Kabupaten Lampung Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Lampung Utara

Kotabumi
BETTAH
(Bersih, Elok, Tentram, Taqwa, Aman dan Hidup)
Kabupaten di Lampung, Indonesia
Tugu Payan Emas
Tugu Payan Emas
Lambang resmi Kabupaten Lampung Utara
Lambang
Motto: 
Ragem Tunas Lampung
(Indonesia: Masyarakat Yang Menerima Kebergaman)
Lokasi Lampung Kabupaten Lampung Utara.svg
Kabupaten Lampung Utara is located in Sumatra
Kabupaten Lampung Utara
Kabupaten Lampung Utara
Kabupaten Lampung Utara is located in Indonesia
Kabupaten Lampung Utara
Kabupaten Lampung Utara
Koordinat: 4°49′00″S 104°48′00″E / 4.81667°S 104.8°E / -4.81667; 104.8
Negara Indonesia
ProvinsiLampung
Tanggal peresmian15 Juni 1946 [1]
Dasar hukumUU No. 4 Drt tahun 1965 juncto UU No. 28 tahun 1959
Ibu kotaKota Kotabumi
Pemerintahan
 • BupatiH. Budi Utomo, S.E, M.M (Plt.)
 • Wakil Bupatilowong
Luas
 • Total2.725,63 km2 (1,052,37 sq mi)
Populasi
 • Total636.908 jiwa
 • Kepadatan234/km2 (610/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 96,85%
Kristen 2,59%
- Protestan 1,30%
- Katolik 1,29%
Hindu 0,45%
Buddha 0,11%[2]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0724
Kode Kemendagri18.03 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan23 kecamatan
Jumlah kelurahan15 kelurahan
Jumlah desa232 desa
DAURp 994.740.080.000,- (2020)[4]
IPMKenaikan 67,67 (2020)
Sedang[5]
Situs webwww.lampungutarakab.go.id

Kabupaten Lampung Utara (Aksara Lampung: Lampungutara-aksara.png) adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Lampung, Indonesia. Ibukota kabupaten terletak di kecamatan Kotabumi. Jumlah penduduk kabupaten Lampung Utara pada tahun 2020 sebanyak 636.908 jiwa, dengan kepadatan 234 jiwa/km2.[3]

Kabupaten ini dulunya adalah kabupaten terluas/terbesar di Provinsi Lampung yang sekarang meliputi Kabupaten Lampung Utara sendiri, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Lampung Barat (yang melahirkan Kabupaten Pesisir Barat), dan Kabupaten Tulang Bawang (yang melahirkan Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Kabupaten Mesuji).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada awal masa kemerdekaan, berdasarkan UU RI Nomor 1 Tahun 1945, Lampung Utara merupakan wilayah administratif di bawah Karesidenan Lampung yang terbagi atas beberapa kawedanan, kecamatan dan marga.

Pemerintahan marga dihapuskan dengan Peraturan Residen 3 Desember 1952 Nomor 153/1952 dan dibentuklah “Negeri” yang menggantikan status marga dengan pemberian hak otonomi sepenuhnya berkedudukan di bawah kecamatan. Dengan terjadinya pemekaran beberapa kecamatan, terjadilah suatu negeri di bawah beberapa kecamatan, sehingga dalam tugas pemerintahan sering terjadi benturan. Status pemerintahan negeri dan kawedanan juga dihapuskan dengan berlakunya UU RI Nomor 18 Tahun 1965.

Berdasarkan UU RI Nomor 4 (Darurat) Tahun 1965, juncto UU RI Nomor 28 Tahun 1959, tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-Kabupaten dalam Lingkungan Sumatra Selatan, terbentuklah Kabupaten Lampung Utara di bawah Provinsi Sumatra Selatan. Dengan terbentuknya Provinsi Lampung berdasarkan UU RI Nomor 14 Tahun 1964, maka Kabupaten Lampung Utara masuk sebagai bagian dari Provinsi Lampung.

Kabupaten Lampung Utara telah mengalami tiga kali pemekaran sehingga wilayah yang semula seluas 19.368,50 km² kini tinggal 2.765,63 km². Pemekaran wilayah pertama terjadi dengan terbentuknya Kabupaten Lampung Barat berdasarkan UU RI Nomor 6 Tahun 1991, sehingga Wilayah Lampung Utara berkurang 6 kecamatan yaitu: Sumber Jaya, Balik Bukit, Belalau, Pesisir Tengah, Pesisir Selatan dan Pesisir Utara.

Pemekaran kedua tejadi dengan terbentuknya Kabupaten Tulang Bawang berdasarkan UU RI Nomor 2 Tahun 1997. Wilayah Lampung Utara kembali mengalami pengurangan sebanyak 4 kecamatan yaitu: Menggala, Mesuji, Tulang Bawang Tengah dan Tulang Bawang Udik. Pemekaran ketiga terjadi dengan terbentuknya Kabupaten Way Kanan berdasarkan UURI Nomor 12 Tahun 1999. Lampung Utara kembali berkurang 6 kecamatan yaitu: Blambangan Umpu, Pakuan Ratu, Bahuga, Baradatu, Banjit dan Kasui. Kabupaten Lampung Utara, saat ini tinggal 8 kecamatan yaitu: Kotabumi, Abung Selatan, Abung Timur, Abung Barat, Sungkai Selatan, Sungkai Utara, Tanjung Raja dan Bukit Kemuning.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2000 jumlah kecamatan dimekarkan menjadi 16 kecamatan dengan mendefinitifkan 8 kecamatan pembantu yaitu: Kotabumi Utara, Kotabumi Selatan, Abung Semuli, Abung Surakarta, Abung Tengah, Abung Tinggi, Bunga Mayang dan Muara Sungkai. Sedangkan hari kelahiran Kabupaten Lampung Utara Sikep ini, setelah melalui berbagai kajian, disepakati jatuh tanggal 15 Juni 1946 dan ini disahkan dalam Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2002.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2006 tanggal 15 Agustus 2006 telah dimekarkan kembali 7 kecamatan yang baru, yaitu sebagai berikut:

  1. Kecamatan Hulu Sungkai ibu kota Gedung Maripat
  2. Kecamatan Sungkai Tengah ibu kota Batu Nangkop
  3. Kecamatan Sungkai Barat ibu kota Sinar Harapan
  4. Kecamatan Sungkai Jaya ibu kota Cempaka
  5. Kecamatan Abung Pekurun ibu kota Pekurun
  6. Kecamatan Abung Kunang ibu kota Aji Kagungan Kepala Kampung Syahrial Kunang
  7. Kecamatan Blambangan Pagar ibu kota Blambangan

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis kabupaten lampung utara terletak pada 104' 40 sampai 105'08 bujur timur dan 4'34 sampai 5'06 lintang selatan dengan batas - batas wilayah sebagai berikut:

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Way Kanan
Timur Kabupaten Tulang Bawang Barat
Selatan Kabupaten Lampung Tengah
Barat Kabupaten Lampung Barat

Iklim[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2008 suhu udara rata-rata siang hari berkisar antara 21,8 °C sampai 23,8 °C. Rata-rata curah hujan lebih rendah (182,54 mm) dibandingkan dengan tahun 2007 (133,6 mm). Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Maret mencapai 455,4 mm dan terendah pada bulan Mei (28,7 mm).

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
1
No image available.svg Burhanudin
1946
1947
1
2
No image available.svg Akhmad Akuan
1947
1950
2
3
Zainal Abidin Pagaralam.jpg H.
Zainal Abidin Pagaralam
1950
1950
3
4
No image available.svg R.
Sarikun
tidak diketahui
tidak diketahui
4
5
No image available.svg R.
Sumbaji
tidak diketahui
1959
5
6
No image available.svg Pangeran Ingguan
1959
1960
6
7
No image available.svg H.
Abdul Somad
Gelar Raden Pahlawan Sampurnadjaja
1960
1965
7
8
No image available.svg M. Syarif
1965
1967
8
9
No image available.svg A. Rivai
1967
1972
9
10
No image available.svg T.R.A. Syukri
1972
1973
10
11
No image available.svg Djuaini Ahmad
1973
1978
11
12
No image available.svg Masno Asmono
1978
1983
12
1983
1988
13
13
No image available.svg Djufri A.H. Adam
1988
1993
14
14
No image available.svg Ahmad Gumbira
1993
1998
15
15
No image available.svg Hairi Fasyah
1998
2003
16
Zainal Abidin (2000-2008)
2003
2008
17
-
No image available.svg Hi.
Rustam Effendi
S.H., M.H.
2008
2009
-
[Ket. 1]
16
No image available.svg Drs.
Zainal Abidin
M.M.
2009
2014
18
Rohimat Aslam
17
No image available.svg H.
Agung Ilmu Mangkunegara
S.STP., M.H.
2014
2019
19
Sri Widodo
25 Maret 2019
8 Oktober 2019
20
Budi Utomo
18
No image available.svg H.
Budi Utomo
S.E., M.M.
8 Oktober 2019
3 November 2020
[Ket. 2]
3 November 2020
Petahana
[6]
Singkatan Nama
  • R. = Raden
Catatan
  1. ^ Pelaksana Tugas Bupati Lampung Utara
  2. ^ Pelaksana Tugas Bupati Lampung Utara


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Lampung Utara dalam dua periode terakhir.[7][8]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 4 Steady 4
  Gerindra 5 Kenaikan 6
  PDI-P 7 Penurunan 5
  Golkar 5 Penurunan 4
  NasDem 4 Kenaikan 6
  Berkarya (baru) 1
  PKS 3 Kenaikan 5
  Perindo (baru) 1
  PPP 0 Kenaikan 1
  PAN 4 Steady 4
  Hanura 3 Penurunan 1
  Demokrat 7 Steady 7
  PBB 2 Penurunan 0
  PKPI 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 45 Steady 45
Jumlah Partai 11 Kenaikan 12

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Saat ini di lampung Utara menjadi 23 kecamatan, yaitu:

  1. Kecamatan Abung Barat Ibu kota Ogan Lima
  2. Kecamatan Abung Kunang Ibu kota Aji Kagungan
  3. Kecamatan Abung Pekurun Ibu kota Pekurun
  4. Kecamatan Abung Selatan Ibu kota Kalibalangan
  5. Kecamatan Abung Semuli Ibu kota Semuli Raya
  6. Kecamatan Abung Surakarta Ibu kota Tatakarya
  7. Kecamatan Abung Tengah Ibu kota Negeri Besar
  8. Kecamatan Abung Timur Ibu kota Bumi Agung
  9. Kecamatan Abung Tinggi Ibu kota Ulak Rengas
  10. Kecamatan Blambangan Pagar Ibu kota Blambangan
  11. Kecamatan Bukit Kemuning Ibu kota Bukit Kemuning
  12. Kecamatan Bunga Mayang Ibu kota Negara Tulangbawang
  13. Kecamatan Hulu Sungai Ibu kota Gedung Makripat
  14. Kecamatan Kotabumi Ibu kota Kotabumi
  15. Kecamatan Kotabumi Selatan Ibu kota Mulangmaya
  16. Kecamatan Kotabumi Utara Ibu kota Madukoro
  17. Kecamatan Muara Sungkai Ibu kota Negeri Ujungkarang
  18. Kecamatan Sungkai Barat Ibu kota Sinar Harapan
  19. Kecamatan Sungkai Jaya Ibu kota Cempaka
  20. Kecamatan Sungkai Selatan Ibu kota Ketapang
  21. Kecamatan Sungkai Tengah Ibu kota Batunangkop
  22. Kecamatan Sungkai Utara Ibu kota Negararatu[9]
  23. Kecamatan Tanjung Raja Ibu kota Tanjung Raja

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

Bendungan Way Rarem[sunting | sunting sumber]

Terletak di Desa Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun atau 36 Km dari Kotabumi, atau 113 Km dari Bandar Lampung. Objek Wisata Way Rarem Memiliki luas 49,2 Ha tinggi bendungan 59 m dan kedalaman air 32m, luas genangan 1200 ha.

Disamping untuk Objek Wisata, Bendungan Way Rarem juga berfungsi sebagai irigasi yang dapat mengairi seluas – 22.000 ha, untuk Kecamatan Abung Timur, Tulang Bawang Tengah, Tulang Bawang Udik dan Kotabumi. Terdapat beberapa spesies ikan hias air tawar khas seperti ikan Sumatra dll. Lingkungan alam dan suasana perkampungan merupakan ciri khas lokasi ini.

Bendungan Tirta Shinta[sunting | sunting sumber]

Terletak di Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi utara dengan jarak tempuh – 10 Km dari Kotabumi, atau 111 Km dari Bandar Lampung.

Air terjun Curup Paten[sunting | sunting sumber]

Terletak di Desa Suka Menanti Kecamatan Bukit Kemuning dengan jarak tempuh dari Kotabumi sekitar 40 km. Air terjun ini memiliki tiga tingkatan dengan ketinggian sekitar 4 m untuk masing - masing tingkatan.

Air terjun Curup Selampung[sunting | sunting sumber]

Terletak di Desa Gunung Bertuah Kecamatan Abung Barat dengan jarak tempuh sekitar 35 Km dari kotabumi. di lokasi ini terdapat 2 air terjun masing tinggi 12 m lebar 15 m dan tinggi 20 m lebar 3 m yang ditemukan oleh Alm Selampung pada tahun 1973.

Wisata Green Bamboo[sunting | sunting sumber]

Terletak di Desa Sribandung Kecamatan Abung Tengah dengan jarak tempuh sekitar 10 Km dari kotabumi. Lokasi ini merupakan wisata arung jeram alami yang mengikuti aliran sungai dengan arus deras dan bebatuan yang menghadirkan petualangan alam tersendiri.

Wisata Budaya[sunting | sunting sumber]

Sanggar - sanggar seni budaya sebagai pelestarian seni budaya nenek moyang kabupaten lampung utara.sanggar tersebut di antaranya sanggar kemalo bumi rayo yang telah berhasil meraih berbagai prestasi tingkat nasional.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-08-30. Diakses tanggal 2015-04-13. 
  2. ^ a b "Kabupaten Lampung Utara Dalam Angka 2020". www.lampungutarakab.bps.go.id. Diakses tanggal 24 April 2020. 
  3. ^ a b "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 30 Juli 2021. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 30 Juli 2021. 
  5. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 30 Juli 2021. 
  6. ^ Sah! Budi Utomo Dilantik Jadi Bupati Lampung Utara Gantikan Agung yang Ditangkap KPK, diakses 28 Desember 2020.
  7. ^ Perolehan Kursi DPRD Lampung Utara 2014-2019
  8. ^ Perolehan Kursi DPRD Lampung Utara 2019-2024
  9. ^ BPS Kabupaten Lampung Utara (https://lampungutarakab.bps.go.id/statictable/2015/09/25/42/ibukota-kecamatan-dan-jaraknya-dari-ibukota-kabupaten.html)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]