Kabupaten Mesuji

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Mesuji
Kabupaten di Lampung, Indonesia
LOGO KABUPATEN MESUJI.png
Lambang
Motto: 
Bumi Ragab Begawe Caram
(Indonesia: Masyarakat Yang Bekerja Cepat, Damai dalam Kebersamaan dan Gotong Royong)
Lokasi Lampung Kabupaten Mesuji.svg
Kabupaten Mesuji is located in Sumatra
Kabupaten Mesuji
Kabupaten Mesuji
Kabupaten Mesuji is located in Indonesia
Kabupaten Mesuji
Kabupaten Mesuji
Koordinat: 4°02′38″S 105°24′05″E / 4.0439°S 105.4013°E / -4.0439; 105.4013
Negara Indonesia
ProvinsiLampung
Tanggal peresmian26 November 2008[1]
Dasar hukumUU Nomor 49 Tahun 2008[1]
Ibu kotaWiralaga Mulya
Pemerintahan
 • BupatiSaply TH
Luas
 • Total2.184,00 km2 (843,25 sq mi)
Populasi
 • Total231.532 jiwa
 • Kepadatan106/km2 (270/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 95,37%
Hindu 2,53%
Kristen 1,74%
Protestan 1,39%
Katolik 0,35%
Buddha 0,10%
Lainnya 0,26%[3]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0726
Kode Kemendagri18.11 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan7 kecamatan
Jumlah desa105 desa
DAURp 460.436.158.000,- (2020)[4]
IPMKenaikan 63,63 (2020)
Sedang[5]
Situs webhttp://www.mesujikab.go.id

Kabupaten Mesuji (Aksara Lampung: Mesuji-aksara.png) adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Lampung, Indonesia. Mesuji merupakan kabupaten dengan jarak terjauh dari Kota Bandar Lampung, ibu kota Lampung, serta berbatasan langsung dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir, provinsi Sumatra Selatan. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kabupaten Mesuji sebanyak 231.532 jiwa, dengan kepadatan 106 jiwa/km2.[2]

Wilayah kabupaten Mesuji merupakan Daerah agraris dimana mata pencaharian pokok penduduknya berada di sektor pertanian. Hal ini dikarenakan daerah terluas merupakan daerah dataran yang cocok dimanfaatkan untuk pertanian.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pra-Kemerdekaan Indonesia[sunting | sunting sumber]

Mesuji adalah daerah yang tidak terlepas dari sejarah Provinsi Lampung dan Sumatra Selatan.Memiliki pusat kerajaan kuno yang berada tidak jauh dari kantor pusat pemerintahan Kabupaten Mesuji saat ini yaitu di Desa Pasir Intan/Sungai Badak.Pada tahun 1865, Sirah Pulau Padang Kayu Agung Onder Afdeling Kayu Agung melaksanakan pemilihan pasirah. Pemilihan ini diadakan oleh Pemerintah Hindia Belanda di Kayu Agung.

Pemilihan pasirah saat itu diadakan dengan memilih antara dua kakak beradik yaitu Muhamad Ali bin Pangeran Djugal dan adiknya Muhamad Batun bin Pangeran Djugal. Sistem politik adu domba atau Devide et Impera terjadi saat itu dan yang menjadi sirah adalah Muhamad Batun bin Pangeran Djugal.

Hal ini mendatangkan perasaan tak menyenangkan bagi sang kakak, sehingga beliau hijrah dengan mendatangi daerah baru dengan mengajak pengikut-pengikutnya untuk membuka daerah baru yang merupakan cikal bakal dari Marga Mesuji Lampung.

Setelah perladangan (ume') yang dilakukan oleh Muhamad Ali ini berhasil, yaitu dengan nama sonor atau membakar lahan rawa kemudian ditabur benih gabah yang mereka dapat dari saudara atau desa daerah asal, namun bukan bibit padi yang berlabel seperti sekarang.

Pada tahun 1870, ia mengajak sanak keluarga, kerabat serta teman-temanya untuk pindah ke Sungai Kabung Mesuji. Adapun suku-suku yang ikut datang ke Sungai Kabung Mesuji, antara lain:

  1. Suku Sirah Pulau Padang atau disebut Suku Seri Pulau
  2. Suku Sugi Waras atau disebut Suku Sugi Waras
  3. Suku Kayu Agung atau disebut Suku Kayu Agung
  4. Suku Palembang atau disebut Suku Palembang
  5. Suku Lampung Tulang Bawang, yang tersebar di Sungai Sidang dan Talang Batu.

Setelah beberapa tahun, kampung tersebut terus menunjukkan peningkatan kesejahteraan penduduknya, sehingga pada tanggal 22 Oktober 1886 Pemerintah Hindia Belanda kemudian memberikan penghargaan kepada Muhammad Ali, dengan gelar Pangeran Mad, dengan simbol berupa payung obor-obor berwarna putih.

Hal ini menandakan bahwa Pangeran Mad sebagai raja adat di Mesuji dan mensyahkan warga dari kampung tua di Mesuji yang berasal dari Sumatra Selatan, Palembang, Seri Pulau Padang, dan Kayu Agung dengan sebutan Marga Mesuji. Penyebaran mereka terus dilakukan berpencar ke tepian sungai lain yang tidak jauh.

Terdapat sembilan kampung tua di Mesuji (sejak tahun 1875), yaitu:

  1. Wiralaga (Kampung tertua)
  2. Sungai Sidang
  3. Sungai Cambai
  4. Sungai Badak
  5. Nipah Kuning
  6. Sri Tanjung
  7. Kagungan Dalam
  8. Talang Batu
  9. Labuhan Batin

Kampung-kampung tua tersebut berada di pinggir sungai-sungai besar. Mata pencaharian masyarakatnya hanya mencari ikan dan menebang kayu, bukan hasil budidaya tetapi hasil alam yang dimanfaatkan. Selanjutnya hasil usaha dijual ke Jakarta menggunakan kapal kayu yang mereka buat, dengan jarak tempuh dua hari dua malam melewati sungai dan laut. Alasan lebih memilih menggunakan jalur laut karena pada saat itu belum ada jalan darat menuju Bandar Lampung dan sekitar mereka merupakan hutan yang masih belantara.

Tahun 1930, jumlah Marga Mesuji (inlander/penduduk asli) sekitar 3.586 jiwa serta warga china (chineezen) berjumlah 8 jiwa.

Masa Kemerdekaan Indonesia[sunting | sunting sumber]

Pada era pasca kemerdekaan daerah Marga Mesuji digabungkan ke dalam wilayah Kabupaten Lampung Utara hingga tahun 1997. Setelah itu sempat masuk sebagai wilayah Kabupaten Tulang Bawang dari tahun 1997-2008.

Pada tahun 1982, Program Transmigrasi lokal yaitu perpindahan penduduk antar kabupaten dalam satu provinsi, ditempatkan di wilayah ini tersebar yang juga dilanjutkan pada tahun 1985, 1992, dan 1999.

Masa Kabupaten Mesuji[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mesuji merupakan salah satu Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Lampung, hasil dari pemekaran Kabupaten Tulang Bawang. Mengingat wilayah Kabupaten Tulang Bawang saat itu sangat luas dan lokasi Kabupaten Mesuji (saat itu masih berupa Kecamatan Mesuji, wilayah Kabupaten Tulang Bawang) yang terlampau jauh dari pusat pemerintahan di Menggala.

Sesuai dengan amanah UU No.49 tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Mesuji, ditetapkan bahwa ibu kota Kabupaten Mesuji adalah kecamatan Mesuji, berdasarkan hasil musyawarah tokoh-tokoh masyarakat ditetapkan bahwa ibu kota terletak tepatnya di Wiralaga Mulya. Nama Wiralaga Mulya diambil dari penggabungan dua kampung di Kecamatan Mesuji yaitu Kampung Wiralaga dan Kampung Sidomulyo yang merupakan hasil musyawarah tokoh masyarakat dan tetua Mesuji.[6]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
1
No image available.svg Drh.
Husodo Hadi
3 April 2009
24 Oktober 2009
1
[Ket. 1][7]
2
No image available.svg Ruswandi Hasan
24 Oktober 2009
13 Juli 2011
2
[Ket. 2][8]
3
No image available.svg Albar Hasan Tanjung
13 Juli 2011
13 April 2012
3
[Ket. 3][9]
4
No image available.svg Khamamik
13 April 2012
13 April 2017
4
[10]
Ismail Ishak (2012-2016)
-
No image available.svg Qodratul Ikhwan
13 April 2017
22 Mei 2017
4
[Ket. 4][11]
(4)
No image available.svg Khamamik
22 Mei 2017
28 Januari 2019
5
[12]
Saply TH
5
No image available.svg Saply TH
28 Januari 2019
4 Februari 2020
[Ket. 5]
4 Februari 2020
Petahana
[13]
Haryati Cendralela (2021-sekarang)
Catatan
  1. ^ Penjabat Bupati Mesuji
  2. ^ Penjabat Bupati Mesuji
  3. ^ Penjabat Bupati Mesuji
  4. ^ Penjabat Bupati Mesuji
  5. ^ Pelaksana Tugas Bupati Mesuji


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Mesuji dalam dua periode terakhir.[14][15]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 1 Kenaikan 5
  Gerindra 5 Penurunan 4
  PDI-P 6 Penurunan 4
  Golkar 4 Steady 4
  NasDem 8 Kenaikan 10
  PKS 2 Penurunan 0
  Perindo (baru) 1
  PPP 0 Kenaikan 1
  PAN 4 Penurunan 3
  Hanura 1 Steady 1
  Demokrat 4 Penurunan 2
Jumlah Anggota 35 Steady 35
Jumlah Partai 9 Kenaikan 10

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Mesuji terdiri dari 7 kecamatan dan 105 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 315.813 jiwa dengan luas wilayah 2.184,00 km² dan sebaran penduduk 144 jiwa/km².[16][17]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Mesuji, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Desa
Daftar
Desa
18.11.01 Mesuji 11
18.11.02 Mesuji Timur 20
18.11.06 Panca Jaya 7
18.11.03 Rawa Jitu Utara 13
18.11.05 Simpang Pematang 13
18.11.07 Tanjung Raya 21
18.11.04 Way Serdang 20
TOTAL 105
Nama kecamatan Jumlah penduduk
( Jiwa, Tahun 2015 )
Luas wilayah
(km2)
Jumlah kelurahan Jumlah desa
Way Serdang 43.437 294,42 20
Simpang Pematang 25.387 139,61 13
Panca Jaya 15.730 197,72 7
Tanjung Raya 36.172 238,07 21
Mesuji 20.489 274,73 11
Mesuji Timur 30.820 810,20 20
Rawa Jitu Utara 24.878 229,25 13

[18]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 29 Oktober 2021. 
  2. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 30 Juli 2021. 
  3. ^ Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Mesuji, www.sp2010.go.id, 30 Juli 2021
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 30 Juli 2021. 
  5. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 30 Juli 2021. 
  6. ^ http://www.mesujikab.go.id/profil/sejarah/
  7. ^ Sejarah Kabupaten Mesuji Diarsipkan 2021-01-18 di Wayback Machine., diakses 28 Desember 2020.
  8. ^ Gubernur Lampung Lantik Empat Pejabat Bupati, diakses 28 Desember 2020.
  9. ^ Gubernur Sjachroedin ZP Resmi Lantik Albar Hasan Tanjung, diakses 28 Desember 2020.
  10. ^ Bupati Mesuji Dilantik di Rumah Tahanan, diakses 28 Desember 2020.
  11. ^ Kepala Dinas Perhubungan Lampung Kamis Dilantik Pj. Bupati Mesuji, diakses 28 Desember 2020.
  12. ^ Bupati Mesuji Dilantik di Rumah Tahanan, diakses 28 Desember 2020.
  13. ^ Haryati Cendralela Resmi Dilantik Jadi Wakil Bupati Mesuji, diakses 11 Januari 2021.
  14. ^ Perolehan Kursi DPRD Mesuji 2014-2019
  15. ^ "Perolehan Kursi DPRD Mesuji 2019-2024". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-07-24. Diakses tanggal 2020-05-20. 
  16. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  17. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  18. ^ https://mesujikab.bps.go.id/backend/pdf_publikasi/Kabupaten-Mesuji-Dalam-Angka-2016.pdf

Pranala luar[sunting | sunting sumber]