kemas khususnya Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya. Peti kemas yang dapat diangkut dengan kereta api memiliki panjang 20" (kaki) maupun 40". Operasional kereta api peti kemas dapat meningkatkan jumlah muatan yang diangkut, lebih tepat waktu, cepat sampai tujuan, jaminan keamanan, dan biaya relatif murah. Kalog mengoperasikan 30 gerbong datar untuk mendukung kelancaran operasional kereta api peti kemas rute Jakarta-Surabaya, pp.[3]

Armada[sunting | sunting sumber]

Gerbong datar yang umum adalah gerbong datar yang desainnya disesuaikan dengan gerbong datar tipe "PPCW" (artinya plaatsenwagen dengan dua gandar, menggunakan rem udara tekan Westinghouse). Gerbong ini mayoritas digunakan untuk mengangkut peti kemas di lintas utara.

Berbeda dengan rute Gedebage, yang menggunakan gerbong "PKPKW". Gerbong datar ini didesain dengan lekukan dalam agar peti kemas tidak membentur terowongan Sasaksaät saat kereta api peti kemas memasukinya.

Sementara mengenai lokomotif, CC206 merupakan andalan kereta api ini sejak 2013, menggantikan CC201.

Daftar relasi perjalanan[sunting | sunting sumber]

Kereta api peti kemas yang dijalankan Kalog melayani perjalanan di rute-rute berikut.[4]

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 23 Januari 2009, kereta api Antaboga bertabrakan dengan kereta api Rajawali di stasiun Kapas, Bojonegoro. Akibatnya, kedua lokomotif mengalami ringsek setelah mengalami efek teleskopik. Lokomotif Antaboga bergerak naik ke lokomotif Rajawali, lalu jatuh ke kiri.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Sejarah dan Pengertian Peti Kemas dalam Kebutuhan Logistik". Safeway. 10. Diakses tanggal 25 Mei 2017. 
  2. ^ a b "Catatan narasumber M. Luthfi Tjahyadi di milis Keretapi: Sejarah Kereta Angkutan Peti Kemas". keretabarang.wordpress.com. 6. Diakses tanggal 25 Mei 2017. 
  3. ^ Sudarsih, Amad (Februari 2015). "KALOG Jalankan "Ranggaluh"". Majalah Kereta Api Edisi Februari 2015. 
  4. ^ "KA Angkutan Container". Kereta Api Logistik. Diakses tanggal 25 Mei 2017. 
  5. ^ "KA Rajawali vs. KA Antaboga, Tabrakan di Bojonegoro". Detikcom. Diakses tanggal 25 Mei 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]