Suku Blagar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Suku Blagar merupakan sebuah suku terletak di Kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Anggota suku ini tersebar di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Pantar dan Kecamatan Alor Barat Laut. jumlah anggota suku ini pun tidak banyak, sampai saat ini belum diketahui pasti berapa jumlah anggota suku ini dari seluruh penduduk yang mendiami ke dua kecamatan Pantar dan Alor Barat Laut. Begitu juga dengan bahasanya persebarannya tidak begitu luas di kedua kecamatan ini. Hasil Penelitian Wakidi et al (1989) tentang Morfo Sintaksis Bahasa Blagar menunjukan persebaran bahasa terjadi di desa-desa di Kecamatan Pantar yakni Desa Batu terdapat di tiga kampung (kampung Tuabang, Bikolang, dan Kolijahe), Desa Nule ada di dua kampung (Nuhawala dan Treweng), sedangkan di Kecamatan Alor Barat Laut terdapat di Desa Reta dan Desa Pura.[1]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Dari penuturan penduduk setempat kita bisa mendapatkan tiga macam dialek Bahasa Blagar. Dialek Kolijahe, Pura, dan Reta. Uniknya dari masing-masing pemakai dialek tadi bisa saling memahami dialek Bahasa Blagar lainnya. Bahasa Blagar oleh penduduk setempat digunakan dalam berbagai macam upacara seperti kelahiran, perkawinan, dan kematian, serta upacara-upacara yang sifatnya permohonan, minta hujan, syukuran panen dan lain sebagainya. Pada kesempatan-kesempatan ini kita akan mendengar pemakaian Bahasa Blagar yang mengandung nilai kesusateraan tinggi. Namun ada sebuah ancaman serius akan kepunahan Bahasa Blagar, kalangan generasi muda sudah lebih suka menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Melayu Alor Blagar dikarenakan takut dianggap kurang terpelajar, atau diangap kurang bergensi. Hal ini dikarenakan dengan semakin luasnya pergaulan antar kelompok etnik. Oleh karena itu akan menjadi sulit mengetahui secara pasti jumlah penutur bahasa tersebut dan jumlah penduduk suku tersebut.[1]

Penyebaran agama[sunting | sunting sumber]

Pusat-pusat penyebaran agama Islam yakni Kota Kabir di pulau pantar dan Kota Kalabahi di pulau Alor. Penyebaran agama Islam terjadi pada abad ke -15 dan 16. Penyebar datang dari Makasar ke Kabir, sedangkan ke Kalabahi datang dari Ternate, Maluku dan selanjutnya datang dari Bima, Jawa dan Minangkabau,[1]

Mata pencaharian[sunting | sunting sumber]

Mata pencaharian penduduk setempat umumnya bertani dan nelayan. komoditas pertanian yang sering mereka tanam adalah jagung dan ubi jalar, selain bahasa Blagar terdapat juga 12 bahasa lainnya di Kepulauan Alor, yakni Bahasa Alor, Lemma, Tewa, Nedebang, Kelan, Kabola, Kui atau Kiraman, Kafoa, Abui, Woisika, Kolana, Tanglapui,dan Blagar. keberagaman bahasa yang ada di pulai Alor menjadi aset yang perlu dipelihara [1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Melalatoa, M. Junus (1995). Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. hlm. 175.