Kabupaten Merauke

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Merauke)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 8°30′31″S 140°24′35″E / 8.508646°S 140.409749°E / -8.508646; 140.409749

Kabupaten Merauke
Papua 1rightarrow blue.svg Papua
Kantor Bupati Merauke
Kantor Bupati Merauke
Lambang Kabupaten Merauke.jpg
Lambang
Julukan: 
Kota Rusa, Australië van Papua, Kota Injil
Motto: 
Izakod Bekai Izakod Kai ( Satu Hati Satu Tujuan )
91.01.00 Papua Merauke.svg
Kabupaten Merauke is located in Maluku dan Papua
Kabupaten Merauke
Kabupaten Merauke
Kabupaten Merauke is located in Indonesia
Kabupaten Merauke
Kabupaten Merauke
Koordinat: 7°40′00″S 139°40′00″E / 7.66667°S 139.66667°E / -7.66667; 139.66667
Negara Indonesia
ProvinsiPapua
Tanggal peresmian10 September 1969
Dasar hukumUU Nomor 12 Tahun 1969[1]
Hari jadi12 Februari 1902
Ibu kotaMerauke
Pemerintahan
 • BupatiFrederikus Gebze
 • Wakil BupatiSularso
Luas
 • Total46.791,63 km2 (1,806,635 sq mi)
Populasi
 ((2018)[2])
 • Total225.714 jiwa
Demografi
 • AgamaKristen 58,41%
- Katolik 39,65%
- Protestan 18,76%
Islam 41,17%
Hindu 0,27%
Buddha 0,15%[3]
Zona waktuWIT (UTC+09:00)
Kode telepon0971
Kode Kemendagri91.01 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan20
Jumlah kelurahan11
Jumlah desa179
DAURp1.039.460.880.000.-(2013)[4]
Fauna resmiKanguru & Rusa
Situs webhttp://www.merauke.go.id/
Tugu Lingkaran Brawijaya (Libra) 969 Merauke
Gapura perbatasan Indonesia-Papua New Guinea di Sota, Merauke

Kabupaten Merauke adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Merauke. Kabupaten ini adalah kabupaten terluas sekaligus paling timur di Indonesia. Di kabupaten ini terdapat suku Marind-anim. Jumlah penduduk Kabupaten Merauke berkisar 225.714 jiwa (2018).[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dari sejarah, diketahui merauke ditemukan pada tanggal 12 Februari 1902. Orang yang pertama menetap di sana adalah pegawai pemerintah Belanda. Mereka mencoba untuk hidup di antara dua suku asli yaitu Marind Anim dan Sohoers. Mereka berjuang keras melawan keganasan alam (termasuk pemburu kepala). Lama kelamaan tempat tersebut mengalami pertumbuhan yang sangat cepat sehingga menjadi sebuah "kota". Jauh di eropa, para wanita suka memakai hiasan bulu dari burung dari khayangan "Cendrawasih" di topi mereka.

Dari Merauke orang Indonesia, Eropa dan Cina, mulai untuk "menyerbu" hutan di selatan nugini untuk memburu burung sebanyak mungkin. Ketika pemerintah Belanda melarang perburuan, mereka semua kembali ke Merauke untuk menghabiskan uang yang mereka dapatkan. Hal ini yang menyebabkan mengapa di kemudian hari populasi penduduk di Merauke tidak banyak, ini dikarenakan Merauke adalah kota untuk para pendatang (orang asing). Namun sekarang, banyak penduduk asli Papua yang mulai menetap di Merauke. Asal mula nama "Merauke" sebenarnya berasal dari sebuah salah paham yang dilakukan oleh para pendatang pertama. Ketika para pendatang menanyakan kepada penduduk asli apa nama sebuah perkampungan, mereka menjawab " Maro-ke" yang sebenarnya berarti "itu sungai Maro". Orang Marind berpikir bahwa sungai maro(yang lebarnya 500m) lebih penting dari nama area tempat sebuah hutan yaitu Gandin. Penduduk asli papua sendiri menyebut area tempat kampung tersebut terletak dengan mana " Ermasoek".

Secara politis administratif, kota Merauke dulunya merupakan pos pemerintah Belanda yag digunakan sebagai transit bagi para republikan untuk menuju Boven Digoel. Setelah wilayah Irian Jaya berintegrasi dengan Pemerintah Belanda tahun 1963, kemudia kota tersebut ditetapkan sebagai Ibu kota Kabupaten Dati II Merauke dan setelah periode Penentuan Pendapat Rakyat (1963-1969), mulai tumbuk beberapa kelompok permukiman yang dipacu dengan adanya kemudahan-kemudahan suatu kota.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Merauke merupakan salah satu kabupaten yang berada pada wilayah Provinsi Papua, di mana secara geografis terletak antara 137⁰–141⁰ BT dan 5⁰–9⁰ LS dengan luas mencapai hingga 46.791,63 km² atau 14,67% dari keseluruhan wilayah Provinsi Papua. Hal ini menjadikan Kabupaten Merauke sebagai kabupaten terluas tidak hanya di Provinsi Papua, namun juga di antara kabupaten lainnya di Indonesia.[5]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi dan Papua Nugini
Timur Papua Nugini
Selatan Laut Arafuru
Barat Laut Arafuru

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Sungai-sungai besar di Kabupaten Merauke yakni Bian, Digul, Maro, Yuliana, Lorents, dan Kumbe merupakan potensi sumber air tawar untuk pengairan dan dapat digunakan sebagai prasarana angkutan antardistrik, kecamatan, dan desa–desa. Sumber air tawar dari rawa–rawa, air permukaan dan air tanah cukup tersedia untuk dimanfaatkan sebagai sumber air minum. Namun, beberapa tempat lain terdapat air tanah yang mengandung belerang panas. Kawasan pesisir pantai Kabupaten Merauke dibentuk oleh hutan sedimen dan tergolong dalam endapan alivium. Berdasarkan data tingkat kesuburan tanah Kabupaten Merauke tergolong rendah sampai sedang.[5][6]

Topografi dan Geologi[sunting | sunting sumber]

Topografi di Kabupaten Merauke umumnya datar dan berawa disepanjang pantai dengan kemiringan 0-3% dan ke arah utara yakni mulai dari Distrik Tanah Miring, Jagebob, Elikobel, Muting dan Ulilin keadaan topografinya bergelombang dengan kemiringan 0 – 8%. Kondisi Geografis Kabupaten Merauke yang relatif masih alami, merupakan tantangan serta peluang pengembangan bagi Kabupaten Merauke yang masih menyimpan banyak potensi ekonomi untuk menunjang pembangunan. Sebagian besar wilayah Kabupaten Merauke merupakan areal dataran yang berada pada ketinggian antara 0 – 60 m diatas permukaan laut. Wilayah yang benar-benar datar tersebut berada sebagian besar pada daerah selatan dan tengah. Daerah tersebut merupakan sentra penduduk yang memulai usaha pemanfaatan lahan untuk kegiatan budidaya dan konsentrasi pemukiman penduduk. Jenis tanah yang terdapat di wilayah Kabupaten Merauke terdiri atas tanah organosol, alluvial dan hidromorf kelabu yang terdapat di daerah-daerah rawa dan payau. Jenis tanah ini terbentuk dari bahan induk buatan sedimen yang menyebar di wilayah distrik Okaba, Merauke, dan Kimaam. [5][6]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan klasifikasi iklim Koppen, sebagian besar wilayah Merauke termasuk dalam kategori iklim tropis basah dan kering (Aw). Hal ini dapat diketahui dari perbedaan intensitas curah hujan yang sangat signifikan antara musim penghujan dan musim kemarau. Musim kemarau berlangsung pada periode Mei hingga Oktober dengan puncaknya pada bulan Agustus. Sementara itu, musim penghujan berlangsung pada periode bulan-bulan basah DesemberApril dengan bulan terbasah adalah Februari yang curah hujannya lebih dari 240 mm per bulan. Rata-rata curah hujan wilayah Merauke berkisar antara 900–1600 milimeter per tahunnya dengan jumlah hari hujan berkisar 80–120 hari hujan per tahun. Rata-rata suhu tahunan untuk sebagian besar wilayah Merauke yaitu 26,3°C. Tingkat kelembapan pun bervariasi dari 79–89%.[6]

Data iklim Merauke, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 34.3
(93.7)
35.8
(96.4)
33.3
(91.9)
33.3
(91.9)
32.7
(90.9)
32.3
(90.1)
32.4
(90.3)
32.6
(90.7)
34.7
(94.5)
37.8
(100)
37.9
(100.2)
35.6
(96.1)
37.9
(100.2)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.3
(88.3)
30.5
(86.9)
31.6
(88.9)
31.5
(88.7)
30.7
(87.3)
29.5
(85.1)
28.9
(84)
29.8
(85.6)
30.7
(87.3)
32.3
(90.1)
31.6
(88.9)
32.7
(90.9)
30.9
(87.6)
Rata-rata harian °C (°F) 27.7
(81.9)
26.5
(79.7)
27.1
(80.8)
27.2
(81)
26.3
(79.3)
25.4
(77.7)
24.7
(76.5)
25.1
(77.2)
25.6
(78.1)
26.2
(79.2)
27.3
(81.1)
26.5
(79.7)
26.3
(79.3)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.1
(73.6)
23.3
(73.9)
23.2
(73.8)
23.9
(75)
22.4
(72.3)
21.5
(70.7)
21.2
(70.2)
20.2
(68.4)
20.5
(68.9)
21.8
(71.2)
22.4
(72.3)
23.1
(73.6)
22.2
(72)
Rekor terendah °C (°F) 20.4
(68.7)
21.3
(70.3)
20.6
(69.1)
19.6
(67.3)
18.1
(64.6)
16.4
(61.5)
15.3
(59.5)
14.4
(57.9)
14.9
(58.8)
15.6
(60.1)
17.2
(63)
20.4
(68.7)
14.4
(57.9)
Presipitasi mm (inci) 247
(9.72)
308
(12.13)
235
(9.25)
176
(6.93)
93
(3.66)
41
(1.61)
17
(0.67)
8
(0.31)
25
(0.98)
46
(1.81)
87
(3.43)
192
(7.56)
1.475
(58,06)
Rata-rata hari hujan 16 18 15 12 9 4 1 0 2 5 7 13 102
% kelembapan 89 91 88 88 85 87 83 79 84 85 85 88 86
Rata-rata sinar matahari bulanan 160 156 174 192 229 257 263 282 298 271 246 185 2.713
Sumber #1: Climate-Data.org & Deutscher Wetterdienst[7][8]
Sumber #2: Weatherbase[9]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah Bupati Merauke dari masa ke masa.

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1
Suyitno
1962
1963
1
2
Drs.
Anwar Ilmar
1963
1966
2
3
G. Darmowidigdo
1966
1970
3
1970
1975
4
4
Drs.
J. Pattipi
1975
1980
5
1975
1984
6
5
T. M. Gebze
1984
1985
6
Muhadi
1985
1990
7
7
R. Soekardjo
1990
1995
8
1995
2000
9
8
Drs.
Johanes Gluba Gebze
2000
2005
10
dr.
Benyamin Simatupang
Tedjo Soeprapto
2005
2005
(8)
Drs.
Johanes Gluba Gebze
2005
2010
11
Drs.
Waryoto
M.Si
Alex Rumaseb
2010
2011
9
Drs.
Romanus Mbaraka
MT
2011
2016
12
Sunaryo
S.Sos
10
Frederikus Gebze
2016
2021
13
[10]
Sularso
SE

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Merauke beranggotakan 30 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Anggota DPRD Merauke yang saat ini menjabat adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 21 Oktober 2019 oleh Ketua Pengadilan Negeri Merauke, Orpa Marthina, di Gedung DPRD Merauke.[11] Komposisi anggota DPRD Merauke periode 2019-2024 terdiri dari 9 partai politik dimana Partai Nasional Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa adalah pemilik kursi terbanyak setelah masing-masing berhasil meraih 5 kursi.[12]

Distrik/Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Merauke terdiri atas 20 distrik, 11 kelurahan, dan 179 kampung dengan luas wilayah 46.791,63 km² dan jumlah penduduk 223.389 jiwa (2017). Kode Wilayah Kabupaten Merauke adalah 91.01.[13][14][15] Kecamatan di Kabupaten Merauke adalah:

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Merauke per tanggal 31 Desember 2012, menurut pendataan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil berjumlah 246.852 Jiwa. Dari jumlah tersebut, Penduduk laki-laki mencapai 130.514 Jiwa dan perempuan mencapai 116.338 Jiwa. Jumlah Kepala Keluarga tercatat sebanyak 60.406 KK. Jumlah penduduk terbanyak terdapat di Distrik Merauke yang jumlahnya mencapai 115.359 Jiwa. Jumlah penduduk terkecil terdapat di Distrik Kaptel dengan jumlah penduduk sebanyak 1.833 Jiwa. Data tersebut dapat disajikan pada tabel berikut ini:

No Nama Distrik Laki-laki (Jiwa) Perempuan (Jiwa) Jumlah (Jiwa) Jumlah KK (KK)
1 Kecamatan Merauke 60.869 54.490 115.359 27.209
2 Kecamatan Muting 2.978 2.722 5.700 1.359
3 Kecamatan Okaba 2.734 2.433 5.167 1.182
4 Kecamatan Kimaam 3.739 3.415 7.154 1.586
5 Kecamatan Semanga 8.560 7.644 16.204 4.402
6 Kecamatan Tanah Miring 10.933 9.571 20.504 5.341
7 Kecamatan Jagebob 4.941 4.239 9.180 2.551
8 Kecamatan Sota 2.085 1.830 3.915 935
9 Kecamatan Ulilin 2.661 2.298 4.959 1.262
10 Kecamatan Elikobel 2.545 2.112 4.657 1.157
11 Kecamatan Kurik 8.441 7.445 15.886 4.306
12 Kecamatan Naukenjeray 1.205 1.135 2.340 540
13 Kecamatan Kaptel 936 897 1.833 375
14 Kecamatan Tubang 1.486 1.366 2.852 673
15 Kecamatan Ngguti 1.124 1.008 2.132 436
16 Kecamatan Tabonji 3.019 2.766 5.785 1.370
17 Kecamatan Waan 2.332 2.158 4.490 1.085
18 Kecamatan Ilwayab 3.047 2.584 5.631 1.304
19 Kecamatan Malind 5.614 5.071 10.685 2.820
20 Kecamatan Animha 1.265 1.154 2.419 513

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan Merauke

Untuk menuju ke Kota Merauke (Kota Rusa) bisa ditempuh dengan menggunakan kapal laut (Kapal Pelni) dan juga melalui transportasi udara yang dilayani oleh Meskapai Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Lion Air.

Kota Merauke terkenal dengan sebutan Kota Rusa dikarenakan dahulu hewan jenis ini banyak ditemukan di kota ini, perburuan rusa besar besaran akhir akhir ini di Pulau Kimaam, Distrik Ngguti, Distrik Okaba dan sekitarnya dikhawatirkan akan memusnahkan populasi hewan ini. Selain itu terdapat binatang-binatang asli Papua lainnya, seperti kangguru merah, burung pelikan, kasuari, kuskus, tikus berkantung, kura kura, kasuari, kakatua dan sebagainya. Perdagangan satwa satwa ilegal juga merupakan ancaman bagi kelestarian hewan hewan itu.

Dilihat dari kondisi geografi, sejarah, ekonomi dan budaya, Kota Merauke memiliki beberapa keistimewaan dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Pulau Papua. Secara geografi, kota Merauke adalah salah satu kota paling timur di Indonesia, sekaligus berbatasan dengan Negara (Papua New Guinea).

Di kota Merauke terdapat sebuah tugu yang merupakan kembaran dari tugu yang terdapat di Sabang, yaitu Tugu Sabang-Merauke. Tugu ini dibangun sebagai simbol Kesatuan Negara Republik Indonesia dari Sabang (Aceh) sampai Merauke (Papua). Tugu Sabang-Merauke ini bisa kita jumpai di Distrik Sota, yaitu sebuah daerah yang terletak di sebelah timur kota Merauke. Untuk menuju ke Sota kita bisa menggunakan kendaraan roda empat.

Perekonomian di kota Merauke termasuk berkembang. Kapal-kapal yang memuat kebutuhan pokok penduduk Kabupaten Merauke berdatangan dari Pulau Jawa, tetapi untuk kembali ke Pulau jawa kapal-kapal ini tidak memuat barang muatan. Terjadi juga transaksi dagang antara penduduk Merauke dengan penduduk Negara tetangga PNG yang datang ke daerah kabupaten Merauke (Pelintas Batas) khusus untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Masalah Flu Burung yang sering terdengar di media masa Indonesia seperti tidak terlihat di Pulau Papua khususnya di kota terujung sebelah timur Indonesia ini. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kurangnya akses transportasi ke daerah terujung timur Indonesia ini.

Terdapat berbagai sub marga dari Suku Marind-anim tersebut, yaitu:

  1. Kaize
  2. Gebze
  3. Balagaize
  4. Mahuze
  5. Ndiken
  6. Basik-basik

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

  • Taman Nasional Wasur
    Taman Nasional Wasur adalah sebuah taman nasional yang di mana bentuknya berupa lahan basah, dan lahan basah ini merupakan lahan basah yang paling luas yang berada di Papua ataupun Irian Jaya namun Taman Nasional Wasur memiliki sedikit gangguan karena aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Lahan Basah yang ada di Taman Nasional Wasur merupakan lahan basah yang memiliki banyak fungsi penting diantaranya lahan basah ini menyediakan kebutuhan pangan yang cukup bagi ekosistem yang bernilai tinggi seperti kepiting, udang, dan ikan. Selain itu lahan basah ini juga berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi ekosistem yang ada di dalamnya.Taman Nasional Wasur di Merauke lebih dikenal dengan sebutan "Serengiti Papua".
  • Monumen Kapsul Waktu Merauke[16]
  • Sungai Kaliwanggo
  • Lotus Garden
  • Masjid Al Aqsha
  • Perbatasan dengan Papua Nugini
  • Musamus, rumah semut

Media[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Merauke juga sedang membangun beberapa Stasiun televisi lokal dan nasional, diantaranya:

Televisi nasional[sunting | sunting sumber]

Televisi lokal[sunting | sunting sumber]

Radio[sunting | sunting sumber]

Merauke juga sedang membangun beberapa Stasiun radio, diantaranya:

  • Mantarena FM 97.7 FM

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 23 Februari 2020. 
  2. ^ a b "Kabupaten Merauke Dalam Angka 2018". www.meraukekab.bps.go.id. Diakses tanggal 23 Februari 2020. 
  3. ^ "Kabupaten Merauke Dalam Angka 2016". BPS Kabupaten Merauke. Diakses tanggal 18 Februari 2019. 
  4. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  5. ^ a b c "Gambaran Umum Kabupaten Merauke" (PDF). hlm. 4–6. 
  6. ^ a b c "Gambaran Umum Kab. Merauke". Bappeda Kab. Merauke. Diakses tanggal 10 Agustus 2020. 
  7. ^ "Merauke, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 11 Agustus 2020. 
  8. ^ "Klimatafel von Merauke, Indonesien" (PDF). Deutscher Wetterdienst. Diakses tanggal 11 Agustus 2020. 
  9. ^ "MERAUKE, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 11 Agustus 2020. 
  10. ^ Frederikus Gebze, Juru Parkir Itu Kini Jadi Bupati Merauke
  11. ^ "Pelantikan 30 Anggota DPRD Merauke, Masih Dihiasi Muka Lama". kabarpapua.co. 21-10-2019. Diakses tanggal 28-12-2019. 
  12. ^ "NasDem dan PKB Kuasai Lima Kursi DPRD Merauke". kumparan.com. 23-07-2019. Diakses tanggal 28-12-2019. 
  13. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2018. 
  14. ^ BPS Provinsi Papua, 26 Desember 2018, Statistik Potensi Desa Propinsi Papua 2018, dikunjungi pada 27 Februari 2019.
  15. ^ BPS Kabupaten Merauke, 30 Agustus 2018, Kabupaten Merauke Dalam Angka 2018, dikunjungi pada 27 Februari 2019.
  16. ^ https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4217505/bukan-cuma-markas-avengers-ini-6-objek-wisata-di-merauke

Pranala luar[sunting | sunting sumber]