Batalyon Artileri Medan 1

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Batalyon Artileri Medan 1/Ajusta Yudha
Logo Yonarmed 1.png
Dibentuk 11 Februari 1952
Negara Indonesia
Cabang TNI Angkatan Darat
Tipe unit Satuan Bantuan Tempur
Markas Batalyon Singosari, Kabupaten Malang
Julukan Yonarmed 1/Roket
Moto Ajusta Yudha

Batalyon Artileri Medan 1/Ajusta Yudha (atau Yonarmed 1/Roket) adalah salah satu satuan bantuan tempur (Banpur) jajaran Resimen Artileri Medan 1/Putra Yudha Divisi Infanteri 2/Kostrad bermarkas di Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan luas wilayah batalyon 30 hektare. Batalyon Artileri Medan 1/Roket di lengkapai dengan senjata MLRS (Artillery Saturation Rocket System) ASTROS II, buatan Brasil.[1] Sebelumnya satuan ini bernama Yonarmed 1/105 dan berada di bawah kendali Kodam V/Brawijaya.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Latar belakang pembentukan, Pada tanggal 11 Mei 1946 di Jawa Timur terbentuk 1 (Satu) Batalyon Artileri Lapangan yang diberi nama Batalyon Artileri Komando VI berkedudukan di Waringin Anom Mojokerto. Kemudian pada pertengahan tahun 1947 diganti namanya menjadi Batalyon “C” dengan kekuatan 2 Baterai, pada bulan Maret 1950 Batalyon-batalyon diubah menjadi Komando Artileri Divisi I berkedudukan di Jln. Wijaya Kusuma No 25 Surabaya. Mayor Art Minggu berperan dalam pembentukan Artileri Lapangan I dan diresmikan oleh Inspektur Artileri. Pada tanggal 11 Februari 1952 telah diresmikan Batalyon Artileri Lapangan I berdasarkan Surat Perintah Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Skep/62/Kasad/SP/52 tanggal 29 Februari 1952 dan Surat Keputusan Direktur Artileri AD Nomor Skep/6/Kpts/Art/52 tanggal 29 Januari 1952 berkedudukan di Malang. Pada tanggal 11 Februari dijadikan Hari Ulang Tahun Yonarmed 1/105.[3]

Likuidasi[sunting | sunting sumber]

Meningkatkan pengamanan dan pertahanan kedaulatan NKRI, TNI Angkatan Darat di wilayah Kodam V/Brawijaya, mengalihkan komando pengendalian Yonarmed 1/Roket yang sebelumnya berada di bawah Kodam V/Brawijaya ke Divisi Infanteri 2/Kostrad di Malang. Sementara Yonarmed 8/105 yang berada di Jember, dialih komando di bawah Kodam V/Brawijaya dari Divisi Infanteri 2/Kostrad. Pengalihan komando itu dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono, di Lapangan Rampal, Kota Malang. Alih komando itu bisa membuat efisiensi dan fleksibilitas TNI Angkatan Darat saat bertugas membela negara. Modernisasi sistem persenjataan (Sista) juga dirasa perlu, karena itu Roket Astros II yang ada di Yonarmed 1/Rocket, bisa mudah dimobilisasi. Ketersediaan pangkalan udara dan pelabuhan sebagai sarana transportasi, jadi sarat mutlak pengerahan satuan roket. Mereka akan diproyeksikan ke seluruh Indonesia.[4][5]

Roket Astros II sendiri memiliki spesifikasi cangih dalam mendukung pertahanan dengan multi launcher dan multi kaliber yang dapat menjangkau sasaran hingga jarak 300 kilometer jauhnya. Tidak hanya itu, Roket Astros dengan chasis 6 x 6 dan 4 x 4, mampu digunakan dalam berbagai medan tempur serta dapat diangkut oleh pesawat udara, sehingga memudahkan mobilitas Roket Astros II ke wilayah yang membutuhkan. Roket Astros juga dilengkapi teknologi Trajectography Radar serta Fire Control Unit (AV-UCF), sehingga mampu mengoreksi titik jatuhnya amunisi pada jarak jauh.

Alutsista[sunting | sunting sumber]

Meski berusia 51 tahun, kekuatan armada tempur Yonarmed 1/105 Tarik Kodam V/Brawijaya, Malang, Jawa Timur, masih mengandalkan alutsista lama. Seperti meriam 76 mm, meriam 105 mm tarik, meriam 105 mm gerak sendiri, meriam 155 mm tarik, meriam 155 mm gerak sendiri, dan roket.[6] Dalam simulasi tempur Yonarmed 1/105 Tarik mengerahkan 20 meriam kaliber 105 tarik buatan 1962. Dua meriam yang dipamerkan di antaranya ditarik masuk dengan 2 truk ke halaman Yonarmed. Saat ini Batalyon Artileri Medan 1/105 di lengkapi dengan senjata MLRS (Artillery Saturation Rocket System) ASTROS II MK 6, buatan Avibras Brasil dan berubah nama menjadi Batalyon Artileri Medan 1/Roket.[7][8]

Komandan[sunting | sunting sumber]

  1. Mayor Art Kasmani (1952-1957)
  2. Mayor Art Koembojono (1957-1961)
  3. Letkol Art Soejono (1961-1962)
  4. Letkol Art R.Moerjuni (1962-1967)
  5. Letkol Art Sunardi (1967-1970)
  6. Letkol Art Hery Karsono (1970-1973)
  7. Letkol Art Soegeng Soebroto (1973-1974)
  8. Letkol Art Agus Sarosa (1974-1977)
  9. Letkol Art R Soebagyo (1977-1977)
  10. Letkol Art Imam Hoedoyo (1977-1981)
  11. Letkol Art M Chan (1981-1982)
  12. Letkol Art A.Suparman (1982-1983)
  13. Letkol Art R.L.Pitoy (1983-1986)
  14. Letkol Art Mansyur (1986-1989)
  15. Letkol Art S Prayitno (1989-1991)
  16. Letkol Art B.A.Nugroho (1991-1993)
  17. Letkol Art Hadi Lukmono (1993-1995)
  18. Letkol Art Thomas Edy Widagdo (1995-1997)
  19. Letkol Art Bambang Gunawan (1997-1998)
  20. Letkol Art Sonhaji (1998-2000)
  21. Letkol Art Wisnu Barata (2000-2001)
  22. Letkol Art Tria Wibawa (2001-2004)
  23. Letkol Art Suko Purwantoro (2004-2006)
  24. Letkol Arm Sumartono (2006-2008)
  25. Letkol Arm Naudi Nurdika (2008-2010)
  26. Letkol Arm Frenky JH Watuseke (2010-2011)
  27. Letkol Arm M.Haidir (2011-2012)
  28. Letkol Arm Arya Yudha Setiawan (2012-2014)
  29. Letkol Arm Aprianko Suseno (2014-2015)
  30. Mayor Arm Dodot, S.H (2015-2016)
  31. Letkol Arm Rico Ricardo Sirait, B.S., M.MDS. (2016-Sekarang)

Referensi[sunting | sunting sumber]