Stasiun Lampegan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Lampegan
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun LP.png
  • Singkatan: LP
  • Nomor: 1504
Lpn010414 2.JPG
Pintu masuk dan keluar Stasiun Lampegan, sebelum dipasangi papan nama baru masih menerapkan ketinggian +652 m.
Lokasi
ProvinsiJawa Barat
KabupatenCianjur
KecamatanCampaka
DesaCimenteng
Kode pos43263
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi II Bandung
Kelas stasiun[1]III/kecil
Ketinggian+439 m
Letak[2]km 73+252 lintas BogorBandung
BanjarKutoarjoYogyakarta
LayananSiliwangi
Pemesanan tiketSistem tiket online, hanya melayani penjualan langsung untuk kereta api Siliwangi.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur1
Jumlah peronSatu peron sisi
Tipe persinyalanMekanik tipe Siemens & Halske manual

Stasiun Lampegan (LP) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Cimenteng, Campaka, Cianjur. Stasiun yang terletak pada ketinggian +439 meter (sebelumnya +652 m) ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung dan merupakan stasiun yang lokasinya paling barat di Kabupaten Cianjur.

Stasiun ini dibangun pada tahun 1879-1882, digunakan untuk merawat dan mengawasi Terowongan Lampegan yang berada di dekatnya. Awalnya stasiun ini memiliki dua jalur dengan jalur 2 sebagai sepur lurus ditambah bekas sepur badug di sebelah barat, tetapi kini jalur 1 dan weselnya sudah dibongkar karena peristiwa anjloknya KA Siliwangi di wesel dekat mulut terowongan (lihat di bagian Insiden) dan saat ini tidak ada lagi persilangan maupun persusulan antarkereta api di stasiun ini.

Stasiun ini dahulu melayani kereta api Cianjuran untuk mengisi slot rute Bandung–Bogor pp. Akan tetapi, kereta api ini dihentikan operasinya pada tahun 2013 karena ketersediaan suku cadang untuk lokomotif diesel hidraulik sudah langka dan usianya yang sudah cukup tua untuk dijalankan, serta ketidaktersediaan subsidi PSO dari Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Stasiun ini sempat vakum.[3] Stasiun ini mulai melayani penumpang lagi dengan diluncurkannya kereta api Siliwangi pada tanggal 8 Februari 2014 dengan rute Sukabumi–Cianjur pp.[4]

Stasiun ini hanya berjarak sekitar 8 km dari Situs Megalitikum Gunung Padang, suatu cagar budaya nasional. Letaknya yang demikian ini diharapkan dapat mendongkrak sektor pariwisata di Kabupaten Cianjur.[5][6]

Terowongan[sunting | sunting sumber]

Stasiun Lampegan tempoh doeloe, dengan Terowongan Lampegan di kejauhan.

Nama Lampegan yang disandang oleh stasiun dan terowongan ini berasal dari kejadian saat Terowongan Lampegan dibangun. Yaitu pada saat dibangun terjadi dialog antara para pekerja terowongan, "Lamp pegang" atau "Lamp aan" yang berarti: "nyalakan/pegang lampunya."[7] Namun, ada beberapa yang menyebut bahwa kata lampegan berasal dari kata bahasa Sunda yang merujuk pada tumbuh-tumbuhan kecil.[8]

Pada tahun 2001, Terowongan Lampegan tertutup mulutnya oleh tanah longsor. Setelah kejadian itu, stasiun ini sempat diperbaiki kembali, tetapi belum sempat dilintasi kembali, longsor kembali terjadi pada tahun 2006 di petak Cibeber-Lampegan sehingga perjalanan kereta dari arah Stasiun Padalarang hanya sampai Stasiun Cianjur. Renovasi stasiun dan terowongan dilakukan setelah kejadian ini dan stasiun berfungsi kembali pada tahun 2010.[9]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Siliwangi, tujuan Sukabumi dan tujuan Cianjur-Ciranjang (lokal ekonomi AC)

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Lampegan per 31 Juli 2019 (revisi Gapeka 2017).

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
456A Siliwangi Ciranjang (CRJ) Lokal Ekonomi AC 06.20 06.21
455A Sukabumi (SI) 09.45 09.46
458A Ciranjang (CRJ) 11.30 11.31
457A Sukabumi (SI) 15.05 15.06
460A Ciranjang (CRJ) 16.50 16.51
459A Sukabumi (SI) 20.15 20.16

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 10 Febuari 2014, Kereta api Siliwangi dari Stasiun Cianjur tujuan Stasiun Sukabumi anjlok di mulut Terowongan Lampegan. Beberapa jadwal kereta api terpaksa dibatalkan.[10]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ "KA Bandung-Cianjur Berhenti Beroperasi Karena Kekurangan Subsidi Pemerintah". 11 April 2013. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  4. ^ "Besok, KA Siliwangi Sukabumi-Cianjur Beroperasi". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-07-30. 
  5. ^ Lilia, Brigida Emi. "Petualangan ke Situs Gunung Padang". detikTravel. Diakses tanggal 2019-07-30. 
  6. ^ Widayati, Rully (2017-05-08). "Naik Kereta ke Situs Meghalitik Gunung Padang, Tidak Lama Lagi". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-30. 
  7. ^ Suganda, Her (2007). Jendela Bandung, Pengalaman Bersama Kompas. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. 
  8. ^ "Terowongan Lampegan dan Misteri Hilangnya Penari Ronggeng". SINDOnews.com. Diakses tanggal 2019-07-30. 
  9. ^ "Wisata Sejarah Stasiun dan Terowongan Lampegan Cianjur". Pikiran Rakyat. 2011-05-07. Diakses tanggal 2018-01-14. 
  10. ^ A, Sita Planasari. "Dua Hari Beroperasi, KA Siliwangi Anjlok". Tempo. Diakses tanggal 2018-01-14. 
Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
menuju Manggarai
Manggarai–Padalarang
menuju Padalarang

Koordinat: 6°57′00″S 107°03′42″E / 6.9499774°S 107.0615485°E / -6.9499774; 107.0615485