Stasiun Brambanan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Brambanan

Y04

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun BBN.png
Stasiun Brambanan 2019.jpg
Stasiun Brambanan pada tahun 2019
Nama lainStasiun Prambanan
LokasiJalan Stasiun Prambanan
Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah 57454
Indonesia
Koordinat7°45′24″S 110°30′01″E / 7.756537°S 110.500386°E / -7.756537; 110.500386Koordinat: 7°45′24″S 110°30′01″E / 7.756537°S 110.500386°E / -7.756537; 110.500386
Ketinggian+146 m
OperatorKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 151+072 lintas SemarangSoloYogyakarta[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi)
Jumlah jalur4 (jalur 1 dan 2: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • BBN
  • 3103
KlasifikasiI[2]
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Srowot
ke arah Solo Balapan
Yogyakarta Line Maguwo
ke arah Yogyakarta
Srowot
ke arah Klaten
Yogyakarta Line
Layanan
KRL Commuter Line, KA Semen Tiga Roda, dan KA semen Arjawinangun
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanElektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02
Pemesanan tiketHanya melayani kartu multi-trip dan kartu uang elektronik dari perbankan yang beredar yang bekerjasama dengan KAI Commuter dan aplikasi LinkAja.
Lokasi pada peta
Stasiun Brambanan berlokasi di Klaten
Stasiun Brambanan
Stasiun Brambanan
Lokasi di Klaten

Stasiun Brambanan (BBN), lebih dikenal sebagai Stasiun Prambanan, adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten; termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta; pada ketinggian +146 meter. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api paling barat di Kabupaten Klaten. Jalan Stasiun menghubungkan stasiun ini dengan jalan raya Solo-Yogyakarta. Saat ini stasiun ini melayani bongkar muat semen dan sejak 20 Juni 2016 juga melayani penumpang KA Prameks.[3]

Meskipun daerah sekitarnya dikenal sebagai Prambanan, nama stasiun ini menurut data dari Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) ditulis sebagai Brambanan dan tidak mengalami perubahan hingga sekarang.[4]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya, stasiun ini kemungkinan memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus.[5] Sejak pengoperasian jalur ganda Yogyakarta–Solo ruas Srowot–Ketandan per 2001 dan ruas Brambanan–Delanggu per 15 Desember 2003, jalur 2 stasiun ini dijadikan sebagai sepur lurus arah Solo. Per 2005–2006 dan selesai sepenuhnya pada tahun 2007, jalur 1 stasiun ini sudah sepenuhnya menjadi sepur lurus arah Yogyakarta saja.[6][7] Jalur 4 dijadikan sebagai sepur simpan untuk parkir KA barang.

Bangunan lama stasiun ini, yang sebelumnya mirip dengan Stasiun Srowot dan merupakan peninggalan DKA, roboh akibat gempa bumi Yogyakarta 2006.[8] Sebagai penggantinya, bangunan stasiun yang digunakan sekarang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Stasiun ini berada pada dataran Prambanan, sehingga letaknya berdekatan dengan berbagai bangunan kuno penting, seperti Candi Prambanan, Candi Sewu, Kompleks Ratu Boko, Candi Sojiwan, dan Candi Plaosan; selain candi-candi lain yang lebih kecil.

Ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Maguwo, terdapat Stasiun Kalasan yang sudah tidak aktif sejak jalur ganda lintas Kutoarjo-Solo dioperasikan.

Untuk mendukung pengoperasian jalur ganda, sistem persinyalan mekanik di stasiun ini diganti dengan sistem persinyalan elektrik buatan PT Len Industri (Persero) yang sudah dipasang sejak tahun 2013 dan baru mulai dioperasikan pada tanggal 1 Oktober 2018.[9][10]

Sejak tahun 2020 stasiun ini juga dilengkapi listrik aliran atas (LAA) sebagai bagian dari elektrifikasi jalur Yogyakarta - Solo Balapan.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

KRL Commuter Line[sunting | sunting sumber]

Y Yogyakarta Line, tujuan Yogyakarta dan tujuan Solo

Barang[sunting | sunting sumber]

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 27 Mei 2006, terjadi gempa bumi yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Gempa tersebut juga meruntuhkan bangunan Stasiun Brambanan. Hanya lantai, kamar mandi, dan ruang sinyal saja yang tersisa.[8]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ PT Kereta Api Indonesia (Persero) (2018). Selayang Pandang Daop 6 Yogyakarta (PDF). e-PPID PT Kereta Api Indonesia. 
  3. ^ "Mulai 20 Juni KA Prameks Berhenti di Stasiun Brambanan". Tribun Jogja. 20 Juni 2016. Diakses tanggal 14 Agustus 2017. 
  4. ^ "Tabel jarak stasiun kereta api Indonesia 1950" (PDF). Studiegroep Zuid-West Pacific. Diakses tanggal 14 Agustus 2017. 
  5. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api 2004
  6. ^ "Uji Coba Rel Ganda Yogya-Solo Bikin Bikers Senewen". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  7. ^ "Rel Ganda Yogyakarta-Solo Diresmikan". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2003-12-15. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  8. ^ a b "Stasiun Prambanan Roboh, Rel Terangkat". Detikcom. 27 Mei 2006. Diakses tanggal 14 Agustus 2017. 
  9. ^ "Len Tandatangani Dua Kontrak dengan Nilai Total Rp 464 Milyar | PT Len Industri (Persero)" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-02-12. 
  10. ^ Mohamad, Ardyan (21 Juni 2013). "Kalahkan Siemens, BUMN Elektronik Raup Pendapatan Rp23 Triliun". Merdeka.com. Diakses tanggal 5 Oktober 2017. Saat ini, masih ada pesanan proyek dari Kemenhub untuk menggarap persinyalan kereta di jalur Jogja-Solo, Duri-Tangerang, dan Parung-Maja. 
Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kalasan
ke arah Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari–Solo Balapan Srowot
ke arah Solo Balapan