Lompat ke isi

Kabupaten Lampung Tengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Lampung Tengah
Transkripsi bahasa daerah
  Lampung𞜁𞜕𞜋𞜔𞜊𞜇𞜓𞜍𞜗𞜏𞜌𞜜𞜊𞜔𞜖𞜇𞜕𞜃𞜛
Tugu Pepadun (depan) dan Tugu Kopiah (belakang) di Gunung Sugih
Tugu Pepadun (depan) dan Tugu Kopiah (belakang) di Gunung Sugih
Lambang resmi Kabupaten Lampung Tengah
Motto: 
𞜅𞜔𞜎𞜘𞜑𞜓𞜐
Jurai Siwo
(Lampung) Sembilan marga penduduk asli Lampung Tengah
Peta
Peta
Kabupaten Lampung Tengah di Sumatra
Kabupaten Lampung Tengah
Kabupaten Lampung Tengah
Peta
Kabupaten Lampung Tengah di Indonesia
Kabupaten Lampung Tengah
Kabupaten Lampung Tengah
Kabupaten Lampung Tengah (Indonesia)
Koordinat: 4°52′00″S 105°16′00″E / 4.86667°S 105.26667°E / -4.86667; 105.26667
Negara Indonesia
ProvinsiLampung
Tanggal berdiriJuni 15, 1946; 79 tahun lalu (1946-06-15)
Dasar hukumUU No. 35 Tahun 2024[1]
Ibu kotaGunung Sugih[1]
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 28
  • Kelurahan: 10
  • Kampung: 314
Pemerintahan
  BupatiI Komang Koheri S.E.
  Sekretaris DaerahWelly Adiwantra, S.STP., M.M.
  Ketua DPRDFebriyantoni, S.E., M.M.
Luas
  Total4.559,57 km2 (1,760,46 sq mi)
Populasi
 (30 Juni 2023)[3]
  Total1.373.773
  Kepadatan300/km2 (780/sq mi)
Demografi
  AgamaIslam 94,23%
Hindu 3,34%
Kristen 2,29%
Katolik 1,15%
Protestan 1,14%
Buddha 0,13%
Kepercayaan 0,01%[3]
  BahasaIndonesia, Lampung, Jawa, Bali
  IPMKenaikan 70,80 (2022)
tinggi[4]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
1805 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon0725
Pelat kendaraanBE xxxx
Kode Kemendagri18.02 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 1.394.517.870.000,- (2020)
Situs webweb.lampungtengahkab.go.id

Lampung Tengah merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Lampung, Indonesia. Kabupaten ini beribu kota di kecamatan Gunung Sugih. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.559,57 km² dan jumlah penduduk sebanyak 1.373.773 jiwa (30 Juni 2023).[3] Lampung Tengah merupakan salah satu kabupaten yang terkurung daratan (landlocked) di provinsi Lampung. Kabupaten Lampung Tengah terletak sekitar 57,85 kilometer dari Kota Bandar Lampung.

Kabupaten Lampung Tengah dulunya merupakan kabupaten terluas kedua di Lampung, hingga diterbitkan UU Nomor 12 tahun 1999 yang memecah kabupaten ini menjadi beberapa daerah lain sehingga luasnya menjadi lebih kecil. Kabupaten ini dulunya meliputi Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, dan Kota Metro. Kota Metro sendiri adalah Ibukota Lampung Tengah sebelum pemekaran.[5]

Salah satu komoditas Lampung Tengah adalah gula karena di wilayah ini beroperasi beberapa perusahaan besar seperti PT. Gunung Madu Plantation (GMP) dan PT. Gula Putih Mataram yang mengelola ribuan hektar kebun tebu di Lampung Tengah. PT. GMP adalah pelopor produksi gula di luar Pulau Jawa pada tahun 1979 untuk memenuhi kebutuhan gula yang semakin meningkat.[6]

Selama dalam tahun 1952 sampai dengan 1970 pada objek-objek transmigrasi daerah Lampung telah ditempatkan sebanyak 53.607 KK, dengan jumlah sebanyak 222.181 jiwa, tersebar pada 24 objek dan terdiri dari 13 jenis/kategori transmigrasi. Untuk Kabupaten Lampung Tengah saja antara tahun itu terdiri dari 4 objek, dengan jatah penempatan sebanyak 6.189 KK atau sebanyak 26.538 jiwa.

Kabupaten Lampung Tengah dihuni oleh masyarakat Suku Lampung. Agama yang dianut mayoritas adalah Islam dan sebagian lagi agama Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Buddha. Selain suku Lampung, di Kabupaten Lampung Tengah terdapat masyarakat suku Jawa dan suku Sunda dan suku - suku lainnya, dengan jumlah yang beragam. Mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Beberapa dari mereka juga awalnya adalah transmigran yang ditempatkan di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Lampung Tengah.

Masyarakat dominan lain yang bermukim di Lampung Tengah adalah penduduk Lampung dan suku Bali. Sebagian besar mendiami di beberapa kecamatan di wilayah timur dan sisanya berada di kecamatan lain di Lampung Tengah. Agama yang di anut mayoritas memeluk agama Hindu-Bali. Kampung-kampung Bali akan terasa bila saat berada di lingkungan setempat. Sama halnya dengan masyarakat suku Jawa dan Sunda, masyarakat suku Bali bermula dari transmigran yang ditempatkan di daerah ini. Penempatan itu terdiri dari beberapa tahapan. Sehari-harinya, penduduk setempat menuturkan bahasa Bali dan Lampung.

Pembagian administratif

[sunting | sunting sumber]

Pada masa Orde Baru, pada mulanya daerah asli Kabupaten Lampung Tengah meliputi 1 (satu) kota administratif, 2 (dua) lembaga pembantu bupati, 24 kecamatan, dan 504 desa/kelurahan. Lalu berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 46 Tahun 1999 dibentuklah kecamatan Terusan Nunyai yang sebelumnya merupakan wilayah kecamatan Terbanggi Besar.

Sebulan kemudian, berdasarkan UU RI Nomor 12 Tahun 1999, pada wilayah kabupaten Lampung Tengah diadakan pemekaran, sehingga wilayah yang semula memiliki luas 9.189,50 km² dan sekarang luasnya tinggal sekitar 4.559,57 km².

Pemekaran pertama adalah Kabupaten Lampung Timur, sehingga kabupaten ini berkurang 10 kecamatan yakni, Sukadana, Metro Kibang, Pekalongan, Way Jepara, Labuhan Maringgai, Batanghari, Sekampung, Jabung, Purbolinggo, dan Raman Utara.

Pemekaran kedua dengan terbentuknya Kota Madya Metro yang dulunya dikenal sebagai ibu kota Kabupaten Lampung Tengah yang memiliki status sebagai Kota Administratif dan pada tahun 1999 statusnya ditingkatkan sebagai Kotamadya. Sehingga wilayah Lampung Tengah kembali mengalami pengurangan 2 kecamatan yaitu Metro Raya dan Bantul.

Setelah dikurangi 12 kecamatan tersebut secara keseluruhan, Lampung Tengah dalam kurun waktu 1999-2001 hanya memiliki 13 kecamatan, yaitu:

  1. Gunung Sugih (sebagai ibu kota baru kabupaten)
  2. Terbanggi Besar
  3. Seputih Mataram
  4. Punggur
  5. Seputih Raman
  6. Seputih Banyak
  7. Rumbia
  8. Seputih Surabaya
  9. Trimurjo
  10. Padang Ratu
  11. Bangun Rejo
  12. Kali Rejo
  13. Terusan Nunyai

Pada tahun 2001 berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Tengah No. 10 Tahun 2001, diadakan pemekaran kecamatan sehingga bertambah 13 kecamatan baru sebagai berikut:

  1. Bumi Ratu Nuban
  2. Bekri
  3. Seputih Agung
  4. Way Pengubuan
  5. Bandar Mataram
  6. Pubian
  7. Selagai Lingga
  8. Anak Tuha
  9. Sendang Agung
  10. Kota Gajah
  11. Bumi Nabung
  12. Way Seputih
  13. Bandar Surabaya

Selanjutnya berturut-turut berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Tengah No. 6 Tahun 2005 dibentuk kecamatan Anak Ratu Aji[7] dan pemekaran kecamatan terakhir yaitu kecamatan Putra Rumbia[8] berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Tengah No. 15 Tahun 2006. Sekarang, total kecamatan di Lampung Tengah sebanyak 28 kecamatan.

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]

Bupati Lampung Tengah saat ini dijabat oleh Ardito Wijaya, didampingi wakil bupati, I Komang Koheri. Mereka merupakan pasangan pemenang pada pemilihan umum kepala daerah bupati Lampung Tengah 2024.[9][10] Berikut adalah daftar Bupati Lampung Tengah secara definitif sejak tahun 1948 di masa Pemerintah Republik Indonesia. <onlyinclude>

Bupati Lampung Tengah
Nomor urut Bupati Potret Partai Awal Akhir Masa jabatan Periode Wakil Ref.
1   Burhanuddin Amin Non Partai 1946 1948 1–2 tahun 1 N/A
2   Zainabun Jayasinga Non Partai 1948 1952 3–4 tahun 2 N/A
3   R. Jahir Jayadiwirya Non Partai 1952 1957 4–5 tahun 3 N/A
4   Samsuddin Tuan Rajaojonjom Marga Non Partai 1957 1959 1–2 tahun 4 N/A
5   Muchfian Carapeboka Non Partai 1959 1960 0–1 tahun 5 N/A
6   Hasan Basri Darmawijaya Non Partai 1960 1967 6–7 tahun 6 N/A
7   Achmad Sayuti ABRIAD 1967 1973 15–16 tahun 7 N/A
8   AS. Imam Prabu ABRIAD 1973 1978 15–16 tahun 8 N/A
9   R. Soekirno Non Partai 1978 1985 6–7 tahun 9 N/A
10 Suwardi Ramli
(1940-2013)
Golkar 1985 1990 4–5 tahun 10 N/A
1990 1995 4–5 tahun 11 N/A
11   Herman Sanusi Non Partai 1995 2000 4–5 tahun 12 N/A
12 Andy Achmad Sampurna Jaya
(Lahir 1949)
Non Partai 2000 2005 4–5 tahun 13
(2000)
Syamsi Achmad
2005 2008 2–3 tahun 14
(2005)
Mudiyanto Thoyib [ket. 1]
13   Mudiyanto Thoyib
(-2021)
Non Partai 16 Juni 2008 15 November 2010 2 tahun, 152 hari Musa Ahmad
14   Ahmad Pairin
(1950-2022)
Golkar 15 November 2010 24 Agustus 2015 4 tahun, 282 hari 15
(2010)
Mustafa
15   Mustafa
(Lahir 1972)
Demokrat 17 Februari 2016 12 Februari 2018 2 tahun, 26 hari 16
(2015)
Loekman Djoyosoemarto [ket. 2]
16   Loekman Djoyosoemarto
(1957-2023)
PDI-P 20 September 2018 17 Februari 2021 2 tahun, 150 hari Lowong [11]
17   Musa Ahmad
(Lahir 1971)
Golkar 26 Februari 2021 20 Februari 2025 3 tahun, 360 hari 17
(2020)
Ardito Wijaya [9][12][13]
18   Ardito Wijaya
(Lahir 1980)
PKB 20 Februari 2025 12 Desember 2025 295 hari 18
(2024)
I Komang Koheri [ket. 3][14][15]

Pengganti sementara

Dalam tumpuk pemerintahan, seorang kepala daerah yang mengajukan diri untuk cuti atau berhenti sementara dari jabatannya kepada pemerintah pusat, maka Menteri Dalam Negeri menyiapkan penggantinya yang merupakan birokrat di pemerintah daerah atau bahkan wakil bupati, termasuk ketika posisi wali kota berada dalam masa transisi.

Potret Bupati Partai Awal Akhir Durasi Periode Definitif Ref.
Subekti Jayanegara
(?–)
(Pelaksana Harian)
Non Partisan 1985 1985 0 tahun Transisi (1985)
Mudiyanto Thoyib
(–2021)
(Pelaksana Tugas)
Non Partisan 29 Mei 2008 16 Juni 2008 31 hari 14
(2005)
Andy Achmad Sampurna Jaya
Mustafa
(Lahir 1972)
(Pelaksana Tugas)
Golkar 24 Agustus 2015 15 November 2015 83 hari 15
(2010)
Ahmad Pairin
Edarwan
(?–)
(Penjabat)
Non Partisan 15 November 2015 17 Februari 2016 94 hari Transisi (2015—2016) [16]
Loekman Djoyosoemarto
(1957-2023)
(Pelaksana Tugas)
PDI-P 12 Februari 2018 20 September 2018 220 hari 16
(2015)
Mustafa
Adi Erlansyah
(Lahir 1964)
(Penjabat Sementara)
Non Partisan 26 September 2020 5 Desember 2020 9 tahun, 70 hari Loekman Djoyosoemarto [17]
Nirlan
(?–)
(Pelaksana Harian)
Non Partisan 17 Februari 2021 26 Februari 2021 9 hari Transisi (2021)
Bobby Irawan
(?-)
(Penjabat Sementara)
Non Partisan 25 September 2024 23 November 2024 59 hari 17
(2020)
Musa Ahmad [a][18]
I Komang Koheri
(Lahir 1972)
(Pelaksana Tugas)
PDI-P 12 Desember 2025 Petahana 61 hari 18
(2024)
Ardito Wijaya [19][20]
Keterangan
  1. Bupati Musa Ahmad dan Wakil Bupati Ardito Wijaya cuti kampanye pada Pemilihan umum Bupati Lampung Tengah 2024 dari 25 September 2024 hingga 23 November 2024, jabatan bupati sementara dipegang oleh Pejabat Sementara (Pjs.) Bupati Bobby Irawan.
  1. Bupati Petahana Mengundurkan diri karena ia mencalonkan diri sebagai Gubernur Lampung.
  2. Bupati Petahana dinonaktifkan karena ia terlibat kasus korupsi.
  3. Bupati Petahana dinonaktifkan karena ia terlibat kasus korupsi.

Wakil Bupati

[sunting | sunting sumber]
No Wakil Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Bupati
1
Syamsi Achmad
2000
2005
1
 
H.
Andy Achmad Sampurna Jaya
2
Mudiyanto Thoyib
B.A.
November 2005
29 Mei 2008
2
[Ket. 1]
Jabatan kosong
29 Mei 2008
16 Juni 2008
 
Mudiyanto Thoyib
B.A.
(Pelaksana Tugas)
16 Juni 2008
2008
 
Mudiyanto Thoyib
B.A.
3
H.
Musa Ahmad
S.Sos.
2008
November 2010
 
4
Dr. Ir. H.
Mustafa
M.H.
15 November 2010
24 Agustus 2015
3
 
H.
Ahmad Pairin
S.Sos.
Jabatan kosong
24 Agustus 2015
15 November 2015
 
Dr. Ir. H.
Mustafa
M.H.

(Pelaksana Tugas)
15 November 2015
17 Februari 2016
-
 
Dr.
Edarwan
S.E., M.Si.
(Penjabat)
5
H.
Loekman Djoyosoemarto
17 Februari 2016
12 Februari 2018
4
 
Dr. Ir. H.
Mustafa
M.H.
Jabatan kosong
12 Februari 2018
20 September 2018
 
H.
Loekman Djoyosoemarto
(Pelaksana Tugas)
20 September 2018
26 September 2020
[Ket. 2]
[21]
H.
Loekman Djoyosoemarto
26 September 2020
5 Desember 2020
 
Adi Erlansyah
S.E., M.M.
(Penjabat Sementara)
5 Desember 2020
17 Februari 2021
 
H.
Loekman Djoyosoemarto
17 Februari 2021
26 Februari 2021
-
 
Nirlan
S.H., M.M.
(Pelaksana Harian)
6
dr. H.
Ardito Wijaya, M.K.M
26 Februari 2021
20 Februari 2025
5
[9]
H.
Musa Ahmad
S.Sos.
7
I Komang Koheri, S.E.
20 Februari 2025
Pertahana
6
-
dr. H. Ardito Wijaya, M.K.M.
Catatan
  1. Bupati petahana mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Lampung.
  2. Bupati petahana cuti kampanye Pilbup Lampung Tengah 2020

Dewan Perwakilan

[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[22] 2019–2024[23] 2024–2029
PKB 5 Kenaikan 6 Kenaikan 8
Gerindra 9 Penurunan 6 Kenaikan 8
PDI-P 9 Kenaikan 11 Penurunan 5
Golkar 9 Steady 9 Kenaikan 13
NasDem 0 Kenaikan 6 Penurunan 4
PKS 6 Penurunan 5 Steady 5
Hanura 1 Penurunan 0 Steady 0
PAN 3 Penurunan 1 Kenaikan 3
Demokrat 5 Steady 5 Penurunan 4
Perindo (baru) 1 Penurunan 0
PPP 1 Penurunan 0 Steady 0
PKPI 2 Penurunan 0
Jumlah Anggota 50 Steady 50 Steady 50
Jumlah Partai 10 Penurunan 9 Penurunan 8

Kecamatan

[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lampung Tengah terdiri dari 28 kecamatan, 10 kelurahan, dan 301 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.468.875 jiwa dengan luas wilayah 3.802,68 km² dan sebaran penduduk 386 jiwa/km².[24][25]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Lampung Tengah, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanPenduduk
(2015)
Luas wilayah
(km²)
Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Kodepos[26]StatusDaftar
Desa/Kelurahan
18.02.27 Anak Ratu Aji 15.936 68,39 634282Kampung
18.02.21 Anak Tuha 37.244 161,64 1234281Kampung
18.02.18 Bandar Mataram 76.793 1055,28 934269Kampung
18.02.26 Bandar Surabaya 33.930 142,39 1034259Kampung
18.02.02 Bangunrejo 57.046 132,63 1734273Kampung
18.02.15 Bekri 26.639 93,51 834277Kampung
18.02.24 Bumi Nabung 31.929 108,94 734268Kampung
18.02.14 Bumi Ratu Nuban 30.653 65,14 1034278Kampung
18.02.04 Gunung Sugih 66.661 103,12 41134211-34219Kampung
Kelurahan
18.02.01 Kalirejo 66.342 101,31 1734274Kampung
18.02.23 Kota Gajah 33.352 68,05 734253Kampung
18.02.03 Padang Ratu 49.214 204,44 1534275Kampung
18.02.19 Pubian 41.710 173,88 2034284Kampung
18.02.06 Punggur 38.510 118,45 934252Kampung
18.02.28 Putra Rumbia 18.131 95,02 1034293Kampung
18.02.09 Rumbia 35.341 106,09 934257Kampung
18.02.20 Selagai Lingga 33.035 308,52 1434283Kampung
18.02.22 Sendang Agung 37.392 108,89 934285Kampung
18.02.16 Seputih Agung 49.208 122,27 1034266Kampung
18.02.10 Seputih Banyak 44.552 145,92 1334256Kampung
18.02.11 Seputih Mataram 47.711 120,01 1234264Kampung
18.02.08 Seputih Raman 48.336 146,65 1434255Kampung
18.02.12 Seputih Surabaya 46.397 144,6 1334258Kampung
18.02.07 Terbanggi Besar 117.317 208,65 3734263Kampung
Kelurahan
18.02.13 Terusan Nunyai 44.429 302,05 734267Kampung
18.02.05 Trimurjo 51.068 68,43 31134272Kampung
Kelurahan
18.02.17 Way Pengubuan 41.835 210,72 834291Kampung
18.02.25 Way Seputih 18.168 77,84 634292Kampung
TOTAL10301

Transportasi

[sunting | sunting sumber]

Letak Kabupaten Lampung Tengah cukup strategis dalam konteks pengembangan wilayah. Sebab selain dilintasi jalur lintas regional, baik yang menghubungkan antar provinsi maupun antar kabupaten/kota di Provinsi Lampung, juga persimpangan antara jalur Sumatera Selatan via Menggala dan jalur Sumatera Selatan serta Bengkulu via Kotabumi. Bagian selatan jalur menuju ke Kota Bandar Lampung, bagian timur menuju jalan ASEAN, Kabupaten Lampung Timur dan Kotamadya Metro. Sementara bagian barat jalur menuju Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Tanggamus serta jalur lintas kereta api jurusan Bandar Lampung-Kertapati, Palembang.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 "Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2024 tentang Kabupaten Lampung Tengah di Provinsi Lampung" (PDF). Lembaran Negara Republik Indonesia. 2024-08-07. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2024-08-19. Diakses tanggal 2024-08-19.
  2. "Kabupaten Lampung Tengah Dalam Angka 2020". www.lampungtengahkab.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-23. Diakses tanggal 22 Juni 2020.
  3. 1 2 3 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2023". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari asli (visual) tanggal 2021-08-05. Diakses tanggal 24 September 2023.
  4. "Indeks Pembangunan Manusia 2021-2022". www.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-27. Diakses tanggal 24 September 2023.
  5. "Gambaran Umum Kabupaten Lampung Tengah". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-05-10. Diakses tanggal 2012-12-15.
  6. Suhendra (2017-04-07). "Gula Lampung, Konglomerasi di Ladang Tebu". tirto.id.
  7. "Kemenkumham: Lampung Tengah" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-04-09. Diakses tanggal 2017-04-08.
  8. "Kemendagri: Lampung" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-05-03. Diakses tanggal 2017-04-08.
  9. 1 2 3 Deryardli Tiarhendi, ed. (26-02-2021). "7 Kepala Daerah Dilantik, Ini Harapan Gubernur Lampung". idntimes.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-12. Diakses tanggal 27-02-2021. ; Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "Lampung260221" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  10. Tengah, Diskomonfotik Lampung (20 Februari 2025). "Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah Resmi Dilantik Oleh Presiden RI Prabowo Subianto". Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Diakses tanggal 10 Juni 2025.
  11. Adian Saputra, ed. (20-09-2018). "Loekman Resmi Bupati Lamteng, Dewi Handajani-AM Syafii Dilantik Jadi Bupati-Wakil Bupati Tanggamus". jejamo.com. Diakses tanggal 19-03-2022. ;
  12. "Kepala Daerah Hasil Pemilihan 2020 Menjabat Sampai Pelantikan Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2024 - Berita | Mahkamah Konstitusi RI". testing.mkri.id. Diakses tanggal 2024-11-30.
  13. Mediatama, Grahanusa (2024-08-16). "Bupati-Wali Kota Terpilih Hasil Pilkada Serentak 2024 Dilantik 10 Februari 2025". kontan.co.id. Diakses tanggal 2024-11-30.
  14. "KPK Tahan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya". kaltengdaily (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-07.
  15. "MSN". www.msn.com. Diakses tanggal 2026-02-07.
  16. Pelantikan Pj.Bupati Lampung Tengah 2015-2016, diakses 28 Desember 2020.
  17. Gubernur Lampung Arinal Kukuhkan Adi Erlansyah, SE., MM Menjadi Pjs Bupati Lam-Teng Diarsipkan 2022-07-13 di Wayback Machine., diakses 28 Desember 2020.
  18. Terkini, News Lampung (2024-09-24). "Bobby Irawan Resmi Dikukuhkan Sebagai Pjs Bupati Lampung Tengah". News Lampung Terkini. Diakses tanggal 2024-11-30.
  19. Saputra, Tommy (17 Desember 2025). "I Komang Koheri Resmi Jabat Plt Bupati Lampung Tengah Gantikan Ardito Wijaya". Detik Sumbagsel. Detik.com. Diakses tanggal 17 Desember 2025.
  20. Setiawan, Imam (17 Desember 2025). "Usai OTT KPK, I Komang Koheri Resmi Jadi Plt Bupati Lampung Tengah". Metrotvnews.com. Diakses tanggal 17 Desember 2025.
  21. Adian Saputra, ed. (20-09-2018). "Loekman Resmi Bupati Lamteng, Dewi Handajani-AM Syafii Dilantik Jadi Bupati-Wakil Bupati Tanggamus". jejamo.com. Diakses tanggal 19-03-2022. ;
  22. Perolehan Kursi DPRD Lampung Tengah 2014-2019
  23. Perolehan Kursi DPRD Lampung Tengah 2019-2024
  24. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  25. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  26. Kode Pos Kabupaten Lampung Tengah

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]