Daerah Operasi II Bandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Daerah Operasi II Bandung
Logo KAI 2011.png
PT Kereta Api Indonesia (Persero)
Daerah Operasi II Bandung
Kantor Daop/Divre
Provinsi Jawa Barat
Kota Bandung
Kecamatan Sumurbandung
Kelurahan Babakanciamis
Alamat Jalan Stasiun Selatan No. 25 Bandung [1]
Kode pos 40181[1]
Informasi lain
Singkatan Daop/Divre BD
Stasiun tertinggi
  1. +848 m (Nagreg)
  2. +818 m (Lebak Jero)
Layanan Lihatlah di bawah.
Karakteristik jalur Jalur bergunung-gunung
Batas kecepatan tertinggi yang diizinkan 60 s.d. 80 km/jam

Daerah Operasi II Bandung atau disingkat dengan Daop 2 Bandung atau Daop II BD adalah salah satu daerah operasi perkeretaapian Indonesia, di bawah lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berada di bawah Direksi PT Kereta Api Indonesia dipimpin oleh seorang Executive Vice President (EVP) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direksi PT Kereta Api Indonesia.

Daerah Operasi II Bandung memiliki empat stasiun besar, di antaranya adalah stasiun Bandung, stasiun Kiaracondong, stasiun Tasikmalaya, dan stasiun Purwakarta sedangkan stasiun kereta api kelas menengah di antaranya adalah stasiun Padalarang, stasiun Cipeundeuy, stasiun Ciamis, dan stasiun Banjar. Gudang kereta api berada di stasiun Bandung, sedangkan dipo lokomotif berada tak jauh dari stasiun Bandung.

Daerah Operasi II memiliki jalur yang seluruhnya melintasi pegunungan dan dikenal sebagai Daop yang memiliki banyak jembatan dan terowongan, baik yang aktif maupun tidak aktif. Konstruksi jembatan kereta api di Daop ini berupa rangka baja dan beton.[2] Jembatan terpanjangnya yang aktif, jembatan Cikubang, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan pecinta kereta api di Indonesia dan dunia. Sementara itu, Daop ini menjadi daop tempat jembatan kereta api terpanjang di Indonesia, jembatan Cikacepit, [3] serta terowongan terpanjang, terowongan Wilhelmina, di jalur nonaktif Banjar-Cijulang.

Terdapat dua perbatasan antara Daerah Operasi II Bandung dengan Daerah Operasi I Jakarta terletak antara Stasiun Cibungur dengan Stasiun Cikampek di arah utara dan di arah barat terletak antara Stasiun Ranji dengan Stasiun Sukabumi, sedangkan batas antara Daerah Operasi II Bandung dengan Daerah Operasi V Purwokerto terletak antara Stasiun Banjar dengan Stasiun Langen.

Layanan[sunting | sunting sumber]

Kereta api penumpang yang berada di bawah pengoperasian Daop 2 Bandung di antaranya adalah:

Kelas Eksekutif dan Bisnis Atau Ekonomi AC

  1. Kereta api Argo Parahyangan, kereta Campuran Eksekutif Argo dan Bisnis tujuan stasiun Bandung-stasiun Gambir dengan nomor gapeka 19 s.d. 34
  2. Kereta api Argo Parahyangan Tambahan, Kereta api Eksekutif Satwa tujuan Stasiun Bandung-Stasiun Gambir dan Stasiun Jakarta Kota dengan nomor gapeka 35 s.d. 36
  3. Kereta api Malabar, kereta campuran ekonomi, bisnis dan eksekutif tujuan stasiun Bandung-stasiun Malang dengan nomor gapeka 99 dan 100
  4. Kereta api Mutiara Selatan, kereta bisnis tujuan stasiun Bandung-stasiun Surabaya Gubeng dengan nomor gapeka 131 dan 132
  5. Kereta api Lodaya, kereta campuran bisnis dan eksekutif tujuan Stasiun Bandung-Stasiun Yogyakarta-Stasiun Solo Balapan dengan nomor gapeka 79 s.d. 82
  6. Kereta api Argo Wilis Kereta Api eksekutif argo tujuan Stasiun Bandung - Stasiun Surabaya Gubeng dengan nomor gapeka 5 s.d. 6

Kereta api Lokal

  1. Kereta api Lokal Bandung Raya relasi Stasiun Padalarang-Stasiun Cicalengka
  2. Kereta api Lokal Cibatu relasi Stasiun Cibatu-Stasiun Purwakarta


Adapun kereta api yang melayani Daop II Bandung yang di bawah pengoperasian Daop lain, di antaranya adalah:

Eksekutif/campuran

  1. Kereta api Turangga, eksekutif relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Bandung dengan nomor gapeka 49 s.d. 50 (Operator Daop VIII SB)
  2. Kereta api Ciremai Ekspres, eksekutif dan ekonomi relasi Stasiun Cirebon-Stasiun Cikampek-Stasiun Bandung dengan nomor gapeka 91 s.d. 98 (Operator Daop III CN)

Ekonomi AC PSO dan Non-PSO

  1. Kereta api Pasundan, ekonomi relasi Stasiun Surabaya Gubeng s.d. Stasiun Kiaracondong dengan nomor gapeka 179 s.d. 180 (Operator Daop VIII SB)
  2. Kereta api Kahuripan, ekonomi relasi Stasiun Kediri s.d. Stasiun Kiaracondong dengan nomor gapeka 181 s.d. 182 (Operator Daop VII MN)
  3. Kereta api Kutojaya Selatan, ekonomi relasi Stasiun Kutoarjo s.d. Stasiun Kiaracondong dengan nomor gapeka 203 s.d 204 (Operator Daop V PWT)

Stasiun kereta api[sunting | sunting sumber]

Berturut-turut nama stasiun, kode stasiun.

Keterangan

  • Stasiun besar ialah stasiun yang tertulis tebal miring
  • Stasiun menengah ialah stasiun yang tertulis tebal.
  • Stasiun kecil ialah stasiun yang tertulis normal.
  • Stasiun tak beroperasi ialah stasiun (atau berikut jalurnya) yang tertulis miring tanpa kode stasiun.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Situs Resmi PT. Kereta Api". Diakses tanggal 17-10-12. 
  2. ^ Majalah KA Edisi Mei 2015
  3. ^ Kondisi Jembatan Cikacepit Pangandaran Kian Memprihatinkan

Pranala luar[sunting | sunting sumber]