Kabupaten Lampung Tengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Lampung Tengah
Tugu Di Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah
Tugu Di Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah
Peta Lokasi Kabupaten Lampung Tengah.svg
Peta lokasi Kabupaten Lampung Tengah
Koordinat: 104°35’ - 105°50’ BT
4°30” - 4°15’ LS
Provinsi Lampung
Dasar hukum UU No. 6 Tahun 1945
Tanggal Peresmian 21 Juni 1945.
Ibu kota Metro (1957-1999)
Gunung Sugih (1999-Sekarang).
Pemerintahan
 - Bupati Mustafa
 - Wakil Bupati Loekman Djojosoemarto
 - DAU Rp. 1.086.335.279.000.-(2013)[1]
Luas 4.789,82 km2
Populasi
 - Total 1.239.096 jiwa (2015)[2]
 - Kepadatan 258,69 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0725
Pembagian administratif
 - Kecamatan 28
 - Kelurahan 10
 - Desa 297
Simbol khas daerah
 - Situs web http://www.lampungtengahkab.go.id
Lambang Kabupaten Lampung Tengah yang lama

Kabupaten Lampung Tengah adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Gunung Sugih. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.789,82 km² dan berpenduduk sebanyak 1.239.096 jiwa (tahun 2015). Merupakan salah satu kabupaten yang terkurung daratan (land lock) di provinsi Lampung. Kabupaten ini terletak sekitar 57,85 kilo meter dari ibukota provinsi Lampung yaitu Kota Bandar Lampung dan dapat ditempuh dari ibukota selama sekitar 1,5 jam dengan memakai Bus atau Mobil.

Kabupaten ini dulunya merupakan kabupaten terluas kedua di Lampung sampai dengan diundangkannya Undang-undang Nomor 12 tahun 1999 yang memecah kabupaten ini menjadi beberapa daerah lain sehingga luasnya menjadi lebih kecil [3]. Kabupaten Lampung Tengah dulunya meliputi Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, dan Kota Metro [3]

Karena sebelum tahun 1999 ibukota Lampung Tengah terletak di Metro yang dimekarkan menjadi kota otonom sendiri, maka dipindahkan pusat pemerintahan Lampung Tengah ke Gunung Sugih.

Kabupaten Lampung Tengah telah mengalami 2 kali pemekaran, sehingga wilayah yang semula memiliki luas 9.189,50 km² dan sekarang luasnya sekitar 4.789,82 km². Pemekaran wilayah yang pertama adalah Kabupaten Lampung Timur berdasarkan UU RI Nomor 12 Tahun 1999, sehingga Kabupaten ini berkurang 10 kecamatan yakni, Sukadana, Metro Kibang, Pekalongan, Way Jepara, Labuhan Meringgai, Batanghari, Sekampung, Jabung, Purbolinggo, dan Raman Utara.

Pemekaran kedua dengan terbentuknya Kota Madya Metro dengan disetujuinya UU RI Nomor 12 Tahun 1999, yang dulunya dikenal sebaga ibukota Kabupaten Lampung Tengah yang memiliki status sebagai Kota Administratif dan pada tahun 1999 statusnya ditingkatkan sebagai Kota Madya. Wilayah Lampung Tengah mengalami pengurangan 5 Kecamatan yaitu, Metro Barat, Metro Utara, Metro Pusat, Metro Selatan, dan Metro Timur. Saat itu Lampung Tengah hanya memiliki 14 Kecamatan yaitu, Gunung Sugih, Terbanggi Besar, Anak Tuha, Bumi Ratu Nuban, Kota Gajah, Way Seputih, Bekri, Bandar Mataram, Anak Ratu Aji, Way Pengubuan, Bangunrejo, Kalirejo, Trimurjo, dan Pubian.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Penduduk Lampung Tengah terdiri dari 2 (dua) unsur yaitu masyarakat pribumi dan masyarakat pendatang. Masyarakat pribumi; warga penduduk asli yang sudah lama menetap bahkan turun temurun mendiami tempat ini. Sedangkan masyarakat pendatang adalah penduduk pendatang yang tinggal dan menetap di sini. Bila melihat perkembangannya, pembauran masyarakat yang ada di Lampung Tengah secara garis besar dikarenakan dulu adanya transmigrasi sejumlah kelompok masyarakat terutama dari Pulau Jawa dan Bali.

Selama dalam tahun 1952 sampai dengan 1970 pada objek-objek transmigrasi daerah Lampung telah ditempatkan sebanyak 53.607 KK, dengan jumlah sebanyak 222.181 jiwa, tersebar pada 24 (dua puluh empat) objek dan terdiri dari 13 jenis/kategori transmigrasi. Untuk Kabupaten Lampung Tengah saja antara tahun itu terdiri dari 4 (empat) objek, dengan jatah penempatan sebanyak 6.189 KK atau sebanyak 26.538 jiwa.

Kampung paling dominan di Kabupaten Lampung Tengah dihuni oleh masyarakat suku Jawa. Agama yang dianut mayoritas Islam dan sebagian lagi agama Kristen Katolik, Kristen Protestan, Budha dan Hindu. Selain suku Jawa, di Kabupaten Lampung Tengah terdapat masyarakat suku Sunda namun jumlahnya tak sebanyak suku Jawa. Mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Mereka juga awalnya adalah transmigran yang ditempatkan di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Lampung Tengah.

Masyarakat dominan lain yang bermukim di Lampung Tengah adalah penduduk suku Bali. Sebagian besar mendiami di beberapa kecamatan di wilayah timur dan sisanya berada di kecamatan lain di Lampung Tengah. Agama yang di anut mayoritas memeluk agama Hindu-Bali. Kampung-kampung Bali akan terasa bila saat berada di lingkungan setempat. Sama halnya dengan masyarakat suku Jawa dan Sunda, masyarakat suku Bali bermula dari transmigran yang ditempatkan di daerah ini. Penempatan itu terdiri dari beberapa tahapan. Sehari-harinya, penduduk setempat mempergunakan bahasa Bali sebagai penutur.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Letak Kabupaten Lampung Tengah cukup strategis dalam konteks pengembangan wilayah. Sebab selain dilintasi jalur lintas regional, baik yang menghubungkan antar provinsi maupun antar kabupaten/kota di Provinsi Lampung, juga persimpangan antara jalur Sumatera Selatan via Menggala dan jalur Sumatera Selatan serta Bengkulu via Kotabumi. Bagian selatan jalur menuju ke Kota Bandar Lampung, bagian timur menuju jalan ASEAN, Kabupaten Lampung Timur dan Kotamadya Metro. Sementara bagian barat jalur menuju Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Tanggamus serta jalur lintas kereta api jurusan Bandar Lampung-Kertapati, Palembang.

Lokasi Kabupaten Lampung Tengah

Daftar bupati Lampung Tengah[sunting | sunting sumber]

  1. Burhanuddin Amin (1945 – 1948)
  2. Zainabun Djajanegara (1948 – 1952)
  3. R Syahri Djajoyoabdinegoro (1952 – 1957)
  4. Syamsudin V Djajamarga (1958 – 1959)
  5. Mohfian Hasanuddin Carepeboka (1959 - 1960)
  6. Hasan Basri Darmawijaya (1961 – 1967)
  7. R. A. Oemar Kadir (1967 - 1972)
  8. Zainal Arifin Waluyo SH (1972 – 1973)
  9. S Prawinegara (1973 – 1978)
  10. R Soekirno (1978 – 1985)
  11. H Subekti Jayanegara (PLH, 1985)
  12. Drs.Suwardi Ramli (1985 – 1995)
  13. Drs.Herman Sanusi (1995 – 2000)
  14. Drs. H. Andy Achmad Sampurna Jaya, M.Si (2000 - 2009)
  15. H. A. Pairin, S.Sos (2009 - 2015)
  16. Dr. Ir. Hi. Mustafa (2015 - sekarang)

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Daftar kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah beserta data lainnya.

Nama kecamatan Jumlah penduduk
( Jiwa, Tahun 2015 )
Luas wilayah
(km2)
Jumlah kelurahan Jumlah desa
Selagai Lingga 33.035 308,52 13
Pubian 41.710 173,88 20
Anak Ratu Aji 15.936 68,39 6
Padang Ratu 49.214 204,44 15
Anak Tuha 37.244 161,64 12
Kali Rejo 66.342 101,31 16
Sendang Agung 37.392 108,89 9
Bangun Rejo 57.046 132,63 16
Gunung Sugih 66.661 103,12 4 11
Bekri 26.639 93,51 8
Bumi Ratu Nuban 30.653 65,14 10
Trimurjo 51.068 68,43 3 11
Punggur 38.510 118,45 9
Kota Gajah 33.352 68,05 7
Seputih Raman 48.336 146,65 14
Terbanggi Besar 117.317 208,65 3 7
Seputih Agung 49.208 122,27 9
Way Pengubuan 41.835 210,72 7
Terusan Nunyai 44.429 302,05 7
Seputih Mataram 47.711 120,01 12
Bandar Mataram 76.793 1055,28 12
Seputih Banyak 44.552 145,92 13
Way Seputih 18.168 77,84 6
Rumbia 35.341 106,09 8
Bumi Nabung 31.929 108,94 6
Putra Rumbia 18.131 95,02 10
Seputih Surabaya 46.397 144,6 13
Bandar Surabaya 33.930 142,39 10

Referensi[sunting | sunting sumber]