Kabanjahe, Karo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabanjahe
Kecamatan
(Peta Lokasi) Kecamatan Kabanjahe, Karo.svg
Peta lokasi Kecamatan KabanjaheWelcome gate to Kabanjahe, Karo 01.jpg
Gapura selamat datang di Kecamatan Kabanjahe
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Karo
Pemerintahan
 • Camat Lesta Karo-Karo
Luas 44,65 km²
Jumlah penduduk 72.246 jiwa (2015)[1]
Kepadatan 1618,05 jiwa/km²
Desa/kelurahan 13
Pangeran Kabanjahe dan seorang pemuda (tahun 1918).
Gereja GBKP Kabanjahe Kota
Gereja GBKP Simpang Enam

Kabanjahe adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia yang juga merupakan ibukota Kabupaten Karo. Secara geografis kota ini berada di barat laut Provinsi Sumatera Utara dengan luas daerah sekitar 44,65 km² dan berpenduduk sebanyak 72.246 jiwa.

Kota Kabanjahe hanya berjarak 76 km dari pusat kota Medan dan 10 km dari kota Berastagi yang berhawa sejuk dengan panorama dua gunung api yang masih aktif, yakni Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Sering menjadi kota perlintasan bagi wisatawan yang hendak menikmati hawa daerah pegunungan. Kota ini pernah menerima Piala Adipura pada tahun 1996 atas kebersihan lingkungan dan kelestarian kotanya.[2]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Topografinya yang terdiri dari pegunungan dan perbukitan serta udara yang sangat sejuk menjadi salah satu faktor penentu mayoritas pekerjaan masyarakat Karo pada umumnya yang kini adalah petani. Beberapa komoditas pertanian unggulan Kabupaten Karo antara lain Umbi-umbian, Sayur-mayur, dan lainnya. Jika ditinjau dari segi geografis, tanaman buah-buahan seperti buah Terong belanda, Markisa, Semangka, Apel, Jeruk, Stroberi juga banyak dikembangkan di daerah ini.

Daftar Desa/Kelurahan[sunting | sunting sumber]

Kabanjahe yang merupakan salah satu kecamatan sekaligus sebagai ibukota Kabupaten Karo, secara administratif terdiri dari 5 kelurahan, yakni:

  • Lau Cimba
  • Padang Mas
  • Gung Leto
  • Gung Negeri
  • Kampung Dalam

Demografi[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Penduduk asli Kabanjahe adalah Suku Karo atau lebih umum dikenal dengan sebutan Kalak Karo. Disamping itu, etnis lainnya yang juga banyak bermukim di kota ini ialah Batak Toba Suku Jawa, Simalungun dan Pakpak, Tionghoa, serta suku pendatang lainnya.

Agama[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Sensus tahun 2015, mayoritas penduduk Kabanjahe menganut agama Kristen yakni 78.33% (Kristen Protestan 59.27 % dan Katolik 19.06 %), kemudian Islam 19.88 %, Buddha 1.75 % dan Hindu 0.04 %.

Agama di Kabanjahe
Agama Persen
Kristen Protestan
  
59.27%
Islam
  
19.88%
Katolik
  
19.06%
Buddha
  
1.75%
Hindu
  
0.04%

Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Beberapa SMA, SMK, STM, di Kecamatan Kabanjahe:

SMP[sunting | sunting sumber]

  1. SMP Negeri 1 Kabanjahe
  2. SMP Negeri 2 Kabanjahe
  3. SMP Negeri 3 Kabanjahe
  4. SMP Santa Maria
  5. SMP Maria Goretti
  6. SMP GBKP
  7. SMP Methodist
  8. SMP Muhammadiyah Kabanjahe
  9. Madrasah Tsanawiyah Kabanjahe
  10. SMP Bhayangkari Kabanjahe
  11. SMP Santo Xaverius 1 Kabanjahe
  12. SMP Santo Xaverius 2 Kabanjahe

SMA[sunting | sunting sumber]

  1. SMA Negeri 1 Kabanjahe
  2. SMA Negeri 2 Kabanjahe
  3. SMA Katolik 1 Kabanjahe
  4. SMA Katolik 2 Kabanjahe
  5. SMA GBKP
  6. SMA Santa Maria
  7. Madrasah Aliyah Negeri Kabanjahe

SMK[sunting | sunting sumber]

  1. SMK Negeri 1 Kabanjahe
  2. SMK GBKP Kabanjahe
  3. SMK Immanuel

Kuliner Khas[sunting | sunting sumber]

Di Kabanjahe banyak dijumpai aneka kuliner khas daerah Karo, diantaranya:

  1. Tasak Telu
  2. Trites
  3. Cimpa
  4. Cipera
  5. Kidu-Kidu

Tokoh Terkenal[sunting | sunting sumber]

Beberapa tokoh dari Kabanjahe, yaitu:

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ https://karokab.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/19
  2. ^ Almanak Lingkungan Hidup Indonesia, Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, 1996

Pranala luar[sunting | sunting sumber]