Yahudi di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Yahudi di Indonesia berawal dari kedatangan penjelajah Eropa awal dan pemukim pertama.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Awalnya Yahudi datang ke Indonesia lewat jalur perdagangan Arab tetapi jumlah signifikan Yahudi berawal dari Zaman Belanda dimana jumlah Yahudi yang datang sekitar 2.000 - 4.000 orang Yahudi.

Tetapi pada saat Perang Dunia 2, jumlah Yahudi di Hindia Belanda diperkirakan sekitar 2.000 jiwa. Yahudi Indonesia diasingkan ketika Pendudukan Jepang di Indonesia dan mereka dipaksa untuk bekerja di kamp penampungan. Setelah perang, Yahudi yang dilepas banyak menemui berbagai masalah mulai dari penistaan Yahudi oleh orang Indonesia disebabkan Perang Israel-Palestina, Tempat ibadah Yahudi dijadikan hotel / apartemen, pembakaran rumah-rumah kaum Yahudi, dan masih banyak lagi. yang membuat banyak orang Yahudi yang berimigrasi ke Amerika Serikat, Australia atau Israel.

Populasi[sunting | sunting sumber]

Shaar HaShamayim Synagogue di Tondano, Minahasa.

Pada akhir tahun 1960-an, menurut Kongres Yahudi Sedunia[1] populasi Yahudi di Indonesia diperkirakan ada 20 orang Yahudi asli yang tinggal di Surabaya dan Jakarta. Nenek moyang mereka adalah imigran Yahudi asal Yaman, Irak, Mesir, Iran, India, Inggris, Belanda, Jerman, Austria, Portugal, Spanyol, Eropa Timur dan Amerika Selatan.

Sinagoge di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Komunitas Yahudi[sunting | sunting sumber]

Secara umum komunitas Yahudi di Indonesia dominan ada di Indonesia bagian timur seperti di Provinsi Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua yang sudah berasimilasi dengan Orang Pribumi di Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]