SMA Negeri 1 Kabanjahe

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
SMA Negeri 1 Kabanjahe
Depan SMAN 1 Kabanjahe
Informasi
Didirikan 1961
Jenis Negeri
Akreditasi A [1]
Nomor Statistik Sekolah 301070301100 [2]
Kepala Sekolah Saroha Ginting Munthe
Program/jurusan/
peminatan
IPA dan IPS
Kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Jumlah siswa 800-an
Alamat
Lokasi Jalan Letjen Djamin Ginting No. 31 Kabanjahe, Kab. Karo, Sumatera Utara, Bendera Indonesia Indonesia
Telp./Faks. (0628) 20417
Koordinat 3°06′56″LU 98°30′14″BT / 3,115577°LU 98,503886°BT / 3.115577; 98.503886
Situs web smansakaonline.com
Motto : Mela mulih adi la rulih

SMA Negeri (SMAN) 1 Kabanjahe atau dikenal dengan smansaka, merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMAN 1 Kabanjahe ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas X sampai Kelas XII. SMA Negeri 1 Kabanjahe yang dulunya dikenal sebagai SMA Rumpun Bambu sampai sekarang tetap menjadi SMA terbaik di tingkat Kabupaten Karo. Gedung sekolah diresmikan oleh Letjen TNI Djamin Ginting (saat itu masih berpangkat Kolonel), dan beberapa gedung saat ini masih berdiri kokoh sejak sekolah ini didirikan pada tahun 1961.

Pada tahun 2007, sekolah ini menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sebelumnya dengan KBK.[butuh rujukan]

Demonstrasi Siswa[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 27 April 2015, Siswa - Siswi SMA Negeri 1 Kabanjahe mengadakan demo besar - besaran ke Kantor Bupati Kabupaten Karo dengan tujuan menurunkan Tomi Jaya Ginting selaku kepala sekolah. Para siswa beralasan Tomi Jaya Ginting tidak transparan dalam penggunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang ditakar bernilai Rp1.2 miliar per tahunnya. Selain itu, siswa juga dibebani dengan uang komite sebesar Rp50.000 per bulannya yang dipertanyakan kejelasan penggunaannya. Demonstrasi ini diduga diprakarsai oleh guru BK SMA Negeri 1 Kabanjahe yang memimpin 3 siswa Sma Negeri 1 Kabanjahe untuk menggerakkan seluruh siswa.

Akibat demonstrasi tersebut, Tomi Jaya mengundurkan diri dan digantikan sementara oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Saroha Ginting Munthe

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Setelah beberapa tahun, fasilitas - fasilitas di SMA Negeri 1 Kabanjahe mengalami kemunduran, sangat kontras dengan besarnya uang yang dikucurkan pemerintah tiap tahunnya untuk pembangunan. Fasilitas yang tersedia yaitu:

  • Ruang Kepala Sekolah
  • Ruang Wakasek
  • Kelas (pembangunan beberapa kelas baru dengan menggantikan laboratorium fisika, kimia dan bahasa menuai kontroversi dan dianggap tidak wajar)
  • Perpustakaan(menjadi permasalahan karena pembangunan perpustakaan baru harganya dianggap tidak wajar)
  • Laboratorium Biologi (juga merangkap tempat pertemuan siswa)
  • Laboratorium Komputer
  • Ruang MGMP
  • Ruang Guru
  • Ruang Tata Usaha
  • Ruang BP/BK
  • Kantin Sekolah
  • WC dan Kamar Mandi (menjadi masalah karena sanitasi sama sekali tidak terjaga)
  • Ruang Komite Sekolah

Ekstrakurikuler[sunting | sunting sumber]

SMA Negeri 1 memiliki banyak kegiatan ekstrakurikuler, diantaranya,

  • Pasukan pengibar Bendera Sekolah(PASKIBRAS)
  • Praja Muda Karana (PRAMUKA)
  • Siswa Pecinta Alam (SISPALA)
  • Unit Kesehatan Sekolah (UKS)
  • Remaja Cinta Mushollah (RCM)
  • Drumband
  • Futsal
  • Basket
  • Fotografi (Sakagraphy)
  • Paduan Suara
  • Vocal Group
  1. ^ "Badan Akreditasi Nasional Sekolah / Madrasah - BAN SM". Diakses 4 May 2014. 
  2. ^ "Badan Akreditasi Nasional Sekolah / Madrasah - BAN SM". Diakses 5 May 2014.