Stasiun Solo Jebres

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Solo Jebres
Kereta Api Indonesia KAI Commuter
Y12

Stasiun Solo Jebres
Nama lainStasiun Jebres
Lokasi
Koordinat7°33′28″S 110°50′13″E / 7.55778°S 110.83694°E / -7.55778; 110.83694Koordinat: 7°33′28″S 110°50′13″E / 7.55778°S 110.83694°E / -7.55778; 110.83694
Ketinggian+97 m
Operator
Letak
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang cukup tinggi, satu peron pulau yang cukup tinggi, dan satu peron pulau yang tinggi)
Jumlah jalur8 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
LayananLintas utara Jawa: Brantas, Majapahit, Matarmaja, dan Brawijaya
Komuter: KRL Commuter Line
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Gaya arsitekturNeoklasik
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiBesar tipe C[2]
Sejarah
Dibuka24 Mei 1884
Nama sebelumnyaStation Djebres Solo, Solo Kasunanan
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Solo Balapan
ke arah Yogyakarta
Commuter Line Yogyakarta Palur
Terminus
Layanan penghubung
Halte sebelumnya Batik Solo Trans Halte berikutnya
Mesen Koridor 1
Bandara Adi Soemarmo–Terminal Palur
transit di Jebres
Panggung
ke arah Palur
Mesen
ke arah Kartasura
Koridor 3
Terminal Kartasura–Thiongting
transit di Jebres
Panggung
ke arah Thiongting
Halte sebelumnya Trans Jateng Halte berikutnya
Maria Regina
ke arah Tirtonadi
Koridor 2
Subosukawonosraten
transit di Jebres
Mesen
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Tempat naik/turun Ruang menyusui Isi baterai 
Tipe persinyalan
Cagar budaya Indonesia
Kompleks Stasiun Jebres
KategoriBangunan
No. RegnasRNCB.20160711.04.001016
Tanggal SK2010 dan 2013
PemilikPT Kereta Api Indonesia (Persero)
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Solo Jebres (SK)[catatan 1], juga dikenal sebagai Stasiun Jebres, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Purwodiningratan, Jebres, Surakarta. Stasiun ini berada pada ketinggian +97 m dan dikelola oleh Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi VI Yogyakarta dan KAI Commuter dengan jarak 110 km sebelah tenggara dari Semarang Tawang. Stasiun ini adalah stasiun ujung bagi jalur percabangan Semarang–Surakarta dari lintas utara Jawa, melayani kereta api antarkota dan kereta komuter Commuter Line Yogyakarta.

Sebelum Stasiun Purwosari digunakan sebagai tempat pemberhentian dan terminus kereta api antarkota kelas ekonomi dan campuran di Kota Surakarta, semua kereta api kelas campuran antara eksekutif-ekonomi ataupun ekonomi yang melintasi jalur selatan, tengah, dan utara Pulau Jawa berhenti di stasiun ini. Namun, sejak 1 Februari 2014 tidak ada lagi kereta api yang mengawali dan mengakhiri perjalanannya di stasiun ini. Semua perjalanan kereta api dialihkan ke Stasiun Purwosari serta Solo Balapan sebagai stasiun ujung dan pemberhentian kereta api di Kota Surakarta berada di jalur selatan dan tengah Jawa, sedangkan stasiun ini dijadikan sebagai pemberhentian kereta api penumpang yang melalui lintas utara Jawa.[4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun Jebres Solo, dengan trem SoTM di depannya

Berbeda dengan stasiun lain yang terletak di jalur milik Staatsspoorwegen (SS), stasiun ini dibangun di bekas jalur milik Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), dilakukan bersamaan dengan jalur kereta api Samarang–Vorstenlanden. Tidak banyak literatur yang membahas jalur yang berakhir di tepi Bengawan Solo—hanya dalam peta tahun 1869 yang menampilkan keberadaannya, tetapi tidak pernah dibahas.[5] Jalur tersebut melintasi wilayah Kasunanan Surakarta.

Pada tahun 1882–1884, SS kemudian melakukan pengembangan jalur ini, walaupun pembangunannya dilakukan dari arah Surabaya menuju Madiun, hingga berakhir di Solo Balapan. Pada tanggal 24 Mei 1884, jalur bekas NIS ini kemudian digantikan dengan jalur baru oleh SS dan Stasiun Solo Jebres mulai dibuka.[6]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya, Stasiun Solo Jebres memiliki tujuh jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda menuju Stasiun Palur dioperasikan per 20 Agustus 2019[7] kemudian menuju Solo Balapan per 7 Oktober 2020, jalur 2 hanya dijadikan sepur lurus arah Madiun, sedangkan jalur 3 dijadikan sepur lurus arah Solo BalapanYogyakarta maupun Semarang. Saat pembangunan jalur ganda, kanopi ditambahkan serta terdapat perpanjangan maupun peninggian peron antara jalur 1 dan 2. Sistem persinyalannya kini telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik.

Di sisi utara stasiun ini terdapat terminal peti kemas yang kini sudah tidak aktif lagi. Layanan bongkar muat peti kemas dahulu pernah dilayani di jalur 6 dan 7. KAI sempat mewacanakan pengaktifan kembali terminal tersebut, tetapi tidak pernah terealisasi.[8] Pada 2021, terminal peti kemas tersebut dialihfungsikan menjadi depo KRL Commuter Line dan gardu listrik saat perpanjangan relasi KRL ke arah Palur.[9]

Layanan KRL Yogyakarta–Solo resmi diperpanjang ke arah timur hingga Stasiun Palur pada 17 Agustus 2022.[10][11] Dampaknya, tata letak jalur di stasiun ini sedikit diubah dan jumlah jalur bertambah menjadi delapan. Jalur 5 kini dilengkapi dengan sinyal keluar di kedua ujungnya, sedangkan jalur 7 dan 8 dijadikan jalur akses menuju depo KRL tersebut. Selain itu, peron pulau lama yang rendah antara jalur 2 dan 3 sudah dibongkar, kemudian digantikan dengan peron pulau tinggi berkanopi di antara jalur 3 dan 4.

Bangunan stasiun yang masih asli ini kini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surakarta berdasarkan SK Wali Kota Surakarta No. 646/1-2/1/2013[12] dan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM. 57/PW.007/MKP/2010.[13]

Bangunan stasiun ini memiliki keunikan yang tidak dapat dijumpai di stasiun lain milik SS. Tampilan depan stasiun dahulu ditujukan kepada pihak Keraton Kasunanan Surakarta. Secara garis besar, stasiun ini memiliki gaya Indische Empire, sama dengan stasiun SS lainnya yang dibangun pada tahun 1880–90-an, tetapi tampak depan bangunan utama stasiun kaya akan detail yang dipengaruhi dari gaya Neoklasik. Kesan art nouveau ditekankan pada banyak elemen, seperti jalusi, ornamen, serta terali di ventilasi yang berbentuk setengah lingkaran pada pintu keberangkatan. Cetakan berbentuk cornice terdapat pada pintu-pintu selain pintu keberangkatan yang memberi kesan megah pada bangunan.[13]

Bangunan stasiun yang simetris ini memiliki pola ruang yang disusun secara linier dari timur ke barat. Pintu masuk stasiun berada tepat di tengah bangunan menghadap Jalan Ledoksari dengan atap yang lebih tinggi daripada sayap kiri maupun kanan bangunan. Ruangan di dalam stasiun masing-masing berbentuk persegi panjang yang disusun secara linier sehingga karakter horizontal dari stasiun ini semakin kuat.[14]

Y12

P

Lantai peron

Jalur 8 Depo KRL
Jalur 7
Jalur 6
Jalur 5 Parkir kereta
Jalur 4 (Solo Balapan)      Commuter Line Yogyakarta tujuan Yogyakarta

Kereta Api Indonesia Pemberhentian KA antarkota →

Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kiri
Jalur 3 ← Sepur lurus arah Solo Balapan
Jalur 2      Commuter Line Yogyakarta tujuan Palur (Palur)

Kereta Api Indonesia Pemberhentian KA antarkota →

Sepur lurus arah Madiun

Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan
Jalur 1 Kereta Api Indonesia Pemberhentian KA antarkota →
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan
G Bangunan utama stasiun

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2023.[15]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Lintas utara Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Kelas eksekutif dan campuran
Brantas Eksekutif Pasar Senen Blitar Via Semarang TawangSolo Jebres
Ekonomi
Brawijaya Imperial Gambir Malang
Eksekutif
Kelas ekonomi
Majapahit Ekonomi Pasar Senen Malang Via Semarang TawangSolo Jebres
Matarmaja

Komuter (Commuter Line)[sunting | sunting sumber]

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Y Commuter Line Yogyakarta Yogyakarta Palur

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan umum Koridor/trayek Tujuan Keterangan
Batik Solo Trans[16]  K1S  Bandara Adisumarmo–Palur Turun di Halte Jebres di Jalan Urip Soemohardjo dan berjalan kaki menuju stasiun
 K3S  Kartasura–Thiongting
Trans Jateng 7 (S2) Terminal Tirtonadi–Terminal Wonogiri Kota Tipe C

Galeri[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pihak Daop VI masih mempertahankan tata cara penulisan stasiun menurut Buku Jarak dan Daftar Waktu sebagai Solojebres, yang juga digunakan sebagai media komunikasi antarstasiun. Namun, karena kecamatan tempat stasiun ini berlokasi hanya bernama Jebres, maka penamaan stasiun ini mengikuti dua stasiun lainnya di Solo (Solo Balapan atau Solo Kota). Singkatan stasiun "SK" kemungkinan berasal dari Solo Kasunanan, nama yang diusulkan saat proses pembangunan. Dalam buku Officieele reisgids der spoor- en tramwegen en aansluitende automobieldiensten op Java en Madoera (1926), nama stasiun ini ditulis Solo Djebres. Lihat Staatsspoorwegen (1926). Officieele reisgids der spoor- en tramwegen en aansluitende automobieldiensten op Java en Madoera (1926). Surakarta: N.V. Sie Dian Ho. hlm. 12 dan 146. 

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ "Selayang Pandang Daop 6 Yogyakarta" (PDF). Yogyakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Yogyakarta. 2018. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2020-10-07. Diakses tanggal 2020-10-05. 
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  4. ^ Permadi, Galih (2014-02-01). "Tak Lagi Berangkatkan KA, Stasiun Jebres Jadi Kawasan Wisata Bersejarah". Tribun Jateng. Semarang: KG Media. Diakses tanggal 2019-01-29. 
  5. ^ "Dutch Colonial maps - Leiden University Libraries". maps.library.leiden.edu. Diakses tanggal 2019-01-29. 
  6. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  7. ^ Wibowo, Ary Wahyu (2019-08-20). "Jalur Rel Ganda Solo-Kedung Banteng Resmi Beroperasi Seluruhnya". Koran Sindo. Surakarta: MNC Media. Diakses tanggal 2020-05-20. 
  8. ^ Sunaryo, Arie. "Stasiun Jebres Solo akan difungsikan sebagai Terminal Peti Kemas". Merdeka.com. Yogyakarta: Surya Citra Media. Diakses tanggal 2019-01-29. 
  9. ^ Ricky, Mariyana (2021-11-14). "Eks Terminal Peti Kemas Jebres Dialihfungsikan Jadi Depo KRL Solo-Jogja". Solopos. Surakarta: Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 2023-09-05. 
  10. ^ Fatimah, Siti (2021-02-19). "KRL Perpanjang Jaringan Sampai Stasiun Palur". Radio Republik Indonesia. Surakarta. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-07-09. Diakses tanggal 2021-07-02. 
  11. ^ Sushmita, Chelin Indra (2022-08-17WIB10:44:57+00:00). "Cek! Jadwal KRL Solo-Jogja Sampai ke Palur mulai 17 Agustus 2022". Solopos. Surakarta: Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 2022-08-17. 
  12. ^ Media, Solopos Digital. "INFO SOLO : Ini Daftar 172 Cagar Budaya di Solo". Solopos.com. Diakses tanggal 2019-01-29. [pranala nonaktif permanen]
  13. ^ a b "Stasiun Solo Jebres". Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero). Diakses tanggal 2019-01-29. 
  14. ^ Ceria, A.P.; Antariksa; Suryasari, N. (2015). Karakter Spasial Bangunan Stasiun Kereta Api Solo Jebres (Laporan). Malang: Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya. 
  15. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2023 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 14 April 2023. hlm. 56. Diakses tanggal 12 Mei 2023. 
  16. ^ Mukti, Akbar Hari (2017-06-28). "Liburan di Solo Naik Bus Batik Solo Trans (BST) Saja. Ini Rute Lengkapnya". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-01-29. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Solo Balapan
Terminus
Solo Balapan–Kertosono Palur
ke arah Kertosono