Kabupaten Empat Lawang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Empat Lawang
Transkripsi bahasa daerah
 • Abjad Jawiامڤت لاواڠ
Stasiun Tebing Tinggi, stasiun utama di kabupaten ini.
Stasiun Tebing Tinggi, stasiun utama di kabupaten ini.
Lambang resmi Kabupaten Empat Lawang
Motto: 
Saling keruani sangi kerawati
Saling mengenal dan saling menjaga
Lokasi Sumatra Selatan Kabupaten Empat Lawang.svg
Peta
Kabupaten Empat Lawang di Sumatra
Kabupaten Empat Lawang
Kabupaten Empat Lawang
Peta
Kabupaten Empat Lawang di Indonesia
Kabupaten Empat Lawang
Kabupaten Empat Lawang
Kabupaten Empat Lawang (Indonesia)
Koordinat: 3°45′S 103°00′E / 3.75°S 103°E / -3.75; 103
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Selatan
Tanggal berdiri20 April 2007
Dasar hukum-
Ibu kotaTebing Tinggi
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 10
  • Kelurahan: 9
Pemerintahan
 • BupatiJoncik Muhammad
 • Wakil BupatiYulius Maulana
Luas
 • Total2.256,44 km2 (871,22 sq mi)
Populasi
 • Total333.622
 • Kepadatan147,85/km2 (382,9/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 99,47%
Kristen 0,51%
- Protestan 0,31%
- Katolik 0,20%
Buddha 0,02%[2]
 • IPMKenaikan 65,25 (2019)
( Sedang )[3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode area telepon+62 702
Pelat kendaraanBG xxxx S**
Kode Kemendagri16.11 Edit the value on Wikidata
DAURp 453.497.388.000,- (2020)[4]
Situs webwww.empatlawangkab.go.id

Empat Lawang (Jawi: امڤت لاواڠ) adalah sebuah wilayah kabupaten di Provinsi Sumatra Selatan, Indonesia. Ibu kotanya adalah Tebing Tinggi. Kabupaten Empat Lawang diresmikan pada 20 April 2007 setelah sebelumnya disetujui oleh DPR dengan disetujuinya Rancangan Undang-Undangnya pada 8 Desember 2006 tentang pembentukan kabupaten Empat Lawang bersama 15 kabupaten/kota baru lainnya. Kabupaten Empat Lawang merupakan pemekaran dari kabupaten Lahat.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Empat Lawang merupakan salah satu kabupaten yang berada di bagian barat provinsi Sumatera Selatan. Secara geografis, kabupaten ini berada di antara 3°25'–4°15' Lintang Selatan dan 102°37'–103°45' Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Empat Lawang adalah 2.256,44 km².[5]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Empat Lawang mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Musi Rawas
Timur Kabupaten Lahat
Selatan Kabupaten Lahat dan kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu
Barat Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu

Topografi[sunting | sunting sumber]

Secara topografis, wilayah Kabupaten Empat Lawang memiliki bentuk muka tanah bergelombang dan berbukit. Hal tersebut disebabkan oleh wilayah kabupaten ini yang sebagian besar merupakan daerah rangkaian Pegunungan Bukit Barisan di wilayah barat Pulau Sumatra. Kabupaten Empat Lawang terletak pada ketinggian wilayah yang bervariasi, antara 50 meter sampai dengan 2500 meter dari atas permukaan laut (dpl). Wilayah barat-timur memiliki ketinggian bervariasi antara 150 meter sampai dengan 450 meter di atas permukaan laut (dpl). Daerah dengan ketinggian antara 300 meter sampai dengan 450 meter di atas permukaan laut mencakup areal seluas 64%. Wilayah selatan–timur Kabupaten Empat Lawang termasuk dalam rangkaian Pegunungan Bukit Barisan, sehingga memiliki ketinggian yang signifikan yakni antara 500–700 meter di atas permukaan laut. Wilayah utara–timur kabupaten ini cenderung cukup landai yakni berketinggian antara 150 mdpl hingga 250 mdpl. Kecamatan dengan ketinggian terendah adalah Kecamatan Saling dengan ketinggian berkisar antara 80 mdpl hingga 670 mdpl. Sementara itu, kecamatan dengan ketinggian tertinggi adalah Kecamatan Muara Pinang dengan ketinggian berkisar antara 300 mdpl hingga 2500 mdpl.[5]

Geologi[sunting | sunting sumber]

Jenis tanah di wilayah Kabupaten Empat Lawang secara geologis terbagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Alluvial, jenis tanah berwarna coklat kekuningan dan dapat dijumpai di sepanjang daerah aliran Sungai Musi, Sungai Lintang, dan sungai lainnya.
  2. Litosol, jenis tanah dapat dijumpai di wilayah Pegunungan Bukit Barisan
  3. Hidromorf, jenis tanah ini biasa dijumpai di wilayah yang daerahnya berada di ketinggian yang lebih rendah dan berada di wilayah yang kondisi muka tanahnya cenderung landai seperti di Kecamatan Tebing Tinggi.[5]

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Empat Lawang dilalui oleh salah satu sungai besar di selatan Pulau Sumatera, yaitu Sungai Musi. Selain itu, banyak pula aliran anak sungai Musi yang menyebar di wilayah kabupaten ini. Di wilayah Pegunungan Bukit Barisan pun banyak dijumpai mata air yang merupakan hulu dari aliran-aliran sungai.[5]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Sama halnya dengan wilayah lain di Indonesia, Kabupaten Empat Lawang beriklim tropis. Tipe iklim tropisnya adalah iklim hutan hujan tropis (Af) dengan curah hujan yang tinggi hampir sepanjang tahun. Suhu udara di wilayah Kabupaten Empat Lawang bervariasi antara 18°–30 °C. Tingkat kelembapan nisbi di wilayah kabupaten ini cukup tinggi yaitu ±82%. Curah hujan tahunan di wilayah Empat Lawang berkisar antara 2700–3200 mm per tahun dengan jumlah hari hujan lebih dari 150 hari hujan per tahun. Curah hujan maksimum terjadi pada bulan DesemberJanuari dengan curah hujan bulanan lebih dari 330 mm per bulan, sedangkan curah hujan minimum terjadi pada bulan JuniJuli dengan curah hujan bulanan kurang dari 140 mm per bulan.

Data iklim Empat Lawang, Sumatera Selatan, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29.6
(85.3)
30.1
(86.2)
30.2
(86.4)
30.5
(86.9)
30.7
(87.3)
30.2
(86.4)
29.5
(85.1)
29.7
(85.5)
30.1
(86.2)
29.9
(85.8)
29.8
(85.6)
29.4
(84.9)
29.97
(85.97)
Rata-rata harian °C (°F) 25
(77)
25.3
(77.5)
25.4
(77.7)
25.7
(78.3)
26
(79)
25.4
(77.7)
24.7
(76.5)
25
(77)
25.1
(77.2)
25.8
(78.4)
25.2
(77.4)
24.9
(76.8)
25.29
(77.54)
Rata-rata terendah °C (°F) 20.4
(68.7)
20.5
(68.9)
20.6
(69.1)
20.9
(69.6)
20.3
(68.5)
19.6
(67.3)
18.9
(66)
19.7
(67.5)
20.2
(68.4)
20.6
(69.1)
20.5
(68.9)
20.4
(68.7)
20.22
(68.39)
Presipitasi mm (inci) 336
(13.23)
292
(11.5)
265
(10.43)
259
(10.2)
207
(8.15)
136
(5.35)
137
(5.39)
159
(6.26)
208
(8.19)
284
(11.18)
303
(11.93)
334
(13.15)
2.920
(114,96)
Rata-rata hari hujan 22 19 17 16 14 10 10 11 14 18 20 22 193
% kelembapan 85 84 83 83 82 81 80 80 81 82 83 84 82.3
Rata-rata sinar matahari bulanan 131 150 172 191 202 211 214 212 196 163 148 137 2.127
Sumber #1: Climate-Data.org[6]
Sumber #2: Weatherbase[7]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nama kabupaten ini, menurut cerita rakyat berasal dari kata Empat Lawangan, yang dalam bahasa setempat berarti "Empat Pendekar (Pahlawan)". Hal tersebut karena pada zaman dahulu terdapat empat orang tokoh yang pernah memimpin daerah ini.[8][9]

Pada masa penjajahan Hindia Belanda (sekitar 1870-1900), Tebing Tinggi memegang peran penting sebagai wilayah administratif (onderafdeeling) dan lalu lintas ekonomi karena letaknya yang strategis. Tebing Tinggi pernah diusulkan menjadi ibu kota keresidenan saat Belanda berencana membentuk Keresidenan Sumatra Selatan (Zuid Sumatra) tahun 1870-an yang meliputi Lampung, Jambi dan Palembang. Tebing Tinggi dinilai strategis untuk menghalau ancaman pemberontakan daerah sekitarnya, seperti Pagar Alam, Pasemah dan daerah perbatasan dengan Bengkulu. Rencana itu batal karena Belanda hanya membentuk satu keresidenan, yaitu Sumatra.

Pada masa penjajahan Jepang (1942-1945), Onderafdeeling Tebing Tinggi berganti nama menjadi wilayah kewedanaan dan akhirnya pada masa kemerdekaan menjadi bagian dari wilayah sekaligus ibu kota bagi Kabupaten Empat Lawang.

Ibu Kota[sunting | sunting sumber]

Dari awal mula terbentuknya Kabupaten ini, pemerintah mencanangkan ibu kota Pemerintahan berada di Kecamatan Tebing Tinggi, Sedangkan Kota Ekonomi Dicanangkan Di Kecamatan Pendopo

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Urutan Nama Bupati Nama Wakil Bupati Mulai Menjabat Akhir Masa Jabatan (AMJ) Keterangan
* Tidak diketahui Tidak diketahui 20 April 2007 26 Agustus 2008 Penjabat (Pj.)
1 Budi Antoni Aljufri Sofyan Djamal 26 Agustus 2008 26 Agustus 2013
Syahril Hanafiah 26 Agustus 2013 22 Oktober 2015
2 Syahril Hanafiah lowong 22 Oktober 2015 10 Januari 2017 Pelaksana Tugas (Plt.)[13]
10 Januari 2017 26 Agustus 2018 Menyelesaikan sisa masa jabatan Budi Antoni Aljufri yang diberhentikan setelah berkeputusan hukum tetap.[14][15][16][17]
* Edison Jaya lowong 26 Agustus 2018 18 September 2018 Pelaksana Harian (Plh.)[18]
3 Berkas:Cabup Empat Lawang - Joncik Muhammad.png Berkas:Cawabup Empat Lawang - Yulius Maulana.png 18 September 2018 18 September 2023 Pemenang Pilkada Empat Lawang 2018[19][20]
Joncik Muhammad Yulius Maulana

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Empat Lawang dalam dua periode terakhir.[21][22]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
PKB 3 Penurunan 2
Gerindra 2 Kenaikan 3
PDI-P 4 Kenaikan 6
Golkar 10 Penurunan 4
NasDem 4 Penurunan 3
PKS 0 Kenaikan 1
Perindo (baru) 3
PPP 1 Steady 1
PAN 4 Kenaikan 7
Hanura 0 Kenaikan 2
Demokrat 5 Penurunan 3
PKPI 2 Penurunan 0
Jumlah Anggota 35 Steady 35
Jumlah Partai 9 Kenaikan 11

Ketua DPRD[sunting | sunting sumber]

  1. H. David Hadrianto Aljufri (2008–2018)
  2. Windera Safri (2018-2019)
  3. Persi SE (2019-2024)

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Empat Lawang memiliki 10 kecamatan, 9 kelurahan dan 147 desa (dari total 236 kecamatan, 386 kelurahan dan 2.853 desa di seluruh Sumatra Selatan). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya sebesar 327.053 jiwa dengan luas wilayahnya 2.256,44 km² dan sebaran penduduk 145 jiwa/km².[23][24]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Empat Lawang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
16.11.05 Lintang Kanan 16 Desa
16.11.01 Muara Pinang 22 Desa
16.11.07 Pasemah Air Keruh 15 Desa
16.11.02 Pendopo 3 16 Desa
Kelurahan
16.11.10 Pendopo Barat 10 Desa
16.11.09 Saling 10 Desa
16.11.08 Sikap Dalam 11 Desa
16.11.06 Talang Padang 13 Desa
16.11.04 Tebing Tinggi 6 20 Desa
Kelurahan
16.11.03 Ulu Musi 14 Desa
TOTAL 156

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku Bangsa[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar penduduk bermayoritas Suku Lintang/ atau Jemo Lintang (55%, bermukim di Muara Pinang, Lintang Kanan, Pendopo, Pendopo Barat, Ulu Musi, Sikap Dalam dan Tebing Tinggi). Sedangkan Suku Asli Sumatra Selatan lainnya Suku Pasemah, (bermukim di Pasemah air keruh, Suku Saling / WANG HALENG / Wang Col (Bermukim di Saling), Suku Musi, Kisam & Kikim Tebing. (bermukim di Tebing tinggi) dan kemudian disusul dengan minoritas dari luar Sumatra Selatan 9% seperti Jawa, Minang, Batak dll.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Wisata alam[sunting | sunting sumber]

selain matapencarian petani, kabupaten 4 lawang mempunya wisata alam, yakni curug tanjung alam yang ada di kecamatan lintang kanan, air lintang di kecamatan pendopo, yang merupakan pertemuan air bayau dan air lintang.

Makanan khas[sunting | sunting sumber]

Seperti daerah lainya, kabupaten empat lawang mempunyai kuliner yang sangat khas dan enak, selain empek-empek, ada Kelicuk, Lempeng, sanga duren, serabi, kue suba,lepat, bubur suro, gonjing, serta gulai kojo dan lempuk durian asli.

Budaya[sunting | sunting sumber]

Dikir adalah arak-arakan untuk mengiring kedua mempelai menuju rumah dilakukan siang hari atau malam hari sebelum ijab qabul.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten Kota Hasil Sensus Penduduk 2020". BPS. Diakses tanggal 26 Januari 2021. 
  2. ^ "Jumlah Penduduk Menurut Agama di Sumatera Selatan". www.sumsel.bps.go.id. Diakses tanggal 26 Januari 2021. 
  3. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2 020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 26 Januari 2021. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 26 Januari 2021. 
  5. ^ a b c d "Profil Empat Lawang" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2022-03-20. Diakses tanggal 2020-09-15. 
  6. ^ "Pendopo, Sumatera Selatan, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 16 September 2020. 
  7. ^ "Empat Lawang, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 16 September 2020. 
  8. ^ Vebri Al Lintani, Puyang Kemiri: Pesan-pesan dan Asal usul Empat Lawang, situs Dapunta Online, 3 Oktober 2010. Diakses 8 Oktober 2010.
  9. ^ Ismajid, Asal Mula Nama Empat Lawang, situs Komunitas Lintang IV Lawang, 7 Agustus 2007. Diakses 8 Oktober 2010.
  10. ^ [1] LINTANG IV LAWANG - Budi-Sofyan Pimpin Empat Lawang
  11. ^ [2] SRIWIJAYA GEMILANG - Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang Berlangsung Khidmat
  12. ^ [3] TEMPO - Bupati Antoni Resmi Dipecat, Syahril Jabat Plt Bupati
  13. ^ [4] Diarsipkan 2018-10-03 di Wayback Machine. BERITA MUSI - Syahril Hanafiah Dilantik Sebagai Bupati Empat Lawang Definitif
  14. ^ [5] Diarsipkan 2021-09-06 di Wayback Machine. SUMSEL UPDATE - Syahril Hanafiah Resmi Jabat Bupati Empat Lawang
  15. ^ [6] KABAR RETORIKA - Pelantikan H Syahril Hanafiah S Ip MM Sebagai Bupati Empat Lawang
  16. ^ [7] METRO SUMATERA - Pelantikan Syahril Hanafiah Sebagai Bupati Empat Lawang Berlangsung Meriah
  17. ^ [8] Diarsipkan 2018-10-03 di Wayback Machine. RRI - Syahril Hanafiah Resmi Dilantik Sebagai Bupati Empat Lawang
  18. ^ [9] Diarsipkan 2018-10-03 di Wayback Machine. LINGGAU POS - Edison Jaya Jabat Plh Bupati Empat Lawang
  19. ^ [10] Diarsipkan 2018-10-03 di Wayback Machine. SILAMPARI ONLINE - Joncik – Yulius Resmi Menang 60,28 Persen
  20. ^ [11] PENA SUMATERA - Dilantik Gubernur Sumsel, Joncik-Yulius Resmi Pimpin Empat Lawang
  21. ^ Perolehan Kursi DPRD Empat Lawang 2014-2019
  22. ^ Perolehan Kursi DPRD Empat Lawang 2019-2024
  23. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  24. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]