Kereta api Ciremai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api Ciremai
PapanKeretaApi Ciremai 2022.svg
Ciremai berangkat Stasiun Cikampek.jpg
Kereta api Ciremai meninggalkan Stasiun Cikampek dengan tujuan akhir Stasiun Bandung.
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi IV Semarang
Mulai beroperasi28 September 2013
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang1.800 penumpang per hari (rata-rata)
Lintas pelayanan
Stasiun awalSemarang Tawang
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirBandung
Jarak tempuh530 km
Waktu tempuh rerataRata-rata 7 jam 54 menit hingga 8 jam 40 menit
Frekuensi perjalananDua kali dalam satu perjalanan pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif dan ekonomi plus
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80 tempat duduk disusun 2-2 (kelas ekonomi plus)
    kursi menghadap ke kanan dan kursi menghadap ke kiri (arah kursi tidak dapat diatur dan sebagaian arah kursi dapat diatur)
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional70 s.d. 105 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal145-152

Kereta api Ciremai adalah layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi plus yang dioperasikan oleh PT Kereta api Indonesia (Persero) untuk melayani lintas Semarang Tawang-Bandung melewati Cikampek dan sebaliknya. Bersama dengan kereta api Harina, kereta api ini beroperasi melayani lintas Semarang-Bandung melalui jalur utara.

Asal usul nama[sunting | sunting sumber]

Nama "Ciremai" diambil dari sebuah gunung berapi, Gunung Ceremai, yang terletak diantara Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.[butuh rujukan]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada 3 Maret 2009, terdapat rencana pengoperasian kereta api yang menghubungkan Bandung dan Cirebon sudah disiapkan dengan nama "Papandayan Ekspres". Adanya pertentangan dari pelaku moda transportasi lain di jalur yang sama dan pihak dari Dinas Perhubungan (Dishub) mengakibatkan kereta api tersebut batal beroperasi.[1]

Pada 28 September 2013, kereta api dengan lintasan yang telah direncanakan sebelumnya akhirnya beroperasi untuk melayani satu kali perjalanan lintas Bandung-Cirebon dengan nama "Ciremai Ekspres". Awalnya, kereta api Ciremai melayani kelas eksekutif dan kelas ekonomi (AC split).

Mulai 11 Agustus 2014, layanan kereta api Ciremai kelas ekonomi dihapus dan digantikan kelas bisnis dan jumlah perjalanan ditambah sehingga ia melayani empat kali perjalanan—dua di antaranya merupakan kereta api tambahan yang memiliki layanan kelas eksekutif dan bisnis hingga layanan dihapus mulai tanggal 16 Januari 2015.

Mulai 3 Oktober 2016, lintas pelayanan kereta api Ciremai diperpanjang hingga Semarang yang disebabkan oleh banyaknya penumpang ingin berpergian dari Bandung menuju arah Semarang.[2][3] Selain itu, kereta api ini mengalami perpindahan operasional dari Daerah Operasi III Cirebon menjadi Daerah Operasi IV Semarang, beserta rangkaiannya yang sebelumnya diasuh oleh Depo Kereta Cirebon (CN) dimutasi ke Depo Kereta Semarang Poncol (SMC).

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini berkisar antara Rp170.000,00-Rp225.000,00 untuk kelas ekonomi plus dan Rp145.000,00-Rp 280.000,00 untuk kelas eksekutif tergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan mulai dua jam sebelum keberangkatan pada stasiun-stasiun yang berada di dalam lintas berikut.

  • Semarang - Tegal maupun sebaliknya:
    • Rp 85.000,00 (eksekutif)
    • Rp 75.000,00 (bisnis)*
    • Rp 65.000,00 (ekonomi)
  • Tegal - Cirebon maupun sebaliknya:
    • Rp 30.000,00 (eksekutif)
    • Rp 25.000,00 (bisnis)*
    • Rp 20.000,00 (ekonomi)
  • Tegal - Haurgeulis maupun sebaliknya:
    • Rp 65.000,00 (eksekutif)
    • Rp 55.000,00 (bisnis)*
    • Rp 45.000,00 (ekonomi)
  • Cirebon - Haurgeulis maupun sebaliknya:
    • Rp 50.000,00 (eksekutif)
    • Rp 40.000,00 (bisnis)*
    • Rp 35.000,00 (ekonomi)
  • Cikampek/Purwakarta - Bandung maupun sebaliknya:
    • Rp 30.000,00 (eksekutif)
    • Rp 25.000,00 (bisnis)*
    • Rp 20.000,00 (ekonomi)

Catatan:

  • Tanda *) berarti tarif khusus untuk kereta api kelas bisnis tidak tersedia karena rangkaian kereta api Ciremai telah digantikan kereta api kelas ekonomi plus.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "KA Ciremai Ekspres Siap Layani Cirebon-Bandung". Suara Merdeka. 2013-07-20. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-09-18. Diakses tanggal 2013-09-26. 
  2. ^ "Rute KA Ciremai Diperpanjang dari Bandung Sampai Semarang". Republika Online. Antara. 2016-08-31. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-21. Diakses tanggal 2019-12-29. 
  3. ^ "KA Ciremai Ekspres Bandung-Semarang Beroperasi 3 Oktober". Republika Online. Antara. 2016-09-27. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-21. Diakses tanggal 2018-05-23. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]