Stasiun Sudimara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Sudimara
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun SDM.png
  • Singkatan: SDM
  • Nomor: 0213
Sudimara1.jpg
Emplasemen Stasiun Sudimara
AlamatJombang, Ciputat, Tangerang Selatan
Banten 15414
Ketinggian+26 m
Letakkm 24+244 lintas Angke-Tanahabang-Rangkasbitung-Merak[1]
OperatorPT Kereta Commuter Indonesia
Konstruksi
Jumlah jalur3 (jalur 1 dan 2: sepur lurus):
  • jalur 1: sepur lurus jalur ganda arah Rangkasbitung-Merak
  • jalur 2: sepur lurus jalur ganda arah Jurangmangu-Tanahabang
Jumlah peron1 peron sisi dan 1 peron pulau yang sama-sama tinggi
Informasi lain
Kelas stasiunII[2]
Pemesanan tiketHanya melayani kartu multi-trip dan kartu uang elektronik dari perbankan yang beredar yang bekerjasama dengan PT Kereta Commuter Indonesia dan aplikasi LinkAja.
Sejarah
Dibuka1 Oktober 1899[3]
Layanan
KRL Commuter Line
Operasi
Stasiun sebelumnya   Logo kcj baru.png   Stasiun berikutnya
Serpong–Tanahabang
menuju Serpong
Parungpanjang–Tanahabang
Maja–Tanahabang
menuju Maja
Rangkasbitung–Tanahabang
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Stasiun Sudimara (SDM) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +26 meter ini termasuk ke dalam Daerah Operasi I Jakarta, dan terletak antara Stasiun Jurangmangu dan Stasiun Rawa Buntu.

Awalnya stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Sejak pengoperasian jalur ganda Tanahabang–Serpong per 4 Juli 2007,[4] tata letak stasiun ini sedikit diubah dengan jalur 1 digunakan untuk sepur lurus arah hilir (Serpong), sedangkan jalur 2 digunakan untuk sepur lurus arah hulu (Tanahabang) serta ditinggikan peronnya. Bangunan lama stasiun ini yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen tetap dipertahankan. Stasiun ini sudah diperpanjang peronnya agar memuat rangkaian KRL yang terdiri dari sepuluh kereta.[5]

Stasiun Sudimara merupakan stasiun kereta api yang sangat terkenal karena merupakan tempat bermulanya Tragedi Bintaro yang merupakan kecelakaan kereta api terburuk dalam sejarah transportasi modern Indonesia.[6] Saat itu stasiun ini hanya melayani persilangan dan persusulan antarkereta api. Meskipun stasiun ini kini memiliki peron tinggi, stasiun ini tetap mempertahankan bangunan aslinya.

Saat ini Stasiun Sudimara sudah memiliki underpass, bersama dengan Stasiun Pondok Ranji, sehingga penumpang tidak perlu lagi menyeberang rel dan tidak tertinggal KRL. Begitu memasuki e-gate, penumpang langsung diarahkan ke underpass.[7]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

KRL Commuter Line[sunting | sunting sumber]

Green Line

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan Nomor rute Tujuan
Angkot[8] C02 Stasiun Sudimara–CBD Ciledug
D06 Stasiun Sudimara–Ciputat
D08 Ciputat–BSD City (via Sawah Lama Raya)

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 19 Oktober 1987, kereta api Patas Rangkas 225 bertabrakan dengan KA Patas Merak 220 di tikungan S km 18,75. Kejadian bermula dari sang masinis 225, Slamet Suradio berangkat tanpa izin PPKA. Juru langsir yang ada di situ terkejut dan mengibarkan bendera merah. Namun, karena telanjur melaju dengan kecepatan penuh, tanpa disadari KA 220 datang dan tabrakan tak terhindarkan. Ratusan orang tewas, sedangkan lainnya luka parah.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ "SBY Resmikan Stasiun Serpong, Lalu Lintas KA Tetap Normal". detiknews. Diakses tanggal 2017-10-18. 
  5. ^ "In Picture: Peron KA Lintas Serpong-Tanah Abang Diperpanjang". 21 Maret 2014. Diakses tanggal 19 Oktober 2017. 
  6. ^ a b "Kecelakaan KA Paling Tragis, Lebih Seratus Orang Tewas". Harian Kompas. 20 Oktober 1987. 
  7. ^ Nailufar, Nibras Nada (7 Agustus 2017). "'Underpass' di Stasiun Sudimara dan Pondok Ranji Mulai Dioperasikan". Diakses tanggal 19 Oktober 2017. 
  8. ^ "Trayek Angkot". About Tangerang. Diakses tanggal 18 Oktober 2017. 
Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Rawa Buntu
ke arah Merak
Merak–Tanahabang Jurangmangu
ke arah Tanahabang


Koordinat: 6°17′48″S 106°42′46″E / 6.296722°S 106.7128015°E / -6.296722; 106.7128015