Kereta api Argo Parahyangan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Disambig gray.svg
Untuk kegunaan lain dari Parahyangan, lihat Parahyangan (disambiguasi).
Kereta api Argo Parahyangan
Plat nama KA Argo Parahyangan.png
KA Argo Parahyangan Rangkaian KA Turangga Nyasar Ke Jakarta.jpg
Informasi umum
Jenis kereta api Kereta api ekspres
Status Beroperasi
Lokal Daerah Operasi II Bandung
Pendahulu Parahyangan (1971-2010)
Argo Gede (1995-2010)
Mulai beroperasi 27 April 2010 (Argo Parahyangan)
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Penumpang harian 8.320-11.040 penumpang per hari (rata-rata)
Penumpang harian tahunan Tahun 2010 rata rata penumpang sebesar 9.320 penumpang pertahun
Tahun 2011 s.d 2016 sekarang rata rata penumpang meningkat sebesar 560.320 penumpang pertahun
Perjalanan
Relasi perjalanan Bandung-Gambir, pp.
Jumlah perhentian Lihatlah di bawah.
Jarak tempuh 166 km
Waktu tempuh rata-rata 3 jam hingga 3 jam 15 menit (rata-rata)
Frekuensi perjalanan harian Delapan kali pergi pulang sehari (reguler)
Dua kali pergi pulang sehari (fakultatif)
Nomor kereta api 19A-30A
31L-32L
33E-34E
35F-38F
Jenis rel Rel berat
Pelayanan
Kelas Eksekutif
Eksekutif dan ekonomi AC plus non-PSO
Eksekutif dan bisnis
Susunan tempat duduk 50 tempat duduk disusun 2-2, (reclining and revolving seat)
64 tempat duduk disusun 2-2, (reclining and revolving seat)
80 tempat duduk disusun 2-2, saling berhadapan ke kiri dan berhadapan ke kanan (tempat duduk agak sempit dan tidak sesuaikan jarak tempat duduk tertentu)
Fasilitas kereta makan Ada, dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia.
Jenis kaca jendela Kaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburan Ada
Bagasi Ada
Lain-lain Lampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Lokomotif CC206
Lebar sepur 1.067 mm
Elektrifikasi -
Kecepatan operasional 60 s.d. 120 km/jam
Pemilik prasarana Ditjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal 19A-30A
31L-32L
33E-34E
35F-38F
Peta rute

Peta rute KA Argo Parahyangan

Continuation backward
ke Kasugihan, Yogyakarta, Surabaya
Station on track
Stasiun Bandung
Straight track
Straight track
Stop on track
Stasiun Cimahi
Straight track
Station on track
Stasiun Padalarang
Junction to left Continuation to right
ke Manggarai
Enter and exit tunnel
Terowongan Sasaksaat
Straight track
Straight track
Transverse water Bridge over water Transverse water
Jembatan Cisomang
Straight track
Straight track
Station on track
Stasiun Purwakarta
Straight track
Continuation to left Unknown route-map component "KRWg+r"
Ke Cirebon
Station on track
Stasiun Cikampek
Straight track
Station on track
Stasiun Karawang
Straight track
Station on track
Stasiun Tambun
Straight track
Station on track
Stasiun Bekasi
Straight track
Station on track
Stasiun Jatinegara
Continuation to left Junction to right
Ke Pasar Senen
Unknown route-map component "KRWg+l" Continuation to right
Ke Bogor
Station on track
Stasiun Manggarai
Junction to left Continuation to right
Ke Tanah Abang
Unknown route-map component "BRÜCKEa"
Elevated
Unknown route-map component "hBHF"
Stasiun Gambir
Straight track
Straight track
Unknown route-map component "hCONTf"
Ke Jakarta Kota

Kereta api Argo Parahyangan (Gopar) adalah kereta api yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Pulau Jawa dengan jurusan Bandung (BD) - Jakarta (GMR) dan sebaliknya dan menjadi satu-satunya kereta api yang melayani rute ini.

Kereta api ini cukup unik karena selain menggunakan kereta penumpang milik Bandung, juga meminjam dari rangkaian lain sebagai tambahannya.

Sejarah operasional[sunting | sunting sumber]

Kereta api ini merupakan kereta api hasil peleburan KA Argo Gede dan Parahyangan, yang telah dihentikan pengoperasiannya. KA Argo Parahyangan pertama kali dioperasikan pada Selasa, 27 April 2010 pada pukul 05.30 di Stasiun Bandung dan pukul 05.45 di Stasiun Gambir.

Kereta api Argo Parahyangan merupakan hasil respons PT KAI atas kekecewaan masyarakat karena diberhentikannya pengoperasian kereta api Parahyangan.[1] Sehingga, PT KAI menggabungkan kereta api Parahyangan bersama rangkaian kereta api Argo Gede. Jadi rangkaian bekas kereta api Parahyangan disambungkan di kereta depan kereta api Argo Gede.

Tetapi masyarakat tidak mau nama Parahyangan itu ditiadakan. Akhirnya, PT KAI menggabungkan nama Argo Gede dan Parahyangan menjadi Argo Parahyangan. KA Argo Parahyangan menyediakan layanan kelas eksekutif argo yang memiliki pendingin udara (AC) dengan menggunakan kereta bekas kereta api Argo Gede dan kelas bisnis tanpa pendingin udara dengan menggunakan rangkaian kereta bekas kereta api Parahyangan.[2]

Kereta api Argo Parahyangan saat ini[sunting | sunting sumber]

Saat ini, KA Argo Parahyangan beroperasi setiap harinya sekitar 8 kali pergi-pulang (termasuk tambahan) mengingat okupansi yang bagus. Perjalanan Jakarta-Bandung sepanjang ±166 km menelusuri alam pegunungan Priangan barat ditempuh kereta api ini dengan waktu tempuh rata-rata 3 jam sampai 3 jam 15 menit.

Rangkaian kereta Argo Parahyangan terdiri dari 1-3 kereta kelas bisnis bekas kereta api Parahyangan (K2), 1 kereta makan bekas kereta api Argo Gede (KM1), 3-4 kereta kelas eksekutif argo bekas kereta api Argo Gede (K1), dan 1 gerbong bagasi dan pembangkit (BP) bekas kereta api Argo Gede. Untuk KA Argo Parahyangan full eksekutif, KA menggunakan 4-5 gerbong eksekutif, 1 gerbong makan, dan 1 bagasi dan pembangkit (BP). Mengingat permintaan kelas eksekutif lebih tinggi dari kelas bisnis, sejak tanggal 30 Desember 2011 gerbong bisnisnya dihilangkan sehingga kereta api Argo Parahyangan menjadi kereta api eksekutif seluruhnya (meskipun di beberapa perjalanannya masih ditambah gerbong bisnis).

Lokomotif yang pernah menjadi andalan kereta api Argo Parahyangan adalah CC201, CC203, CC204, dan sekarang CC206. Namun, saat ini lokomotif penarik kereta api Argo Parahyangan akan selalu CC206 yang terbaru. Jumlah perjalanan KA Argo Parahyangan semakin meningkat mengingat okupansi yang bagus, dan juga karena jalan tol yang macet membuat masyarakat beralih ke kereta api.

Berdasarkan jadwal baru Gapeka 2015, kereta api Argo Parahyangan berjalan 8 kali pergi pulang reguler dan belum termasuk 6 kereta tambahan. Saat ini, tiga rangkaian tambahan Argo Parahyangan merupakan optimalisasi rangkaian KA yang menganggur. Antara lain KA 31 dan 32 yang menggunakan rangkaian KA Harina, KA 33 dan KA 34 yang menggunakan rangkaian KA Turangga, dan KA 35F dan 36F yang menggunakan rangkaian KA Gajayana.

KA 19-30, 33 dan 34 berjalan setiap hari, sedangkan untuk KA 35F dan 36F, kereta tersebut hanya berjalan di hari Jumat sampai dengan Minggu, karena merupakan KA tambahan (fakultatif). Tersedia juga KA Argo Parahyangan tambahan, dengan keberangkatan dari Bandung jam 04.00 (KA 37F) dan dari Gambir jam 07.15 (KA 38F) menggantikan KA 31-32 yang beroperasi di luar hari Senin. (Lihatlah di bawah)

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

KA Argo Parahyangan menggunakan KA Eksekutif kelas Argo berkapasitas 50 penumpang dengan televisi, meja makan (kadangkala), lampu baca, stopkontak, AC, toilet, dan kursi yang dapat diputar balik (reclining seat), sementara kelas bisnis, berkapasitas 64 penumpang dan cukup nyaman dengan harga yang lebih terjangkau dengan fasilitas: AC split, toilet, stopkontak, dan kursi yang dapat diputar balik.

KA Argo Parahyangan menggunakan KA eksekutif Argo bekas Argo Gede buatan tahun 1995 dan 2002, dan terkadang menggunakan KA milik Argo Wilis yang dibuat pada 1998, atau menggunakan KA eksekutif biasa (buatan 1995 ke bawah) yang dicat striping Argo. KA Bisnis menggunakan KA eks-Parahyangan.

Mulai 25 Oktober 2016, perjalanan KA Argo Parahyangan yang menggunakan kereta bisnis akhirnya menggunakan kereta ekonomi Mutiara Selatan yang mengalami masalah kenyamanan.[3]

Rangkaian[sunting | sunting sumber]

Ada beragam rangkaian yang diperuntukkan untuk Argo Parahyangan.

KA 33E-34E Argo Parahyangan Rangkaian Turangga Eksekutif Satwa 1 Lokomotif CC 206 + 1 Kereta Pembangkit (P) + 3 Kereta Eksekutif (K1) + 1 Kereta Makan (KM1/M1) + 3 Kereta Eksekutif (K1).
KA 31L-32L Argo Parahyangan Rangkaian Harina Eksekutif dan Bisnis AC 1 Lokomotif CC 206 + 1 Kereta Ekonomi AC aling-aling + 2 Kereta Bisnis AC (K2) + 1 Kereta Makan (M1/KM1) atau Kereta Makan Pembangkit (KMP2/MP2/KMP3) + 4 Kereta Eksekutif (K1) + 1 Kereta Pembangkit (P).
KA 19A-30A Argo Parahyangan Reguler Eksekutif dan Ekonomi AC Plus 1 Lokomotif CC 206 + 4 Kereta Ekonomi AC Plus (K3 2016) + 1 Kereta Makan Pembangkit (MP3 2016) atau Kereta Makan (KM1/M1) + 4 Kereta Eksekutif (K1) + 1 Kereta Pembangkit (P).
KA 35F-38F Argo Parahyangan Rangkaian Gajayana Eksekutif Satwa 1 Lokomotif CC 206 + 1 Kereta Pembangkit (P) + 3 Kereta Eksekutif (K1) + 1 Kereta Makan (M1) + 3 Kereta Eksekutif (K1).

Keterangan:

  • Sejak dihapusnya kereta aling-aling pada pertengahan Agustus 2016, aling-aling kelas bisnis (K2) pada rangkaian eksekutif difungsikan juga untuk mengangkut penumpang.
  • Mulai 25 Oktober 2016, Rangkaian Argo Parahyangan kelas Bisnis akan digantikan dengan Rangkaian Ekonomi AC dari KA Mutiara Selatan karena alasan kenyamanan.

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini adalah Rp 100.000,00 - Rp 120.000,00 untuk kelas eksekutif dan Rp 75.000,00 - Rp 90.000,00 untuk kelas bisnis, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan, hari raya keagamaan, dan libur nasional.

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Jadwal sesuai Gapeka 2015

Kereta api reguler
KA Argo Parahyangan (Bandung-Gambir)
Stasiun KA 19A KA 21A KA 23A KA 25A KA 27A KA 29A
Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Bandung Hall - 05.00 - 06.30 - 11.50 - 14.30 - 16.15 - 19.25
Cimahi 05.11 05.13 06.41 06.44 12.01 12.03 14.41 14.43 ls. 19.36 19.38
Bekasi ls. 09.07 09.09 14.27 14.29 ls. ls. 22.02 22.04
Jatinegara 07.52 07.54 09.27 09.29 14.45 14.47 17.34 17.36 19.18 19.20 22.21 22.23
Gambir 08.04 - 09.40 - 14.57 - 17.47 - 19.31 - 22.34 -
KA Argo Parahyangan (Gambir-Bandung)
Stasiun KA 20A KA 22A KA 24A KA 26A KA 28A KA 30A
Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Gambir - 05.00 - 08.30 - 10.15 - 15.30 - 18.15 - 20.00
Bekasi 05.24 05.26 08.56 08.58 ls. ls. ls. 20.25 20.27
Purwakarta 06.30 06.35 10.02 10.11 ls. ls. ls. ls.
Cimahi 08.21 08.23 11.46 11.48 ls. 18.19 18.21 21.14 21.16 ls.
Bandung Hall 08.34 - 11.59 - 13.35 - 18.28 - 21.27 - 23.12 -
KA Argo Parahyangan (Bandung-Gambir)
Stasiun KA 31L KA 33E
Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Bandung Hall - 07.35 - 08.35
Cimahi 07.46 07.48 08.46 08.48
Bekasi 10.15 10.17 11.15 11.17
Jatinegara 10.34 10.36 11.34 11.36
Gambir 10.48 - 11.48 -
KA Argo Parahyangan (Gambir-Bandung)
Stasiun KA 32L KA 34E
Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Gambir - 11.45 - 12.45
Bekasi 12.11 12.13 13.11 13.13
Purwakarta 13.17 13.26 ls.
Bandung Hall 14.57 - 15.47 -
Kereta api tambahan
KA Argo Parahyangan (Bandung-Gambir)
Stasiun KA 35F KA 37F
Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Bandung Hall - 11.00 - 04.30
Cimahi 11.11 11.13 04.55 04.57
Bekasi 13.37 13.39 ls.
Jatinegara 13.55 13.57 06.40 06.42
Gambir 14.08 - 06.53 -
KA Argo Parahyangan (Gambir-Bandung)
Stasiun KA 36F KA 38F
Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Gambir - 06.30 - 07.15
Bekasi 06.55 06.57 07.41 07.43
Purwakarta 08.01 08.06 ls.
Cimahi 09.39 09.41 10.12 10.14
Bandung Hall 09.52 - 10.25 -

Insiden[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]