Meulaboh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 4°27′N 96°11′E / 4.450°N 96.183°E / 4.450; 96.183

Meulaboh
Daerah tingkat II di Aceh, Indonesia
Pantai Batu Putih di Kota Meulaboh

Semboyan: Kota Tauhid Sufi
Lokasi Aceh Kabupaten Aceh Barat.svg
Meulaboh berlokasi di Sumatra
Meulaboh
Meulaboh
Meulaboh berlokasi di Indonesia
Meulaboh
Meulaboh
Koordinat: 4°08′N 96°07′E / 4.13°N 96.12°E / 4.13; 96.12
Negara Indonesia
ProvinsiAceh
Dasar hukumUndang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
Hari jadi28 April 2020; 1 tahun yang lalu
Luas
 • Total60,36 km2 (2,331 sq mi)
Populasi
 (2021)
 • Total34.828 jiwa
Demografi
 • AgamaIslam 99,38%
Buddha 0,32%
Kristen 0,29%
- Protestan 0,25%
- Katolik 0,04%[1]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode pos
23611-23681
Kode telepon0655
Jumlah kecamatan4
Jumlah kelurahan122
DAURp.588.209.483.000,00-(2021)[2]
PADRp.617.000.000
APBDRp.200.000.000
IPMIncrease 71,38 (2021)
( Sedang )[3]
Bandar udaraBandar Udara Cut Nyak Dhien

Kota Meulaboh (Ejaan Aceh: Mèulaboh, Jawoe: مولابوه) Kota ini terletak sekitar 245 km dari Kota Banda Aceh di Pulau Sumatra. Meulaboh adalah kota kelahiran Pahlawan Nasional Teuku Umar Johan Pahlawan.

Meulaboh merupakan salah satu area terparah akibat bencana tsunami yang dipicu oleh Gempa Aceh 2004. Pekerjaan sebagian besar penduduknya mencerminkan kehidupan perkotaan, yakni perdagangan dan jasa.[4][5]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pantai Batu Putih di Kota Meulaboh

Penamaan Meulaboh diduga kuat terkait dengan letaknya yang berdekatan dengan laut dan dapat dilaboh pukat menggunakan kapal laut.

Kota Meulaboh sudah berdiri sejak 402 tahun yang lalu, terhitung dari saat naik tahtanya Sultan Saidil Mukamil. Catatan sejarah menunjukan bahwa Meulaboh sudah ada sejak Sultan tersebut berkuasa.

Dulu, Kota Meulaboh masih tergabung dengan Kabupaten Aceh Barat. Atas desakan masyarakat, Kota Meulaboh telah menjadi kota mandiri.[6]

Silsilah Raja Meulaboh[sunting | sunting sumber]

Matahari Terbenam di Kota Meulaboh

Raja-raja yang pernah bertahta di Kaway XVI hanya dapat dilacak dari T.Tjik Pho Rahman, yang kemudian digantikan oleh anaknya yang bernama T.Tjik Masaid, yang kemudian diganti oleh anaknya lagi yang bernama T.Tjik Ali.

Setelah masa jabatan T.Tjik Ali selesai, kemudian digantikan oleh anaknya T.Tjik Abah dan setelah itu diganti oleh T.Tjik Manso yang memiliki 3 orang anak yang menjadi Raja Meulaboh bernama T.Tjik Raja Nagor.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kabupaten Aceh Barat Dalam Angka 2020". www.acehbaratkab.bps.go.id. Diakses tanggal 24 April 2020. 
  2. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2019" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. 2019. Diakses tanggal 21 Januari 2021. 
  3. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 21 Januari 2021. 
  4. ^ "DPR Aceh Setujui Pemekaran Kota Meulaboh". infopublik.id. Diakses tanggal 2021-05-07. 
  5. ^ "Kota Meulaboh Resmi Miliki Julukan Baru Sebagai Kota Tauhid Sufi". republika.co.id. Diakses tanggal 2021-05-07. 
  6. ^ "Sejarah Kota Meulaboh 402 Tahun Lalu Hingga Sekarang". acehbaratkab.go.id. Diakses tanggal 2021-05-08. 
  7. ^ "Sejarah Raja Meulaboh Sewaktu Masih Gabung Kabupaten Aceh Barat". aryandashare.blogspot.com. Diakses tanggal 2021-05-08.