Lokomotif listrik ESS 3200

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari ESS 3201)
Lokomotif listrik ESS 3200
Lokomotif listrik ESS 3200
Lokomotif ESS 3201 persiapan memasuki Stasiun Ancol pada tanggal 25 September 2016
Data teknis
Sumber tenagaElektrik
ProdusenWerkspoor N.V. (Belanda)
ModelESS 3200
Jumlah dibuat6 unit
Spesifikasi roda
Susunan roda AAR1A-B-A1
Klasifikasi UIC(1A)'B'(A1)'
Dimensi
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Panjang12.800 mm (14 ydftin)
Lebar2.700 mm (2 ydft 10 in)
Jarak antara alat perangkai15.050 mm (16 ydftin)
Tinggi alat perangkai760 mm (2 ftin)
Berat
Berat kosong75 ton (74 ton panjang; 83 ton pendek)
Berat adhesi52 ton (51 ton panjang; 57 ton pendek)
Bahan bakar
Metode pengambilan arusPantograf
Sistem mesin
Motor traksi4x buatan Heemaf (license Westinghouse )
Kinerja
Kecepatan maksimum75 km/h (21 m/s)
Daya mesin895 kW (1.200 hp)
Lain-lain
Karier
Perusahaan pemilikElektrische Staatsspoorwegen
JulukanSi Bon Bon, Djokotop
Daerah operasiPulau Jawa
Unit yang dilestarikanESS 3201
Pemilik sekarangPT Kereta Api Indonesia

Lokomotif listrik ESS 3200 adalah salah satu lokomotif listrik yang pernah ada di Indonesia, serta pernah melayani jalur Batavia (Jakarta) hingga ke Buitenzorg (Bogor). Lokomotif yang dijuluki Si Bon-Bon atau Djoko Top ini dibuat oleh pabrik Werkspoor, Belanda. Batch pertama dari lokomotif ini dibuat pada tahun 1925, dengan jumlah 2 unit lokomotif bernomor ESS 3201-3202. Dibuat kembali batch kedua pada tahun 1927, dengan jumlah 4 buah lokomotif bernomor ESS 3203-3206. Lokomotif ini berdinas semenjak era kolonial Hindia Belanda (Elektrische Staatsspoorwegen) hingga pertengahan era 1970-an (PJKA).[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Elektrifikasi jaringan rel di Indonesia telah dibangun sejak tahun 1923, & pertama kali dioperasikan pada 1925 di jalur Tanjung Priuk-Meester Cornelis (Jatinegara) dengan listrik aliran atas bertegangan 1500 V DC.[1] Sarana, prasarana, maupun operasional kereta-kereta listrik di Batavia pada saat itu ditangani oleh perusahaan Elektrische Staatsspoorwegen (ESS), yang merupakan bagian dari perusahaan Staatsspoorwegen (SS). Selain lokomotif listrik seri 3200, ESS juga memiliki beberapa jenis lokomotif listrik lain, seperti seri 3000 buatan Swiss Locomotive and Machine Works (SLM),[2] seri 3100 buatan Allgemeine Elektricitäts-Gesellschaft (AEG),[3] seri 3300 buatan Borsig,[4] bahkan seri 4000 yang merupakan sebuah lokomotif bertenaga baterai 360 V DC buatan Werkspoor.[1]

Pada awalnya, lokomotif listrik ini hanya melayani dinasan kereta dengan rute Tanjung Priuk-Meester Cornelis (Jatinegara) saja. Saat elektrifikasi dilanjutkan hingga ke daerah Depok & Buitenzorg (Bogor) pada tahun 1930, ESS 3200 pun juga didinaskan di rute ini.

Saat era Hindia Belanda, lokomotif listrik ESS 3200 ini menggunakan livery berwarna cokelat, hal itu dibuktikan dengan sebuah replika miniatur yang berwarna cokelat buatan pabrik lokomotif ini. Dan saat era Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), livery lokomotif ini pun menjadi bermacam-macam, seperti warna abu-abu[5] maupun hitam.[6]

Saat masa kedudukan Jepang di Indonesia, semua seri dari lokomotif listrik yang ada mengalami perubahan sistem penomoran. Perubahan sistem penomoran ini adalah dengan menghapus angka pertama dari nomor semua seri lokomotif, & hanya menyisakan 3 angka terakhir saja. Seperti contohnya seri '3201' yang berubah menjadi seri '201'.

Lokomotif seri ini masih terus beroperasi menarik rangkaian KA penumpang lokal hingga pertengahan era 1970-an, dengan kondisinya yang terus menurun seiring waktu.[5]

Saat didatangkannya rangkaian-rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Rheostatik baru buatan Jepang pada tahun 1976, keberadaan semua unit lokomotif-lokomotif listrik pun mulai tersingkirkan dari dinasan rangkaian KA penumpang lokal di lintasan, hingga akhirnya semua unit lokomotif listrik sudah tidak ada yang beroperasi lagi pada era 1980-an.

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 20 September 1968, terjadi sebuah tabrakan antara rangkaian KA penumpang bernomor 406 tujuan Stasiun Bogor yang ditarik oleh lokomotif listrik seri 3200 (3201) dengan rangkaian KA penumpang bernomor 309 tujuan Stasiun Jakarta yang ditarik oleh lokomotif BB201 11, peristiwa ini pun dikenal sebagai tabrakan kereta api Ratujaya 1968. Peristiwa tabrakan yang menewaskan 46 korban jiwa ini terjadi pada hari Jumat pagi, yang berlokasi di daerah Ratujaya, petak antara Stasiun Depok dengan Stasiun Citayam. Akibat kejadian ini, kedua lokomotif pun rusak berat, serta 3 unit kereta penumpang hancur. Seri 3201 sendiri pun langsung afkir setelah mengalami kejadian ini, & berakhir dirucat. 25 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 2 November 1993, terulang peristiwa tabrakan di daerah yang sama. Tabrakan ini melibatkan 2 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Rheostatik, & peristiwa ini pun dikenal sebagai tabrakan kereta api Ratujaya 1993.[7]

Preservasi[sunting | sunting sumber]

Dari keenam unit seri 3200, hanya tinggal tersisa satu unit yang selamat dari perucatan, yaitu seri 3202 yang ditemukan teronggok di dalam kebun kereta dari balai yasa Manggarai.[1] Atas inisiatif dari organisasi pecinta kereta api Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), lokomotif listrik ESS 3202 ini pun kemudian direstorasi & dipreservasi oleh PT Kereta Api (Persero), proses restorasi ini selesai pada tanggal 29 Juli 2007.[8] Mesin & pantograf dari lokomotif ini diambil dari unit Kereta Rel Listrik (KRL) Rheostatik yang ada di dalam balai yasa. Unit restorasi lokomotif ini pada awalnya diberi livery abu-abu,[9] mengikuti warna aslinya saat pertama kali ditemukan di kebun balai yasa Manggarai & juga sesuai dengan liverynya saat era Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).[6] Namun, livery lokomotif ini kemudian diganti lagi menjadi warna biru, dengan alasan mengacu kepada warna sebuah brosur dari pabrik Heemaf Hengelo yang mempromosikan lokomotif ini.

Sempat terjadi perdebatan tentang berapa sebenarnya nomor seri asli dari unit lokomotif ini, karena saat pertama kali ditemukan di kebun balai yasa Manggarai, lokomotif ini sudah tidak memiliki plat nomor pada bodynya. Namun jika dilihat dari setiap komponen-komponen lokomotif, maka bisa disimpulkan bahwa lokomotif ini adalah ESS 3202, yang merupakan batch pertama dari seri 3200. Namun sayangnya, lokomotif ini sudah terlanjur diberi nomor '3201', yang dimana sebenarnya ini adalah sebuah kesalahan. Unit seri 3201 sendiri sebenarnya sudah afkir & dirucat karena terlibat dalam peristiwa tabrakan kereta api Ratujaya 1968.[7]

Pada tahun 2009, lokomotif ESS 3202 ini sempat dikirim ke Stasiun Tanjung Priuk untuk mendukung peresmian kembali penggunaan stasiun ini oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.[8] Dan pada tanggal 18 Juli 2013, lokomotif ini juga sempat diujicobakan ke Stasiun Depok dengan menarik 2 buah kereta penumpang Djoko Kendil.

Hingga saat ini, unit lokomotif listrik ini masih berada di dalam balai yasa Manggarai. Namun, ia sangat jarang sekali dikeluarkan dari balai yasa karena memiliki masalah pada mesin & gearbox yang sudah tua, serta tidak dapat diganti dengan komponen yang baru karena terhalang oleh regulasi cagar budaya.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Electrische Staatspoorwegen". searail.malayanrailways.com. Diakses tanggal 2022-08-01. 
  2. ^ "Java". www.internationalsteam.co.uk. Diakses tanggal 2022-08-01. 
  3. ^ "PNKA Wallahs..." www.internationalsteam.co.uk. Diakses tanggal 2022-08-01. 
  4. ^ "PNKA Wallahs..." www.internationalsteam.co.uk. Diakses tanggal 2022-08-01. 
  5. ^ a b "Java". www.internationalsteam.co.uk. Diakses tanggal 2022-08-01. 
  6. ^ a b "Java". www.internationalsteam.co.uk. Diakses tanggal 2022-08-01. 
  7. ^ a b "Tragedi Ratujaya 1968 – RODA SAYAP". Diakses tanggal 2022-08-01. 
  8. ^ a b The Indonesian Heritage Railway: Lokomotif Listrik ESS3201
  9. ^ Arrive @ JNG, 2009-04-14, diakses tanggal 2022-08-01 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]