Kabupaten Lampung Tengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Lampung Tengah
Tugu Di Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah
Tugu Di Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah
Peta Lokasi Kabupaten Lampung Tengah.svg
Peta lokasi Kabupaten Lampung Tengah di Lampung
Koordinat: 104°35’ - 105°50’ BT
4°30” - 4°15’ LS
Provinsi Lampung
Dasar hukum UU No. 6 Tahun 1945
Tanggal peresmian 21 Juni 1945.
Ibu kota Metro (1957-1999)
Gunung Sugih (1999-Sekarang).
Pemerintahan
 - Bupati Mustafa
 - Wakil Bupati Loekman Djojosoemarto
 - DAU Rp 1.053.232.762.000,-(2017)[1]
Luas 4.789,82 km2
Populasi
 - Total 1.483.935 jiwa (2015)[2]
 - Kepadatan 309,81 jiwa/km2
Demografi
 - Agama Islam 74.41%
Hindu 20.74%
Kristen Protestan 2.33%
Katolik 1.65%
Buddha 0.87%[3]
 - Kode area telepon 0725
Pembagian administratif
 - Kecamatan 28
 - Kelurahan 10
 - Desa 297
Simbol khas daerah
Situs web http://www.lampungtengahkab.go.id
Lambang Kabupaten Lampung Tengah yang lama

Kabupaten Lampung Tengah adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Gunung Sugih. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.789,82 km² dan berpenduduk sebanyak 1.239.096 jiwa (tahun 2015). Merupakan salah satu kabupaten yang terkurung daratan (land lock) di provinsi Lampung. Kabupaten ini terletak sekitar 57,85 kilo meter dari ibukota provinsi Lampung yaitu Kota Bandar Lampung dan dapat ditempuh dari ibukota selama sekitar 1,5 jam dengan memakai Bus atau Mobil.

Kabupaten ini dulunya merupakan kabupaten terluas kedua di Lampung sampai dengan diundangkannya Undang-undang Nomor 12 tahun 1999 yang memecah kabupaten ini menjadi beberapa daerah lain sehingga luasnya menjadi lebih kecil [4]. Kabupaten Lampung Tengah dulunya meliputi Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, dan Kota Metro [4]

Sebelum tahun 1999 ibukota Lampung Tengah terletak di Metro, yang kemudian dimekarkan menjadi kota otonom sendiri, maka setelah tahun 1999 pusat pemerintahan Lampung Tengah dipindahkan ke Gunung Sugih.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Penduduk Lampung Tengah terdiri dari 2 (dua) unsur yaitu masyarakat pribumi dan masyarakat pendatang. Masyarakat pribumi; warga penduduk asli yang sudah lama menetap bahkan turun temurun mendiami tempat ini. Sedangkan masyarakat pendatang adalah penduduk pendatang yang tinggal dan menetap di sini. Bila melihat perkembangannya, pembauran masyarakat yang ada di Lampung Tengah secara garis besar dikarenakan dulu adanya transmigrasi sejumlah kelompok masyarakat terutama dari Pulau Jawa dan Bali.

Selama dalam tahun 1952 sampai dengan 1970 pada objek-objek transmigrasi daerah Lampung telah ditempatkan sebanyak 53.607 KK, dengan jumlah sebanyak 222.181 jiwa, tersebar pada 24 (dua puluh empat) objek dan terdiri dari 13 jenis/kategori transmigrasi. Untuk Kabupaten Lampung Tengah saja antara tahun itu terdiri dari 4 (empat) objek, dengan jatah penempatan sebanyak 6.189 KK atau sebanyak 26.538 jiwa.

Kampung paling dominan di Kabupaten Lampung Tengah dihuni oleh masyarakat suku Jawa. Agama yang dianut mayoritas Islam dan sebagian lagi agama Kristen Katolik, Kristen Protestan, Budha dan Hindu. Selain suku Jawa, di Kabupaten Lampung Tengah terdapat masyarakat suku Sunda namun jumlahnya tak sebanyak suku Jawa. Mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Mereka juga awalnya adalah transmigran yang ditempatkan di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Lampung Tengah.

Masyarakat dominan lain yang bermukim di Lampung Tengah adalah penduduk suku Bali. Sebagian besar mendiami di beberapa kecamatan di wilayah timur dan sisanya berada di kecamatan lain di Lampung Tengah. Agama yang di anut mayoritas memeluk agama Hindu-Bali. Kampung-kampung Bali akan terasa bila saat berada di lingkungan setempat. Sama halnya dengan masyarakat suku Jawa dan Sunda, masyarakat suku Bali bermula dari transmigran yang ditempatkan di daerah ini. Penempatan itu terdiri dari beberapa tahapan. Sehari-harinya, penduduk setempat mempergunakan bahasa Bali sebagai penutur.

Dinamika Pembagian Administratif Lampung Tengah[sunting | sunting sumber]

Pada masa Orde Baru, pada mulanya daerah asli Kabupaten Lampung Tengah meliputi 1 (satu) kota administratif, 2 (dua) lembaga pembantu bupati, 24 kecamatan, dan 504 desa/kelurahan. Lalu berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 46 Tahun 1999 dibentuklah kecamatan Terusan Nunyai yang sebelumnya merupakan wilayah kecamatan Terbanggi Besar.

Sebulan kemudian, berdasarkan UU RI Nomor 12 Tahun 1999, pada wilayah kabupaten Lampung Tengah diadakan pemekaran, sehingga wilayah yang semula memiliki luas 9.189,50 km² dan sekarang luasnya tinggal sekitar 4.789,82 km².

Pemekaran pertama adalah Kabupaten Lampung Timur, sehingga kabupaten ini berkurang 10 kecamatan yakni, Sukadana, Metro Kibang, Pekalongan, Way Jepara, Labuhan Meringgai, Batanghari, Sekampung, Jabung, Purbolinggo, dan Raman Utara.

Pemekaran kedua dengan terbentuknya Kota Madya Metro yang dulunya dikenal sebaga ibukota Kabupaten Lampung Tengah yang memiliki status sebagai Kota Administratif dan pada tahun 1999 statusnya ditingkatkan sebagai Kota Madya. Sehingga wilayah Lampung Tengah kembali mengalami pengurangan 2 Kecamatan yaitu Metro Raya dan Bantul.

Setelah dikurangi 12 kecamatan yang telah disebutkan diatas, Lampung Tengah dalam kurun waktu 1999-2001 hanya memiliki 13 (tiga belas) kecamatan [5] yaitu;

  1. Gunung Sugih (sebagai ibukota baru kabupaten)
  2. Terbanggi Besar
  3. Seputih Mataram
  4. Punggur
  5. Seputih Raman
  6. Seputih Banyak
  7. Rumbia
  8. Seputih Surabaya
  9. Trimurjo
  10. Padang Ratu
  11. Bangun Rejo
  12. Kali Rejo
  13. Terusan Nunyai

Adapun pada tahun 2001 berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Tengah No. 10 Tahun 2001[6], diadakan pemekaran kecamatan sehingga bertambah 13 (tiga belas) kecamatan baru sebagai berikut;

  1. Bumi Ratu Nuban
  2. Bekri
  3. Seputih Agung
  4. Way Pengubuan
  5. Bandar Mataram
  6. Pubian
  7. Selagai Lingga
  8. Anak Tuha
  9. Sendang Agung
  10. Kota Gajah
  11. Bumi Nabung
  12. Way Seputih
  13. Bandar Surabaya

Selanjutnya berturut-turut berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Tengah No. 6 Tahun 2005 dibentuk kecamatan Anak Ratu Aji[7] dan pemekaran kecamatan terakhir yaitu kecamatan Putra Rumbia[8] berdasarkan Perda Kabupaten Lampung Tengah No. 15 Tahun 2006. Sehingga total kecamatan di Lampung Tengah adalah sebanyak 28 kecamatan hingga masa kini.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Letak Kabupaten Lampung Tengah cukup strategis dalam konteks pengembangan wilayah. Sebab selain dilintasi jalur lintas regional, baik yang menghubungkan antar provinsi maupun antar kabupaten/kota di Provinsi Lampung, juga persimpangan antara jalur Sumatera Selatan via Menggala dan jalur Sumatera Selatan serta Bengkulu via Kotabumi. Bagian selatan jalur menuju ke Kota Bandar Lampung, bagian timur menuju jalan ASEAN, Kabupaten Lampung Timur dan Kotamadya Metro. Sementara bagian barat jalur menuju Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Tanggamus serta jalur lintas kereta api jurusan Bandar Lampung-Kertapati, Palembang.

Lokasi Kabupaten Lampung Tengah

Daftar bupati Lampung Tengah[sunting | sunting sumber]

  1. Burhanuddin Amin (1945 – 1948)
  2. Zainabun Djajanegara (1948 – 1952)
  3. R Syahri Djajoyoabdinegoro (1952 – 1957)
  4. Syamsudin V Djajamarga (1958 – 1959)
  5. Mohfian Hasanuddin Carepeboka (1959 - 1960)
  6. Hasan Basri Darmawijaya (1961 – 1967)
  7. R. A. Oemar Kadir (1967 - 1972)
  8. Zainal Arifin Waluyo SH (1972 – 1973)
  9. S Prawinegara (1973 – 1978)
  10. R Soekirno (1978 – 1985)
  11. H Subekti Jayanegara (PLH, 1985)
  12. Drs.Suwardi Ramli (1985 – 1995)
  13. Drs.Herman Sanusi (1995 – 2000)
  14. Drs. H. Andy Achmad Sampurna Jaya, M.Si (2000 - 2009)
  15. H. A. Pairin, S.Sos (2009 - 2015)
  16. Dr. Ir. Hi. Mustafa (2015 - sekarang)

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Daftar kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah beserta data lainnya.

Nama kecamatan Jumlah penduduk
( Jiwa, Tahun 2015 )
Luas wilayah
(km2)
Jumlah kelurahan Jumlah desa Keterangan
Selagai Lingga 33.035 308,52 13 Sebelumnya Padang Ratu
Pubian 41.710 173,88 20 Sebelumnya Padang Ratu
Anak Ratu Aji 15.936 68,39 6 Sebelumnya Padang Ratu
Padang Ratu 49.214 204,44 15 -
Anak Tuha 37.244 161,64 12 Sebelumnya Padang Ratu
Kali Rejo 66.342 101,31 16 -
Sendang Agung 37.392 108,89 9 Sebelumnya Kali Rejo
Bangun Rejo 57.046 132,63 16 -
Gunung Sugih 66.661 103,12 4 11 -
Bekri 26.639 93,51 8 Sebelumnya Gunung Sugih
Bumi Ratu Nuban 30.653 65,14 10 Sebelumnya Gunung Sugih
Trimurjo 51.068 68,43 3 11 -
Punggur 38.510 118,45 9 -
Kota Gajah 33.352 68,05 7 Sebelumnya Punggur
Seputih Raman 48.336 146,65 14 -
Terbanggi Besar 117.317 208,65 3 7 -
Seputih Agung 49.208 122,27 9 Sebelumnya Terbanggi Besar
Way Pengubuan 41.835 210,72 7 Sebelumnya Terbanggi Besar
Terusan Nunyai 44.429 302,05 7 Sebelumnya Terbanggi Besar
Seputih Mataram 47.711 120,01 12 -
Bandar Mataram 76.793 1055,28 12 Sebelumnya Seputih Mataram
Seputih Banyak 44.552 145,92 13 -
Way Seputih 18.168 77,84 6 Sebelumnya Seputih Banyak
Rumbia 35.341 106,09 8 -
Bumi Nabung 31.929 108,94 6 Sebelumnya Rumbia
Putra Rumbia 18.131 95,02 10 Sebelumnya Rumbia
Seputih Surabaya 46.397 144,6 13 -
Bandar Surabaya 33.930 142,39 10 Sebelumnya Seputih Surabaya

Referensi[sunting | sunting sumber]