Suku Bungku

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Suku Bungku
To Bungku / To Bunggu
COLLECTIE TROPENMUSEUM Een tijdelijke smederij in Tifonis TMnr 10014726.jpg
Tukang besi Bungku sedang bekerja. Koleksi Tropenmuseum, foto diambil antara 1900 dan 1920.
Kawasan dengan populasi yang signifikan
 Indonesia (Sulawesi Tengah)
Bahasa
Bahasa Bungku, bahasa Indonesia
Agama
Islam dan Kristen

Suku Bungku (bahasa Bungku: To Bungku atau To Bunggu) adalah suatu suku bangsa Indonesia, yang mayoritas mendiami wilayah Bungku Utara, Bungku Selatan, dan Bungku Tengah, dan Menui di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.[1] Suku Bungku terbagi menjadi beberapa sub-suku, yaitu Lambatu, Epe, Ro'tua, Reta, dan Wowoni.[2] Masyarakat suku ini berbicara dalam Bahasa Bungku, yang merupakan salah satu identitas diri dan alat komunikasi antar keluarga mereka.[3] Suku Bungku umumnya memeluk agama Islam atau Kristen.[4]

Masyarakat Bungku pernah membentuk kerajaan, yaitu Kerajaan Bungku yang dalam literatur Belanda disebut pula dengan nama Kerajaan Tambuku atau Tombuku.[5] Kerajaan Bungku, bersama kerajaan-kerajaan kecil di daerah pesisir timur Sulawesi Tengah lainnya, ditaklukan oleh Kolonial Belanda pada pertengahan abad ke-19.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Melalatoa, M. J. (1995). Ensiklopedi suku bangsa di Indonesia. 1. Indonesia: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. hlm. 198. 
  2. ^ Hidayah, Zulyani (1997). Ensiklopedi: Suku bangsa di Indonesia. Pustaka LP3ES. hlm. 67. ISBN 9798391640, 9789798391644. 
  3. ^ Kadjia, Dahlan (1998). Morfologi dan sintaksis bahasa Bungku. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 1. ISBN 9794598380, 9789794598382. 
  4. ^ J. A., Denny (2006). Napak tilas reformasi politik Indonesia: Talkshow Denny J.A. dalam dialog aktual Radio Delta F.M. PT LKiS Pelangi Aksara. hlm. 265. ISBN 9792552448, 9789792552447. 
  5. ^ Hasan (2004). Sejarah Poso. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Poso dan Penerbit Tiara Wacana Yogya. hlm. 76. ISBN 9799340500, 9789799340504. 
  6. ^ Poelinggomang, Edward Lamberthus (2008). Kerajaan Mori: Sejarah dari Sulawesi Tengah. Komunitas Bambu. hlm. 89.