Kereta api Argo Parahyangan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Argo Parahyangan
Papan Nama KA Argo Parahyangan Khas Daop 2.png
Argo Parahyangan ls ex JPL 52 Cipinang.jpg
Kereta api Argo Parahyangan saat melintas di JPL 52, Pisangan Timur, Pulo Gadung, Jakarta Timur
Informasi umum
Jenis layananKereta api jarak menengah
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi II Bandung
Daerah Operasi I Jakarta
PendahuluParahyangan (1971-2010)
Argo Gede (1995-2010)
Mulai beroperasi27 April 2010
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang12.000 penumpang per hari (rata-rata)
Lintas pelayanan
Stasiun awalKiaracondong
Bandung
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirGambir
Jarak tempuhsekitar 170 km hingga 180 km
Waktu tempuh reratasekitar 3 jam 15 menit hingga 4 jam 15 menit
2 jam 50 menit (Argo Parahyangan Excellence)
Frekuensi perjalananTigabelas kali dalam satu perjalanan pulang pergi di hari biasa dan sampai 15 kali dalam satu perjalanan pulang pergi di akhir pekan dan hari libur nasional
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasLuxury, priority, eksekutif, dan ekonomi premium/plus
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 26 tempat duduk disusun 1-2 (luxury)
    kursi dapat diputar dan direbahkan hingga 180°
  • 28 tempat duduk disusun 2-2 (priority)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80 tempat duduk disusun 2-2. Sebanyak 40 kursi ke arah depan dan 40 ke arah belakang (kelas ekonomi premium)
    kursi dapat direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks dengan tirai dan lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasionalrata-rata 60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal35-56 & 68A-69A (reguler)
65F-67F & 70F (fakultatif)
7001A-7002A & 7030A (tambahan)
Peta rute
Lintas KA Jalur Selatan
Untuk KA:
Ke Kertosono via Kediri
Malang
Lawang
Ke Pasuruan, Banyuwangi
Bangil
Ke Tarik
Sidoarjo
Ke SBI, SB Kota
Surabaya Gubeng, Wonokromo
Jalan Tol Surabaya-Gempol
Jalan Tol Surabaya-Mojokerto
Sepanjang
Kedinding
Ke Sidoarjo
Jembatan Kali Porong
Mojokerto
Jombang
Ke Malang
Jembatan Kali Brantas
Kertosono
Nganjuk
Caruban
Madiun
Ngawi
Walikukun
Jawa Timur
Jawa Tengah
Sragen
Jembatan Bengawan Solo
Ke Gundih, Semarang
Solo Balapan
Ke Wonogiri
Purwosari
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jembatan Kali Opak
Lempuyangan
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Ke Purworejo
Kutoarjo
Kebumen
Gombong
Terowongan Ijo
Ijo
Kroya
Ke Purwokerto, Cirebon
Maos
Jembatan Kali Serayu
ke Cilacap
Jeruklegi
Sidareja
Meluwung
Banjar
Karangpucung
Ciamis
Jembatan Cirahong
Tasikmalaya
Cipeundeuy
Ke Garut
Cibatu
Jembatan Sungai Cimanuk
Leles
Cicalengka
Jalan Tol Padalarang-Cileunyi
Kiaracondong
Bandung
Cimahi
Ke Bogor via Cianjur, Sukabumi
Jalan Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang
Jembatan Cibisoro
Jembatan Cikubang
Jalan Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang
Terowongan Sasaksaat
Purwakarta
Ke Cirebon
Bekasi KRL Icon Blue.svg
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk7.png Roundeltjk5.png Roundeltjk10.png Roundeltjk11.png
Ke Pasar Senen
Ke Tanah Abang
Ke Bogor
Gambir Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk7.png
Ke Jakarta Kota

Keterangan:

  • Argo Wilis, Turangga, Pasundan berterminus di Stasiun Surabaya Gubeng
  • Argo Parahyangan berterminus di Stasiun Bandung
  • Pangandaran berterminus di Stasiun Banjar
  • Pasundan, Galunggung dan Argo Parahyangan (38/42/7030A) berterminus di Stasiun Kiaracondong
  • Stasiun Cipeundeuy Wajib berhenti untuk Kereta api Jarak Jauh ataupun Kereta Lokal
  • Turangga dan Pasundan juga berhenti di stasiun yang bertanda bolong merah ataupun hitam
  • Mutiara Selatan juga berhenti di stasiun bertanda bolong hitam
  • Pasundan juga berhenti di stasiun yang ditulis miring
  • Argo Wilis hanya berhenti di stasiun yang bertuliskan besar
  • KA 104/105 Mutiara Selatan dan Turangga tidak berhenti di Stasiun Maos
  • Hanya KA 37A/43/47/7001A Argo Parahyangan yang mengawali perjalanannya di Stasiun Kiaracondong
  • Hanya KA 37A/43/49 Argo Parahyangan yang berhenti di Stasiun Purwakarta
  • Hanya KA 38/43 Argo Parahyangan yang berhenti di Stasiun Cikampek
  • Hanya KA 7006 Pangandaran (arah Banjar) yang berhenti di Stasiun Bekasi dan Stasiun Purwakarta

Kereta api Argo Parahyangan (aksara Sunda: ᮃᮁᮌᮧᮕᮛᮠᮡᮍᮔ᮪) merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi premium/ekonomi plus yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melayani lintas Kiaracondong/BandungGambir dan sebaliknya. Ia menawarkan pilihan perjalanan pada pagi hingga malam hari untuk kedua arah serta menempuh jarak sekitar 169 km dalam waktu rata-rata 3 jam.

Asal usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama "Parahyangan" (bahasa Sunda: ᮕᮛᮠᮡᮀᮍᮔ᮪, translit. Parahyangngan), dan Preanger pengejaan bahasa Belanda, merujuk pada suatu daerah pegunungan tempat kebudayaan Suku Sunda tumbuh dan berkembang di wilayah Jawa bagian Barat. Kata Parahyangan berasal dari kata rahyang yang mendapatkan awalan pa- dan akhiran -an yang berarti "tempat bersemayam para rahyang—roh nenek moyang atau dewa".[1]

Parahyangan juga dapat berasal dari Carita Parahyangan, salah satu naskah berbahasa Sunda kuno yang membahas sejarah raja-raja Jawa dan Sunda. Sementara merek Argo yang merupakan turunan dari kereta api Argo Gede dengan relasi sama menunjukkan kelas layanan eksekutif yang diharapkan dapat memberikan kepuasan pelanggan. Penggabungan dua unsur tersebut diharapkan akan menumbuhkan kebanggaan bagi setiap penumpangnya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Parahyangan mulai beroperasi pada 27 April 2010—merupakan penggabungan layanan kereta api dengan lintas pelayanan yang sama, yaitu Argo Gede dan Parahyangan.

Kereta api Parahyangan (1971–2010)[sunting | sunting sumber]

Tampak dalam kereta api Parahyangan kelas eksekutif, 2006

Perusahaan Nasional Kereta Api (PNKA) meluncurkan kereta api Parahyangan pada 31 Juli 1971 dengan layanan kelas bisnis dan eksekutif untuk menempuh perjalanan dari Bandung menuju Jakarta dalam waktu dua jam tiga menit.[2]

Saat awal pengoperasiannya, kereta api ini sering beroperasi dengan lokomotif BB301 sebagai penarik. Lokomotif BB304 sempat dioperasikan sebagai penarik sebelum tergantikan oleh lokomotif CC201.[3]

Pada tahun 1980-an, kereta api Parahyangan sempat menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian menuju Jakarta maupun Bandung—hal ini dapat dibuktikan adanya pengoperasian kereta api Parahyangan dengan empat belas kereta dalam satu rangkaian.[3]

Pada tahun 2005, kereta api Parahyangan sempat beroperasi dengan membawa dua kereta kelas eksekutif dan tiga kereta kelas bisnis dalam satu rangkaian sebagai dampak penurunan okupansi penumpang akibat pengoperasian jalan tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang (Cipularang)—perjalanan Jakarta–Bandung saat itu lebih cepat apabila ditempuh melalui jalan tol. Untuk meningkatkan okupansi penumpang, PT KAI sempat memberlakukan diskon tarif mulai 7 Maret 2008[4] sebelum layanan kereta api ini dihentikan pada 27 April 2010.[5]

Kereta api Argo Gede (1995–2010)[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Gede saat melintas di Jembatan Cirangrang, Bandung Barat, 2009

Kereta api Argo Gede merupakan layanan kereta api Argo pertama yang beroperasi mulai 31 Juli 1995. Pengoperasian kereta api ini diresmikan di Stasiun Gambir oleh Perumka bersamaan dengan peresmian kereta api Argo Bromo JS-950.[6] Selama pengoperasiannya, kereta api Argo Gede menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Bandung selama 2,5 jam dan beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan PT INKA keluaran 1995.[7]

Nama "Argo Gede" diambil dari Gunung Gede, salah satu gunung di Jawa Barat.

PT KA meluncurkan layanan kereta api Argo Gede II pada 20 Mei 2001—bersama dengan peluncuran kereta api Argo Muria II dan Gumarang—untuk menambah jumlah perjalanan lintas Jakarta–Bandung.[8]

Beberapa layanan kereta api lintas Jakarta–Bandung mengalami penurunan okupansi akibat pengoperasian jalan tol Cipularang pada 2005. Walaupun demikian, tingkat okupansi kereta api Argo Gede lebih tinggi jika dibandingkan dengan kereta api Parahyangan.[9]

Kereta api Argo Parahyangan[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api kelas bisnis dan eksekutif (2010–2016)[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Parahyangan saat melintas di Tikungan Padalarang, 2011

Kereta api Argo Parahyangan merupakan hasil peleburan layanan kereta api Argo Gede dan Parahyangan sejak 26 April 2010 serta hasil tanggapan dari PT KAI atas kekecewaan masyarakat setelah pengoperasian kereta api Parahyangan dihentikan.[10] Kereta api Argo Parahyangan sempat beroperasi dengan rangkaian kereta yang terdiri dari tiga sampai empat kereta kelas eksekutif (bekas kereta api Argo Gede) dan dua sampai tiga kereta kelas bisnis (bekas kereta api Parahyangan).

Karena permintaan masyarakat akan layanan kelas eksekutif lebih tinggi dari kelas bisnis, maka dilakukan penghapusan layanan kelas bisnis pada beberapa perjalanan sehingga hanya melayani kelas eksekutif mulai 30 Desember 2011. Hingga tahun 2016, kereta api tersebut memiliki dua jenis layanan, yaitu layanan kelas eksekutif dan layanan kelas campuran (eksekutif-bisnis).

Sejak tidak diberlakukan kebijakan kereta aling-aling pada pertengahan tahun 2016, perjalanan kereta api Argo Parahyangan—sebelumnya dilakukan perubahan layanan—kembali melayani kelas bisnis (atau kelas ekonomi).

Layanan kereta api kelas ekonomi dan eksekutif (2016–2017)[sunting | sunting sumber]

Sejak 25 Oktober 2016, kereta api Argo Parahyangan dilakukan perubahan layanan pada kelas bisnis menjadi kelas ekonomi plus. Rangkaian kereta kelas ekonomi plus yang digunakan berupa rangkaian kereta buatan PT INKA keluaran 2016—pernah digunakan untuk pengoperasian kereta api Mutiara Selatan maupun kereta api lain yang dikritik masyarakat karena alasan kenyamanan, yaitu jarak antarkursi yang sempit[11][12]—sehingga kereta api ini mulai melayani kelas eksekutif dan ekonomi plus.[13] Selain itu, dilakukan penambahan jumlah perjalanan karena okupansi semakin tinggi.

Pengoperasian kereta api mulai 2017–sekarang[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Parahyangan melintas langsung Stasiun Manggarai, 2018
Tampak dalam kereta api Argo Parahyangan kelas eksekutif setelah dilakukan penggantian rangkaian kereta mulai 2019

Pada rentang tahun 2017 hingga 2019, kereta api ini mulai beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan PT INKA kelas ekonomi premium keluaran 2017 dan kelas eksekutif berbahan baja nirkarat keluaran 2018 pada layanan kereta api tambahan. Selain itu, kereta api ini mulai melayani layanan priority pada 9 Maret 2018.[14]

Kereta api Argo Parahyangan reguler dilakukan penggantian rangkaian kereta secara keseluruhan dengan rangkaian kereta buatan PT INKA berbahan baja nirkarat mulai tahun 2019.

PT KAI meluncurkan layanan kereta api dengan waktu tempuh yang lebih singkat (2 jam 50 menit), yaitu Argo Parahyangan Excellence, mulai 1 Oktober 2019.[15]

Sesuai dengan grafik perjalanan kereta api (gapeka) tahun 2019, kereta api ini berjalan sebelas kali pulang-pergi reguler dan tiga kali perjalanan kereta api fakultatif. Hingga saat ini, rangkaian kereta api Argo Parahyangan yang digunakan untuk perjalanan tambahan masih menggunakan rangkaian dari kereta api Harina, Sembrani, dan lain-lain. Selain itu, peran kereta api Argo Parahyangan pun didukung oleh perpanjangan lintas pelayanan pada kereta api Argo Wilis, Turangga, dan Mutiara Selatan hingga Stasiun Gambir.

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini berkisar antara Rp350.000,00 untuk kelas luxury, Rp290.000,00 untuk kelas priority, Rp150.000,00-Rp175.000,00 untuk kelas eksekutif, dan Rp110.000,00-Rp125.000,00 untuk kelas ekonomi premium. Tarif ini berlaku secara merata untuk semua stasiun pemberhentian.

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Lintas pelayanan Kiaracondong/BandungGambir pp.
Lokomotif CC206
Rangkaian Rangkaian reguler dan fakultatif
1 kereta kelas priority (K1 BD) + 5 kereta kelas eksekutif (K1 2018 BD) + 1 kereta makan (M1 2018 BD) + 4 kereta kelas ekonomi premium (K3 2018 BD) + 1 kereta pembangkit (P 2018 BD)


Rangkaian reguler dan tambahan
4 kereta kelas ekonomi plus (K3 2016 BD) + 1 kereta makan (M1 BD) + 4 kereta kelas eksekutif (K1 2001 BD) + 1 kereta pembangkit (P BD)

Rangkaian milik kereta api Harina
3 kereta kelas ekonomi premium (K3 2018/2019 BD) + 1 kereta makan (M1 2018/2019 BD) + 5 kereta kelas eksekutif (K1 2018/2019 BD) + 1 kereta pembangkit (P BD)

Rangkaian bergulir dengan kereta api Pangandaran
4 kereta kelas ekonomi premium (K3 2018/2019 BD/JAKK) + 1 kereta makan (M1 2018/2019 BD/JAKK) + 4 kereta kelas eksekutif (K1 2018/2019 BD/JAKK) + 1 kereta pembangkit (P BD/JAKK)

Rangkaian milik Dipo Jakarta Kota (JAKK)
5 kereta kelas eksekutif (K1 2018/2019 JAKK) + 1 kereta makan (M1 2018 JAKK) + 4 kereta kelas ekonomi premium (K3 2018/2019 JAKK) + 1 kereta pembangkit (P JAKK)

Rangkaian milik kereta api Sembrani
1 kereta kelas luxury (K1 2019 SBI) + 4 kereta kelas eksekutif (K1 2016 SBI) + 1 kereta makan (M1 2016 SBI) + 4 kereta kelas eksekutif (K1 2016 SBI) + 1 kereta pembangkit (P)

Catatan :

  • Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu
  • Beberapa layanan kereta api ini ditambah kereta priority

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal perjalanan kereta api Argo Parahyangan per 10 Juli 2020 (revisi Gapeka 2019).

Catatan: Kereta api fakultatif beroperasi pada hari-hari tertentu

  • Kereta api reguler
Argo Parahyangan
(Kiaracondong/Bandung – Gambir)
Stasiun KA 35* KA 37A KA 39 KA 41 KA 43 KA 45 KA 47 KA 49 KA 51 KA 53 KA 55 KA 69A
Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Kiaracondong - 04.35 - 13.30 - 17.45
Bandung - 04.20 04.45 04.55 - 06.45 - 11.35 13.40 13.50 - 15.00 17.55 18.10 - 20.45 - 22.05 - 09.10 - 11.10 - 19.30
Cimahi Ls Ls 05.06 05.08 06.56 06.58 11.46 11.50 14.01 14.03 15.11 15.13 18.21 18.25 20.56 20.59 22.16 22.18 09.21 09.25 11.21 11.23 19.42 19.46
Purwakarta Ls Ls 06.29 06.39 Ls Ls Ls Ls 15.25 15.28 Ls Ls Ls Ls 22.21 22.25 Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls
Cikampek Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls 15.48 15.50 Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls
Bekasi Ls Ls 07.46 07.48 09.36 09.38 14.21 14.23 16.37 16.39 17.39 17.41 20.52 20.54 23.30 23.32 00.47 00.49 12.01 12.03 13.55 13.57 22.23 22.25
Jatinegara Ls Ls 08.05 08.07 09.54 09.56 14.42 14.44 16.58 17.00 17.59 18.01 21.14 21.16 23.48 23.50 01.05 01.07 12.22 12.24 14.13 14.15 22.41 22.43
Gambir 07.10 - 08.22 - 10.12 - 15.00 - 17.16 - 18.17 - 21.31 - 00.06 - 01.23 - 12.40 - 14.31 - 22.59 -
Argo Parahyangan
(Gambir – Bandung/Kiaracondong)
Stasiun KA 38 KA 40 KA 42 KA 44* KA 46 KA 48 KA 50 KA 52 KA 54 KA 56A KA 68A
Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Gambir - 06.15 - 08.55 - 10.45 - 15.40 - 17.45 - 18.45 - 22.05 - 22.55 - 13.10 - 07.10 - 14.25
Bekasi 06.46 06.48 09.26 09.28 11.15 11.17 Ls Ls 18.16 18.18 19.16 19.18 22.35 22.37 23.25 23.27 13.41 13.43 07.43 07.45 14.58 15.00
Cikampek 07.35 07.38 Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls Ls
Cimahi 09.36 09.38 12.00 12.02 13.56 13.58 Ls Ls 20.46 20.48 21.53 21.57 01.14 01.16 01.52 01.54 16.20 16.22 10.18 10.20 17.37 17.39
Bandung 09.49 10.10 12.13 - 14.09 14.23 18.30 - 20.59 - 22.08 - 01.27 - 02.05 - 16.33 - 10.31 - 17.51 -
Kiaracondong 10.20 - 14.28 -
Keterangan:
  • Tanda (*) adalah jadwal perjalanan kereta api Argo Parahyangan Excellence
  • Tanda "Ls" menunjukkan kereta api berjalan langsung di stasiun tersebut
  • Kereta api tambahan
Argo Parahyangan
(Kiaracondong – Bandung – Gambir)
Argo Parahyangan
(Gambir – Bandung/Kiaracondong)
Stasiun KA 7001A Stasiun KA 7002A KA 7030A
Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Kiaracondong - 15.25 Gambir - 19.45 - 07.50
Bandung 15.35 16.00 Bekasi 20.13 20.15 Ls Ls
Cimahi 16.11 16.13 Cimahi 22.54 22.56 11.06 11.08
Bekasi 18.38 18.40 Bandung 23.07 - 11.19 11.32
Jatinegara 18.56 18.58 Kiaracondong 11.42 -
Gambir 19.14 -
  • Kereta api fakultatif
Argo Parahyangan
(Bandung – Gambir)
Stasiun KA 65F KA 67F
Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Bandung - 22.55 - 10.30
Cimahi 23.06 23.09 10.41 10.43
Bekasi 01.27 01.29 13.22 13.24
Jatinegara 01.45 01.47 13.43 13.45
Gambir 02.02 - 14.01 -
Argo Parahyangan
(Gambir – Bandung)
Stasiun KA 66F KA 70F
Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Gambir - 00.40 - 23.30
Bekasi Ls Ls 00.00 00.02
Cimahi 03.27 03.29 02.27 02.29
Bandung 03.40 - 02.40 -

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 30 Mei 2014, kereta api Argo Parahyangan anjlok di Depok, Darangdan, Purwakarta ke arah Stasiun Cikadongdong yang mengakibatkan dua kereta dan sebuah lokomotif anjlok keluar rel. Selain itu, perjalanan kereta api Serayu dialihkan dan ratusan penumpang kereta api Argo Parahyangan telantar.[16][17][18][19]
  • Pada tanggal 26 Agustus 2019 pukul 13.00, KA 32 Argo Parahyangan menabrak bus angkutan karyawan di Kampung Gorowong, Warung Bambu, Karawang Timur, Karawang karena bus mogok saat melintas di perlintasan kereta api. Kejadian ini mengakibatkan kaca lampu semboyan pada lokomotif pecah, kereta pembangkit dan mobil mengalami kerusakan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu karena sopir dan penumpangnya keluar menghindari kecelakaan. Namun, perjalanan kereta api menjadi terhambat.[20]
  • Pada tanggal 21 Desember 2019 pukul 22:15 WIB, kereta api Argo Parahyangan menabrak mobil di perlintasan Kereta Api Cibitung, Wanasari, Cibitung, Bekasi yang mengakibatkan mobil mengalami kerusakan parah dan tujuh orang penumpang tewas di lokasi kecelakaan. Selain itu, lampu kabut sebelah kiri pada lokomotif pecah kemudian berhenti luar biasa di Stasiun Tambun untuk memeriksa lokomotif.[21]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kunto, H. (2000). Seabad Grand Hotel Preanger 1897 - 1997. Bandung: Grand Hotel Preanger. 
  2. ^ 30 Tahun Indonesia merdeka. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. 1977. 
  3. ^ a b "Legenda Parahyangan". Roda Sayap. Diakses tanggal 2020-06-28. 
  4. ^ "KA Jakarta-Bandung Diskon 50%, Penumpang Melonjak 100%". detiknews. Diakses tanggal 2020-06-28. 
  5. ^ "Kereta Api Parahyangan Dihentikan". KOMPAS. Diakses tanggal 2020-06-28. 
  6. ^ "Argo Bromo dan Argo Gede". Kompas. 1995. 
  7. ^ "Nostalgia Mewahnya Kereta Api Argo Pertama di Indonesia". VIVA. 2018-03-20. Diakses tanggal 2020-06-28. 
  8. ^ "KA Argo Muria Beroperasi". Kompas. 2001. 
  9. ^ "PT KA: Lebih Ramai Argo Gede Dibanding Parahyangan". detiknews. Diakses tanggal 2020-06-28. 
  10. ^ Baltyra: KA Parahyangan, Sang Legendaris Pun Harus Berhenti
  11. ^ Okta, Maria (2018-04-17). "Dianggap Sempit dan Tak Nyaman, Kursi KA Ekonomi Premium Penumpang Akan Diganti". KabarPenumpang.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-03-21. 
  12. ^ "KA Mutiara Selatan Kembali ke Kelas Bisnis | Bandung Bisnis.com". Bisnis.com. Diakses tanggal 2020-03-21. 
  13. ^ Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Turun, Cek Daftarnya
  14. ^ "KAI Luncurkan KA Argo Parahyangan Priority". kai.id. Diakses tanggal 2020-02-25. 
  15. ^ Susanti, Reni. "KAI Luncurkan KA Argo Parahyangan Excellence, Jakarta-Bandung 2 Jam 50 Menit". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-01-11. 
  16. ^ Okezone: KA Argo Parahyangan Anjlok di Bandung Barat
  17. ^ Okezone: Seluruh Penumpang Argo Parahyangan Selamat
  18. ^ Okezone: Ratusan Penumpang Argo Parahyangan Terlantar
  19. ^ Okezone: Argo Parahyangan Anjlok, Perjalanan KA Serayu Dialihkan
  20. ^ Media, Kompas Cyber. "Bus Mogok di Tengah Rel, Karyawan Berhamburan dan Kereta Pun Datang lalu Menabrak". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-09-05. 
  21. ^ "BREAKING NEWS: Kereta Api Tabrak Mobil di Cibitung, 7 Orang Tewas, Ini Kronologinya". tribunnews. 22 Desember 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs web resmi PT Kereta Api Indonesia