Suku Lembak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Lembak
Daerah dengan populasi signifikan
Musi Rawas
Kota Lubuklinggau
Kota Bengkulu
Bengkulu Utara
Rejang Lebong
Kepahiang
Bahasa
Lembak
Indonesia
Melayu
Agama
Islam
Suku bangsa terkait
Suku Rejang
Suku Serawai
Suku Besemah

Suku Lembak adalah suku bangsa yang pemukimannya tersebar di kota Bengkulu, Bengkulu Utara, kabupaten Bengkulu Tengah, kabupaten Rejang Lebong, dan kabupaten Kepahiang. Suku Lembak di kabupaten Rejang Lebong bermukim di kecamatan Padang Ulak Tanding, Sindang Kelingi, dan Kota Padang. Di kabupaten Kepahiang, suku Lembak mendiami desa Suro Lembak. Suku lembak juga mendiami wilayah daerah Kota Lubuklinggau dan kabupaten Musi Rawas yang berada di wilayah provinsi Sumatra Selatan. Suku Lembak adalah salah satu suku yang berasal dari Provinsi Bengkulu. Suku Lembak sendiri terbagi menjadi tiga yaitu: 1. Suku Lembak 8 2. Suku Lembak Bulang 3. Suku Lembak Beliti

Lembak Delapan[sunting | sunting sumber]

Suku Lembak 8 berada di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu, merupakan sebuah suku yang terdiri dari 8 buah dusun. Namun pada tahun 1983 nama dusun itu diubah menjadi Desa sesuai UU No.5 Tahun 1979 tentang pemerataan desa. Kedelapan desa tersebut adalah:

1. Talang Kering

Masyarakat dari desa Talang Kering menyebar ke Tanjung Agung, Semarang, Surabaya, dan Pasar Bengkulu.

2. Taba Jambu

Masyarakat dari desa Taba Jambu ini menyebar ke Semarang, Surabaya, dan Bentiring.

3. Tanjung / Datar Tanah

Desa ini sekarang lebih dikenal dengan nama Tanjung Terdana, karena letak antara desa yang saling berdekatan. Masyarakat dari desa Tanjung terdana ini menyebar ke Tanjung Agung dan Semarang.

4. Gardin

Desa ini sekarang berubah nama menjadi Talang 4. Dulu di desa Gardin ini terdapat 4 buah pondok. Dari 4 buah pondok tersebutlah masyarakat lebih mengenal desa ini sehingga lambat laun masyarakat menyebutnya desa Talang 4. Masyarakat dari desa Gardin ini menyebar ke Pondok Kubang, Tanjung Dalam, Karang Tinggi, Ujung Karang dan sekitar Talang 4.

5. Sebenjol

Masyarakat dari desa Sebenjol ini menyebar ke Batu Raje, Plajau, Tanjung Dalam, Talang Tengah, dan Paku Haji.

6. Paku Haji

Masyarakat desa ini tetap menetap didesa ini dan mengembangkan adat istiadatnya sendiri dan berkembang dengan warga pendatang yang memasuki desanya.

7. Marulan

Masyarakat desa Marulan ini menyebar ke Linggar Galing, Bajak/Talang Boseng, Talang Pau, dan Sungai Hitam

8. Tanjung Telang

Dulunya di desa ini ada sebuah pohon besar yang bernama pohon Matiring. Masyarakat dari desa Tanjung Telang ini menyebar ke Tanjung Agung, Taba Jambu, dan Tanjung Terdana.

Lembak Bulang[sunting | sunting sumber]

Masyarakat Suku Lembak Bulang berasal dari Desa Tabalagan yang menyebar ke daerah wilayah Samesar (yang lebih dikenal dengan Panorama).Mereka biasa menyebut diri mereka sebagai Orang Bulang. Tidak sulit untuk membedakan Suku Lembak Bulang dengan Suku Lembak Delapan karena bahasa yang mereka gunakan tidak jauh berbeda. Jika masyarakat Suku Lembak 8 menggunakan kata COL untuk menggantikan kata Tidak, lain halnya Suku Lembak Bulang menggunakan kata DIE untuk menggantikan kata Tidak.

Kelurahan atau desa yang termasuk dari Lembak Bulang adalah:

1. Kelurahan Dusun besar

2. Kelurahan Panorama

3. Kelurahan Jembatan Kecil

4. Kelurahan Pagar Dewa

5. Kelurahan Sukarami

6. Kelurahan Pekan Sabtu

7. Kelurahan Betungan

8. Desa Lagan

9. Desa Taba Lagan

10. Desa Lagan Bungin

11. Desa Bukit

12. Desa Pulau Panggung dan Sekitarnya

Lembak Beliti[sunting | sunting sumber]

Suku Lembak Beliti bisa dikatakan suku paling bungsu. Suku ini adalah adik dari Suku Lembak 8. Dulu ada dua orang kakak beradik yang laki-laki melahirkan Suku Lembak 8 dan yang adik perempuan melahirkan Suku Lembak Beliti. Kita dapat bertemu dengan masyarakat Suku Lembak Beliti di daerah antara Kepala Curup (Rejang Lebong) dengan Lubuk Linggau (Palembang). Bahasa yang mereka gunakan juga sangat berbeda dari Suku Lembak 8 dan Bulang. Bahasa yang mereka gunakan pada dasarnya sama, hanya agak meleok-leok.

Desa yang termasuk dari Lembak Beliti adalah:

1. Desa Beliti

2. Desa Guru Agung

3. Desa Talang Padang

4. Desa Padang Ulak Tanding

5. Ujan Panas

6. Desa Talang Rejo

7.Desa Tempel Rejo

8. Desa Kayu Ara

9. Desa Karang Pinang

10.Desa Lubuk Alay

11. Desa Nyagung

12. Desa Tanjung Eran

13. Desa Balai Buntar

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Suku Lembak tidak jauh berbeda dengan masyarakat Melayu pada umumnya, namun dalam beberapa hal terdapat perbedaan. Jika ditinjau dari segi bahasanya, suku Lembak dengan Melayu Bengkulu (pesisir) terdapat perbedaan dari segi pengucapan kata-katanya, Melayu Bengkulu kata-katanya banyak diakhiri dengan huruf 'o' sedangkan suku Lembak banyak menggunakan huruf 'e', selain itu ada kosakata yang berbeda.

Untuk membedakan ketiga suku tersebut dapat kita kenali dari bahasa yang mereka gunakan.

Contoh:

   Suku lembak 8    : ”Ndak kemane nga..?”
   Suku lembak bulang: “Ndak kemane nga..?”
   Suku lembak beliti: “Nak hane nga..?”
   Indonesia        : “ Mau ke mana kamu..?”
   Suku lembak 8    : “Ape lan nga..?”
   Suku lembak bulang: “Ape lan nga..?”
   Suku lembak beliti: “Name lan nga..?”
   Indonesia        : “Apa pekerjaan mu..?”
   Suku lembak 8    : “Mela kite minom ayo kupi dai..”
   Suku lembak bulang: “Mela kite neron kudai..”
   Suku lembak beliti: “La te nom ayik opi dai..”
   Indonesia        : “Mari kita minum air kopi dulu..”
   Suku lembak 8    : “Nga ndak milu ku col..?”
   Suku lembak bulang: “Nga ndak nurut ku die..?”
   Suku lembak beliti: “Nak ilu ye..?”
   Indonesia        : “ Kamu mau ikut aku tidak..?”
   Suku lembak 8    : “Ku ndak kome..”
   Suku lembak bulang: “Ku ndak ke ome..”
   Suku lembak beliti: “Ku nak kume..”
   Indonesia        : “Aku mau ke sawah.."

Namun tiga Bahasa suku Lembak diatas itu hanyalah bahasa Umum yang lebih mudah dimengerti orang banyak, tetapi jika anda menelusuri lebih jauh lagi tentang Bahasa Lembak, maka anda akan menemukan bahasa dengan kosakata yg berbeda lagi yang tak umum seperti di Desa Ujan Panas, itu merupakan salah satu Desa yang dihuni oleh penduduk Suku Lembak yang tertua

Contoh Bahasa Suku Lembak di desa Ujan Panas :

1.Name lan nga da?

Nue lokak a?

Namehuwe maco nga to?

artinya :Apa pekerjaanmu

2.Nak kane nga da?

Mane angok nga da?

Kane adok nga da?

Artinya : Mau kemana kamu?

3.Nak ilu ku ye nga?

Artinya : Kamu mau ikut saya tidak?

Nah itulah beberapa contoh bahasa Lembak yang ada didesa Ujan Panas dan kawasan sekitarnya, Tapi tak hanya sampai disitu saja, masih banyak lagi kosakata asli suku lembak yang masih murni milik suku lembak yang mungkin aneh bagi yang baru mendengarnya.

Selain itu Bahasa Lembak juga punya banyak seni sastra yaitu berupa cerita rakyat khas lembak,Syair,Pantun dan Pribahasa yang berisi nasihat atau Petuah turun temurun dari leluhurnya zaman dulu.

Budaya[sunting | sunting sumber]

Suku Lembak adalah pemeluk agama Islam sehingga budayanya banyak bernuansakan Islam, disamping itu masih ada pengaruh dari kebudayaan lainnya. Dari sisi adat-istiadat antara Melayu Bengkulu dan suku Lembak ada terdapat kesamaan dan juga perbedaan, ada hal-hal yang terdapat dalam Melayu Bengkulu tidak terdapat dalam masyarakat Lembak, dan sebaliknya. Secara garis besar, kebudayaan Melayu mendominasi kebudayaan suku Lembak.

Domisili[sunting | sunting sumber]

Suku lembak yang tinggal di kota bengkulu meliputi kelurahan dusun besar,jembatan kecil,panorama,sukarami,pagar dewa,pekan sabtu,betungan,tanjung agung,tanjung jaya,semarang,surabaya dan bentiring.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]