Suku Minahasa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk kawasan, lihat Minahasa.
Suku Minahasa
Maengket.jpg
Jumlah populasi

Lebih dari 1 juta jiwa

Kawasan dengan konsentrasi signifikan
Sulawesi Utara: 1 juta
Bahasa
Bahasa Manado, Bahasa Tombulu, Bahasa Tontemboan, Bahasa Tonsawang, Bahasa Tonsea
Agama
Kristen Protestan (85%), Katolik Roma (14%), Islam (1%), [1]
Kelompok etnik terdekat
Bisaya, Gorontalo, Mongondow, Sangir, Talaud, Mongol

Suku Minahasa adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di Sulawesi Utara, Indonesia. Suku Minahasa merupakan suku bangsa terbesar di provinsi Sulawesi Utara.

Subsuku[sunting | sunting sumber]

Suku Minahasa terbagi atas beberapa subsuku:[2]

  1. Tontemboan
  2. Tombulu
  3. Tonsea
  4. Toulour (Tondano)
  5. Tonsawang (Tombatu/Tondanow)
  6. Ponosakan
  7. Pasan (Ratahan)
  8. Bantik
  9. Babontehu

Asal Nenek Moyang[sunting | sunting sumber]

Dari pendapat Tandean, seorang ahli bahasa dan huruf Tionghoa Kuno, 1997 datang meneliti ke Watu Pinawetengan. Melalui tulisan “Min Nan Tou” yang terdapat di batu itu, ia mengungkapkan bahwa orang Minahasa merupakan keturunan dari Raja Ming dari tanah Tionghoa yang datang berimigrasi ke Minahasa. Arti dari Min Nan Tou adalah “orang turunan Raja Ming dari pulau itu". Tapi pendapat tersebut Lemah menurut David D.S Lumoindong, karena jika Minahasa berasal dari keturunan Dinasti Ming, maka seharusnya ilmu Pengetahuan kerajaan Ming yang sudah pada taraf yang maju seharusnya terlihat pada Peninggalan arsitektur Minahasa maupun huruf dan bahasa Tionghoa pada tahun 1200-1400, tetapi kenyataannya Sebelum Eropa datang Peninggalan zaman Ming tidak ada di Minahasa, jadi pendapat Tandean sangat lemah untuk digunakan sebagai dasar dalam penulisan sejarah dan asal usul Minahasa. Berdasarkan pendapat para ahli diantaranya A.L.C Baekman dan M.B Van Der Jack yaitu berasal dari ras Mongolscheplooi yang sama dengan pertalian Jepang dan Mongol ialah memiki lipit Mongolia dan kesamaan Warna kulit, yaitu kuning langsat. Persamaan dengan Mongol dalam sistem kepercayaan dapat dilihat pada kepercayaan tradisional Minahasa sama seperti Shamanisme Mongol. Dan juga dipimpin oleh walian (pemuka agama) yang langsung dimasuki oleh opo. Agama Shamanisme ini memang dipegang teguh secara turun temurun oleh suku Mongol. Dapat dilihat juga di Dayak, dan Korea.

Huruf[sunting | sunting sumber]

Tulisan Kuno Minahasa disebut Aksara Malesung terdapat di beberapa batu prasasti diantaranya di Watu Pinawetengan. Aksara Malesung merupakan tulisan Hieroglif, yang hingga kini sedang dalam proses terjemahan.

Galeri gambar[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Paul Richard Renwarin, Matuari Wo Tonaas (Jakarta, Indonesia: Penerbit Cahaya Pineleng, 2007), p. 35
  2. ^ http://sp2010.bps.go.id/files/ebook/kewarganegaraan%20penduduk%20indonesia/index.html