Kabupaten Lampung Tengah
Kabupaten Lampung Tengah | |
|---|---|
| Transkripsi bahasa daerah | |
| • Lampung | |
Tugu Pepadun (depan) dan Tugu Kopiah (belakang) di Gunung Sugih | |
| Motto: Jurai Siwo (Lampung) Sembilan marga penduduk asli Lampung Tengah | |
![]() Peta | |
| Koordinat: 4°52′00″S 105°16′00″E / 4.86667°S 105.26667°E | |
| Negara | |
| Provinsi | Lampung |
| Tanggal berdiri | Juni 15, 1946 |
| Dasar hukum | UU No. 35 Tahun 2024[1] |
| Ibu kota | Gunung Sugih[1] |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| • Bupati | I Komang Koheri S.E. |
| • Sekretaris Daerah | Welly Adiwantra, S.STP., M.M. |
| • Ketua DPRD | Febriyantoni, S.E., M.M. |
| Luas | |
| • Total | 4.559,57 km2 (1,760,46 sq mi) |
| Populasi | |
| • Total | 1.373.773 |
| • Kepadatan | 300/km2 (780/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama | Islam 94,23% Hindu 3,34% Kristen 2,29% — Katolik 1,15% — Protestan 1,14% Buddha 0,13% Kepercayaan 0,01%[3] |
| • Bahasa | Indonesia, Lampung, Jawa, Bali |
| • IPM | tinggi[4] |
| Zona waktu | UTC+07:00 (WIB) |
| Kode BPS | |
| Kode area telepon | 0725 |
| Pelat kendaraan | BE xxxx |
| Kode Kemendagri | 18.02 |
| DAU | Rp 1.394.517.870.000,- (2020) |
| Situs web | web |
Lampung Tengah merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Lampung, Indonesia. Kabupaten ini beribu kota di kecamatan Gunung Sugih. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.559,57 km² dan jumlah penduduk sebanyak 1.373.773 jiwa (30 Juni 2023).[3] Lampung Tengah merupakan salah satu kabupaten yang terkurung daratan (landlocked) di provinsi Lampung. Kabupaten Lampung Tengah terletak sekitar 57,85 kilometer dari Kota Bandar Lampung.
Kabupaten Lampung Tengah dulunya merupakan kabupaten terluas kedua di Lampung, hingga diterbitkan UU Nomor 12 tahun 1999 yang memecah kabupaten ini menjadi beberapa daerah lain sehingga luasnya menjadi lebih kecil. Kabupaten ini dulunya meliputi Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, dan Kota Metro. Kota Metro sendiri adalah Ibukota Lampung Tengah sebelum pemekaran.[5]
Salah satu komoditas Lampung Tengah adalah gula karena di wilayah ini beroperasi beberapa perusahaan besar seperti PT. Gunung Madu Plantation (GMP) dan PT. Gula Putih Mataram yang mengelola ribuan hektar kebun tebu di Lampung Tengah. PT. GMP adalah pelopor produksi gula di luar Pulau Jawa pada tahun 1979 untuk memenuhi kebutuhan gula yang semakin meningkat.[6]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Selama dalam tahun 1952 sampai dengan 1970 pada objek-objek transmigrasi daerah Lampung telah ditempatkan sebanyak 53.607 KK, dengan jumlah sebanyak 222.181 jiwa, tersebar pada 24 objek dan terdiri dari 13 jenis/kategori transmigrasi. Untuk Kabupaten Lampung Tengah saja antara tahun itu terdiri dari 4 objek, dengan jatah penempatan sebanyak 6.189 KK atau sebanyak 26.538 jiwa.
Kabupaten Lampung Tengah dihuni oleh masyarakat Suku Lampung. Agama yang dianut mayoritas adalah Islam dan sebagian lagi agama Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Buddha. Selain suku Lampung, di Kabupaten Lampung Tengah terdapat masyarakat suku Jawa dan suku Sunda dan suku - suku lainnya, dengan jumlah yang beragam. Mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Beberapa dari mereka juga awalnya adalah transmigran yang ditempatkan di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Lampung Tengah.
Masyarakat dominan lain yang bermukim di Lampung Tengah adalah penduduk Lampung dan suku Bali. Sebagian besar mendiami di beberapa kecamatan di wilayah timur dan sisanya berada di kecamatan lain di Lampung Tengah. Agama yang di anut mayoritas memeluk agama Hindu-Bali. Kampung-kampung Bali akan terasa bila saat berada di lingkungan setempat. Sama halnya dengan masyarakat suku Jawa dan Sunda, masyarakat suku Bali bermula dari transmigran yang ditempatkan di daerah ini. Penempatan itu terdiri dari beberapa tahapan. Sehari-harinya, penduduk setempat menuturkan bahasa Bali dan Lampung.
Pembagian administratif
[sunting | sunting sumber]Pada masa Orde Baru, pada mulanya daerah asli Kabupaten Lampung Tengah meliputi 1 (satu) kota administratif, 2 (dua) lembaga pembantu bupati, 24 kecamatan, dan 504 desa/kelurahan. Lalu berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 46 Tahun 1999 dibentuklah kecamatan Terusan Nunyai yang sebelumnya merupakan wilayah kecamatan Terbanggi Besar.
Sebulan kemudian, berdasarkan UU RI Nomor 12 Tahun 1999, pada wilayah kabupaten Lampung Tengah diadakan pemekaran, sehingga wilayah yang semula memiliki luas 9.189,50 km² dan sekarang luasnya tinggal sekitar 4.559,57 km².
Pemekaran pertama adalah Kabupaten Lampung Timur, sehingga kabupaten ini berkurang 10 kecamatan yakni, Sukadana, Metro Kibang, Pekalongan, Way Jepara, Labuhan Maringgai, Batanghari, Sekampung, Jabung, Purbolinggo, dan Raman Utara.
Pemekaran kedua dengan terbentuknya Kota Madya Metro yang dulunya dikenal sebagai ibu kota Kabupaten Lampung Tengah yang memiliki status sebagai Kota Administratif dan pada tahun 1999 statusnya ditingkatkan sebagai Kotamadya. Sehingga wilayah Lampung Tengah kembali mengalami pengurangan 2 kecamatan yaitu Metro Raya dan Bantul.
Setelah dikurangi 12 kecamatan tersebut secara keseluruhan, Lampung Tengah dalam kurun waktu 1999-2001 hanya memiliki 13 kecamatan, yaitu:
- Gunung Sugih (sebagai ibu kota baru kabupaten)
- Terbanggi Besar
- Seputih Mataram
- Punggur
- Seputih Raman
- Seputih Banyak
- Rumbia
- Seputih Surabaya
- Trimurjo
- Padang Ratu
- Bangun Rejo
- Kali Rejo
- Terusan Nunyai
Pada tahun 2001 berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Tengah No. 10 Tahun 2001, diadakan pemekaran kecamatan sehingga bertambah 13 kecamatan baru sebagai berikut:
- Bumi Ratu Nuban
- Bekri
- Seputih Agung
- Way Pengubuan
- Bandar Mataram
- Pubian
- Selagai Lingga
- Anak Tuha
- Sendang Agung
- Kota Gajah
- Bumi Nabung
- Way Seputih
- Bandar Surabaya
Selanjutnya berturut-turut berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Tengah No. 6 Tahun 2005 dibentuk kecamatan Anak Ratu Aji[7] dan pemekaran kecamatan terakhir yaitu kecamatan Putra Rumbia[8] berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Tengah No. 15 Tahun 2006. Sekarang, total kecamatan di Lampung Tengah sebanyak 28 kecamatan.
Pemerintahan
[sunting | sunting sumber]Bupati
[sunting | sunting sumber]Bupati Lampung Tengah saat ini dijabat oleh Ardito Wijaya, didampingi wakil bupati, I Komang Koheri. Mereka merupakan pasangan pemenang pada pemilihan umum kepala daerah bupati Lampung Tengah 2024.[9][10] Berikut adalah daftar Bupati Lampung Tengah secara definitif sejak tahun 1948 di masa Pemerintah Republik Indonesia. <onlyinclude>
| Nomor urut | Bupati | Potret | Partai | Awal | Akhir | Masa jabatan | Periode | Wakil | Ref. | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Burhanuddin Amin | Non Partai | 1946 | 1948 | 1–2 tahun | 1 | N/A | |||
| 2 | Zainabun Jayasinga | Non Partai | 1948 | 1952 | 3–4 tahun | 2 | N/A | |||
| 3 | R. Jahir Jayadiwirya | Non Partai | 1952 | 1957 | 4–5 tahun | 3 | N/A | |||
| 4 | Samsuddin Tuan Rajaojonjom Marga | Non Partai | 1957 | 1959 | 1–2 tahun | 4 | N/A | |||
| 5 | Muchfian Carapeboka | Non Partai | 1959 | 1960 | 0–1 tahun | 5 | N/A | |||
| 6 | Hasan Basri Darmawijaya | Non Partai | 1960 | 1967 | 6–7 tahun | 6 | N/A | |||
| 7 | Achmad Sayuti | ABRI–AD | 1967 | 1973 | 15–16 tahun | 7 | N/A | |||
| 8 | AS. Imam Prabu | ABRI–AD | 1973 | 1978 | 15–16 tahun | 8 | N/A | |||
| 9 | R. Soekirno | Non Partai | 1978 | 1985 | 6–7 tahun | 9 | N/A | |||
| 10 | Suwardi Ramli (1940-2013) |
Golkar | 1985 | 1990 | 4–5 tahun | 10 | N/A | |||
| 1990 | 1995 | 4–5 tahun | 11 | N/A | ||||||
| 11 | Herman Sanusi | Non Partai | 1995 | 2000 | 4–5 tahun | 12 | N/A | |||
| 12 | Andy Achmad Sampurna Jaya (Lahir 1949) |
Non Partai | 2000 | 2005 | 4–5 tahun | 13 (2000) |
Syamsi Achmad | |||
| 2005 | 2008 | 2–3 tahun | 14 (2005) |
Mudiyanto Thoyib | [ket. 1] | |||||
| 13 | Mudiyanto Thoyib (-2021) |
Non Partai | 16 Juni 2008 | 15 November 2010 | 2 tahun, 152 hari | Musa Ahmad | ||||
| 14 | Ahmad Pairin (1950-2022) |
Golkar | 15 November 2010 | 24 Agustus 2015 | 4 tahun, 282 hari | 15 (2010) |
Mustafa | |||
| 15 | Mustafa (Lahir 1972) |
Demokrat | 17 Februari 2016 | 12 Februari 2018 | 2 tahun, 26 hari | 16 (2015) |
Loekman Djoyosoemarto | [ket. 2] | ||
| 16 | Loekman Djoyosoemarto (1957-2023) |
PDI-P | 20 September 2018 | 17 Februari 2021 | 2 tahun, 150 hari | Lowong | [11] | |||
| 17 | Musa Ahmad (Lahir 1971) |
Golkar | 26 Februari 2021 | 20 Februari 2025 | 3 tahun, 360 hari | 17 (2020) |
Ardito Wijaya | [9][12][13] | ||
| 18 | Ardito Wijaya (Lahir 1980) |
PKB | 20 Februari 2025 | 12 Desember 2025 | 295 hari | 18 (2024) |
I Komang Koheri | [ket. 3][14][15] | ||
Pengganti sementara
Dalam tumpuk pemerintahan, seorang kepala daerah yang mengajukan diri untuk cuti atau berhenti sementara dari jabatannya kepada pemerintah pusat, maka Menteri Dalam Negeri menyiapkan penggantinya yang merupakan birokrat di pemerintah daerah atau bahkan wakil bupati, termasuk ketika posisi wali kota berada dalam masa transisi.
| Potret | Bupati | Partai | Awal | Akhir | Durasi | Periode | Definitif | Ref. | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Subekti Jayanegara (?–) (Pelaksana Harian) |
Non Partisan | 1985 | 1985 | 0 tahun | — | Transisi (1985) | ||||
| Mudiyanto Thoyib (–2021) (Pelaksana Tugas) |
Non Partisan | 29 Mei 2008 | 16 Juni 2008 | 31 hari | 14 (2005) |
Andy Achmad Sampurna Jaya | ||||
| Mustafa (Lahir 1972) (Pelaksana Tugas) |
Golkar | 24 Agustus 2015 | 15 November 2015 | 83 hari | 15 (2010) |
Ahmad Pairin | ||||
| Edarwan (?–) (Penjabat) |
Non Partisan | 15 November 2015 | 17 Februari 2016 | 94 hari | — | Transisi (2015—2016) | [16] | |||
| Loekman Djoyosoemarto (1957-2023) (Pelaksana Tugas) |
PDI-P | 12 Februari 2018 | 20 September 2018 | 220 hari | 16 (2015) |
Mustafa | ||||
| Adi Erlansyah (Lahir 1964) (Penjabat Sementara) |
Non Partisan | 26 September 2020 | 5 Desember 2020 | 9 tahun, 70 hari | Loekman Djoyosoemarto | [17] | ||||
| Nirlan (?–) (Pelaksana Harian) |
Non Partisan | 17 Februari 2021 | 26 Februari 2021 | 9 hari | — | Transisi (2021) | ||||
| Bobby Irawan (?-) (Penjabat Sementara) |
Non Partisan | 25 September 2024 | 23 November 2024 | 59 hari | 17 (2020) |
Musa Ahmad | [a][18] | |||
| I Komang Koheri (Lahir 1972) (Pelaksana Tugas) |
PDI-P | 12 Desember 2025 | Petahana | 61 hari | 18 (2024) |
Ardito Wijaya | [19][20] | |||
- Keterangan
- ↑ Bupati Musa Ahmad dan Wakil Bupati Ardito Wijaya cuti kampanye pada Pemilihan umum Bupati Lampung Tengah 2024 dari 25 September 2024 hingga 23 November 2024, jabatan bupati sementara dipegang oleh Pejabat Sementara (Pjs.) Bupati Bobby Irawan.
- ↑ Bupati Petahana Mengundurkan diri karena ia mencalonkan diri sebagai Gubernur Lampung.
- ↑ Bupati Petahana dinonaktifkan karena ia terlibat kasus korupsi.
- ↑ Bupati Petahana dinonaktifkan karena ia terlibat kasus korupsi.
Wakil Bupati
[sunting | sunting sumber]| No | Wakil Bupati | Mulai Jabatan | Akhir Jabatan | Prd. | Ket. | Bupati | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Syamsi Achmad | Andy Achmad Sampurna Jaya | |||||||
| Mudiyanto Thoyib B.A. |
[Ket. 1] | |||||||
B.A. (Pelaksana Tugas) | ||||||||
B.A. | ||||||||
| H. Musa Ahmad S.Sos. |
||||||||
| Dr. Ir. H. Mustafa M.H. |
Ahmad Pairin S.Sos. | |||||||
Mustafa M.H. (Pelaksana Tugas) | ||||||||
Edarwan S.E., M.Si. (Penjabat) | ||||||||
| H. Loekman Djoyosoemarto |
Mustafa M.H. | |||||||
Loekman Djoyosoemarto (Pelaksana Tugas) | ||||||||
[21] |
Loekman Djoyosoemarto | |||||||
S.E., M.M. (Penjabat Sementara) | ||||||||
Loekman Djoyosoemarto | ||||||||
S.H., M.M. (Pelaksana Harian) | ||||||||
| dr. H. Ardito Wijaya, M.K.M |
Musa Ahmad S.Sos. | |||||||
| I Komang Koheri, S.E. | dr. H. Ardito Wijaya, M.K.M. | |||||||
| ||||||||
Dewan Perwakilan
[sunting | sunting sumber]Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah dalam tiga periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |||
|---|---|---|---|---|
| 2014–2019[22] | 2019–2024[23] | 2024–2029 | ||
| PKB | 5 | |||
| Gerindra | 9 | |||
| PDI-P | 9 | |||
| Golkar | 9 | |||
| NasDem | 0 | |||
| PKS | 6 | |||
| Hanura | 1 | |||
| PAN | 3 | |||
| Demokrat | 5 | |||
| Perindo | (baru) 1 | |||
| PPP | 1 | |||
| PKPI | 2 | |||
| Jumlah Anggota | 50 | |||
| Jumlah Partai | 10 | |||
Kecamatan
[sunting | sunting sumber]Kabupaten Lampung Tengah terdiri dari 28 kecamatan, 10 kelurahan, dan 301 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.468.875 jiwa dengan luas wilayah 3.802,68 km² dan sebaran penduduk 386 jiwa/km².[24][25]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Lampung Tengah, adalah sebagai berikut:
| Kode Kemendagri | Kecamatan | Penduduk (2015) | Luas wilayah (km²) | Jumlah Kelurahan | Jumlah Desa | Kodepos[26] | Status | Daftar Desa/Kelurahan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 18.02.27 | Anak Ratu Aji | 15.936 | 68,39 | 6 | 34282 | Kampung | ||
| 18.02.21 | Anak Tuha | 37.244 | 161,64 | 12 | 34281 | Kampung | ||
| 18.02.18 | Bandar Mataram | 76.793 | 1055,28 | 9 | 34269 | Kampung | ||
| 18.02.26 | Bandar Surabaya | 33.930 | 142,39 | 10 | 34259 | Kampung | ||
| 18.02.02 | Bangunrejo | 57.046 | 132,63 | 17 | 34273 | Kampung | ||
| 18.02.15 | Bekri | 26.639 | 93,51 | 8 | 34277 | Kampung | ||
| 18.02.24 | Bumi Nabung | 31.929 | 108,94 | 7 | 34268 | Kampung | ||
| 18.02.14 | Bumi Ratu Nuban | 30.653 | 65,14 | 10 | 34278 | Kampung | ||
| 18.02.04 | Gunung Sugih | 66.661 | 103,12 | 4 | 11 | 34211-34219 | Kampung | |
| Kelurahan | ||||||||
| 18.02.01 | Kalirejo | 66.342 | 101,31 | 17 | 34274 | Kampung | ||
| 18.02.23 | Kota Gajah | 33.352 | 68,05 | 7 | 34253 | Kampung | ||
| 18.02.03 | Padang Ratu | 49.214 | 204,44 | 15 | 34275 | Kampung | ||
| 18.02.19 | Pubian | 41.710 | 173,88 | 20 | 34284 | Kampung | ||
| 18.02.06 | Punggur | 38.510 | 118,45 | 9 | 34252 | Kampung | ||
| 18.02.28 | Putra Rumbia | 18.131 | 95,02 | 10 | 34293 | Kampung | ||
| 18.02.09 | Rumbia | 35.341 | 106,09 | 9 | 34257 | Kampung | ||
| 18.02.20 | Selagai Lingga | 33.035 | 308,52 | 14 | 34283 | Kampung | ||
| 18.02.22 | Sendang Agung | 37.392 | 108,89 | 9 | 34285 | Kampung | ||
| 18.02.16 | Seputih Agung | 49.208 | 122,27 | 10 | 34266 | Kampung | ||
| 18.02.10 | Seputih Banyak | 44.552 | 145,92 | 13 | 34256 | Kampung | ||
| 18.02.11 | Seputih Mataram | 47.711 | 120,01 | 12 | 34264 | Kampung | ||
| 18.02.08 | Seputih Raman | 48.336 | 146,65 | 14 | 34255 | Kampung | ||
| 18.02.12 | Seputih Surabaya | 46.397 | 144,6 | 13 | 34258 | Kampung | ||
| 18.02.07 | Terbanggi Besar | 117.317 | 208,65 | 3 | 7 | 34263 | Kampung | |
| Kelurahan | ||||||||
| 18.02.13 | Terusan Nunyai | 44.429 | 302,05 | 7 | 34267 | Kampung | ||
| 18.02.05 | Trimurjo | 51.068 | 68,43 | 3 | 11 | 34272 | Kampung | |
| Kelurahan | ||||||||
| 18.02.17 | Way Pengubuan | 41.835 | 210,72 | 8 | 34291 | Kampung | ||
| 18.02.25 | Way Seputih | 18.168 | 77,84 | 6 | 34292 | Kampung | ||
| TOTAL | 10 | 301 |
Transportasi
[sunting | sunting sumber]Letak Kabupaten Lampung Tengah cukup strategis dalam konteks pengembangan wilayah. Sebab selain dilintasi jalur lintas regional, baik yang menghubungkan antar provinsi maupun antar kabupaten/kota di Provinsi Lampung, juga persimpangan antara jalur Sumatera Selatan via Menggala dan jalur Sumatera Selatan serta Bengkulu via Kotabumi. Bagian selatan jalur menuju ke Kota Bandar Lampung, bagian timur menuju jalan ASEAN, Kabupaten Lampung Timur dan Kotamadya Metro. Sementara bagian barat jalur menuju Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Tanggamus serta jalur lintas kereta api jurusan Bandar Lampung-Kertapati, Palembang.
| Lampung Utara | Tulang Bawang Tulang Bawang Barat |
Tulang Bawang | ||
| Lampung Barat | Lampung Timur | |||
| ||||
| Pringsewu Tanggamus |
Pesawaran | Kota Metro |
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 "Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2024 tentang Kabupaten Lampung Tengah di Provinsi Lampung" (PDF). Lembaran Negara Republik Indonesia. 2024-08-07. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2024-08-19. Diakses tanggal 2024-08-19.
- ↑ "Kabupaten Lampung Tengah Dalam Angka 2020". www.lampungtengahkab.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-23. Diakses tanggal 22 Juni 2020.
- 1 2 3 "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2023". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari asli (visual) tanggal 2021-08-05. Diakses tanggal 24 September 2023.
- ↑ "Indeks Pembangunan Manusia 2021-2022". www.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-27. Diakses tanggal 24 September 2023.
- ↑ "Gambaran Umum Kabupaten Lampung Tengah". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-05-10. Diakses tanggal 2012-12-15.
- ↑ Suhendra (2017-04-07). "Gula Lampung, Konglomerasi di Ladang Tebu". tirto.id.
- ↑ "Kemenkumham: Lampung Tengah" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-04-09. Diakses tanggal 2017-04-08.
- ↑ "Kemendagri: Lampung" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-05-03. Diakses tanggal 2017-04-08.
- 1 2 3 Deryardli Tiarhendi, ed. (26-02-2021). "7 Kepala Daerah Dilantik, Ini Harapan Gubernur Lampung". idntimes.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-12. Diakses tanggal 27-02-2021. ; Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; nama "Lampung260221" didefinisikan berulang dengan isi berbeda - ↑ Tengah, Diskomonfotik Lampung (20 Februari 2025). "Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah Resmi Dilantik Oleh Presiden RI Prabowo Subianto". Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Diakses tanggal 10 Juni 2025.
- ↑ Adian Saputra, ed. (20-09-2018). "Loekman Resmi Bupati Lamteng, Dewi Handajani-AM Syafii Dilantik Jadi Bupati-Wakil Bupati Tanggamus". jejamo.com. Diakses tanggal 19-03-2022. ;
- ↑ "Kepala Daerah Hasil Pemilihan 2020 Menjabat Sampai Pelantikan Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak 2024 - Berita | Mahkamah Konstitusi RI". testing.mkri.id. Diakses tanggal 2024-11-30.
- ↑ Mediatama, Grahanusa (2024-08-16). "Bupati-Wali Kota Terpilih Hasil Pilkada Serentak 2024 Dilantik 10 Februari 2025". kontan.co.id. Diakses tanggal 2024-11-30.
- ↑ "KPK Tahan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya". kaltengdaily (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-07.
- ↑ "MSN". www.msn.com. Diakses tanggal 2026-02-07.
- ↑ Pelantikan Pj.Bupati Lampung Tengah 2015-2016, diakses 28 Desember 2020.
- ↑ Gubernur Lampung Arinal Kukuhkan Adi Erlansyah, SE., MM Menjadi Pjs Bupati Lam-Teng Diarsipkan 2022-07-13 di Wayback Machine., diakses 28 Desember 2020.
- ↑ Terkini, News Lampung (2024-09-24). "Bobby Irawan Resmi Dikukuhkan Sebagai Pjs Bupati Lampung Tengah". News Lampung Terkini. Diakses tanggal 2024-11-30.
- ↑ Saputra, Tommy (17 Desember 2025). "I Komang Koheri Resmi Jabat Plt Bupati Lampung Tengah Gantikan Ardito Wijaya". Detik Sumbagsel. Detik.com. Diakses tanggal 17 Desember 2025.
- ↑ Setiawan, Imam (17 Desember 2025). "Usai OTT KPK, I Komang Koheri Resmi Jadi Plt Bupati Lampung Tengah". Metrotvnews.com. Diakses tanggal 17 Desember 2025.
- ↑ Adian Saputra, ed. (20-09-2018). "Loekman Resmi Bupati Lamteng, Dewi Handajani-AM Syafii Dilantik Jadi Bupati-Wakil Bupati Tanggamus". jejamo.com. Diakses tanggal 19-03-2022. ;
- ↑ Perolehan Kursi DPRD Lampung Tengah 2014-2019
- ↑ Perolehan Kursi DPRD Lampung Tengah 2019-2024
- ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
- ↑ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
- ↑ Kode Pos Kabupaten Lampung Tengah



