Suku Kaur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Suku Kaur
Jumlah populasi

40.000 jiwa (2000)

Kawasan dengan konsentrasi signifikan
Kabupaten Kaur
Bahasa
Kaur
Indonesia
Melayu Bengkulu
Agama
Islam
Kelompok etnik terdekat
Suku Lampung
Suku Serawai
Suku Basemah

Suku Kaur adalah suku bangsa di kabupaten Kaur. Pemukiman orang Kaur berdekatan dengan kediaman suku Serawai dan Basemah. Berbeda dengan kedua suku bangsa tersebut yang menggunakan bahasa Melayu Tengah, suku Kaur menggunakan bahasa Kaur.[1]

Pekerjaan[sunting | sunting sumber]

Mata pencarian pokok suku Kaur adalah petani yang mengandalkan hasil dari persawahan. Selain itu, daerah ini terkenal dengan hasil cengkeh dan lada. Berternak, kebun sawet, kebun karet, menangkap ikan, dan berdagang merupakan usaha tambahan mereka. Kaum pria bekerja di ladang, sementara kaum wanita mengurus rumah tangga. Setelah panen padi, biasanya mereka panen buah-buahan seperti durian dan mangga.

Tradisi[sunting | sunting sumber]

Kaum wanita suku Kaur di desa Gedung Sako Senahak, masih menyusui bayinya di tempat umum. Pada dasarnya, mereka orang-orang yang menjaga kebersihan dan berpakaian dengan pantas. Suku Kaur tinggal di rumah batu beratapkan seng dengan cat semuanya berwarna biru dan putih. Gotong royong dan pelayanan masyarakat dilakukan di desa ini. Di saat menolong panen seseorang, maka pada kesempatan lainnya ia akan ditolong juga saat panen.

Pernikahan[sunting | sunting sumber]

Orang Kaur tidak diperbolehkan menikahi orang dari marga lain, tetapi bisa menikah dengan orang Kaur dari desa lain. Pernikahan hanya bisa terjadi sesudah perayaan panen padi. Usia pernikahan umumnya 20 tahun untuk laki-laki, dan 15-16 tahun untuk perempuan. Jika mempelai laki-laki ingin mempelai wanitanya tinggal bersama keluarga mempelai laki-laki, si laki-laki harus membayar keluarga mempelai wanita (uang antaran). Jika mempelai laki-laki tinggal di rumah mempelai perempuan, orang tua mempelai perempuan hanya diwajibkan memberikan kenang-kenangan kepada pihak laki-laki.

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Generasi tua suku Kaur biasanya memiliki rata-rata 13 anak dalam tiap keluarga. Setelah program Keluarga Berencana, mereka hanya memiliki 3 anak.

Kepercayaan[sunting | sunting sumber]

Suku Kaur 100% penganut agama Islam. Di setiap desa terdapat satu atau dua masjid.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]