Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin
Lambang Kodam Hasanuddin.svg
Lambang Kodam XIV/Hasanuddin
Aktif1 Juni 1957 - sekarang
NegaraIndonesia
CabangTNI Angkatan Darat
Tipe unitKomando Daerah Militer
Bagian dariTentara Nasional Indonesia
MarkasMakassar, Sulawesi Selatan
MotoSetia Hingga Akhir
Situs webwww.kodam14hasanuddin-tniad.mil.id
Komandan tempur
PangdamMayor Jenderal TNI Surawahadi
KasdamBrigadir Jenderal TNI Budi Sulistijono

Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin atau biasa disingkat Kodam XIV/Hasanuddin merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi Provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Pangdam XIV/Hasanuddin yang sekarang menjabat adalah Mayor Jenderal TNI Surawahadi. Ia dilantik pada tanggal 14 Juli 2018 menggantikan Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti Kodam ini bermarkas di Makassar, Sulawesi Selatan. Sebelumnya bernama Komando Daerah Militer VII/Wirabuana.

Sejarah

Logo lama Kodam VII/Wirabuana

Pendahuluan

Pada tanggal 20 Juni 1950 dibentuk tujuh Teritoriun diseluruh Indonesia. Teritorium VII berkedudukan di Makassar, dibawah Panglima Letkol Achmad Yunus Mokoginta; Instruksi Teritorium itu tertuang dalam Surat Penetapan KSAD Nomor : 83/KSAD/Pnt/1950.

Berdasarkan Surat Keputusan KSAD Nomor : 246/5/1957, tanggal 29 Mei 1957 mengangkat Letkol Inf. Andi Mattalatta sebagai pejabat Komandan dan Mayor CPM Haeruddin Tasning sebagai pejabat Kepala Staf KDM-SST. Peresmian terbentuknya Komando Daerah Militer Sulawesi Selatan dan Tenggara dilaksanakan dalam suatu upacara militer pada tanggal 1 Juni 1957 di Lapangan Hasanuddin Makassar. Pelantikan Letkol Inf. Andi Mattalatta sebagai pejabat Komandan dan Mayor CPM Haeruddin Tasning sebagai Kepala Staf KDM-SST oleh inspektur upacara KSAD Mayor Jenderal A.H. Nasution.

Berdasarkan Radiogram KSAD Nomor 180/1957, tanggal 19 September 1957, sebutan Komandan KDM-SST diubah menjadi Panglima KDM-SST. KDM-SST sebagai komando utama berada dibawah komando langsung KSAD dan dibawah pengomandoan taktis Wakil KSAD (Deputi) yang berkedudukan di Makassar. KDM-SST mengemban tugas pokok untuk pemulihan keamanan dan pembinaan teritorial. Selanjutnya KDM-SST ini disebut juga dengan Kodam Hasanuddin.

Pembentukan Kodam VII/Wirabuana

Reorganisasi di jajaran TNI, terutama di lingkungan TNI-AD dilakukan pada pertengahan dasawarsa 1980-an. Proses penyempurnaan yang menuju ke arah modernisasi Angkatan Darat ini, secara esensial bertujuan memantapkan kekuatan TNI-AD yang efektif dan efisien serta mampu mengemban tugas pokok TNI AD. Untuk merealisasikan kebutuhan tersebut, pada awal tahun 1985 Jenderal TNI Benny Moerdani melakukan reorganisasi di lingkungan kompartemen kewilayahan, dengan Kodam yang semula berjumlah 16 disederhanakan menjadi 10 Kodam. Penyederhanaan ini didasarkan atas kebutuhan dan hakikat ancaman pada saat itu. Keberadaan Kowilhan beserta Kodam-Kodam, terutama di luar Pulau Jawa dianggap tidak efisien, baik dari segi penggunaan dan pemusatan kekuatan maupun dari segi anggaran Hankam. Untuk itu dianggap mendesak untuk melakukan reorganisasi untuk mewujudkan postur pertahanan yang efektif dan efisien. Khusus untuk wilayah Sulawesi yang merupakan pintu masuk utama Kawasan Timur Indonesia, membutuhkan suatu institusi pertahanan matra darat yang kokoh dan terkendali serta mampu berperan sebagai pengendali stabilitas keamanan di wilayah. Keberadaan dua Kodam di wilayah Sulawesi, yaitu Kodam XIII/Merdeka dan Kodam XIV/Hasanuddin, yang membagi wilayah Pulau Sulawesi ke dalam dua wilayah pertahanan, tidak efektif lagi untuk mewujudkan konsepsi pertahanan.

Pada tanggal 12 Februari 1985, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Rudini mengeluarkan surat keputusan tentang likuidasi Kodam XIII/Merdeka dan Kodam XIV/Hasanuddin menjadi Kodam VII/Wirabuana. Pada tanggal 1 Mei 1985, sebagai tindak lanjut keputusan tersebut, Kodam XIII/Merdeka di Manado secara resmi dilikuidasi. Kodam XIV/Hasanuddin di Ujung Pandang menyusul beberapa hari kemudian, pada tanggal 3 Mei 1985. Setelah kedua Kodam tersebut dilikuidasi, maka di wilayah Sulawesi hanya ada satu Kodam. Perwira tinggi TNI-AD yang menjabat sebagai panglima pertama Kodam VII/Wirabuana adalah Brigjen TNI Nana Narundana.[1]

Likuidasi

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono memimpin upacara peresmian perubahan nama Kodam VII/Wirabuana menjadi Kodam XIV/Hasanuddin di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 12 April 2017.[2] Perubahan nama Kodam VII/Wirabuana menjadi Kodam XIV/Hasanuddin ini merupakan bagian dari program penataan organisasi TNI AD sesuai dengan Rencana Strategis 2015-2019 untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan tugas, peran dan fungsinya dalam menegakkan kedaulatan negara dan menjaga keutuhan wilayah NKRI.[3]

Pejabat Pangdam


Saat Bernama T&T VII/Indonesia Timur



Saat Bernama T&T VII/Wirabuana



Saat Bernama Kodam XIV/Hasanuddin



Saat Bernama Kodam VII/Wirabuana



Saat Bernama Kodam XIV/Hasanuddin


Tingkat Komando Satuan Pelaksana Kodam

Satuan Teritorial

Satuan Pendidikan

  • Resimen Induk Kodam XIV/Hasanuddin
  • Secaba Rindam XIV/Hasanuddin
  • Secata Rindam XIV/Hasanuddin
  • Dodiklatpur Rindam XIV/Hasanuddin
  • Dodikjur Rindam XIV/Hasanuddin
  • Dodikbelanegara Rindam XIV/Hasanuddin

Satuan Tempur dan Bantuan Tempur

Referensi

  1. ^ "Profil Dan Sejarah - KODAM XIV HASANUDDIN". kodam-wirabuana.mil.id. Diakses tanggal 12 April 2017. 
  2. ^ "Kasad : Perubahan Menjadi Kodam XIV/Hasanuddin Adalah Bagian Dari Penataan Organisasi TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat". tniad.mil.id. 12 April 2017. Diakses tanggal 12 April 2017. 
  3. ^ "DARI WIRABUANA KE HASANUDDIN - KODAM XIV HASANUDDIN". kodam-wirabuana.mil.id. Diakses tanggal 12 April 2017. 

Pranala luar