Suku Singkil

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Suku Singkil
Mengarak anak khitanan.jpg
Upacara khitanan adat Singkil
Jumlah populasi
69,500[1]
Daerah dengan populasi signifikan
 Indonesia (Aceh)
Bahasa
Singkil, Indonesia
Agama
Islam
Suku bangsa terkait
Karo, Kluet, Aceh, Batak, Alas, Aneuk Jamee, Melayu, Gayo

Suku Singkil adalah sebuah suku yang terdapat di kabupaten Aceh Singkil, Sebagian Kabupaten Aceh Selatan, Sebagian Aceh Tenggara dan kota Subulussalam di provinsi Aceh. Suku Singkil mempunyai khas tersendiri yakni yaitu termasuk peribahasa, budaya, adat dll.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa Singkil Adalah suatu bahasa mayoritas yang di gunakan di Kabupaten Aceh Singkil, Kota Subulussalam dan sebagian di Kabupaten Aceh Tenggara, dan Aceh Selatan. Bahasa ini bisa dikatakan mirip atau serumpun dengan bahasa Karo di provinsi Sumatra Utara. Namun bahasa Singkil mempunyai keunikan sendiri disisi lain mempunyai kosakata lainnya yang jauh berbeda dengan suku Karo serta mempunyai ciri khas seperti hurif R di ucapkan 'Kh'

Contoh:

  • Indonesia: Rupa
  • Singkil: Khupa
    Capek: Leja

Budaya[sunting | sunting sumber]

Suku Singkil memliliki budaya sendiri yang banyak dipengaruhi oleh tradisi keislaman. Meski serumpun, etnis ini memiliki adat dan budaya yang jauh berbeda dengan Suku Pakpak. Hal ini dikarenakan suku Singkil mayoritas menganut agama Islam sedangkan suku Pakpak mayoritas memeluk agama Kristen. Selain itu suku Singkil lebih banyak bercampur dengan etnis-etnis pendatang, seperti suku Pakpak, Karo, Aceh, Minang, Melayu dan Kluet. Jadi bisa dikatakan suku Singkil merupakan suku sendiri yang mempunyai kebudayaan, adat, budaya, bahasa, silsilah, nenek moyang/leluhur, marga sendiri dan ia suku yang mandiri. Namun suku Singkil juga telah bercampur/berasimilasi dan terjadilah kulturisasi antara suku-suku itu tadi sehingga terciptalah budaya baru tetapi marga Singkil juga telah banyak yang berkaitan dengan marga suku Batak Pakpak, suku Karo dan suku Minangkabau

Marga[sunting | sunting sumber]

Sebagaimana halnya suku-suku di sekitarnya salah satunya Batak, etnis inipun mengenal marga yang diturunkan dari garis patrilineal (ayah). Secara umum, marga-marga yang digunakan Suku Singkil relatif sama atau mirip dengan marga-marga yang ada di Suku Batak Pakpak Namun ada juga yang mirip dengan suku Alas, suku Karo, suku Kluet, suku Gayo, suku Batak Toba dan sedikit sisanya marga-marga yang berasal dari gelar/klan Suku Aceh dan Minangkabau. Namun juga ada yang berbeda. Marga-marga yang terdapat dalam Suku Singkil di antaranya adalah:

  • Kombih (Kumbi)
  • Ramin
  • Buluara (bukan batubara)
  • Palis (bukan Pelis)
  • Kembang (bukan kumbang)
  • Bako
  • Pokan (bukan Pohan)
  • Limbong ( bukan Lembong)
  • Bakhat (bukan Hutabarat)
  • Siketang (bukan Sihotang)

Ada juga beberapa marga Singkil yang berasal dari keturunan Minangkabau yang telah berasimilasi menjadi orang Singkil sejak berabad-abad yang lalu.

  • Melayu
  • Goci.

Agama[sunting | sunting sumber]

Suku Singkil beragama Islam. Agama Islam diyakini telah menyebar sejak beberapa abad. Kemudian juga dari kekuasaan kerajaan Aceh yang pernah menguasainya selama beberapa abad. Suku Singkil pernah memiliki ratusan tokoh ulama yang terkenal pada masa lalu yakni Abdurrauf Singkil atau Syekh Abdur Rauf syekh Hamzah alfanshury assingkily, kyai Singkil (pernah pernah mengabdi didemak/Banten) menjadi seorang ulama besar dan mufti di Kerajaan Aceh pada abad XVII..

Adat[sunting | sunting sumber]

Suku Singkil mempunyai adat tersendiri yang disesuaikan dengan agama Islam. Acara adat sering terlihat pada acara Perkawinan ataupun Khitan.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Singkil in Indonesia". Joshua Project. Diakses tanggal 2014-10-19.