Batalyon Infanteri 721

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Batalyon Infanteri 721/Makkasau
Dibentuk 31 Desember 1963
Negara Indonesia
Cabang TNI Angkatan Darat
Tipe unit Satuan Tempur Infanteri
Markas Benteng Pinrang, Sulawesi Selatan
Julukan Yonif 721/MKS
Moto Makkasau
Maskot Kijang

Yonif 721/Makkasau adalah satuan tempurbatalyon infanteri yang berada dalam jajaran teritorial Korem 142 Taroada Tarogau Kodam VII/Wirabuana. Batalyon ini diresmikan pada 31 Desember 1963. Markasnya terletak di Benteng Pinrang, Sulawesi Selatan.Dislokasi pasukan tersebar di beberapa kabupaten di Sulsel dan Sulbar, Kompi Senapan A (Kipan A) berlokasi di Kab.Majene,Sulbar. Kipan B berada di Kab.Polman, Sulbar. Kipan C berlokasi di Kotamadya Palopo,Sulsel sedangkan Kompi Bantuan ( Kiban ) berada di Amboalle,Pinrang,Sulsel.

Asal Nama Makkasau[sunting | sunting sumber]

Nama Batalyon Makkasau diambilkan dari nama tokoh perjuangan setempat, yakni Andi Makkasau. Tokoh asal Parepare ini bernama lengkap Andi Makkasau Parenrengi Lawawo. Ia anak dari La Parenrengi Karaeng Tinggi Mae yang dalam usia terbilang muda (28 tahun) telah dinobatkan menjadi Datu Suppa, Raja Kerajaan Suppa (Kota Pare-Pare sekarang.). Dia termasuk penguasa lokal yang pertama kali menyatakan kesetiaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada 12 September 1945, bendera merah putih dikibarkan di Lapangan Labukkang, Suppa.

Andi Makkasau juga ikut terlibat dalam pembuatan petisi raja-raja pada 15 Oktober 1945 di kediaman Andi Mappanyukki Gowa. Petisi yang juga dikenal sebagai deklarasi Jongayya itu menyatakan mendukung Indonesia merdeka. Ketika pasukan Sekutu dan NICA datang, Andi Makkasau mengadakan Konferensi Pare-Pare, 1 Desember 1945. Konferensi ini menghasilkan petisi yang disampaikan kepada PBB yang isinya, “Menyokong Dr. Ratulangi sebagai Gubernur Republik Indonesia untuk Sulawesi dan menolak kembalinya Belanda di Indonesia”.

Pada tahun 1946, Westerling tiba di Makasar. Serbuan pasukan Westerling ke Suppa dihadang oleh pasukan Andi Makkasau. Namun, senjata yang terbatas dan personel yang kurang membuat laskar Andi Makkasau tidak bisa lama bertahan. Andi Makkasau tertangkap. Andi Makkasau mengakhiri hidupnya di bawah kekejaman Belanda pada tanggal 28 Januari 1947 dengan cara ditenggelamkan di tengah laut dengan di ikatkan batu besar pada kakinya. Pada tanggal 30 Januari 1947 Andi Makkasau ditemukan oleh masyarakat Marabombang, Pinrang dalam keadaan terikat terdampar di pesisir pantai.[1]

Komandan[sunting | sunting sumber]

  1. Letkol Inf Parlindungan Hutagalung
  2. Letkol Inf Eron Firmansyah (2011-2014)
  3. Letkol Inf M. Harry Subagyo
  1. ^ http://www.katailmu.com/2010/11/inilah-para-pahlawan-itu.html