Stasiun Solo Jebres

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 7°33′43″S 110°50′21″E / 7.56194°S 110.83917°E / -7.56194; 110.83917

Stasiun Solo Jebres
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun SK.png
  • Singkatan: SK
  • Nomor: 3151
Solojebres train station 120827 0148 slo.jpg
Stasiun Solo Jebres
Lokasi
ProvinsiJawa Tengah
KotaSurakarta
KecamatanJebres
KelurahanPurwodiningratan
AlamatJalan Ledoksari Utara No. 1
Kode pos57128
Sejarah
Dibuka24 Mei 1884
Nama sebelumnyaStasiun Djebres Solo, Solo Kasunanan
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VI Yogyakarta
Kelas stasiun[1]I
Ketinggian+97 m
Letak[2]
LayananBangunkarta, Wijayakusuma (arah Surabaya-Banyuwangi), Majapahit, Matarmaja (reguler dan tambahan), Brantas (reguler dan tambahan), Kahuripan (arah Bandung), dan Mantab Premium
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Tersedia fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur7 (jalur 2: sepur lurus)
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak rendah)
Gaya arsitekturIndisch
Tipe persinyalanMekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya


Stasiun Solo Jebres (SK)[a] (Hanacaraka: ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀‌ꦯꦭꦗꦺꦧꦿꦺꦱ꧀ , Sêtasiyun Sala Jèbrès), atau yang dikenal masyarakat sebagai Stasiun Jebres, merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Purwodiningratan, Jebres, Surakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian +97 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta.

Sebelum Stasiun Purwosari digunakan sebagai perhentian kereta api jarak jauh, semua kereta api kelas ekonomi yang melintasi jalur Yogyakarta-Solo, Semarang-Solo, dan Solo-Madiun berhenti di stasiun ini. Namun, sejak 1 Februari 2014 tidak ada lagi kereta api yang beterminus di stasiun ini. Semua perjalanan kereta api yang melayani stasiun ini dialihkan ke Stasiun Purwosari dan Solo Balapan, sedangkan Stasiun Solo Jebres dijadikan sebagai pemberhentian kereta api yang berjalan dari dan ke arah Semarang.[3]

Berikutnya, sejak 1 Oktober 2016, KA Bangunkarta juga berhenti normal di stasiun ini. Dengan demikian, stasiun ini digunakan untuk pemberhentian semua kereta api bagi warga Kota Solo yang melakukan perjalanan dari dan menuju lintas Pantura melewati jalur kereta api Gundih-Solo Balapan.

Kereta api lintas selatan yang diberhentikan di stasiun ini adalah KA Wijayakusuma (arah Surabaya-Banyuwangi) dan Kahuripan (arah Bandung).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun Jebres Solo tahun 1895-1906

Berbeda dengan stasiun lainnya yang berada pada jalur yang dimiliki oleh Staatsspoorwegen (SS), stasiun SS yang satu ini sebenarnya berada di atas bekas jalur milik Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), yang pembangunannya dilakukan bersamaan dengan jalur kereta api Samarang–Vorstenlanden. Tak banyak literatur membahas jalur yang berakhir di tepi Bengawan Solo ini; hanya peta tahun 1869 yang dapat membuktikan bahwa dahulu pernah ada jalur menuju sungai tersebut,[4] namun tidak pernah dibahas.

Jalur tersebut melintasi wilayah kekuasaan Kasunanan Surakarta. Pada tahun 1882–1884, SS kemudian melakukan pengembangan jalur ini, walaupun sejatinya pembangunannya dilakukan dari arah Surabaya menuju Kertosono dan Madiun berakhir di Solo Balapan. Pada tanggal 24 Mei 1884, jalur bekas NIS ini kemudian digantikan dengan jalur baru oleh SS dan dibukalah Stasiun Solo Jebres di wilayah Kasunanan Surakarta.[5]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini memiliki tujuh jalur kereta api dengan jalur 2 sebagai sepur lurus.

Bangunan stasiun yang masih asli ini, kini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surakarta berdasarkan SK Wali Kota Surakarta No. 646/1-2/1/2013[6] dan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM. 57/PW.007/MKP/2010.[7]

Bangunan stasiun ini, memiliki keunikan yang sama sekali tidak dapat dijumpai di stasiun-stasiun lainnya di jalur-jalur SS. Tampilan depan stasiun yang mewah ini dahulu ditujukan kepada pihak Keraton Kasunanan Surakarta. Secara garis besar, stasiun ini memiliki gaya Indische Empire, sama dengan stasiun SS lainnya yang dibangun tahun 1880–90-an, tetapi fasad bangunan utama stasiun kaya akan detail yang dipengaruhi dari gaya Neoklasik. Kesan art nouveau sangat ditekankan pada banyak elemen seperti jalusi, ornamen, serta terali di ventilasi yang berbentuk setengah lingkaran pada pintu keberangkatan. Moulding berbentuk cornice terdapat pada pintu-pintu selain pintu keberangkatan, memberi kesan megah pada bangunan.[7]

Bangunan stasiun yang simetris ini memiliki pola ruang yang disusun secara linier dari timur ke barat. Pintu masuk stasiun berada tepat di tengah bangunan menghadap Jalan Ledoksari dengan atap yang lebih tinggi daripada sayap kiri maupun kanan bangunan. Ruangan di dalam stasiun masing-masing berbentuk persegi panjang yang disusun secara linier, sehingga karakter horizontal dari stasiun ini semakin kuat.[8]

Di seberang stasiun ini terdapat sebuah terminal peti kemas yang kini tidak lagi aktif. Pernah ada isu untuk mengaktifkan lagi terminal peti kemas di seberang stasiun, namun tak pernah terealisasi.[9] Di lapangan bongkar-muat peti kemas tersebut, tiang-tiang diduga adalah tiang kabel listrik aliran atas (LAA) untuk (calon) KRL Yogyakarta–Solo ditumpuk. Belum ada progres pemancangan tiang tersebut untuk kabel LAA.[10]

Terkait dengan pembangunan jalur ganda lintas selatan Jawa, saat ini stasiun ini sedang direnovasi. Peron stasiun diperpanjang dan ditinggikan, tata letak jalurnya sedikit diubah, serta ditambahkan kanopi pada peron antara jalur 1 dan 2.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Bangunkarta, tujuan Jakarta via Semarang-Cirebon dan tujuan Surabaya via Madiun-Jombang

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi AC premium[sunting | sunting sumber]

Mantab Premium, tujuan Jakarta via Semarang dan tujuan Madiun

Kelas ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Persilangan dan persusulan[sunting | sunting sumber]

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Solo Jebres per 1 Maret 2019 (revisi Gapeka 2017).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
172 Matarmaja Malang Kotabaru (ML) Ekonomi AC 00.44 01.12
141 Majapahit Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 00.57 01.10
176 Brantas Blitar (BL) Ekonomi AC 02.47 03.08
142 Majapahit Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 03.16 03.30
181 Kahuripan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi AC 16.50 16.57
175 Brantas Jakarta Pasar Senen (PSE) 18.11 18.35
7092/7093 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Baru (BW) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 19.22 19.28
55 Bangunkarta Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Satwa 20.00 20.05
56 Surabaya Gubeng (SGU) 23.32 23.37
171 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 23.58 00.10
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. PLB/KLB KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7033 Matarmaja Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 01.18 01.25
7032 Brantas Tambahan Blitar (BL) Bisnis & Ekonomi AC 03.46 04.01
7034 Matarmaja Tambahan Malang Kotabaru (ML) Ekonomi AC 04.20 04.40
10084 Mantab Premium Madiun (MN) Ekonomi AC Premium 07.55 07.59
7031 Brantas Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE) Bisnis & Ekonomi AC 18.46 18.55
10073 Mantab Premium Ekonomi AC Premium 21.38 21.48

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan umum Koridor/trayek Tujuan Keterangan
Batik Solo Trans[11] 1 Bandara Adisumarmo–Palur Turun di Halte Jebres di Jalan Urip Soemohardjo dan berjalan kaki menuju stasiun
3 Kartasura–Palur via Pasar Klewer
5 Mojosongo–Solo Baru

Galeri[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Penulisan Solo Jebres untuk stasiun ini bersifat baku. Namun stasiun ini lebih sering ditulis sebagai Solojebres, bukannya Solo Jebres, karena dalam catatan DKA 1950 menuliskan Solojebres.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ "Tak Lagi Berangkatkan KA, Stasiun Jebres Jadi Kawasan Wisata Bersejarah". Tribun Jateng. 2014-02-01. Diakses tanggal 2019-01-29. 
  4. ^ "Dutch Colonial maps - Leiden University Libraries". maps.library.leiden.edu. Diakses tanggal 2019-01-29. 
  5. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  6. ^ Media, Solopos Digital. "INFO SOLO : Ini Daftar 172 Cagar Budaya di Solo". Solopos.com. Diakses tanggal 2019-01-29. 
  7. ^ a b "Heritage - Kereta Api Indonesia". heritage.kai.id. Diakses tanggal 2019-01-29. 
  8. ^ Ceria, A.P.; Antariksa; Suryasari, N. (2015). Karakter Spasial Bangunan Stasiun Kereta Api Solo Jebres (Laporan). Malang: Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya. 
  9. ^ Sunaryo, Arie. "Stasiun Jebres Solo akan difungsikan sebagai Terminal Peti Kemas". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-01-29. 
  10. ^ "KRL Solo-Jogja Belum Terealisasi Tiang LAA Mangkrak, Inilah Penjelasan PT KAI". Tribun Jateng. 2018-03-30. Diakses tanggal 2019-01-29. 
  11. ^ "Liburan di Solo Naik Bus Batik Solo Trans (BST) Saja. Ini Rute Lengkapnya". Tribun Jateng. 2017-06-28. Diakses tanggal 2019-01-29. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2017/18

Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
Terminus
Solo Balapan–Kertosono
menuju Kertosono