Stasiun Bekasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Bekasi
Kereta Api Indonesia KAI Commuter
C21

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun BKS.png
Stasiun BKS, Nov21.jpg
Stasiun Bekasi dan sisi selatan yang masih dalam pembangunan, November 2021
LokasiNasional 1 di {{Rute/Kode daerah Jalan Ir. H. Juanda (pintu selatan)
Jalan Perjuangan (pintu utara)
Marga Mulya, Bekasi Utara, Bekasi, Jawa Barat 17142
Indonesia
Koordinat6°14′10.2″S 106°59′58.0″E / 6.236167°S 106.999444°E / -6.236167; 106.999444Koordinat: 6°14′10.2″S 106°59′58.0″E / 6.236167°S 106.999444°E / -6.236167; 106.999444
Ketinggian+19 m
OperatorKereta Api Indonesia
Daerah Operasi I Jakarta
KAI Commuter
Letak dari pangkalkm 26+652 lintas JakartaJatinegaraCikampek[1]
Jumlah peronEmpat peron pulau yang sama-sama tinggi
Jumlah jalur8
  • jalur 1: sepur belok kereta api antarkota arah Jatinegara
  • jalur 2: sepur lurus kereta api antarkota arah Jatinegara (jalur DDT)
  • jalur 3: sepur lurus kereta api antarkota arah Cikarang–Cikampek (jalur DDT)
  • jalur 4: sepur belok KRL tujuan Bekasi/Cikarang dan juga kereta api antarkota
  • jalur 5: sepur lurus KRL arah Jatinegara
  • jalur 6: sepur lurus KRL arah Cikarang
  • jalur 7: sepur belok KRL tujuan Bekasi/Cikarang
  • jalur 8: sepur simpan/jalur badug
Konstruksi
Akses difabelYa
Informasi lain
Kode stasiun
  • BKS
  • 0504
[2]
KlasifikasiBesar[2]
Sejarah
DibukaMaret 1887 (BOS)[4]
Nama sebelumnyaStation Bekassie[3]
Operasi layanan
Argo Muria (reguler & tambahan), Argo Sindoro Tambahan, Argo Parahyangan (reguler & tambahan), Gajayana Tambahan (arah Jakarta), Purwojaya, Argo Cheribon, Pangandaran (arah Jakarta), Singasari, Gaya Baru Malam Selatan (arah Jakarta), Jayabaya (arah Jakarta), Brantas (reguler & tambahan, arah Jakarta), Gumarang (arah Jakarta), Senja Utama Solo (arah Jakarta), Mataram (arah Jakarta), Bogowonto, Gajahwong (arah Jakarta), Senja Utama YK (arah Jakarta), Sawunggalih (arah Jakarta), Tawang Jaya Premium, Kutojaya Utara, Jayakarta, Kertajaya (reguler & tambahan), Menoreh, Tegal Bahari (arah Jakarta), Airlangga, Matarmaja (arah Jakarta), Bengawan, Progo (arah Jakarta), Serayu (kecuali jadwal malam arah Purwokerto), Cikuray, dan KRL Commuter Line
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Kranji
ke arah Cikarang
Lin Lingkar Cikarang
Full racket
Cikarang-Manggarai-Cikarang via Pasar Senen
Bekasi Timur
ke arah Cikarang
Kranji
ke arah Angke
Lin Lingkar Cikarang
Kranji Lin Lingkar Cikarang
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Jalur difabel 
Tipe persinyalan
  • Elektrik tipe Alstom Solid State Interlocking (1994–2017)[5]
  • Elektrik tipe Kyosan K5B (2017—sekarang)[6]
Lokasi pada peta

Stasiun Bekasi (BKS) adalah stasiun kereta api kelas besar yang terletak di Marga Mulya, Bekasi Utara, Kota Bekasi; pada ketinggian +19 meter, termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta. Stasiun ini melayani ribuan penumpang penglaju menuju wilayah Jabodetabek dengan KRL Commuter Line dan terdapat bekas depo KRL di sebelah barat stasiun. Sebagai stasiun yang terletak di jalur utama KA lintas utara Jawa, stasiun ini juga menjadi salah satu stasiun tersibuk karena dilintasi KA dari wilayah Jabodetabek dengan berbagai tujuan di Jawa. Walaupun demikian, sebagian besar KA lintas kota tidak berhenti di sini, hanya disinggahi beberapa KA antarkota yang berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada Maret 1887, jalur kereta api ruas Batavia–Bekasi selesai dibangun oleh Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij (BOS).[4] Pada awalnya, BOS memutuskan untuk membangun jalur kereta apinya dari Batavia hingga Karawang, tetapi yang terwujud adalah Batavia–Kedunggedeh (di sebelah barat Karawang). Perusahaan ini sempat mengalami permasalahan utang, sehingga Staatsspoorwegen memilih untuk membeli jalur BOS pada 1898.[7] Dengan dibelinya jalur ini, maka stasiun-stasiun di lintas ini juga ditingkatkan, yaitu dengan mengganti bangunan stasiun dengan bangunan yang lebih permanen dan masih mengusung gaya Indische—seperti stasiun lainnya di jalur SS kala itu—serta jalur diperpanjang hingga Karawang, kemudian Cikampek pada 27 Desember 1902.[8]

Stasiun Bekasi menjadi saksi bisu peristiwa sejarah di tepi Kali Bekasi. Dari stasiun ini para tentara Jepang yang ditawan disiksa di sungai tersebut pada 19 Oktober 1945. Perwira angkatan laut Jepang, Laksamana Muda Maeda, tidak terima atas penyiksaan itu, namun akhirnya memaafkan. Untuk memperingati peristiwa bersejarah tersebut, maka didirikanlah Monumen Peringatan Kali Bekasi.[9]

Untuk mendukung pengoperasian KRL Jabotabek di Bekasi, Perumka mendirikan gardu listrik aliran atas pada September–November 1992. Sejak saat itu, KRL Jabotabek dapat beroperasi di lintas ini.[2]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Stasiun Bekasi pada awalnya memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 1 dan 4 merupakan sepur lurus yang terlihat seperti di Stasiun Depok ditambah jalur-jalur bongkar muat angkutan batu bara di sisi barat daya emplasemen.

Pembangunan jalur dwiganda ruas ManggaraiCikarang dilakukan sehingga jalur utama kereta api bertambah menjadi empat. Hal ini dilakukan supaya melancarkan perjalanan KRL Commuter Line dan KA barang maupun penumpang non KRL sehingga tidak saling terganggu.[10]

Terkait dengan pembangunan jalur dwiganda ini, PT KAI, KCI (sekarang KAI Commuter), Pemkot Bekasi, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian memutuskan untuk merenovasi stasiun ini. Selain itu, tata letak jalur di stasiun ini dirombak besar-besaran. Bangunan baru stasiun ini mengusung konsep minimalis modern dan dibuat menjadi stasiun bertingkat seperti stasiun-stasiun lainnya di jalur Cikarang–Klender. Ciri khas bangunan stasiun peninggalan Staatsspoorwegen sudah tidak terlihat karena terdampak renovasi yang dilakukan tersebut. Ketika bangunan stasiun baru di sisi selatan rampung dikerjakan, lahan bekas jalur bongkar muat angkutan batu bara di stasiun ini sudah diubah menjadi emplasemen jalur tambahan untuk KRL CommuterLine dan menonaktifkan sementara jalur 1-3 untuk melanjutkan pembuatan bangunan stasiun baru di sisi utara.

Setelah bangunan stasiun baru di sisi utara rampung dikerjakan dan juga jalur dwiganda ruas Cakung–Bekasi dioperasikan pada pertengahan Desember 2022, jumlah jalur di stasiun ini bertambah menjadi delapan. Jalur 2 dijadikan sepur lurus kereta api non KRL arah Jatinegara, jalur 3 dijadikan sepur lurus kereta api non KRL arah Cikarang–Cikampek, jalur 5 dijadikan sepur lurus KRL Commuter Line arah Jatinegara, dan jalur 6 dijadikan sepur lurus KRL Commuter Line arah Cikarang. Jalur 1-3 digunakan untuk pemberhentian kereta api penumpang jarak jauh, jalur 4 dapat digunakan untuk pemberhentian kereta api penumpang jarak jauh maupun KRL, jalur 5-7 digunakan untuk KRL, dan jalur 8 untuk parkir rangkaian kereta api.[11] Jalur dwiganda berujung di sebelah timur stasiun ini, tepatnya di perlintasan sebidang sebelah timur Jembatan Sungai Bekasi.

Bangunan ini memiliki luas 3.600 m² dilengkapi dengan musala, toilet, eskalator, dan lift.[12]

PapanKeretaApi 2020.svg

KRL CL icon.svgKAJJ icon.svg C21 PapanNamaStasiunKomuter BKS.svg

1 Bangunan stasiun sisi utara
G Jalur 1 Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota dari dan ke arah Jatinegara
Peron pulau
Jalur 2 Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota dari arah timur menuju Jatinegara

Sepur lurus langsung arah Jatinegara (via DDT)

Jalur 3 Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota dari arah Jatinegara

Sepur lurus langsung arah Cikarang–Cikampek (via DDT)

Peron pulau
Jalur 4 Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota dari dan ke arah Jatinegara

(Kranji)      Lin Lingkar Cikarang

Peron pulau
Jalur 5 (Kranji)      Lin Lingkar Cikarang

Sepur lurus langsung arah Jatinegara

Jalur 6      Lin Lingkar Cikarang (Bekasi Timur)

Sepur lurus langsung arah Cikampek

Peron pulau
Jalur 7      Lin Lingkar Cikarang (Bekasi Timur)
Jalur 8 Sepur simpan
1 Bangunan stasiun sisi selatan

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Pada 1 Maret 2012, PT KAI sempat menerapkan kebijakan bahwa semua KA jarak jauh dan menengah tidak berhenti di stasiun ini.[13] Namun pada 1 Juli 2013, diberlakukan keputusan yang memungkinkan beberapa KA jarak jauh dan menengah untuk menaikturunkan penumpang di stasiun ini.[14]

Mulai 19 Juni 2018, beberapa jadwal perjalanan KRL Bandara Soekarno-Hatta sempat dilakukan pemanjangan lintas pelayanan sehingga menjangkau wilayah Bekasi.[15][16] Akan tetapi, perjalanannya kembali dipangkas menjadi Sudirman BaruBandara Soekarno-Hatta pp untuk optimalisasi pelayanan. Menurut hasil evaluasi yang dilakukan oleh PT Railink, perjalanan KRL Bandara saat melintasi Stasiun Manggarai sering mengalami keterlambatan akibat terkendala kesiapan infrastruktur stasiun yang saat itu masih dalam serangkaian renovasi.[17][18]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Jalur Nama kereta api Kelas Tujuan akhir Keterangan
Lintas selatan Jawa Argo Parahyangan (reguler & tambahan) Eksekutif Gambir Hanya jadwal pagi (KA 45) dan sore (KA 51A)
Bandung Hanya jadwal siang (KA 50F)
Purwojaya Gambir
Cilacap
Gajayana Tambahan Gambir
Argo Parahyangan (reguler & tambahan) Eksekutif dan ekonomi premium Hanya jadwal siang (KA 39 & 47F) dan malam (KA 53F)
Bandung Hanya jadwal siang (KA 48F & 52A)
Pangandaran Gambir

Dihentikan sementara


Senja Utama Solo Pasar Senen
Mataram
Bogowonto
Lempuyangan
Senja Utama Yogya Pasar Senen
Sawunggalih
Gaya Baru Malam Selatan Eksekutif dan ekonomi
Gajahwong Lempuyangan

Dihentikan sementara


Singasari Blitar
Pasar Senen
Jayakarta Ekonomi premium Surabaya Gubeng
Pasar Senen
Kutojaya Utara Kutoarjo
Jakarta Kota
Cikuray Ekonomi Pasar Senen
Garut
Progo Pasar Senen Terkadang ditambahkan kelas eksekutif
Bengawan Purwosari
Pasar Senen
Serayu Purwokerto Via Kiaracondong

Kecuali jadwal malam arah Purwokerto.

Pasar Senen
Lintas tengah Jawa Jayabaya Eksekutif dan ekonomi Dari Malang via Surabaya Pasarturi
Brantas Dari Blitar via MadiunSemarang Tawang
Brantas Tambahan Ekonomi Dari Blitar via MadiunSemarang Tawang.

Dijalankan pada hari tertentu.

Matarmaja Dari Malang via MadiunSemarang Tawang
Lintas utara Jawa Argo Muria (reguler & tambahan) Eksekutif Semarang Tawang
Gambir
Argo Sindoro Tambahan Semarang Tawang
Argo Cheribon Eksekutif dan bisnis Gambir Hanya jadwal malam

Dijalankan pada hari tertentu

Cirebon
Gumarang Pasar Senen
Argo Cheribon (Tegal–Gambir pp) Eksekutif dan ekonomi Gambir Hanya jadwal pagi dan sore hari
Tegal
Argo Cheribon (Cirebon–Gambir pp) Gambir Hanya jadwal pagi dan siang hari
Cirebon Hanya jadwal pagi dan malam hari
Tawang Jaya Premium Pasar Senen Terkadang ditambahkan kelas eksekutif.
Semarang Tawang
Kertajaya Ekonomi premium Pasar Senen
Surabaya Pasarturi
Menoreh Ekonomi Jakarta Kota

Dijalankan pada hari tertentu


Semarang Tawang
Tegal Bahari Pasar Senen Terkadang ditambahkan kelas eksekutif.
Airlangga Surabaya Pasarturi
Pasar Senen
Kertajaya Tambahan Surabaya Pasarturi Dijalankan pada hari tertentu.
Pasar Senen

Komuter[sunting | sunting sumber]

Nama kereta api Tujuan akhir Keterangan
C Lin Lingkar Cikarang (half racket) Cikarang
Angke
Kampung Bandan
C Lin Lingkar Cikarang (Cikarang–Jatinegara–Pasar Senen–Kampung Bandan–Manggarai–Jatinegara–Cikarang) Cikarang Perjalanan berlawanan arah jarum jam
C Lin Lingkar Cikarang (Cikarang–Jatinegara–Manggarai–Kampung Bandan–Kemayoran–Jatinegara–Cikarang) Perjalanan searah jarum jam

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
Koperasi Angkutan Bekasi (Koasi) Kota Bekasi[19] K01 Aren Jaya-Terminal Pulo Gadung
K02 Terminal Bekasi-Pasar Pondok Gede
K04 Terminal Bekasi-Kayuringin Jaya
K05 Terminal Bekasi-Jakasetia (via K.H. Noer Ali)
K05A Terminal Bekasi-Jakasetia (via Pemuda-Patriot)
K07 Terminal Bekasi-Harapan Jaya
K09B Kayuringin Jaya-Teluk Pucung
Trans Patriot 01 Pasar Modern Harapan Indah-Terminal Bekasi
02 Pasar Alam Vida-Summarecon Mal Bekasi
03 Pasar Sumber Arta-Pasar Tradisional Wisma Asri

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b c Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Aegi, ed. (2009-11-05). "Menggali Jejak Stasiun Batavia Noord dan Batavia Zuid". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-08-05. 
  4. ^ a b Archiv Für Eisenbahnwesen. 48. 1925. 
  5. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2020-02-27. Diakses tanggal 2020-05-09. 
  6. ^ Rahayu, Juwita Trisna. Galiartha, Gilang, ed. "Sistem persinyalan Manggarai-Jatinegara diperbarui". ANTARA News. Diakses tanggal 2019-02-27. 
  7. ^ van der Stok, P.J.C. (1913). Gouvernements-exploitatie in Nederlandsch-Indië. Amsterdam: Electrische Drukkerij het Vanderland. 
  8. ^ Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 1921–1932. 
  9. ^ Wirayudha, Randy. "NEWS STORY: Kisah Stasiun Bekasi Jadi Saksi Pembantaian Puluhan Serdadu Jepang". Okezone.com. Diakses tanggal 2019-09-08. 
  10. ^ Antara (2018-03-03). Luciana, Anisa, ed. "Dikebut, Pembangunan DDT Manggarai-Cikarang Ditarget Rampung 2020". Tempo.co. Diakses tanggal 2018-05-13. 
  11. ^ "Renovasi Stasiun Bekasi akan Diperluas Dua Kali Lipat". Republika Online. 2019-11-26. Diakses tanggal 2020-06-16. 
  12. ^ Mawardi, Isal. "Revitalisasi Stasiun Bekasi, Fasilitas Dibuat Ramah bagi Penumpang Difabel". detikcom. Diakses tanggal 2020-06-16. 
  13. ^ "Warga Minta KA Berhenti di Stasiun Bekasi - Poskota News". Poskota News. 2012-03-09. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-05-14. Diakses tanggal 2018-05-13. 
  14. ^ "11 KA Berhenti di Stasiun Bekasi - Poskota News". Poskota News. 2013-07-08. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-05-13. Diakses tanggal 2018-05-13. 
  15. ^ Purba, David Oliver (18 Juni 2018). Maharani, Dian, ed. "Besok, KA Bandara Mulai Diuji Coba dari Stasiun Bekasi". Kompas.com. Diakses tanggal 19 Juni 2018. 
  16. ^ "Hari Ini Railink Uji Coba Operasi KA Bekasi-Bandara Soetta". BeritaSatu.com. 19 Juni 2018. Diakses tanggal 19 Juni 2018. 
  17. ^ "Minggu, PT Railink Hentikan Operasional Kereta Bekasi-Bandara Soetta". Sindonews.com. Diakses tanggal 2019-09-08. 
  18. ^ Iswinarno, Chandra (2019-09-06). "Operasional Kereta Bandara Soetta Dari dan Menuju Bekasi Dihentikan". Suara.com. Diakses tanggal 2019-09-08. 
  19. ^ "Trayek Angkot di Bekasi". Info Bekasi. Diakses tanggal 27 Juni 2018. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kranji
ke arah Rajawali
Rajawali–Cikampek Bekasi Timur
ke arah Cikampek