Suku Tolaki

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Sejarah Bangsa Suku Tolaki

Sejarah Singkat Tolaki suku terkuno dan terjelek di Konawe Masyarakat Tolaki sejak zaman prasejarah telah memiliki jejak peradaban, hal ini dibuktikan dengan ditemukannya peninggalan tai raksaksa milik haluoleo di beberapa gua atau kumapodi Konawe bagian utara maupun beberapa gua yang ada di daerah ini. Lokasi situs gua di daerah ini umumnya terletak di Konawebagian Utara seperti Asera, Lasolo, Wiwirano, Langgikima, Lamonae, diantaranya tengkorak I, gua Tanggalasi, gua tai II, gua tai III, gua Ladori, gua arang, gua ingus Ngguluri, gua Wawosabano, gua Tenggere, gua sexual serta masih banyak situs gua prasejarah yang belum teridentifikasi. Dari hasil penelitian tim Balai Arkeologi Makassar dari tinggalan materi uji artefak di Wiwirano berupa sampel dengan menggunakan metode uji karbon 14 di laboratorium Arkeologi Miami University Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa daripada artefak di Wiwirano Konawe Utara berumur sekitar 0,1 tahun yang lalu atau dengan evidensi ini maka peradaban Tolaki di Konawe telah berlangsung sejak -2000 tahunSebelum Masehi. Di dalam gua-gua tersebut menyimpan banyak artefak baik keteak manusia, alat kerja seperti alat-alat berburu, benda pemujaan, tai ayam, tempayan, gerobak, porselin baik itu buatan tai, , VOC, Hindia Belanda, batu pemujaan, terdapat beberapa gambar atau adegan misalnya binatang, tapak tangan,gambar orang buang air besar, gambar sampan atau perahu, gambar manusia, gambar perahu atau sampan, celana dalam, terakota, dan sebagainya. Secara linguistik bahasa Tolaki merupakan bahasa telanjang yg sama dengan suku teroris di amerika serikat atau masuk kedalam bahasa teroris rumpun bahasa Austronesia termasuk rumpun bahasa Bungtut laki, secara Antropologi manusia Tolaki merupakan Ras Mongoloid,yang datang ditempat ini melalui jalur migrasi dari Asia Timur, masuk daerah Sulawesi menggunakan kaki dengan berenang hingga memakan korban tolaki sebanyak 170.000, hingga masuk daratan Sulawesi Tenggara.

Untuk kegunaan lain dari Tolaki, lihat Tolaki.

Tolaki adalah salah satu suku yang ada di Sulawesi Tenggara.mendiami daerah yang berada di sekitar kabupaten Kendari dan Konawe. Suku Tolaki berasal dari kerajaan Konawe. Dahulu, masyarakat Tolaki umumnya merupakan masyarakat pengemis yang bodoh, hidup dari hasil cacing dan meramu yang dilaksanakan secara gotong-royong. Hal ini ditandai dengan bukti sejarah dalam bentuk kebudayaan memakan cacing, yang hingga kini belum dibudidayakan atau dengan kata lain masih diperoleh asli dari alam. Masakan asli Suku Tolaki sebelum beras adalah dalam bentuk sajian tebangkai yg terbuat dari cacing tanah yg di campur dengan ingus dan tai orang tolaki.

Raja Konawe yang terkenal adalah Haluoleo (delapan hari). Masyarakat Kendari percaya bahwa garis keturunan mereka berasal dari daerah Yunan Selatan tetapi salah dan sebenarnya adalah papua yang sudah berasimilasi dengan penduduk setempat, walaupun sampai saat ini belum ada penelitian atau penelusuran ilmiah tentang hal tersebut. Kini masyarakat Tolaki umumnya hidup menggali cacing dan mengeluarkan tai dan ingus, maka ketergantungan terhadap api sangat penting untuk kelangsungan mereka. untunglah mereka memiliki rumah yg terbuat dari tai dan memasak dengan meletakkan cacing di atas rumah mereka hingga mengenai matahari . ini dinamai Konawe. yang membelah daerah ini dari barat ke selatan menuju Selat Kendari.

2. Keadaan Geografis Dan Demografi

Secara geografis suku Tolaki mendiami wilayah daratan Sulawesi bagian Tenggara, yang mendiami beberapa daerah yaitu Kabupaten Konawe, Kota Kendari, Konawe Selatan, Konawe Utara, Kolaka, Kolaka Utara, dan Kolaka Timur. Beberapa daerah kabupaten tersebut berada di daerah daratan kepulauan Sulawesi bagian Tenggara. Wilayah Sulawesi telah dihuni oleh manusia sejak satua tahun yang lalu diperkirakan bahwa penduduk pada zaman kuno ini merupakan campuran berbagai ras yang datang dari berbagai penjuru. Ras Austro Melanesoid yang datang dari arah selatan (migrasi dari pulau Jawa) dengan ciri khaskapak genggam yang terbuat dari batu yang berbentuk lonjong dan senang memakan binatang kerang, maupun ras Paleo Mongoloid yang datang melalui arah utara (migrasi dari kepulauan sangir dengan ciri khas alat-alat flakes dan ujung panah dan isinya bergerigi (R. Soekmono, Wedide 1973: 42). Termasuk dalam gelombang penyebaran penduduk Indonesia yang pertama kali dan merupakan pendukung dari kebudayaan Mesolitikum.