Kereta api Kertajaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Kertajaya
KERTAJAYA.png
Kertajaya Passing Jatinegara.jpg
Kertajaya bersiap berjalan langsung Stasiun Jatinegara
Informasi umum
Jenis layanan Kereta api Jarak Jauh
Kereta api Terpanjang di Indonesia
Status Beroperasi
Lokal Daerah Operasi VIII Surabaya
Pendahulu Gaya Baru Malam Utara (1971-2002)
Mulai beroperasi
  • 25 Desember 1971 (sebagai kereta api asistensi GBMU)
  • 19 Februari 2002 (perjalanan GBMU dipangkas, sehingga perjalanan Kertajaya menjadi penuh untuk lintas utara)
  • 04 Desember 2015 (penambahan kereta tambahan kertajaya rangkaian panjang)
  • 01 April 2016 (sebagai Kertajaya reguler rangkaian panjang)
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Penumpang harian 44.000 penumpang per hari (rata-rata sementara)
Penumpang harian tahunan 922.300 penumpang per tahun setiap perjalanan kereta api kertajaya reguler dan kereta api kertajaya lebaran/tambahan (rata-rata sebenarnya)
Perjalanan
Relasi perjalanan Surabaya Pasar TuriPasar Senen, p.p.
Jumlah perhentian Lihatlah di bawah.
Jarak tempuh 725 km
Waktu tempuh rata-rata 11 Jam 40 Menit (rata-rata normal)
Frekuensi perjalanan harian Satu kali pergi pulang sehari
Nomor kereta api
  • 177-178 (Reguler)
  • 7027-7028 (Tambahan)
Jenis rel Rel berat
Pelayanan
Kelas layanan
  • Ekonomi AC Non-PSO (Reguler)
  • Bisnis dan Ekonomi AC (Tambahan)
Susunan tempat duduk
  • 106 tempat duduk disusun 3-2, saling berhadapan (kelas ekonomi AC)
  • 64 tempat duduk disusun 2-2, reclining seat (kelas bisnis)
  • Fasilitas kereta makan Ada
    Jenis kaca jendela Kaca dengan / tanpa tirai, lapisan laminasi isolator panas.
    Fasilitas hiburan tidak
    Bagasi Ada
    Lain-lain Toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara, musholla.
    Teknis sarana dan prasarana
    Lokomotif
    Lebar sepur 1.067 mm
    Elektrifikasi -
    Kecepatan operasional 60 s.d. 100 km/jam
    Pemilik prasarana Ditjen KA, Kemenhub RI
    Nomor pada jadwal
    • 177-178 (Reguler)
    • 7027-7028 (Tambahan)
    Peta rute
    Kereta api Kertajaya
    ke Tanjung Priok
    Jakarta Pasar Senen KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk2.png Roundeltjk5.png
    ke Gambir
    Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk5.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
    Jalan Tol Ir.Wiyoto Wiyono
    DKI Jakarta
    Jawa Barat
    Bekasi KRL Icon Blue.svg  ARS 
    ke Bandung
    Haurgeulis
    Jatibarang
    Cirebon Prujakan
    ke Purwokerto
    Jawa Barat
    Jawa Tengah
    ke Purwokerto
    Tegal
    Pekalongan
    Weleri
    Semarang Tawang
    ke Solo
    Ngrombo
    ke Gundih
    Randublatung
    Cepu
    Jawa Tengah
    Jawa Timur
    Bojonegoro
    Babat
    Lamongan
    Jalan Tol Surabaya-Gempol
    Surabaya Pasar Turi
    ke SDT
    ke SB

    Kereta api Kertajaya merupakan kereta api penumpang Kelas Ekonomi AC Non PSO (Reguler) maupun Kelas Bisnis dan Ekonomi AC (Tambahan) yang dioperasikan Oleh PT Kereta api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya yang melayani rute Surabaya Pasarturi-Pasar Senen via Jalur Utara dan Sebaliknya.

    Sepanjang perjalanannya, KA Kertajaya melintasi jalur utara pulau Jawa. Rangkaian KA ini terdiri dari sebuah lokomotif, 14 rangkaian kereta kelas ekonomi AC split (K3), 2 kereta makan pembangkit (KMP3/KMP2/MP2), serta 1 Kereta Pembangkit. Kertajaya merupakan kereta api penumpang dengan rangkaian terpanjang di Indonesia.

    Rombongan Supporter[sunting | sunting sumber]

    Kereta api Kertajaya merupakan kereta api favorit bagi Suporter bola asal Surabaya adalah Persebaya atau dikenal juga dengan kelompok suporter Bonek.

    Sejarah[sunting | sunting sumber]

    Kereta api Kertajaya diluncurkan pertama kali pada tanggal 19 Februari 2002 melayani perjalanan koridor Surabaya - Jakarta dan Sebaliknya. Sebelumnya kereta api ini dikenal dengan nama KA Gaya Baru Malam Utara resmi beroperasi Pada tanggal 25 Desember 1971 dan tidak lama lagi Akhirnya KA GBMU resmi berhenti Beroperasi pada Tahun 2002 dan digantikan dengan KA Kertajaya Pada Tanggal 19 Februari 2002.

    Dahulu, ciri khas dari KA Kertajaya adalah gerbong bagasi berwarna biru, namun setelah tragedi gerbong bagasi biru terbakar[1] sekarang gerbong bagasi KA Kertajaya mengunakan gerbong bagasi yang mirip seperti kereta api Sri Tanjung. Kadangkala kereta ini mempergunakan gerbong cargo baru buatan PT Inka Madiun. Dahulu KA ini tak jarang membawa gerbong makan pembangkit (MP1 0 68 01) kelas eksekutif yang istimewa milik dipo Surabaya Pasarturi (SBI), yang kini dialokasikan untuk kereta api Bogowonto, Kereta api Gajah Wong dan Kereta api Malioboro Ekspres di dipo Yogyakarta (YK).

    Mulai awal tahun 2013 semua rangkaian kereta api Kertajaya sudah menggunakan rangkaian kereta Ekonomi AC, seiring dengan ditingkatkannya pelayanan seluruh KA ekonomi jarak jauh di Indonesia berupa penambahan fasilitas AC.

    Sejak 4 Desember 2015, PT KAI menyediakan perjalanan kereta api Kertajaya Tambahan dengan rangkaian panjang (14 unit K3 per rangkaian) dengan kapasitas lebih dari 1.484 tempat duduk. Stamformasi rangkaian terdiri dari sebuah lokomotif (CC206 generasi I atau II), 1 kereta makan pembangkit, 14 gerbong ekonomi, dan 1 kereta makan pembangkit kelas bisnis (MP2). Berangkat setiap hari Senin, Rabu, Jumat pukul 23.15 relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi dan tiap hari Minggu, Selasa, Kamis pukul 22.00 relasi Surabaya Pasarturi-Pasar Senen. Mulai 1 April 2016, perjalanan KA Kertajaya Tambahan dihentikan, dan rangkaian panjang yang selama ini digunakan untuk KA Kertajaya Tambahan, dialihkan untuk perjalanan KA Kertajaya reguler, sehingga saat ini KA Kertajaya reguler beroperasi setiap harinya dengan rangkaian 14 unit kereta kelas Ekonomi, menjadikan KA Kertajaya reguler sebagai salah satu rangkaian kereta penumpang terpanjang di Indonesia (di samping Kereta api Tawang Jaya, yang dijalankan dengan rangkaian panjang mulai 4 April 2016).[2]

    Tarif[sunting | sunting sumber]

    Tarif kereta api ini bersifat fluktuatif, yakni berkisar antara Rp 100.000,00 - Rp 175.000,00, bergantung pada jarak tempuh, subkelas/posisi tempat duduk di dalam kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan di loket stasiun mulai dua jam sebelum keberangkatan kereta api ini pada stasiun yang berada dalam rute berikut.

    Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

    Mulai 1 Mei 2016 pemberhentian KA Kertajaya dialihkan dari Stasiun Jatinegara menuju Stasiun Bekasi, dikarenakan peron Stasiun Jatinegara tidak cukup untuk kapasitas 16 rangkaian kereta, serta rangkaian menutup wesel dan PJL 50 yang ada di dekat Stasiun Jatinegara.[3]

    Stasiun Kedatangan Keberangkatan
    KA 177 Kertajaya (Surabaya Pasarturi-Pasarsenen)
    Surabaya Pasarturi - 21.00
    Lamongan 21.37 21.39
    Babat 22.04 22.06
    Bojonegoro 22.35 22.38
    Cepu 23.07 23.13
    Randublatung 23.35 23.38
    Ngrombo 00.28 00.31
    Semarang Tawang 01.21 01.42
    Weleri 02.24 02.29
    Pekalongan 03.12 03.18
    Tegal 04.10 04.20
    Cirebon Prujakan 05.20 05.30
    Jatibarang 06.06 06.08
    Haurgeulis 06.42 06.44
    Bekasi 08.13 08.15
    Pasarsenen 08.40 -
    KA 178 Kertajaya (Pasarsenen-Surabaya Pasarturi)
    Pasarsenen - 14.00
    Haurgeulis 15.53 15.56
    Jatibarang 16.31 16.34
    Cirebon Prujakan 17.10 17.20
    Tegal 18.25 18.31
    Pekalongan 19.20 19.24
    Weleri 20.06 20.09
    Semarang Tawang 20.49 21.08
    Ngrombo 22.00 22.03
    Randublatung 22.55 22.58
    Cepu 23.21 23.28
    Bojonegoro 00.00 00.03
    Babat 00.33 00.36
    Lamongan 01.00 01.03
    Surabaya Pasarturi 01.40 -
    Stasiun Kedatangan Keberangkatan
    KA 7027 Kertajaya Tambahan (Surabaya Pasarturi-Pasarsenen)
    Surabaya Pasarturi - 23.35
    Lamongan 00.12 00.14
    Babat 00.39 00.41
    Bojonegoro 01.10 01.13
    Cepu 01.42 01.48
    Randublatung 02.10 02.13
    Ngrombo 03.03 03.06
    Semarang Tawang 03.57 04.10
    Weleri 04.52 04.54
    Pekalongan 05.36 05.40
    Tegal 06.31 06.37
    Cirebon Prujakan 07.37 07.44
    Jatibarang 08.21 08.23
    Haurgeulis 09.03 09.06
    Bekasi 10.36 10.39
    Pasarsenen 10.50 -
    KA 7028 Kertajaya Tambahan (Pasarsenen-Surabaya Pasarturi)
    Pasarsenen - 08.45
    Haurgeulis 10.45 10.48
    Jatibarang 11.11 11.14
    Cirebon Prujakan 11.51 11.59
    Tegal 12.57 13.17
    Pekalongan 14.08 14.15
    Weleri 15.00 15.05
    Semarang Tawang 15.42 15.56
    Ngrombo 16.48 16.50
    Randublatung 17.42 17.44
    Cepu 18.07 18.14
    Bojonegoro 18.46 18.49
    Babat 19.19 19.21
    Lamongan 19.45 19.48
    Surabaya Pasarturi 20.25 -

    Rangkaian KA[sunting | sunting sumber]

    Berikut ini Stamformasi Kereta api Kertajaya (Tambahan dan Reguler):

    Nama Kereta Kertajaya Rangkaian Panjang
    Relasi Surabaya Pasarturi-Pasar Senen
    Status Reguler
    Rangkaian KA
    • 1 Lokomotif CC206 (SDT/JNG)
    • 3 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3 SBI)
    • 4 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
    • 4 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3 SBI)
    • 3 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
    Nama Kereta Kertajaya Rangkaian Panjang
    Relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi
    Status Reguler
    Rangkaian KA
    • 1 Lokomotif CC206 (SDT/JNG)
    • 3 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3 SBI)
    • 4 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
    • 4 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3 SBI)
    • 3 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
    Nama Kereta Kertajaya Lebaran
    Gelar Mudik-Lebaran-Arus balik
    Relasi Surabaya Pasarturi-Pasar Senen
    Status Tambahan
    Rangkaian KA
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 (SDT/JNG)
    • 2 Kereta Bisnis AC (K2) berbagai Dipo kereta
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3/KMP2) berbagai Dipo kereta
    • 7 Kereta Ekonomi AC (K3) berbagai Dipo kereta
    Nama Kereta Kertajaya Lebaran
    Gelar Mudik-Lebaran-Arus balik
    Relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi
    Status Tambahan
    Rangkaian KA
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 (SDT/JNG)
    • 7 Kereta Ekonomi AC (K3) berbagai Dipo kereta
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3/KMP2) berbagai Dipo kereta
    • 2 Kereta Bisnis AC (K2) berbagai Dipo kereta
    Nama Kereta Kertajaya Nataru
    Gelar Natal-Tahun Baru
    Relasi Surabaya Pasarturi-Pasar Senen
    Status Tambahan
    Rangkaian KA
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 (SDT/JNG)
    • 2 Kereta Bisnis AC (K2) berbagai Dipo kereta
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3/KMP2) berbagai Dipo kereta
    • 7 Kereta Ekonomi AC (K3) berbagai Dipo kereta
    Nama Kereta Kertajaya Nataru
    Gelar Natal-Tahun Baru
    Relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi
    Status Tambahan
    Rangkaian KA
    • 1 Lokomotif CC201/CC203 (SDT/JNG)
    • 7 Kereta Ekonomi AC (K3) berbagai Dipo kereta
    • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3/KMP2) berbagai Dipo kereta
    • 2 Kereta Bisnis AC (K2) berbagai Dipo kereta

    Keterangan:

    • Mulai 1 April 2016 KA Kertajaya Reguler Rangkaian Panjang Beroperasi
    • Rangkaian KA Kertajaya Reguler tersebut, disimpan ke Dipo induk Surabaya Pasar Turi (SBI)

    Stasiun-stasiun yang disinggahi[sunting | sunting sumber]

    Insiden[sunting | sunting sumber]

    • Pada tanggal 15 April 2006 pukul 02.10 WIB, Kereta api Sembrani dan kereta api Kertajaya bertabrakan di emplasemen Stasiun Gubug. Kecelakaan itu terjadi ketika KA Kertajaya meninggalkan jalur kereta api sebelum waktunya saat bersilang dengan KA Sembrani yang datang dari arah belakang. Hal itu disebabkan oleh kerusakan pemindah kanal radio KA Kertajaya sehingga kabar penyusulan KA Kertajaya oleh KA Sembrani dari PPKA kepada masinis Kertajaya tidak tersampaikan dan banyaknya penumpang dalam kabin masinis. Dalam musibah tersebut, 13 orang meninggal dunia dan 26 lainnya masuk rumah sakit.
    • Pada tanggal 27 November 2013 pagi, gerbong bagasi warna biru kereta api Kertajaya terbakar, beserta seluruh muatannya. [1]
    • Pada tanggal 21 Februari 2017 pukul 04.00 WIB, Ditemukan hewan penumpang gelap di dalam kereta, yakni seekor Ular Sanca kembang di gerbong 14 KA Kertajaya Tambahan jurusan Surabaya-Jakarta. Kemudian Ular tersebut ditangkap dan diturunkan di Stasiun Tegal pada pukul 04.48, Saat petugas kereta api (PKD) dan TNI bertanya kepada penumpang itu Ular siapa tidak ada yang mengakui. [4] [5]
    • Pada tanggal 25 Agustus 2016 pagi, satu gerbong ekonomi ac (K3) serta kereta makan pembangkit (MP2) kereta api Kertajaya terbakar.

    Galeri[sunting | sunting sumber]

    Referensi[sunting | sunting sumber]

    Pranala luar[sunting | sunting sumber]