Kereta api Argo Cheribon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api Argo Cheribon
PapanKeretaApi 2020.svg
KA ARGO CHERIBON
Tegal - Cirebon - Gambir (PP)
Argo Cheribon JNG.jpg
Kereta api Argo Cheribon meninggalkan Stasiun Jatinegara
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
PendahuluArgo Jati
Cirebon Ekspres
Tegal Bahari (Rute Tersebut beralih Pasar Senen - Tegal)
Mulai beroperasi16 Agustus 2019
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awal
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah
Stasiun akhirJakarta Gambir
Jarak tempuh290 km
Waktu tempuh rerata4 jam 15 menit
Frekuensi perjalananDua kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan
Kelas
  • Eksekutif (KA 24/27)
  • Eksekutif dan Ekonomi
  • Eksekutif dan Bisnis (KA 31/32)
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (Eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 64 tempat duduk disusun 2-2 (Bisnis)
    arah kursi dapat diatur
  • 80 tempat duduk disusun 2-2. Sebanyak 40 kursi ke arah depan dan 40 ke arah belakang (Ekonomi new image)
    kursi tidak dapat direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks dengan tirai dan lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda (kecuali kelas bisnis tidak ada fasilitas hiburan)
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, dan peredam suara
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional88 s.d. 120 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal25-26, 27-28 (reguler)
20F-23F (fakultatif)

Kereta api Argo Cheribon atau juga dikenal dengan nama Argo Cirebon merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif[a], eksekutif dan ekonomi new image, dan kelas eksekutif dan bisnis[b] yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia dengan rute TegalCirebonGambir dan sebaliknya.

Asal Usul Nama[sunting | sunting sumber]

Nama Cheribon berasal dari nama Kota Cirebon pada masa penjajahan Hindia Belanda, namun asal-usul nama sendiri masih diperdebatkan oleh masyarakat (terutama masyarakat Cirebon) karena tidak akurat dengan sejarah kota yang sebenarnya hingga saat ini.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Cheribon mulai beroperasi pada 16 Agustus 2019—merupakan penggabungan dari tiga layanan kereta api, yaitu Argo Jati, Cirebon Ekspres, dan Tegal Bahari.

Kereta api Argo Jati (kelas eksekutif)[sunting | sunting sumber]

Awal pengoperasian kereta api[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Jati memasuki Stasiun Gambir, 2009

Sebelum kereta api Argo Jati diluncurkan pada 12 April 2007, terdapat tiga layanan kereta api yang beroperasi untuk menghubungkan Jakarta dan Cirebon, yaitu kereta api Ekspres Gunung Jati (1973–1993), Cirebon Ekspres (1989-2019) dan Cirebon Ekspres Utama (2005–2007). Peluncuran kereta api Argo di lintas ini direncanakan karena adanya permintaan pelanggan serta menurunnya peminat terhadap layanan kereta api Cirebon Ekspres Utama. Kereta api ini beroperasi menggunakan bekas rangkaian kereta api Argo Gede keluaran 1995.[1]

Peluncuran ulang[sunting | sunting sumber]

Peluncuran ulang kereta api Argo Jati dilaksanakan pada 3 November 2010 dengan nama New Argo Jati sebagai pengganti layanan lama. Peminat terhadap layanan kereta api kelas eksekutif semakin meningkat sehingga PT KAI berupaya meningkatkan layanan kelas eksekutif Argo relasi GambirCirebon.

Kereta api ini sempat beroperasi menggunakan kereta eksekutif buatan PT INKA keluaran 2010, sedangkan kereta kelas eksekutif keluaran 1995 sempat digunakan untuk pengoperasian kereta api Cirebon Ekspres dan Argo Jati.

Selain itu, ia sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat buatan INKA keluaran 2018, sedangkan rangkaian lama kereta api Argo Jati buatan 2010 digunakan untuk pengoperasian kereta api Ranggajati.

Kereta api Cirebon Ekspres[sunting | sunting sumber]

Kereta api Cirebon Ekspres

Kereta api Cirebon Ekspres pertama kali dioperasikan pada 29 November 1989 dengan layanan kelas bisnis—beroperasi menggunakan armada KRD seri MCW 302 (KD2). Setelah beberapa tahun beroperasi, rangkaian kereta tersebut diganti dengan rangkaian kereta kelas bisnis serta ditarik lokomotif karena sering mengalami gangguan. Kemudian, dilakukan penambahan layanan kelas sehingga ia melayani kelas eksekutif.

Pada 2005, PT KA menambah layanan baru sebagai turunan dari kereta api Cirebon Ekspres, yaitu Cirebon Ekspres Utama—kereta api dengan layanan kelas eksekutif satwa yang hanya bertahan dua tahun karena layanan kereta api tersebut digantikan oleh kereta api Argo Jati sejak 12 April 2007.

Sejak 25 Juli 2007, lintas pelayanan pada salah satu perjalanan kereta api Cirebon Ekspres diperpanjang hingga Tegal—layanan kereta api ini pada kemudian hari diberi nama Tegal Bahari—serta jumlah perjalanan ditambah menjadi dua kali dalam sehari mulai tahun 2009.

Mulai 18 Oktober 2016, kereta api Cirebon Ekspres melayani kelas ekonomi plus—menggunakan rangkaian kereta buatan PT INKA keluaran 2016—dengan mengubah layanan kelas bisnis.

Kereta api Tegal Bahari (kelas eksekutif-bisnis/ekonomi new image)[sunting | sunting sumber]

Kereta api Tegal Bahari saat melintas di Cikampek, Karawang (2019)

Kereta api Tegal Bahari merupakan sempalan (spin-off) dari rumpun layanan kereta api Cirebon Ekspres setelah dilakukan perpanjangan lintas pelayanan menuju Stasiun Tegal sejak 2007. Peluncuran kereta api Tegal Bahari juga diiringi dengan peluncuran kereta makan bercorak batik tegalan.[2]

Data teknis[sunting | sunting sumber]

  • Reguler
Nomor urut Lokomotif CC206 Kereta pembangkit (P) 1 2 3 4 Kereta makan (M1) 1 2 3 4 5
Keterangan Kereta penumpang kelas eksekutif new image (K1) Kereta penumpang kelas ekonomi plus new image (K3)
Depo Cipinang (CPN)
Cirebon (CN)
Cirebon (CN)
Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.
  • Rangkaian Ranggajati
Nomor urut Lokomotif CC206 Kereta pembangkit (P) 1 2 3 4 5 Kereta makan (M1) 1 2 3 4
Keterangan Kereta penumpang kelas eksekutif (K1) Kereta penumpang kelas bisnis (K2)
Depo Cirebon (CN) Cirebon (CN)
Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.
  • Rangkaian Sembrani Tambahan
Nomor urut Lokomotif CC206 1 2 3 4 Kereta makan (M1) 5 6 7 8 Kereta pembangkit (P)
Keterangan Kereta penumpang kelas eksekutif (K1) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1)
Depo Cipinang (CPN)
Sidotopo (SDT)
Malang (ML), Surabaya Pasarturi (SBI), Jakarta Kota (JAKK)
Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Penyatuan tiga menjadi satu layanan dengan nama "Argo Cheribon" dinilai telah menuai kontroversi, terutama kalangan budayawan Cirebon, karena mengusung kata "Cheribon" yang dianggap "mencederai" kearifan lokal, termasuk keberadaan buah ceri untuk logo promosi Argo Cheribon (GoCher).[3][4][5] Walaupun demikian, iklan resmi kereta api Argo Cheribon pada situs resmi KAI tidak mengusung logo promosi tersebut, melainkan motif batik megamendung.[6]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Untuk kereta api nomor 24A dan 27A
  2. ^ Untuk kereta api nomor 31A dan 32A

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Majalah KA Edisi Mei 2014
  2. ^ "KA Tegal Bahari, Kereta Bernuansa Batik". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-12-30. 
  3. ^ "Rebranding, PT KAI Luncurkan KA Argo Cheribon Jelang HUT RI – Info Kereta Api". Diakses tanggal 2019-08-12. 
  4. ^ "Polemik Argo Cheribon, PT KAI Tak Bergeming, Single Service Gocher Tetap Lanjut". radarcirebon.com. 2019-08-10. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-08-10. Diakses tanggal 2019-08-12. 
  5. ^ "Penolakan atas Penamaan Baru KA Argojati, Kurang Sensitif dan Kemunduran". radarcirebon.com. 2019-08-09. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-08-12. Diakses tanggal 2019-08-12. 
  6. ^ "Promo". penumpang.kai.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-08-12. Diakses tanggal 2019-08-12.