Lompat ke isi

Berastagi, Karo

Berastagi
Kantor Kecamatan Berastagi
Kantor Kecamatan Berastagi
Peta lokasi Kecamatan Berastagi
Peta lokasi Kecamatan Berastagi
Koordinat: 3°11′34″N 98°30′33″E / 3.1928704°N 98.5091805°E / 3.1928704; 98.5091805
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
KabupatenKaro
Pemerintahan
 • CamatIjin Gurusinga, SP[1]
Populasi
 • Total48.224 jiwa
 • Kepadatan1.581/km2 (4,090/sq mi)
Kode pos
22152
Kode Kemendagri12.06.02 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS1211100 Suntingan nilai di Wikidata
Luas30,50 km²
Kepadatan1581
Desa/kelurahan6 desa
4 kelurahan
Peta interaktif
Peta

Berastagi adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Karo, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Berastagi merupakan kecamatan terbesar kedua di dataran tinggi Karo setelah Kabanjahe. Berastagi merupakan salah satu tujuan wisata yang populer di Sumatera Utara, dan berbatasan dengan Sibolangit.[2]

Berastagi berjarak sekitar 66 kilometer dari Kota Medan. Berastagi diapit oleh 2 gunung berapi aktif, yaitu Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. Di dekat Gunung Sibayak, terdapat pemandian mata air panas. Berastagi sendiri berada di ketinggian lebih dari 1300 mdpl, sehingga menjadikan kota ini menjadi salah satu kota terdingin yang ada di Indonesia.

Aktivitas ekonomi di Berastagi terpusat pada produksi sayur, buah-buahan dan pariwisata. Berastagi merupakan salah satu penghasil sayur dan buah-buahan terbesar di Sumatera Utara. Bahkan sudah di ekspor ke Singapura dan Malaysia. Etnis yang dominan di daerah ini adalah Suku Karo, dan berkomunikasi dengan Bahasa Karo dialek Gugung.

Demografi

[sunting | sunting sumber]

Suku asli yang mendiami Berastagi adalah orang Karo. Sebagai kawasan wisata, penduduk dari luar Karo kemudian mulai bermukim dan menetap di Berastagi sehingga Berastagi termasuk kecamatan dengan tingkat multietnis dan agama paling heterogen di Kabupaten karo. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kecamatan Berastagi sebanyak 48.224 jiwa, dengan kepadatan 1.581 jiwa/km².[2]

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Karo 2024, masyarakat kecamatan Berastagi mayoritas memeluk agama Kristen Protestan, dengan besar persentase 46,63%. Selanjutnya diikuti oleh agama Islam dengan 42,36%, agama Katolik dengan 9,51%, agama Buddha dengan 1,38% dan agama Hindu dengan 0,013%. Selebihnya adalah pemeluk agama Konghucu dan kepercayaan lainnya.[3]

Mayoritas penduduk Kecamatan Berastagi memeluk agama Kristen.

Agama di Kecamatan Berastagi (2024)[4]
Agama Persen
Islam
  
42,36%
Kristen Protestan
  
46,64%
Kristen Katolik
  
9,51%
Hindu
  
0,01%
Buddha
  
1,39%
Konghucu
  
0,00%
Kepercayaan terhadap Tuhan YME
  
0,08%

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]
Replika Pagoda Shwedagon di Berastagi

Di Kecamatan Berastagi terdapat sebuah museum bernama Museum Pusaka Karo.[5] Selain itu, terdapat beberapa objek-objek wisata berikut:

Berastagi dilihat dari Bukit Gundaling

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ↑ "Mini Sentra Vaksin Covid-19". analisadaily.com. Diakses tanggal 15 Januari 2022.
  2. 1 2 3 "Kecamatan Berastagi Dalam Angka 2021" (pdf). hlm. 7, 25, 51–52. Diakses tanggal 15 Januari 2022. {{cite web}}: Parameter tidak dikenal |wesbite= diabaikan
  3. ↑ Karo, Badan Pusat Statistik Kabupaten. "Agama - Tabel Statistik". karokab.bps.go.id. Diakses tanggal 2026-02-02.
  4. ↑ "Visualisasi Data Kependudukan". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 21 April 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid I (PDF). Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 48. ISBN 978-979-8250-67-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)