Kereta api Siliwangi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kereta api Siliwangi
KA Siliwangi di cireungas.jpg
Kereta api Siliwangi di Stasiun Cireungas
Informasi umum
Jenis kereta api Kereta api lokal jarak menengah
Status Beroperasi
Lokal Daerah Operasi I Jakarta
Mulai beroperasi 19 Februari 2016
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Perjalanan
Relasi perjalanan SukabumiCianjur, p.p.
Jumlah perhentian 6
Waktu tempuh rata-rata 1 jam 25 menit (rata-rata)
Frekuensi perjalanan harian Tiga kali pergi pulang sehari
Nomor kereta api 455-460
Jenis rel Rel berat
Pelayanan
Kelas Ekonomi AC
Susunan tempat duduk 106 tempat duduk disusun 3-2
Jenis kaca jendela Kaca dupleks dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburan Ada
Lain-lain AC, tabung pemadam, toilet
Teknis sarana dan prasarana
Lokomotif CC206
Lebar sepur 1.067 mm
Kecepatan operasional 30 s.d. 60 km/jam
Pemilik prasarana Ditjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal 455-460
Peta rute
Bogor - Cianjur
Untuk KA Pangrango dan Siliwangi
Ke Manggarai
Bogor
Bogor Paledang
Batutulis
Maseng
Cigombong
Cicurug
Parung Kuda
Cibadak
Karang Tengah
Cisaat
Sukabumi
Gandasoli
Cireungas
Terowongan Lampegan
Lampegan
Cibeber
Cianjur
Ke Bandung
Keterangan:
  • Naik turun penumpang Pangrango dimulai dari Stasiun Bogor Paledang, meskipun terminus kereta ini di Stasiun Bogor
  • Pangrango mengakhiri perjalanannya di Stasiun Sukabumi
  • Siliwangi memulai perjalanannya dari Stasiun Sukabumi
  • Siliwangi mengakhiri perjalanannya di Stasiun Cianjur
KA Pangrango (kanan) memasuki Stasiun Sukabumi
KA Pangrango (kanan) memasuki Stasiun Sukabumi, sedangkan KA Siliwangi (kiri) sedang dipersiapkan untuk pertukaran lokomotif.

Kereta api Siliwangi adalah kereta api berstatus KA Perintis Lokal (kelas ekonomi ac) Jarak Menengah milik PT Kereta Api Indonesia dengan relasi Stasiun Cianjur - Stasiun Sukabumi . Kereta api Siliwangi diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada tanggal 19 Februari 2016.

Susunan rangkaian kereta ini pada awal beroperasi terdiri satu lokomotif, empat gerbong ekonomi AC dan satu gerbong kereta makan pembangkit.

Kata Siliwangi diambil dari nama Prabu Siliwangi yang memimpin Kerajaan Pajajaran yang merupakan daerah Sunda.

Jadwal Perjalanan[sunting | sunting sumber]

Jadwal sesuai Gapeka 2017

KA Siliwangi
Stasiun KA 456 KA 458 KA 460 Stasiun KA 455 KA 457 KA 459
Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat Tiba Berangkat
Cianjur - 08.15 - 13.55 - 19.15 Sukabumi - 05.45 - 10.15 - 15.40
Cibeber 08.40 08.41 14.15 14.16 19.40 19.41 Gandasoli 05.58 05.49 10.33 10.34 16.03 16.04
Lampegan 09.05 09.06 14.40 14.41 19.05 19.06 Cireungas 06.11 06.12 10.46 10.47 16.16 16.17
Cireungas 09.14 09.15 14.49 14.50 19.14 19.15 Lampegan 06.20 06.21 10.55 10.56 16.25 16.26
Gandasoli 09.26 09.27 15.01 15.02 19.26 19.27 Cibeber 06.44 06.45 11.19 11.20 16.49 16.50
Sukabumi 09.40 - 15.15 - 20.36 Cianjur 07.10 - 11.45 - 17.15

Stamformasi[sunting | sunting sumber]

Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2016, layanan kelas eksekutif pada KA Pangrango /Siliwangi dihapus, jadi KA Pangrango/Siliwangi hanya membawa kereta ekonomi saja.[1] Namun atas desakan dari para penumpang rute Bogor-Sukabumi dan sebaliknya, maka PT KAI Daerah Operasi I Jakarta memutuskan kembali menyediakan layanan kelas Eksekutif pada perjalanan Ka Pangrango mulai keberangkatan tanggal 21 Januari 2016.[2]

Tidak ada Merubah Stanformasi Kereta api Pangrango dan Siliwangi dan Telah Disesuaikan dengan Dipo kereta api Jakarta Kota (JAKK).

Nama Kereta Kereta api Pangrango Kereta api Siliwangi
Rute Stasiun Bogor Paledang-Stasiun Sukabumi Stasiun Sukabumi-Stasiun Cianjur
Lokomotif CC206 CC206
Rangkaian 1 Kereta Eksekutif (K1 JAKK) 2 Kereta Ekonomi (K3 JAKK)
1 Kereta Makan dan Pembangkit Ekonomi (KMP3 JAKK) 1 Kereta Makan dan Pembangkit Ekonomi (KMP3 JAKK)
4 Kereta Ekonomi (K3 JAKK) 2 Kereta Ekonomi (K3 JAKK)
Kapasitas 474 tempat duduk (1 K1 JAKK + 4 K3 JAKK) 640 tempat duduk ( 2 K3 JAKK + 2 K3 JAKK)
Waktu Tempuh 2 jam 4 menit 1 jam 34 menit

Stasiun-stasiun yang disinggahi[sunting | sunting sumber]

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada hari Senin, 10 Februari 2014 dua gerbong KA Siliwangi yang menempuh perjalanan dari Cianjur menuju Sukabumi anjlok sekitar pukul 13.30 WIB di dekat terowongan Lampegan, Cianjur tepatnya di petak Stasiun Lampegan - Stasiun Cireungas. Badan salah satu gerbong sempat membentur terowongan Lampegan saat tergelincir, namun tidak sampai merusak konstruksi terowongan.[3]
  • Pada tanggal 31 Maret 2015, lokomotif dan satu gerbong KA Siliwangi tujuan CianjurBogor anjlok di dekat Stasiun Cireungas. Penyebab anjlok kereta tersebut diduga karena bagian bawah bantalan rel longsor, akibatnya kereta tidak bisa melanjutkan perjalanan dan penumpang melanjutkan dengan moda transportasi lainnya.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]