Stasiun Sudimara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Sudimara
R06

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun SDM.png
Sudimara1.jpg
Emplasemen Stasiun Sudimara
LokasiJalan Jombang Raya
Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten 15414
Indonesia
Ketinggian+40 m
PengelolaKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 24+244 lintas Angke-Tanah Abang-Rangkasbitung-Merak[1]
Jumlah peron1 peron sisi dan 1 peron pulau yang sama-sama tinggi
Jumlah jalur3 (jalur 1 dan 2: sepur lurus):
  • jalur 1: sepur lurus jalur ganda arah Rangkasbitung-Merak
  • jalur 2: sepur lurus jalur ganda arah Jurangmangu-Tanah Abang
Informasi lain
Kode stasiun
  • SDM
  • 0213
[2]
KlasifikasiII[2]
Sejarah
Dibuka1 Oktober 1899[3]
Operasi layanan
KRL Commuter Line
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Jurangmangu
ke arah Tanah Abang
Lin Rangkasbitung Rawa Buntu
Diagram lintasan stasiun
ke Rawa Buntu
Jalan Raya Jombang
Bangunan baru
Bangunan lama
ke Jurangmangu
Lokasi pada peta

Stasiun Sudimara (SDM) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di kelurahan Jombang, kecamatan Ciputat, kota Tangerang Selatan, Banten. Stasiun yang terletak pada ketinggian +40 meter ini hanya melayani KRL Commuter Line.

Stasiun Sudimara merupakan stasiun kereta api yang sangat terkenal karena merupakan tempat bermulanya Tragedi Bintaro yang merupakan kecelakaan kereta api terburuk dalam sejarah transportasi modern Indonesia.[4] Saat itu stasiun ini hanya melayani persilangan dan persusulan antarkereta api. Meskipun stasiun ini kini memiliki peron tinggi berkanopi, stasiun ini tetap mempertahankan bangunan aslinya.

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Awalnya stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Sejak pengoperasian jalur ganda Tanah Abang–Serpong per 4 Juli 2007,[5] tata letak stasiun ini sedikit diubah dengan jalur 1 digunakan untuk sepur lurus arah hilir (Serpong), sedangkan jalur 2 digunakan untuk sepur lurus arah hulu (Tanah Abang) serta ditinggikan peronnya. Bangunan lama stasiun ini yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen tetap dipertahankan. Stasiun ini sudah diperpanjang peronnya agar memuat rangkaian KRL yang terdiri dari sepuluh kereta.[6]

Saat ini Stasiun Sudimara sudah memiliki underpass, bersama dengan Stasiun Pondok Ranji, sehingga penumpang tidak perlu lagi menyeberang rel dan tidak tertinggal KRL. Setelah memasuki e-gate, penumpang dapat langsung menyeberang melalui underpass.[7]

PapanKeretaApi 2020.svg

KRL CL icon.svg PapanNamaStasiunKomuter SDM.svg

PapanNamaStasiunKomuter RU Footer.png
PapanNamaStasiunKomuter JMU Footer.png
G Bangunan utama stasiun
P

Lantai peron

Peron sisi
Jalur 1 ← (Rawa Buntu)      Lin Rangkasbitung menuju Rangkasbitung/Tigaraksa/Serpong
Jalur 2      Lin Rangkasbitung menuju Tanah Abang (Jurangmangu) →
Peron pulau
Jalur 3      Lin Rangkasbitung menuju Tanah Abang (Jurangmangu) →
G Bangunan utama stasiun

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

KAI Commuter Jabodetabek[sunting | sunting sumber]

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan Nomor rute Tujuan
Angkot[8] C02 Stasiun Sudimara–CBD Ciledug
D06 Stasiun Sudimara–Terminal Pondok Cabe
D08 Terminal Pondok Cabe-Terminal BSD Sektor I (via Sawah Lama Raya)

Insiden[sunting | sunting sumber]

Tragedi Bintaro 1987[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 19 Oktober 1987, kereta api Patas Rangkas 225 bertabrakan dengan KA Patas Merak 220 di tikungan S km 18,75. Kejadian bermula dari PPKA Sudimara yaitu tempat awal KA 225 berangkat yang memberangkatkan KA 225 tanpa adanya komunikasi dengan PPKA Kebayoran tempat KA 220 Berangkat. Pada akhirnya KA 225 berangkat sesuai instruksi dan PTP yang berarti aman, tanpa disadari KA 220 datang dan tabrakan tak terhindarkan. Ratusan orang tewas, sedangkan lainnya luka parah.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ a b "Kecelakaan KA Paling Tragis, Lebih Seratus Orang Tewas". Harian Kompas. 20 Oktober 1987. 
  5. ^ "SBY Resmikan Stasiun Serpong, Lalu Lintas KA Tetap Normal". detiknews. Diakses tanggal 2017-10-18. 
  6. ^ "In Picture: Peron KA Lintas Serpong-Tanah Abang Diperpanjang". 21 Maret 2014. Diakses tanggal 19 Oktober 2017. 
  7. ^ Nailufar, Nibras Nada (7 Agustus 2017). "'Underpass' di Stasiun Sudimara dan Pondok Ranji Mulai Dioperasikan". Diakses tanggal 19 Oktober 2017. 
  8. ^ "Trayek Angkot". About Tangerang. Diakses tanggal 18 Oktober 2017. 
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Rawa Buntu
ke arah Merak
Merak–Tanah Abang Jurangmangu
ke arah Tanah Abang


Koordinat: 6°17′48″S 106°42′46″E / 6.296722°S 106.7128015°E / -6.296722; 106.7128015