Kereta api Dolok Martimbang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Dolok Martimbang
KA Dolok Martimbang.jpg
Kereta Api Dolok Martimbang menuju Stasiun Siantar.
Informasi umum
Jenis layananKereta api Jarak Menengah
StatusTidak Beroperasi
Daerah operasiDivisi Regional I Medan
Mulai beroperasi
  • 20 Mei 1998 (Awal Beroperasi)
  • 05 Mei 2019 (Kembali Beroperasi)
Terakhir beroperasi2007, Februari 2020
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang447 penumpang per hari (rata-rata)
Lintas pelayanan
Stasiun awalMedan
Stasiun akhirPematang Siantar
Jarak tempuh298 km
Waktu tempuh rerata4 Jam
Frekuensi perjalanansatu kali perjalanan pulang pergi
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasBisnis AC
Pengaturan tempat duduk64 tempat duduk disusun 2-2, reclining and revolving seat, (Kelas Bisnis)
Fasilitas restorasiAda, dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia.
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas bagasiAda
Fasilitas laintoilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC201/BB203
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional45 s.d. 80 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwalU59F-U60F

Kereta api Dolok Martimbang merupakan kereta api penumpang kelas bisnis yang pernah dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia dan Divisi Regional I Medan yang Melayani Rute tersebut Medan-Tebing Tinggi-Pematang Siantar dan sebaliknya.

Kereta api Dolok Martimbang merupakan rangkaian kereta api penumpang kelas bisnis milik Kereta Api Indonesia dengan relasi Medan-Pematang Siantar dan sebaliknya. Kereta api ini diresmikan oleh Vice President Divisi Regional I Sumatra Utara dan Aceh dan Kepala Bidang Perkeretapian Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara.

Kereta api ini berstatus sebagai kereta tambahan dan beroperasi hanya hari Minggu saja. Sejak Februari 2020, KA Dolok Martimbang berhenti beroperasi lagi karena minim okupansi.

Asal Usul[sunting | sunting sumber]

Nama "Dolok Martimbang" diambil dari Kata Dolok berarti Bukit/Gunung (Dalam Bahasa Masyarakat Batak Toba setempat) sedangkan Martimbang berarti Seimbang, merupakan salah satu gunung berapi nonaktif yang diambil dari Nama, Gunung Martimbang yang memiliki ketinggian 1.680 m di atas permukaan laut berada di Daerah Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api ini diluncurkan pada saat negara Indonesia sedang dilanda krisis multidimensi sekitar tanggal 20 Mei 1998, yang juga merupakan gebrakan baru dalam dunia perkeretaapian di Divre 1 SU dan NAD, karena pada saat itulah awal rangkaian kereta api penumpang di daerah ini berwarna putih dan terdapat kelas lain selain kereta api ekonomi. Kereta api ini diluncurkan untuk penumpang kelas menengah ke atas, khususnya para pebisnis perkebunan yang mendambakan keamanan dan kenyamanan selama dalam perjalanan.

Dahulu, kereta api ini menggunakan satu rangkaian yang dijalankan secara fakultatif sebanyak dua kali dari Stasiun Siantar maupun Stasiun Medan. Rangkaian KA ini terdiri dari satu loko BB 303 beserta satu kereta eksekutif (K1), satu kereta makan pembangkit bisnis (KMP2) dan dua kereta bisnis (K2) yang merupakan retrofit dari kereta ekonomi (K3) eks rangkaian KA Siantar Ekspres (Sireks) yang semuanya berwarna putih. KA Dolok Martimbang ini merupakan pengganti dari KA Sireks yang melayani jalur ini dan hanya terdapat kelas ekonomi saja.

Begitu juga sebaliknya. KA yang sempat disebut-sebut sebagai KA Parahyangannya Divre 1 ini menempuh waktu perjalanan lebih kurang 2 jam 30 menit dan dengan jarak sekitar 129 km, perjalanannya yang melewati hampir 75% wilayah perkebunan membentang mulai dari Stasiun Perbaungan hingga hampir mendekati Stasiun Siantar merupakan perjalanan yang sangat mengasyikkan.

Tak kalah mengasyikkannya juga pada saat KA ini melintasi jalur antara Stasiun Tebing Tinggi hingga Stasiun Siantar. Jalur ini konturnya sedikit menanjak dan berkelok-kelok seperti kebanyakan jalur KA di Daop 2 sehingga mengakibatkan laju KA ini menjadi sedikit agak pelan. Ditambah lagi, banyak ditemukannya jembatan KA yang tanpa dinding pembatas dan rel paksa yang merupakan ciri khas jalur KA pegunungan.

Sekitar tahun 2004, jadwal perjalanan KA ini diubah. KA yang dulunya berjalan secara fakultatif dengan menggunakan satu rangkaian kereta saja ini kemudian menggunakan dua rangkaian kereta dan perjalanannya digabung dengan rangkaian KA Putri Ungu kelas bisnis relasi Medan-Tanjung Balai PP. Jadwal perjalanannya pun diubah mengikuti jadwal KA Putri Ungu, tetapi nama KA-nya tetap dibedakan karena jadwal perjalanannya digabung. Setelah KA ini tiba di Stasiun Tebing Tinggi, maka rangkaiannya pun dipisah menjadi dua. Begitu juga sebaliknya. Biasanya formasi kedua KA ini yaitu KA Putri Ungu berada di posisi depan, sedangkan KA Dolok Martimbang di belakang. Pada saat itu KA Dolok Martimbang pun tetap melayani keberangkatan sebanyak dua kali dari Stasiun Pematang Siantar maupun Stasiun Medan. Sayangnya semenjak digabungkannya kedua KA ini, kereta K1 pada rangkaian KA Dolok Martimbang dihapuskan.

Pada masa itu juga KA Dolok Martimbang sempat melebarkan sayapnya hingga ke Stasiun Binjai, tetapi karena kurangnya okupansi penumpang, akhirnya tidak lebih dari sebulan relasi ke Binjai akhirnya dihapus dari Gapeka.

Seiring berjalannya waktu, maka sekitar tahun 2007 pemerjalanan KA Dolok Martimbang dihapus dari Gapeka. Dengan alasan kurangnya okupansi penumpang. Padahal di masa jayanya KA ini sempat menarik enam kereta dari yang biasanya hanya tiga kereta dan merupakan primadona etnis Tionghoa yang melakukan perjalanan baik ke Pematang Siantar maupun ke Medan. Pengganti KA ini adalah KA Siantar Ekspres (Sireks) yang merupakan KA kelas ekonomi (K3).

Pada tahun 2019, kereta api ini kembali dioperasikan dengan kelas bisnis saja, namun hanya berjalan di hari minggu. Sejak 1 Desember 2019, kereta ini menjadi kereta api reguler dengan nomor yang ada dalam GAPEKA.

Karena minim okupansi, KA Dolok Martimbang berhenti beroperasi pada bulan Februari 2020.

Referensi[sunting | sunting sumber]