Kabupaten Tulang Bawang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Tulang Bawang
Transkripsi bahasa daerah
 • aksara Lampung
Gapura Kantor Bupati
Gapura Kantor Bupati
Lambang resmi Kabupaten Tulang Bawang
Motto: 
Sai bumi nengah nyappur
(Lampung) Satu tanah, ramah bergaul
Peta
Peta
Kabupaten Tulang Bawang di Sumatra
Kabupaten Tulang Bawang
Kabupaten Tulang Bawang
Peta
Kabupaten Tulang Bawang di Indonesia
Kabupaten Tulang Bawang
Kabupaten Tulang Bawang
Kabupaten Tulang Bawang (Indonesia)
Koordinat: 4°12′22″S 105°34′48″E / 4.20604°S 105.57999°E / -4.20604; 105.57999
Negara Indonesia
ProvinsiLampung
Tanggal berdiri20 Maret 1997
Dasar hukumUU RI No. 2 Tahun 1997[1]
Ibu kotaMenggala
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 15
  • Kelurahan: 4
  • Kampung: 147
Pemerintahan
 • BupatiQudrotul Ikhwan (Pj.)
Luas
 • Total3.466,32 km2 (1,338,35 sq mi)
Populasi
 • Total431.208
 • Kepadatan124/km2 (320/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 94,74%
Hindu 2,77%
Kristen 2,41%
Protestan 1,70%
Katolik 0,71%
Buddha 0,08%[2]
 • IPMKenaikan 69,53 (2022)
sedang[3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode BPS
1808 Edit nilai pada Wikidata
Kode area telepon+62 726
Pelat kendaraanBE xxxx S**/T*
Kode Kemendagri18.05 Edit nilai pada Wikidata
APBDRp 133.522.000.000.-(2020)[4]
PADRp 10.238.200.000.-(2020)[4]
DAURp 67.140.300.000.-
Situs webtulangbawangkab.go.id

Kabupaten Tulang Bawang (aksara Lampung: ) adalah kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Menggala. Kabupaten Tulang Bawang memiliki luas wilayah sebesar 3.466,32 km, dengan penduduk sebanyak 431.206 jiwa (2021). Secara umum wilayah Kabupaten Tulang Bawang berada di dataran rendah. Ketinggian wilayah ini bervariasi antara 2 Mdpl s/d 44 Mdpl.[2]

Nama Tulang Bawang diambil dari Sungai Tulang Bawang yang mengalir di wilayah ini dan melintasi ibukota kabupaten di Menggala. Beberapa perusahaan besar beroperasi disini, salah satunya produsen gula PT. Sweet Indolampung (SIL) dan PT. Indolampung Perkasa (ILP) yang merupakan anak perusahaan Sugar Group Companies (SGC) dan mengoperasikan kebun tebu yang luas di Tulang Bawang.[5] Komoditas lainnya adalah perikanan tambak yang berada di wilayah pesisir seperti kawasan Bumi Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur. Pada masa kejayaannya di tahun 1990an, Bumi Dipasena dikenal sebagai salah satu penghasil udang terbesar di Asia Tenggara.[6][7]

Selayang Pandang[sunting | sunting sumber]

Pernah ada kerajaan yang berdiri di wilayah ini bernama kerajaan Tulang Bawang, yang termuat dalam Catatan Perjalanan I Tsing[8][9], yang sedang berkelana ke India dan Sumatra dan sekitarnya, untuk belajar agama budha pada zaman Sriwijaya sekaligus mencatat perjalanannya.

Pada saat terbentuknya atau berdirinya Kabupaten Tulang Bawang pada tanggal 20 Maret 1997 wilayah Tulang Bawang pada saat itu memiliki wilayah terluas, 22% dari wilayah provinsi Lampung. Kabupaten Tulang Bawang berjarak sekitar 120 km dari ibu kota provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung.[10][11]

Pada tahun 2008, Kabupaten Tulang Bawang dimekarkan menjadi 3 (tiga) wilayah Daerah Otonom Baru (DOB) dengan Undang-Undang Nomor: 49 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Daerah Otonomi Kabupaten Mesuji dan Undang-Undang Nomor: 50 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Tulang Bawang Barat.[12] Pada tahun 2015, luas Wilayah Kabupaten Tulang Bawang telah menjadi seluas 3.466,32 km2.[13] Wilayahnya terbagi menjadi 15 kecamatan, 4 kelurahan dan 148 kampung.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Secara astronomis, Kabupaten Tulang Bawang terletak antara 105°09’ Bujur Timur sampai 105°55’ Bujur Timur dan 04°08’ Lintang Selatan sampai 04°41’ Lintang Selatan. Luas wilayah Kabupaten Tulang Bawang 3.466,32 Km2.[2]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas Wilayah Kabupaten Tulang Bawang antara lain:

Utara Kabupaten Mesuji dan Provinsi Sumatera Selatan
Timur Laut Jawa
Selatan Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Timur
Barat Kabupaten Tulang Bawang Barat

Topografi[sunting | sunting sumber]

Secara topografi daerah Tulang Bawang dibagi menjadi 4 bagian:

  • Daerah daratan, ini merupakan daerah terluas yang dimanfaatkan untuk pertanian.
  • Daerah rawa, terdapat sepanjang Pantai Timur dengan ketinggian 0–1 m, yang merupakan daerah rawa pasang surut.
  • Daerah River Basin, terdapat dua River Basin yang utama yaitu River Basin Tulang Bawang, dan River Basin sungai-­sungai kecil lainnya.
  • Daerah Alluvial, meliputi pantai sebelah timur yang merupakan bagian hilir (down steem dari sungai-sungai besar yaitu Way Tulangbawang, dan Way Mesuji) dimanfaatkan untuk pelabuhan.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Hujan[sunting | sunting sumber]

Daerah Kabupaten Tulang Bawang beriklim Tropis, dengan musim hujan dan musim kemarau berganti sepanjang tahun. Temperatur rata-rata 3°C. Curah hujan rata-rata 2.000 - 2.500 mm/tahun.

Data iklim Tulang Bawang
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31
(88)
32
(89)
32
(89)
31
(88)
32
(89)
32
(89)
32
(89)
33
(91)
34
(93)
35
(95)
34
(94)
33
(91)
32.6
(90.4)
Rata-rata terendah °C (°F) 24
(75)
24
(75)
24
(75)
24
(76)
24
(76)
24
(75)
23
(73)
22
(72)
22
(72)
24
(75)
24
(76)
24
(76)
23.6
(74.7)
Sumber: https://tulangbawangkab.bps.go.id/


Angin[sunting | sunting sumber]

Iklim Tropis Humod dengan angin laut lembap bertiup dari Samudera Indonesia dan Laut Jawa, dari arah Barat dan Barat Laut terjadi pada bulan November - Maret. Selama bulan Juli - Agustus,55<♡ angin bertiup dari Timur dan Tenggara. Kecepatan angin rata-rata 5,83 km/jam.

Tanah[sunting | sunting sumber]

Secara garis besar Tanah di Tulangbawang dibagi 6, antara lain Aluvial, Regosol, Andosol, Podsolik, Coklat, Latosol, dan Padsolik Merah Kuning (PMK).

Air[sunting | sunting sumber]

Selain sumber air tanah, sumber air lainnya adalah sumber air permukaan berupa sungai dan laut.

Mineral[sunting | sunting sumber]

Jenis mineral potensial dan strategis di Tulang Bawang adalah:

  • Pasir Kuarsa, terdapat disekitar Menggala dan Gedung Meneng
  • Minyak Bumi, terdapat pada lapisan Palembang yang terakumulasi sebagai lanjutan dari endapan Minyak Bumi di daerah Palembang; terpusat di sekitar Menggala.
  • Batu Bara, depositnya terdapat pada lapisan sedimen formasi endosit, yaitu bagian Hulu Way Tulang Bawang.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah daftar Bupati Tulang Bawang dari masa ke masa.

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
1 Drs. H. Murni Yusuf Nur 1981 1985 1  
2 Kardinal, B.A. 1985 1989 2  
3 Drs. H. Somali Saleh 1989 1993 3  
4 Drs. Rukhyat Kusumayudha 1993 1994 4  
5 Drs. Tamanuri 1994 1996 5  
6 H. Santori Hasan, S.H. 1996 1997 6  
1997 2002 7  
7 Drs. H.
Abdurachman Sarbini
S.H., M.M.
2002 2007 8   A.A. Sofyandi
2007 2012 9   Drs.
Agus Mardihartono
M.M.
8 Ir. H.
Hanan A. Rozak
M.S.
17 Desember 2012 28 Oktober 2016 10 [Ket. 1] Heri Wardoyo
S.H.
- Rimir Mirhadi
S.H.
28 Oktober 2016 11 Februari 2017 [Ket. 2]
(8) Ir. H.
Hanan A. Rozak
M.S.
11 Februari 2017 17 Desember 2017   Heri Wardoyo
S.H.
(9) Dr. Hj.
Winarti
S.E., M.H.
18 Desember 2017 17 Desember 2022 11 [14] Hendriwansyah
(10) Drs. Hi.
Qodratul Ikhwan
M.M.
18 Desember 2022 Petahana 12 [15] -
Catatan
  1. ^ Cuti kampanye Pilbup Tulang Bawang 2017
  2. ^ Pelaksana Tugas Bupati
  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang dalam dua periode terakhir.[16][17]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
PKB 2 Steady 2
Gerindra 7 Kenaikan 9
PDI-P 11 Penurunan 10
Golkar 6 Steady 6
NasDem 4 Penurunan 1
PKS 3 Penurunan 2
PPP 1 Penurunan 0
PAN 5 Kenaikan 7
Hanura 3 Penurunan 0
Demokrat 3 Steady 3
Jumlah Anggota 45 Penurunan 40
Jumlah Partai 10 Penurunan 8

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tulang Bawang terdiri dari 15 kecamatan, 4 kelurahan, dan 147 desa. Pada tahun 2021, jumlah penduduknya mencapai 430,630 jiwa dengan luas wilayah 3.466,32 km² dan sebaran penduduk 124 jiwa/km².[18][19]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Tulang Bawang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
18.05.08 Banjar Agung 11 Kampung
18.05.29 Banjar Baru 10 Kampung
18.05.20 Banjar Margo 12 Kampung
18.05.25 Dente Teladas 12 Kampung
18.05.06 Gedung Aji 10 Kampung
18.05.27 Gedung Aji Baru 9 Kampung
18.05.11 Gedung Meneng 11 Kampung
18.05.02 Menggala 4 5 Kampung
Kelurahan
18.05.30 Menggala Timur 10 Kampung
18.05.26 Meraksa Aji 8 Kampung
18.05.23 Penawar Aji 9 Kampung
18.05.13 Penawar Tama 14 Kampung
18.05.12 Rawa Jitu Selatan 9 Kampung
18.05.18 Rawa Jitu Timur 8 Kampung
18.05.22 Rawa Pitu 9 Kampung
TOTAL 4 147


Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kota Tua Menggala[sunting | sunting sumber]

Selain menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Tulang Bawang, Kota Menggala menyimpan potensi wisata karena kota ini sudah berkembang sejak zaman kolonial Belanda. Itu sebabnya banyak bangunan-bangunan bersejarah yang menghiasi sudut kota yang akan membawa wisatawan ke suasana masa lampau, dua diantaranya yang sangat terkenal adalah Dermaga Way Tulangbawang dan Pasar lama.

Kawasan Cakat Raya[sunting | sunting sumber]

Kawasan Cakat Raya merupakan kawasan objek wisata yang dihiasi dengan rumah-rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia dan miniatur Candi Prambanan berukuran 9x10 meter dengan ketinggian 12 meter, membuat Kawasan Cakat Raya bisa dibilang miniaturnya Taman Mini Indonesia Indah.

Rawa Pacing[sunting | sunting sumber]

Rawa Pacing menyuguhkan panorama yang indah dan masih alami, daya tarik dari Rawa Pacing adalah kehadiran koloni-koloni burung dari Asia dan Australia yang akan bermigrasi. Namun, koloni-koloni burung tersebut tidak dapat dijumpai setiap saat dan hanya pada musim hujan.

Kuala Teladas[sunting | sunting sumber]

Kuala Teladas adalah nama kampung yang terletak di Kecamatan Dante Teladas. Meski bukan sebagai kampung wisata, ±Kuala Teladas sangat menarik untuk dikunjungi dan selama ini memang banyak para wisatawan yang berkunjung ke sini untuk bersantai dengan berperahu menyusuri panjangnya sungai sambil melihat karamba-karamba milik warga yang menjadi tempat pembudidayaan.

Way Tulangbawang[sunting | sunting sumber]

Way Tulangbawang, sungai yang membelah Kabupaten Tulang Bawang ini merupakan sungai tepanjang di Provinsi Lampung dengan daerah tangkapan seluas 1.285 km2 dan lebar rata-rata ±200 meter. Way Tulangbawang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai objek pariwisata dan upaya itulah yang kini tengah dicoba oleh Pemkab Tulang Bawang dengan menggelar berbagai event wisata.

Tirta Garden Waterboom[sunting | sunting sumber]

Kolam Renang Tirta Garden yang populer dengan sebutan Tirta Garden Waterboom ini terletak di Jalan Raya Lintas Timur Sumatra, Unit 1 Kecamatan Banjar Margo. Diantara beberapa pemandian buatan yang ada di Kabupaten Tulang Bawang, Tirta Garden Waterboom adalah yang terbesar dengan fasilitas paling lengkap. Tidak heran jika waterboom ini menjadi salah satu objek wisata favorit bagi masyarakat Tulang Bawang.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Dari segi demografi penduduk Kabupaten Tulang Bawang pada hasil data BPS Kabupaten Tulang Bawang 2023 adalah 431.208 Jiwa memiliki pertumbuhan penduduk setiap tahunnya sekitar 0,13% per tahun, dan tingkat kepadatan sekitar 124,40 jiwa/km².[2]

Kecamatan Luas Wilayah (km²) Jumlah Penduduk (jiwa) Kepadatan Penduduk (jiwa/km²)
Banjar Agung 230,88 43,991 190,54
Banjar Baru 132,95 15.101 113,58
Banjar Margo 132,95 40.138 301,90
Dente Teladas 685,65 56.539 82,46
Gedung Aji 114,47 14.528 126,92
Gedung Aji Baru 95,36 24.682 258,83
Gedung Meneng 657,07 35.675 54,29
Meraksa Aji 94,71 15.565 164,34
Menggala 344,00 50.991 148,23
Menggala Timur 193,53 15.691 81,08
Penawar Aji 104,45 20.736 198,53
Penawar Tama 210,53 30.627 145,48
Rawa Pitu 169,18 18.140 107,22
Rawajitu Selatan 123,94 31.407 253,40
Rawajitu Timur 176,65 16.819 95,21

Suku[sunting | sunting sumber]

Masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang terdiri atas beberapa suku bangsa, baik suku asli Lampung maupun pendatang dari Jawa, Sunda, Bali, dan beberapa suku lainnya.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Masyarakat Kabupaten Tulang Bawang yang plural menggunakan berbagai bahasa, antara lain: bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Bali, bahasa Basemah, dan bahasa setempat yang disebut bahasa Lampung.[20]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tulang Bawang memiliki sarana pendidikan mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Berikut adalah daftar jumlah sekolah Negeri dan Swasta di Kabupaten Tulang Bawang.[2]

Pendidikan formal TK atau RA negeri dan swasta SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA negeri dan swasta MA negeri dan swasta SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 189 247 126 23 14 29 1

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-06-07. Diakses tanggal 2020-06-07. 
  2. ^ a b c d e f "Kabupaten Tulang Bawang Dalam Angka 2023". tulangbawangkab.bps.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-03-05. Diakses tanggal 2023-03-11. 
  3. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2021-2022". www.bps.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-01-27. Diakses tanggal 11 Februari 2023. 
  4. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama APBD2020
  5. ^ "Tentang Sugar Group Companies". 
  6. ^ Budi, Adi Asmariadi (2020). "STRUKTUR EKONOMI RAPUH: PELAJARAN YANG DIDAPAT DARI BUMI DIPASENA - LAMPUNG". Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan. Balitbangda Provinsi Lampung. 8 (03). 
  7. ^ Ambari, M. (2019-12-05). "Prinsip Keberlanjutan Diterapkan pada Pengembangan Tambak Udang Dipasena". mongabay.co.id. 
  8. ^ T. W. (1897-04). "A Record of the Buddhist Religion, as practised in India and the Malay Archipelago (<scp>a.d.</scp> 671–695). By I-Tsing. Translated by J. Takakusu, B.A., Ph.D. (Oxford: at the Clarendon Press, 1896.)". Journal of the Royal Asiatic Society of Great Britain & Ireland. 29 (2): 358–364. doi:10.1017/s0035869x00145769. ISSN 0035-869X. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-03-05. Diakses tanggal 2022-08-28. 
  9. ^ "Tinggalan Sejarah di Tulang Bawang". Kebudayaan KEMDIKBUD (dalam bahasa Inggris). 2016-11-04. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-03-27. Diakses tanggal 2023-03-11. 
  10. ^ "Profil Kab. Tulang Bawang". www.tulangbawangkab.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-12-08. Diakses tanggal 2020-06-09. 
  11. ^ "Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Tulang Bawang Dan Kabupaten Daerah Tingkat II Tanggamus" (PDF). www.dpr.go.id. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2023-02-08. Diakses tanggal 2023-07-24. 
  12. ^ "Kabupaten Tulang Bawang | BPK Perwakilan Provinsi LAMPUNG" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-07-24. Diakses tanggal 2023-07-24. 
  13. ^ Saifuddin, R., dkk. (2018). Saifuddin, Ridwan, ed. Menggali Akar Kemiskinan: Melihat dari Dekat Kemiskinan di Provinsi Lampung (PDF). Bandar Lampung: Balitbangda Provinsi Lampung. hlm. 8. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2023-04-02. Diakses tanggal 2023-05-29. 
  14. ^ Tobari, ed. (18-12-2017). "Gubernur Lampung Lantik Bupati dan Wakil Bupati Tulang Bawang". infopublik.id. Diakses tanggal 15-03-2022. 
  15. ^ "Dua Pj Bupati untuk Lanjutkan Program Kerja dan Jaga Stabilitas Daerah". lampost.co. 18-12-2022. Diakses tanggal 24-07-2023. 
  16. ^ Perolehan Kursi DPRD Tulang Bawang 2014-2019
  17. ^ "Perolehan Kursi DPRD Tulang Bawang 2019-2024". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-04. Diakses tanggal 2020-05-20. 
  18. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  19. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  20. ^ "Peta Bahasa di Provinsi Lampung". petabahasa.kemdikbud.go.id/. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-04-11. Diakses tanggal 8 Juni 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]