Stasiun Srowot

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Srowot
Y05

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun SWT.png
Stasiun Srowot 2018.jpg
Stasiun Srowot pada tahun 2018
LokasiJalan Stasiun Srowot
Gondangan, Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah 57452
Indonesia
Ketinggian+152 m
OperatorKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 145+227 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gundih-Solo Balapan-Yogyakarta[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang agak rendah dan dua peron pulau yang cukup tinggi)
Jumlah jalur4:
  • jalur 1 dan 2: sepur lurus
  • jalur 4: jalur langsir
Informasi lain
Kode stasiun
  • SWT
  • 3104
KlasifikasiIII/kecil[2]
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Klaten
ke arah Solo Balapan
Yogyakarta Line Brambanan
ke arah Yogyakarta
Klaten
Terminus
Yogyakarta Line
Layanan
KRL Commuter Line
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanElektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02
Pemesanan tiketHanya melayani kartu multi-trip dan kartu uang elektronik dari perbankan yang beredar yang bekerjasama dengan KAI Commuter dan aplikasi LinkAja.
Lokasi pada peta
Stasiun Srowot berlokasi di Klaten
Stasiun Srowot
Stasiun Srowot
Lokasi di Klaten

Stasiun Srowot (SWT) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Gondangan, Jogonalan, Klaten. Stasiun yang terletak pada ketinggian +152 m ini merupakan stasiun kereta api aktif pada ketinggian tertinggi di Daerah Operasi VI Yogyakarta.

Pada awalnya, stasiun ini memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus dan dua jalur langsir untuk bongkar-muat barang.[3] Sejak pengoperasian jalur ganda YogyakartaSolo menuju Stasiun Ketandan pada tahun 2001 dan ruas BrambananDelanggu per 15 Desember 2003, jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus baru arah Solo. Per tahun 2005–2006, jalur 1 menjadi sepur lurus arah Yogyakarta.[4][5]

Untuk mendukung pengoperasian jalur ganda, sistem persinyalan mekanik di stasiun ini diganti dengan sistem persinyalan elektrik buatan PT Len Industri (Persero) yang sudah dipasang sejak tahun 2013 dan baru mulai dioperasikan pada 12 Februari 2019.[6][7]

Stasiun Srowot dahulu termasuk salah satu stasiun yang memiliki pendapatan dari angkutan barang karena pernah menjadi stasiun ujung angkutan gula dan molase (tetes tebu) milik Pabrik Gula (PG) Gondang Winangoen, Klaten hingga tahun 1990-an. Oleh karena itu, antara stasiun ini dengan PG tersebut dahulu terhubung oleh jalur simpang di arah timur emplasemen stasiun.[8] Jalur khusus ke area PG ini dahulu pernah dilalui loko uap buatan Backer & Rueb (Breda), Belanda pada tahun 1896. Jalur tersebut kini hanya menyisakan jalan setapak, termasuk jembatan yang hanya menyisakan kerangka.

Mulai 10 Februari 2021, bertepatan dengan peluncuran grafik perjalanan kereta api tahun 2021, stasiun ini bersama dengan tiga stasiun lain (Stasiun Ceper, Stasiun Gawok, dan Stasiun Delanggu) mulai melayani penumpang KRL lintas Yogyakarta–Solo Balapan.[9]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

KRL Commuter Line[sunting | sunting sumber]

Y Yogyakarta Line, tujuan Yogyakarta dan tujuan Solo

Papasan dan persusulan[sunting | sunting sumber]

KRL Yogyakarta Line tujuan Solo:

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Srowot per 10 Februari 2021 (sesuai Gapeka 2021).

Y Yogyakarta Line
No. KA Tiba Berangkat No. KA Tiba Berangkat
Tujuan Yogyakarta Tujuan Solo Balapan
645 05.46 05.47 646 05.41 05.42
7101 07.12 07.13 648 06.54 07.07
649 09.10 09.11 7102 07.28 07.29
651 09.42 09.43 7104 08.48 08.49
7103 10.34 10.35 652 10.29 10.30
657 13.06 13.07 7106 12.21 12.22
661 15.11 15.12 7108 15.15 15.16
7105 16.57 16.58 664 16.17 16.18
667 18.23 18.24 7110 17.57 18.12
669 20.04 20.05 670 19.37 19.38

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api 2004
  4. ^ "Uji Coba Rel Ganda Yogya-Solo Bikin Bikers Senewen". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  5. ^ "Rel Ganda Yogyakarta-Solo Diresmikan". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2003-12-15. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  6. ^ Mohamad, Ardyan (21 Juni 2013). "Kalahkan Siemens, BUMN Elektronik Raup Pendapatan Rp23 Triliun". Merdeka.com. Diakses tanggal 5 Oktober 2017. Saat ini, masih ada pesanan proyek dari Kemenhub untuk menggarap persinyalan kereta di jalur Jogja-Solo, Duri-Tangerang, dan Parung-Maja. 
  7. ^ "Len Tandatangani Dua Kontrak dengan Nilai Total Rp 464 Milyar | PT Len Industri (Persero)" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-02-12. 
  8. ^ Rosdiana, Rosdi. "Berkunjung ke Pabrik Gula Gondang Winangoen Klaten". Jadiberita.com. Diakses tanggal 21 Oktober 2017. 
  9. ^ "Cara Bikin Kartu Multi Trip untuk Naik KRL Solo-Yogyakarta". Kompas. Diakses tanggal 4 Februari 2021
Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Brambanan
ke arah Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari–Solo Balapan Klaten
ke arah Solo Balapan

Koordinat: 7°44′29″S 110°32′57″E / 7.7413178°S 110.5491275°E / -7.7413178; 110.5491275