Kabupaten Nabire

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Nabire)
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Nabire
Lambang kabupaten nabire.jpg
Lambang Kabupaten Nabire
Moto: Nabire yang Berkeadilan, Sejahtera, dan Makmur


Nabire.8.jpg
Peta lokasi Kabupaten Nabire
Koordinat:
Provinsi Papua
Pemerintahan
 - Bupati Isaias Douw
 - Wakil Bupati Mesak Magai
 - DAU Rp. 545.482.656.000.-(2013)[1]
Luas 6.861,65 km2
Populasi
 - Total 130.314 jiwa (2010)
 - Kepadatan 18,99 jiwa/km2
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan 10 distrik
 - Kelurahan 147 Kampung/Desa dan 9 Kelurahan
Tugu selamat datang kota Nabire
Peta Kabupaten Nabire
Peta Infrastruktur Kabupaten Nabire (2012).gif
Kota Nabire
Pelabuhan Nabire
Pelabuhan Nabire

Kabupaten Nabire adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di punggung Pulau Irian dengan ibu kota di Kota Nabire.

Pada tanggal 6 Februari 2004 terjadi gempa bumi yang kemudian disusul pada 26 November 2004, gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter mengguncang daerah ini (lihat Gempa Nabire 2004).

Dengan dibentuknya Kabupaten Dogiyai, maka distrik di Kabupaten Nabire tersisa sebagai berikut ini:

  1. Makimi
  2. Nabire
  3. Napan
  4. Siriwo
  5. Teluk Kimi
  6. Teluk Umar
  7. Uwapa
  8. Wanggar
  9. Yaur
  10. Yaro
  11. Nabire Barat
  12. Wapoga
  13. Wadio-Jayanti
  14. Nabarua

Distrik yang menjadi bagian dari Kabupaten Dogiyai[sunting | sunting sumber]

  1. Kamu
  2. Kamu Selatan
  3. Kamu Utara (dulu Ikrar)
  4. Mapia
  5. Mapia Barat
  6. Sukikai
  7. Sukikai Selatan

Sejarah[sunting | sunting sumber]

“Nabire” demikian sekarang disebut, adalah suatu wilayah Pemerintahan Kabupaten yang terhampar di seputar “Leher Burung” pulau Papua. Dalam perkembangannya “Nabire” telah melampaui fase-fase : sebelum masuknya Pemerintahan Belanda, jaman Pemerintahan Belanda dan jaman Pemerintahan RI Hingga saat itu.

Paparan mengenai sejarah Pemerintahan Kabupaten Nabire ini bukanlah merupakan suatu tulisan yang sudah sempurna, sehingga masih perlu untuk dikaji dan disempurnakan bersama-sama sehingga menjadi suatu materi yang bisa dipahami dan diterima oleh semua kalangan.

Asal Usul Kota Nabire[sunting | sunting sumber]

Sebelum mengulas sejarah singkat Kabupaten Nabire maka terlebih dahulu akan disampaikan uraian secara singkat tentang asal usul dan arti nabire dari beberapa sumber/versi. Uraian mengenai cerita asal-usul dan arti Nabire ini bukanlah untuk dipertentangkan tetapi merupakan wacana untuk dibahas secara bersama, sehingga nantinya bisa diketahui asal-usul dan arti Nabire yang sebenarnya.

Versi Suku Wate[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan cerita dari suku wate, bahwa kata “Nabire” berasal dari kata “Nawi” pada zaman dahulu dipertimbangkan dengan kondisi alam Nabire pada saat itu yang banyak terdapat binatang jangkrik, terutama disepanjang kali Nabire. Lama kelamaan kata “Nawi” mengalami perubahan penyebutan menjadi Nawire dan akhirnya menjadi “Nabire”. Suku Wate yang terdiri dari suku yaitu Waray, Nomei, Raiki, Tawamoni dan Wali yang menggunakan satu bahasa terdiri dari enam kampung dan tiga distrik. Pada tahun 1958, Konstein Waray yang menjabat sebagai Kepala Kampung Oyehe menyerahkan tempat/lokasi kepada Pemerintah.

Versi Suku Yerisyam[sunting | sunting sumber]

Menurut versi suku Yerisyam Nabire berasal dari kata “Navirei” yang artinya daerah ketinggalan atau daerah yang ditinggalkan. Penyebutan Navirei muncul sebagai nama suatu tempat pada saat diadakan pesta pendamaian ganti daerah antara suku Hegure dan Yerisyam. Pengucapan Navirei kemudian berubah menjadi Nabire yang secara resmi dipakai untuk membei nama daerah ini oleh Bupati pertama yaitu Bapak A.K.B.P. Drs. Surojotanojo, SH (Alm). Versi lain suku ini bahwa Nabire berasal dari Na Wyere yang artinya daerah kehilangan. Pengertian ini berkaitan dengan terjadinya wabah penyakit yang menyerang penduduk setempat, sehingga banyak yang meninggalkan Nabire kembali ke kampungnya dan Nabire menjadi sepi lambat laun penyebutan Na Wyere menjadi Nabire.

Versi Suku Hegure[sunting | sunting sumber]

Versi dari suku ini bahwa Nabire berasal dari Inambre yang artinya pesisir pantai yang ditumbuhi oleh tanaman jenis palem-palem seperti pohon sapu ijuk, pohon enau hutan, pohon nibun dan jenis pohon lainnya. Akibat adanya hubungan/komunikasi dengan suku-suku pendatang, lama kelamaan penyebutan Inambre berubah menjadi Nabire.

Dalam Hubungannya dengan Penyelenggaraan Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Nabire dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan saat ini merupakan kependekan dari kata-kata N-nyaman, A-Aman, B-bersih, I-indah, R-ramah, E-elok yang mengandung makna bahwa ”Nabire” (nyaman, aman, bersih, indah, ramah dan elok) tersebut merupakan suatu kondisi yang diharapkan dan membutuhkan keterlibatan semua lapisan masyarakat untuk mewujudkannya.

Media[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Nabire memiliki rencana membangun stasiun televisi, di antaranya:

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15.