Suku Manusela

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Suku Manusela
Suku Wahai
COLLECTIE TROPENMUSEUM Twee mannen uit Wahai Ceram TMnr 10005711.jpg
Dua pria Wahai Seram, Maluku, Indonesia.
Jumlah populasi

10.100[1]

Kawasan dengan konsentrasi signifikan
Maluku, Indonesia
Bahasa
Bahasa Manusela
Agama
Agama rakyat (gabungan antara Hindu dan Animisme), Kristen
Kelompok etnik terdekat
Suku Nuaulu

Suku Manusela atau Suku Wahai memiliki populasi lebih dari 10.100 jiwa yang berpusat di pegunungan Manusela Utara Seram, Maluku, Indonesia.

Mereka juga ditemukan di sepanjang Teluk Teluti di selatan Seram yang menunjukkan nama mereka dari suku mereka.[2]

Suku Manusela mengikuti iman Naurus, yang mungkin datang dari Aluk' to Dolo, kepercayaan suku Toraja. Naurus adalah kombinasi dari agama Hindu dan animisme, tetapi dalam beberapa tahun terakhir mereka juga telah mengadopsi beberapa prinsip Protestan. Beberapa orang Manusela juga telah mengadopsi agama Protestan. Tidak banyak yang diketahui tentang agama mereka, tapi agama mereka mungkin termasuk menyembah Hindu dan dewa-dewa animisme dewa dengan pengaruh yang datang dari Mindanao selama periode awal. Kehadiran Hindu ini dibuktikan dari fakta bahwa para arkeolog telah menemukan beberapa patung dewa Hindu di Mindanao. Suku Nuaulu yang tinggal di 10 desa di barat laut Manusela memiliki bahasa yang mirip dengan Manusela dan memiliki jumlah penduduk sebesar 400. Selain itu, mereka juga memeluk kepercayaan Naurus, tapi kepercayaan mereka kurang dipengaruhi oleh prinsip-prinsip Protestan. Suku Nuaulu pun melakukan ritual-ritual kepercayaan Naurus.[3] Suku Manusela  sering keliru dianggap sebagai  suku Nuaulu karena mereka memakai pakaian tradisional yang berupa kain merah di kepala seperti orang Nuaulu.[4]

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Manusela people in Indonesia". Joshua Project. Diakses tanggal 2014-09-17. 
  2. ^ Alfred Cort Haddon & James Hornell (1975). Canoes of Oceania, Issues 28-29. Bishop Museum Press. hlm. 60. 
  3. ^ Shiv Shanker Tiwary & Rajeev Kumar (2009). Encyclopaedia of Southeast Asia and Its Tribes, Volume 1. Anmol Publications. hlm. 92. ISBN 81-261-3837-8. 
  4. ^ Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1989). Workpapers In Indonesian Languages and Culture, Volume 6. Summer Institute of Linguistics.