Kereta api Kertajaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kereta api Kertajaya
Plat nama KA New Kertajaya.png
Kertajaya Passing Jatinegara.jpg
KA 177 Kertajaya Pagi Rangkaian Panjang Melintas Langsung PJL 50 Jatinegara dan Sebelum Masuk Stasiun Jatinegara
Informasi umum
Jenis kereta api Kereta api ekspres
Status Beroperasi
Lokal Daerah Operasi VIII Surabaya
Pendahulu Gaya Baru Malam Utara (1971-2002)
Mulai beroperasi 1996 (sebagai kereta api asistensi GBMU)
19 Februari 2002 (perjalanan GBMU dipangkas, sehingga perjalanan Kertajaya menjadi penuh untuk lintas utara)
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Penumpang harian 2.968 penumpang per hari (rata-rata sementara)
Penumpang harian tahunan 922.300 penumpang per tahun setiap perjalanan kereta api kertajaya reguler dan kereta api kertajaya lebaran/tambahan (rata-rata sebenarnya)
Perjalanan
Relasi perjalanan Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen, pp.
Jumlah perhentian Lihatlah di bawah.
Jarak tempuh 725 km
Waktu tempuh rata-rata 11 Jam 40 Menit (rata-rata normal)
Frekuensi perjalanan harian Satu kali pergi pulang sehari
Nomor kereta api 177-178
Jenis rel Rel berat
Pelayanan
Kelas Ekonomi AC Non-PSO
Susunan tempat duduk 106 tempat duduk disusun 3-2, saling berhadapan (kelas ekonomi AC)
Fasilitas kereta makan Ada.
Jenis kaca jendela Kaca dengan / tanpa tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburan tidak
Bagasi Ada
Lain-lain Toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Lokomotif CC206
Lebar sepur 1.067 mm
Elektrifikasi -
Kecepatan operasional 60 s.d. 100 km/jam
Pemilik prasarana Ditjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal 177-178

Kereta api Kertajaya adalah rangkaian kereta api kelas ekonomi AC Non-PSO unggulan milik PT Kereta Api Indonesia dengan relasi Pasarsenen - Surabaya Pasarturi. Sepanjang perjalanannya, KA Kertajaya melintasi jalur utara pulau Jawa. Rangkaian KA ini terdiri dari sebuah lokomotif, 14 rangkaian kereta kelas ekonomi AC split (K3), 2 kereta makan pembangkit (KMP3/KMP2/MP2) + 1 Kereta Pembangkit jarang dipakai.

Dahulu, ciri khas dari KA Kertajaya adalah gerbong bagasi berwarna biru, namun setelah tragedi gerbong bagasi biru terbakar[1] sekarang gerbong bagasi KA Kertajaya mengunakan gerbong bagasi yang mirip seperti kereta api Sri Tanjung. Kadangkala kereta ini mempergunakan gerbong cargo baru buatan PT Inka Madiun. Dahulu KA ini tak jarang membawa gerbong makan pembangkit (MP1 0 68 01) kelas eksekutif yang istimewa milik dipo Surabaya Pasarturi (SBI), yang kini dialokasikan untuk kereta api Bogowonto, Kereta api Gajah Wong dan Kereta api Malioboro Ekspres di dipo Yogyakarta (YK).

Mulai awal tahun 2013 semua rangkaian kereta api Kertajaya sudah menggunakan rangkaian gerbong Ekonomi AC, seiring dengan ditingkatkannya pelayanan seluruh KA ekonomi jarak jauh di Indonesia berupa penambahan fasilitas AC. Sebelumnya, KA Kertajaya hanya membawa 2-3 gerbong Ekonomi AC.[2][3]

Sejak 4 Desember 2015, PT KAI menyediakan perjalanan kereta api Kertajaya Tambahan dengan rangkaian panjang (14 unit K3 per rangkaian) dengan kapasitas lebih dari 1.484 tempat duduk. Stamformasi rangkaian terdiri dari sebuah lokomotif (CC206 generasi I atau II), 1 kereta makan pembangkit, 14 gerbong ekonomi, dan 1 kereta makan pembangkit kelas bisnis (MP2). Berangkat setiap hari Senin, Rabu, Jumat pukul 23.15 relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi dan tiap hari Minggu, Selasa, Kamis pukul 22.00 relasi Surabaya Pasarturi-Pasar Senen. Mulai 1 April 2016, perjalanan KA Kertajaya Tambahan dihentikan, dan rangkaian panjang yang selama ini digunakan untuk KA Kertajaya Tambahan, dialihkan untuk perjalanan KA Kertajaya reguler, sehingga saat ini KA Kertajaya reguler beroperasi setiap harinya dengan rangkaian 14 unit kereta kelas Ekonomi, menjadikan KA Kertajaya reguler sebagai salah satu rangkaian kereta penumpang terpanjang di Indonesia (di samping Kereta api Tawang Jaya, yang akan dijalankan dengan rangkaian panjang mulai 4 April 2016).[4]

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

  • Berikut ini jadwal KA Kertajaya per 1 April 2017 (berdasarkan Gapeka 2017).
  • Mulai 1 Mei 2016 pemberhentian KA Kertajaya dialihkan dari Stasiun Jatinegara menuju Stasiun Bekasi, dikarenakan peron Stasiun Jatinegara tidak cukup untuk kapasitas 16 rangkaian kereta, serta rangkaian menutup wesel dan PJL 50 yang ada di dekat Stasiun Jatinegara. [5]
Stasiun Kedatangan Keberangkatan
KA 177 Kertajaya (Surabaya Pasarturi-Pasarsenen)
Surabaya Pasarturi - 21.00
Lamongan 21.37 21.39
Babat 22.04 22.06
Bojonegoro 22.35 22.38
Cepu 23.07 23.13
Randublatung 23.35 23.38
Ngrombo 00.28 00.31
Semarang Tawang 01.21 01.42
Weleri 02.24 02.29
Pekalongan 03.12 03.18
Tegal 04.10 04.20
Cirebon Prujakan 05.20 05.30
Jatibarang 06.06 06.08
Haurgeulis 06.42 06.44
Bekasi 08.13 08.15
Pasarsenen 08.40 -
KA 178 Kertajaya (Pasarsenen-Surabaya Pasarturi)
Pasarsenen - 14.00
Haurgeulis 15.53 15.56
Jatibarang 16.31 16.34
Cirebon Prujakan 17.10 17.20
Tegal 18.25 18.31
Pekalongan 19.20 19.24
Weleri 20.06 20.09
Semarang Tawang 20.49 21.08
Ngrombo 22.00 22.03
Randublatung 22.55 22.58
Cepu 23.21 23.28
Bojonegoro 00.00 00.03
Babat 00.33 00.36
Lamongan 01.00 01.03
Surabaya Pasarturi 01.40 -

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Berikut ini Rangkaian KA Kertajaya Tambahan (Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru):

  • 1 Lokomotif CC201/CC203 Dipo Induk SDT atau Dipo Induk JNG
  • 4 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
  • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3 SBI)
  • 4 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)

Berikut ini Rangkaian KA Kertajaya Reguler (Rangkaian Panjang):

Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi pp

  • 1 Lokomotif CC206 Dipo Induk SDT atau Dipo Induk JNG
  • 4 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
  • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3 SBI)
  • 4 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
  • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3 SBI)
  • 6 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
  • 1 Kereta Pembangkit (P SBI)

Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen pp

  • 1 Lokomotif CC206 Dipo Induk SDT atau Dipo Induk JNG
  • 1 Kereta Pembangkit (P SBI)
  • 6 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
  • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3 SBI)
  • 4 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)
  • 1 Kereta Makan Pembangkit (KMP3 SBI)
  • 4 Kereta Ekonomi AC (K3 SBI)

Keterangan:

  • Mulai 1 April 2016 KA Kertajaya Reguler Rangkaian Panjang Beroperasi
  • Rangkaian KA Kertajaya Reguler tersebut, disimpan ke Dipo induk Surabaya Pasar Turi (SBI)

Stasiun-stasiun yang disinggahi[sunting | sunting sumber]

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 15 April 2006 pukul 02.10 WIB, Kereta api Sembrani dan kereta api Kertajaya bertabrakan di emplasemen Stasiun Gubug. Kecelakaan itu terjadi ketika KA Kertajaya meninggalkan jalur kereta api sebelum waktunya saat bersilang dengan KA Sembrani yang datang dari arah belakang. Hal itu disebabkan oleh kerusakan pemindah kanal radio lokomotif KA Kertajaya sehingga kabar penyusulan KA Kertajaya oleh KA Sembrani dari PPKA kepada masinis Kertajaya tidak tersampaikan dan banyaknya penumpang dalam kabin masinis. Dalam musibah tersebut, 13 orang meninggal dunia dan 26 lainnya masuk rumah sakit.
  • Pada tanggal 27 November 2013 pagi, gerbong bagasi warna biru kereta api Kertajaya terbakar, beserta seluruh muatannya.[1]
  • Pada tanggal 25 Agustus 2016 pagi, satu gerbong ekonomi ac (K3) serta kereta makan pembangkit (MP2) kereta api Kertajaya terbakar.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]