Lompat ke isi

Konflik Arab–Israel

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Konflik Arab-Israel)
Konflik Arab–Israel

Israel dan anggota Liga Arab
Tanggal15 Mei 1948 – sekarang
LokasiTimur Tengah
Hasil Sedang berlangsung
Pihak terlibat
 Israel

Konflik Arab–Israel (bahasa Arab: الصراع العربي الإسرائيلي Aṣ-Ṣirāʿ al-ʿArabī al-'Isrā'īlī, bahasa Ibrani: הסכסוך הישראלי ערבי), kira-kira terjadi selama satu abad, adalah konflik politik dan peperangan terbuka. Konflik ini terjadi karena didirikannya gerakan Zionis yang bertujuan untuk mendirikan negara Israel. Konflik antara negara-negara Arab dan Israel masih berlangsung sampai sekarang.

Konflik bermula dari ketika kala itu Inggris menguasai wilayah yang dikenal sebagai Palestina. Meningkatnya ketegangan antar etnis minoritas dan mayoritas yang tinggal di wilayah itu yakni etnis Yahudi dan Arab, menjadikan komunitas internasional menugaskan Inggris untuk mendirikan “rumah nasional” bagi orang Yahudi di Palestina. Antara 1920 hingga 1940, meningkatkanya jumlah orang Yahudi yang melarikan diri dari persekusi di Eropa, tiba di Palestina, begitu juga dengan pertikaian antara komunitas Yahudi dan Arab,serta pemerintahan Inggris. Disusul dengan adanya rencana PBB pada 1947, untuk membagi Palestina menjadi negara Yahudi dan Arab, Adapun Yerusalem sebagai kota internasional (Resolusi 181 (II) tahun 1947). Memperoleh respon yaitu disetujui oleh para pemimpin Yahudi dan respon ditolak oleh pemimpin Arab, sehingga tidak pernah diimplementasikan.[1]

Inggris yang sampai 1948 tidak mampu menyelesaikan pertikaian antara komunitas Yahudi dan Arab, menarik diri dan mengajak para pemimpin Yahudi mendeklarasikan pembentukan negara Israel. Sehari setelah Israel, sebagai tempat aman bagi komunitas Yahudi, mendeklarasikan diri sebagai negara, lima negara Arab kemudian menyerang wilayah itu. Ratusan warga Palestina melarikan diri dari yang mereka sebut bencana itu. Di tahun berikutnya pertempuran berakhir dengan gencatan senjata dan Israel sebagai yang menguasai seabagian besar wilayah tersebut. Namun, akibat dari tidak pernah ada perjanjian perdamaian, perang dan pertempuran terus terjadi pada dekade-dekade berikutnya.[1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 author, author (2023-10-24). "Sejarah konflik Palestina-Israel, pertikaian berkepanjangan yang berlangsung puluhan tahun". BBC. Diakses tanggal 2025-12-10.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]